NovelToon NovelToon
HARGA DIRI SEORANG LELAKI

HARGA DIRI SEORANG LELAKI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menantu Pria/matrilokal / Dark Romance
Popularitas:177.8k
Nilai: 5
Nama Author: S. Mia. t

Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....

CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.

Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.

Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.

suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 34

Malam itu, setelah memastikan kondisi Vallen mulai stabil, Bastian duduk sendirian di lorong rumah sakit.

Ponselnya tidak berhenti berdering.

Nama yang muncul silih berganti.

Sophia.

Brandon Tan.

Marisa.

Bastian hanya memandang layar ponselnya beberapa saat.

Lalu ia menekan tombol dan mematikannya.

Ia sudah terlalu lelah.

Bukan lelah bekerja.

Melainkan lelah menghadapi orang-orang yang baru peduli setelah semuanya terjadi.

Bastian bangun dari duduknya dan pergi ke bagian reception depan.

" Selamat malam " Sapa Bastian pada dua bagian administrasi yang sedang berjaga di situ.

" Selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu "

" Saya ingin meminta bantuan "

" Bantuan apa, Pak?"

" Tolong Rahasia kalau putri saya di rawat di sini, siapapun itu "

Kedua pegawai itu terdiam.

" Kalau ada yang datang mencari Putri saya , jangan berikan informasi apa pun, walaupun itu orang yang mengaku mommynya atau opa Omanya "

kedua pegawai itu saling bertatapan, mereka tahu pasti ada sesuatu yang terjadi dengan keluarga pria yang ada di hadapan Mereka.

" Kecuali mereka membawa izin langsung dari saya." lanjut Bastian.

Perawat itu mengangguk pelan.

" Kami akan menjaga kerahasiaan data pasien, Pak."

" Terima kasih."

Setelah itu, Bastian menghubungi Marta.

" Marta."

" Ya, Pak?"

" Tolong kirim seseorang membawakan ponsel baru."

" maksud bapak?"

" Ponsel ini akan aku matikan sementara."

" Kamu belikan aku ponsel baru beserta nomernya "

Marta tidak banyak bertanya.

" Baik, Pak."

Malam itu juga, sebuah ponsel baru sampai di rumah sakit.

Bastian memindahkan nomor pentingnya.

Sedangkan ponsel lamanya...

Ia matikan sepenuhnya.

Sementara itu...

Sophia mulai panik.

Sejak menerima tamparan dari papanya, ia langsung berkeliling ke beberapa rumah sakit.

Rumah sakit pertama.

" Maaf, tidak ada pasien atas nama Vallen."

Rumah sakit kedua.

"Maaf, tidak ada."

Rumah sakit ketiga.

Hasilnya sama.

Sophia mulai meradang.

" Bastian kamu bawa kemana vallen " ucap Shopia dengan geram.

Ia mencoba menghubungi Bastian lagi.

Namun...

Nomor itu sudah tidak aktif.

Ia menghubungi papa.

" Papa..."

" Sudah ketemu?"

" Belum..."

Brandon memejamkan mata.

Ia mulai menyadari.

Bastian sengaja menghilang.

****

Dua hari berlalu.

Kondisi Vallen semakin membaik.

Demamnya sudah turun.

Trombositnya perlahan naik.

Dan selama dua hari itu...

Selalu ada seseorang yang diam-diam datang menjenguk.

Ghina.

Sepulang kerja, ia selalu menyempatkan diri datang ke rumah sakit.

Tentunya secara sembunyi-sembunyi.

Ia selalu memastikan Bastian sedang keluar membeli makan, menemui dokter, atau mengurus administrasi.

Barulah ia masuk.

" Aunty cantik !"

Vallen langsung tersenyum setiap melihatnya.

" Halo, Princess cantik ."

Ghina membawa buku cerita.

Kadang membawa boneka ke sukaan Vallen.

Terkadang membawakan buah kesukaan Vallen.

Bahkan beberapa kali ia membantu menyuapi Vallen.

Hubungan mereka semakin akrab.

Vallen bahkan mulai sering bertanya.

" Aunty besok datang lagi?"

Ghina selalu mengangguk.

" Iya."

" Terimakasih Aunty "

Entah kenapa Vallen tak pernah mencari mommynya.

Beberapa hari kemudian...

Dokter akhirnya mengizinkan Vallen pulang.

Namun...

Bastian tidak membawa putrinya kembali ke rumah keluarga Tan.

Mobilnya justru berhenti di sebuah rumah yang terbilang mewah.

Tempat itu sebenarnya sudah di beli Bastian beberapa bulan yang lalu, untuk keluarga kecilnya, tapi ternyata shopia masih belum mau pindah dari istana mewahnya.

Belum ada seorang pun dari keluarga Tan yang mengetahui tentang rumah itu.

Vallen memandang sekeliling.

" Daddy..."

" Iya sayang?"

" Ini rumah siapa?" tanya Vallen yang berada di gendongan Bastian.

Bastian tersenyum lembut.

" Ini rumah Vallen?"

Vallen menatap bingung pada Daddynya.

" Kita akan tinggal disini?" tanya Vallen.

" Iya sayang, Vallen mau kan tinggal bersama Daddy "

" Apa Daddy akan pulang setiap hari ke rumah ini?"

" Tentu saja "

" Vallen mau kalau Daddy terus bersama vallen "

Bastian memeluk tubuh Vallen yang masih terlihat lemah dan pucat.

Bastian menitikkan airmata, ia tahu selama ini ia jarang ada untuk Vallen, ia terlalu sibuk bekerja.

" Maafkan Daddy, mulai hari ini Daddy akan selalu ada untuk Vallen "

" Mommy bagaimana?" tanya Vallen.

Bastian menghela napas berat.

" Nanti kita bicara sama mommy ya, sekarang Vallen harus istirahat agar cepat pulih dan beraktivitas kembali "

" Ah iya, aku harus sembuh, kata Aunty cantik kalau vallen sembuh, Vallen mau di ajak main ke mall bersama dan menghabiskan es krim di mall " kata Vallen tanpa sadar.

" Aunty cantik?" kata Bastian sambil menatap putrinya.

mendengar itu Vallen langsung menutup mulutnya.

" Siapa Aunty cantik?"

Vallen melihat ke arah suster Lina.

dan Suster Lina tahu kalau majikan kecilnya telah kebablasan ngomongnya.

" Tuan, sudah waktunya nona kecil minum obat, biar nona bersama saya, saya akan menyuapi nona kecil "

Bastian langsung menoleh ke arah suster Lina.

" Oh iya, bawa dia keatas...setelah itu kalian istirahat ya "

" Baik tuan "

" Sayang, Vallen senangkan tinggal di sini "

Vallen mengangguk pelan

Baginya, di mana pun jika ia bersama Daddynya, itu adalah rumah yang ternyaman bagi nya.

Bastian tersenyum lebar dan mencium pipi putrinya berulang kali.

" Habis minum obat langsung tidur ya "

Vallen mengangguk, lantas ia berpindah ke gendongan suster Lina.

" Kita selamat sus, untung Daddy tidak tanya lagi tentang Aunty cantik "

Suster Lina hanya mengangguk dan tersenyum lebar.

Suster Lina mengikuti apa yang di katakan Ghina.

Kenapa suster Lina melakukan itu?, kenapa ia tidak memberitahukan ke datangan Ghina pada majikannya?.

itu karena suster Lina melihat sebuah tawa dan mata yang bahagia saat dia melihat Vallen dan Ghina saling berbicara dan bermain bersama.

****

Kini Bastian sudah mengambil keputusan besar.

Sudah saatnya Sophia merasakan akibat dari kelalaiannya.

Ia ingin istrinya belajar.

Bahwa menjadi seorang ibu bukan hanya soal melahirkan.

Tetapi juga hadir untuk anaknya.

Bastian tidak akan membawa kembali putrinya ke dalam rumah itu, jika shopia masih ingin putrinya, maka ia harus tinggal bersamanya di rumah yang sudah Bastian sediakan untuk mereka.

****

Beberapa hari kemudian.

Setelah memastikan Vallen benar-benar pulih, Bastian kembali bekerja.

Siang itu, setelah ia mengetahui kalau Bastian sudah masuk kerja, ia langsung melajukan mobilnya ke perusahaan.

Bastian yang sibuk memeriksa pekerjaannya di laptopnya di kejutkan dengan suara keras dari arah pintu.

Brak!

Pintu terbuka keras.

Sophia masuk dengan wajah penuh amarah.

" Di mana Vallen?!"

Marta yang mencoba menahan Shopia tak mampu, karena Shopia mendorongnya sehingga ia terjatuh ke lantai.

Bastian perlahan mengangkat kepalanya.

Tatapannya datar.

" Apa yang kamu lakukan di sini?"

" Aku bertanya, di mana anakku?"

" Anakmu ?"

" Bastian !"

Sophia mendekat ke meja kerja.

" Bastian!"

" Kamu sengaja menyembunyikan Vallen dariku!"

Bastian menatap istrinya tanpa emosi.

" Aku hanya menjaga putriku."

" Kamu tidak berhak!"

Kalimat itu justru membuat Bastian tersenyum tipis.

" Siapa bilang?"

" Dia putriku, darah dagingku "

Bastian perlahan berdiri.

" Atas dasar apa kamu bilang aku tidak berhak atas putriku sendiri "

" Sedangkan kamu, kamu tidak pernah memperdulikan keadaan putrimu sendiri, kemana saja kamu saat putrimu sakit?"

Sophia langsung terdiam.

" Siapa yang mengabaikan puluhan telepon?"

Sophia menggigit bibirnya.

" Siapa yang lebih memilih bersenang-senang dan melupakan putrinya "

Wajah Sophia langsung memucat.

Tatapannya berubah panik.

" Bastian... aku..."

" Apa itu yang di namakan seorang itu "

" Kamu lebih mengutamakan kebahagiaanmu dari pada putrimu "

Suara Bastian tetap tenang.

Namun setiap katanya terasa menusuk.

" Sekarang kamu berkata kalau aku tidak berhak atas putriku "

Bastian memandang wanita yang berdiri di hadapannya.

Entah kenapa...

Untuk pertama kalinya...

Ia tidak lagi merasakan kecewa.

Yang ada hanya rasa lelah.

Shopia tak bisa berucap, ia hanya menatap wajah Bastian yang dingin....dingin sekali..tak ada tatapan memuja padanya seperti dulu.

" Sophia."

Suaranya sangat pelan.

" Aku hanya ingin bertemu dengan putriku Bas "

Bastian tersenyum tipis.

" Kalau benar kamu ingin bertemu putrimu..."

" kemasi barangmu dari rumah itu dan ikutlah bersamaku "

#####

1
Vinski Ambar01
up nya jangan lama2
Dyah Rahmawati
kasih pelajaran aja tuh kluarga Brandon biar bangkrut sekalian jadi gembel...heem pengen tak tampar balik tuh si sop sop
Dyah Rahmawati
Aduuh..makin deg degan AQ ...
Andy Yulianto
up thor
chiara azmi fauziah
buah jatuh bukan sm buahny buah jatuh sm pohon 2 dan juga akar2nya 🤣🤣🤣🤣
Ani Sulastri
semangat thoorrr 💪💪 ... lama nunggu up nya cerita nya makin seru 😍😍 .. sehat selalu thorr
reza indrayana
nNachh... yang di tunggu- tunggu datang juga nichh... 🥰🥰
Keluarga Manggala datang dengan waktu yang tepat..
rasain akibat dari semua ulah kejahatan & kelicikanmu shopia & Marisa yang sama² tidak ber-attitude..
tungguh lah kehancuran keluarga Tan....
segera selesaikan urusan perceraianmu Bastian agar masalahnya tidak berlarut- larut..
apa berani Bastian menolak apalagi melawan keputusan Oppa Ken.. 🥰🥰🥰💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
Waalaikum salam Kak Mia...
musim sikon kurang baik jadii othhor Gm& para reader mgk bnyak yg kurang sehat ( fit ) 😰😰
semoga Kak GMia sekeluarg sehat ² sellau & dlm keadaan baik² saja.. 💙💛💙😘😘😘
dewi rofiqoh
Bastian siap bertanggung jawab opa ken🤭🤭
Rea
setelah sekian lama tak kunjung up akhirnya up jg, hatur thanks ya thor👍
Arieee
bagus tetua sudah turun🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍👍👍
Nana Ghifari
opa keeenn i Miss yuu
Turi77 Turi77
anak sm ibu gk tahu bercermin,yg murah 'an putri lho sdh pnya suami baik bertanggung jawab,msh saja cari terong ungu di luaran,dasar najis si shofi 😂😂🤦
Turi77 Turi77
Shofi kyanya butuh cermin yg besar,biar bisa lihat drimu yg murah "an😂
Mumtaz Zaky
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣mantap.... gak bisa lagi Drama kamu shopia,,, tamat riwayat mu🤭🤭🤭🤭
Wulan
Bastian ny plengak plengok ,, sementara gina " yesss"
🤣🤣
Ilham Indri
KA lanjut....😍😍😍😍
Teh Qurrotha
keluarkan bukti si shopia yang suka selingkuh di luar negri dan apartemennya
Teh Qurrotha
wah satset satset🤣
nunik rahyuni
lanjuuut thorrrr ,........lama sekali q menunggu anak kodok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!