NovelToon NovelToon
HARGA DIRI SEORANG LELAKI

HARGA DIRI SEORANG LELAKI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menantu Pria/matrilokal / Dark Romance
Popularitas:119.3k
Nilai: 5
Nama Author: S. Mia. t

Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....

CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.

Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.

Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.

suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 34

Malam itu, setelah memastikan kondisi Vallen mulai stabil, Bastian duduk sendirian di lorong rumah sakit.

Ponselnya tidak berhenti berdering.

Nama yang muncul silih berganti.

Sophia.

Brandon Tan.

Marisa.

Bastian hanya memandang layar ponselnya beberapa saat.

Lalu ia menekan tombol dan mematikannya.

Ia sudah terlalu lelah.

Bukan lelah bekerja.

Melainkan lelah menghadapi orang-orang yang baru peduli setelah semuanya terjadi.

Bastian bangun dari duduknya dan pergi ke bagian reception depan.

" Selamat malam " Sapa Bastian pada dua bagian administrasi yang sedang berjaga di situ.

" Selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu "

" Saya ingin meminta bantuan "

" Bantuan apa, Pak?"

" Tolong Rahasia kalau putri saya di rawat di sini, siapapun itu "

Kedua pegawai itu terdiam.

" Kalau ada yang datang mencari Putri saya , jangan berikan informasi apa pun, walaupun itu orang yang mengaku mommynya atau opa Omanya "

kedua pegawai itu saling bertatapan, mereka tahu pasti ada sesuatu yang terjadi dengan keluarga pria yang ada di hadapan Mereka.

" Kecuali mereka membawa izin langsung dari saya." lanjut Bastian.

Perawat itu mengangguk pelan.

" Kami akan menjaga kerahasiaan data pasien, Pak."

" Terima kasih."

Setelah itu, Bastian menghubungi Marta.

" Marta."

" Ya, Pak?"

" Tolong kirim seseorang membawakan ponsel baru."

" maksud bapak?"

" Ponsel ini akan aku matikan sementara."

" Kamu belikan aku ponsel baru beserta nomernya "

Marta tidak banyak bertanya.

" Baik, Pak."

Malam itu juga, sebuah ponsel baru sampai di rumah sakit.

Bastian memindahkan nomor pentingnya.

Sedangkan ponsel lamanya...

Ia matikan sepenuhnya.

Sementara itu...

Sophia mulai panik.

Sejak menerima tamparan dari papanya, ia langsung berkeliling ke beberapa rumah sakit.

Rumah sakit pertama.

" Maaf, tidak ada pasien atas nama Vallen."

Rumah sakit kedua.

"Maaf, tidak ada."

Rumah sakit ketiga.

Hasilnya sama.

Sophia mulai meradang.

" Bastian kamu bawa kemana vallen " ucap Shopia dengan geram.

Ia mencoba menghubungi Bastian lagi.

Namun...

Nomor itu sudah tidak aktif.

Ia menghubungi papa.

" Papa..."

" Sudah ketemu?"

" Belum..."

Brandon memejamkan mata.

Ia mulai menyadari.

Bastian sengaja menghilang.

****

Dua hari berlalu.

Kondisi Vallen semakin membaik.

Demamnya sudah turun.

Trombositnya perlahan naik.

Dan selama dua hari itu...

Selalu ada seseorang yang diam-diam datang menjenguk.

Ghina.

Sepulang kerja, ia selalu menyempatkan diri datang ke rumah sakit.

Tentunya secara sembunyi-sembunyi.

Ia selalu memastikan Bastian sedang keluar membeli makan, menemui dokter, atau mengurus administrasi.

Barulah ia masuk.

" Aunty cantik !"

Vallen langsung tersenyum setiap melihatnya.

" Halo, Princess cantik ."

Ghina membawa buku cerita.

Kadang membawa boneka ke sukaan Vallen.

Terkadang membawakan buah kesukaan Vallen.

Bahkan beberapa kali ia membantu menyuapi Vallen.

Hubungan mereka semakin akrab.

Vallen bahkan mulai sering bertanya.

" Aunty besok datang lagi?"

Ghina selalu mengangguk.

" Iya."

" Terimakasih Aunty "

Entah kenapa Vallen tak pernah mencari mommynya.

Beberapa hari kemudian...

Dokter akhirnya mengizinkan Vallen pulang.

Namun...

Bastian tidak membawa putrinya kembali ke rumah keluarga Tan.

Mobilnya justru berhenti di sebuah rumah yang terbilang mewah.

Tempat itu sebenarnya sudah di beli Bastian beberapa bulan yang lalu, untuk keluarga kecilnya, tapi ternyata shopia masih belum mau pindah dari istana mewahnya.

Belum ada seorang pun dari keluarga Tan yang mengetahui tentang rumah itu.

Vallen memandang sekeliling.

" Daddy..."

" Iya sayang?"

" Ini rumah siapa?" tanya Vallen yang berada di gendongan Bastian.

Bastian tersenyum lembut.

" Ini rumah Vallen?"

Vallen menatap bingung pada Daddynya.

" Kita akan tinggal disini?" tanya Vallen.

" Iya sayang, Vallen mau kan tinggal bersama Daddy "

" Apa Daddy akan pulang setiap hari ke rumah ini?"

" Tentu saja "

" Vallen mau kalau Daddy terus bersama vallen "

Bastian memeluk tubuh Vallen yang masih terlihat lemah dan pucat.

Bastian menitikkan airmata, ia tahu selama ini ia jarang ada untuk Vallen, ia terlalu sibuk bekerja.

" Maafkan Daddy, mulai hari ini Daddy akan selalu ada untuk Vallen "

" Mommy bagaimana?" tanya Vallen.

Bastian menghela napas berat.

" Nanti kita bicara sama mommy ya, sekarang Vallen harus istirahat agar cepat pulih dan beraktivitas kembali "

" Ah iya, aku harus sembuh, kata Aunty cantik kalau vallen sembuh, Vallen mau di ajak main ke mall bersama dan menghabiskan es krim di mall " kata Vallen tanpa sadar.

" Aunty cantik?" kata Bastian sambil menatap putrinya.

mendengar itu Vallen langsung menutup mulutnya.

" Siapa Aunty cantik?"

Vallen melihat ke arah suster Lina.

dan Suster Lina tahu kalau majikan kecilnya telah kebablasan ngomongnya.

" Tuan, sudah waktunya nona kecil minum obat, biar nona bersama saya, saya akan menyuapi nona kecil "

Bastian langsung menoleh ke arah suster Lina.

" Oh iya, bawa dia keatas...setelah itu kalian istirahat ya "

" Baik tuan "

" Sayang, Vallen senangkan tinggal di sini "

Vallen mengangguk pelan

Baginya, di mana pun jika ia bersama Daddynya, itu adalah rumah yang ternyaman bagi nya.

Bastian tersenyum lebar dan mencium pipi putrinya berulang kali.

" Habis minum obat langsung tidur ya "

Vallen mengangguk, lantas ia berpindah ke gendongan suster Lina.

" Kita selamat sus, untung Daddy tidak tanya lagi tentang Aunty cantik "

Suster Lina hanya mengangguk dan tersenyum lebar.

Suster Lina mengikuti apa yang di katakan Ghina.

Kenapa suster Lina melakukan itu?, kenapa ia tidak memberitahukan ke datangan Ghina pada majikannya?.

itu karena suster Lina melihat sebuah tawa dan mata yang bahagia saat dia melihat Vallen dan Ghina saling berbicara dan bermain bersama.

****

Kini Bastian sudah mengambil keputusan besar.

Sudah saatnya Sophia merasakan akibat dari kelalaiannya.

Ia ingin istrinya belajar.

Bahwa menjadi seorang ibu bukan hanya soal melahirkan.

Tetapi juga hadir untuk anaknya.

Bastian tidak akan membawa kembali putrinya ke dalam rumah itu, jika shopia masih ingin putrinya, maka ia harus tinggal bersamanya di rumah yang sudah Bastian sediakan untuk mereka.

****

Beberapa hari kemudian.

Setelah memastikan Vallen benar-benar pulih, Bastian kembali bekerja.

Siang itu, setelah ia mengetahui kalau Bastian sudah masuk kerja, ia langsung melajukan mobilnya ke perusahaan.

Bastian yang sibuk memeriksa pekerjaannya di laptopnya di kejutkan dengan suara keras dari arah pintu.

Brak!

Pintu terbuka keras.

Sophia masuk dengan wajah penuh amarah.

" Di mana Vallen?!"

Marta yang mencoba menahan Shopia tak mampu, karena Shopia mendorongnya sehingga ia terjatuh ke lantai.

Bastian perlahan mengangkat kepalanya.

Tatapannya datar.

" Apa yang kamu lakukan di sini?"

" Aku bertanya, di mana anakku?"

" Anakmu ?"

" Bastian !"

Sophia mendekat ke meja kerja.

" Bastian!"

" Kamu sengaja menyembunyikan Vallen dariku!"

Bastian menatap istrinya tanpa emosi.

" Aku hanya menjaga putriku."

" Kamu tidak berhak!"

Kalimat itu justru membuat Bastian tersenyum tipis.

" Siapa bilang?"

" Dia putriku, darah dagingku "

Bastian perlahan berdiri.

" Atas dasar apa kamu bilang aku tidak berhak atas putriku sendiri "

" Sedangkan kamu, kamu tidak pernah memperdulikan keadaan putrimu sendiri, kemana saja kamu saat putrimu sakit?"

Sophia langsung terdiam.

" Siapa yang mengabaikan puluhan telepon?"

Sophia menggigit bibirnya.

" Siapa yang lebih memilih bersenang-senang dan melupakan putrinya "

Wajah Sophia langsung memucat.

Tatapannya berubah panik.

" Bastian... aku..."

" Apa itu yang di namakan seorang itu "

" Kamu lebih mengutamakan kebahagiaanmu dari pada putrimu "

Suara Bastian tetap tenang.

Namun setiap katanya terasa menusuk.

" Sekarang kamu berkata kalau aku tidak berhak atas putriku "

Bastian memandang wanita yang berdiri di hadapannya.

Entah kenapa...

Untuk pertama kalinya...

Ia tidak lagi merasakan kecewa.

Yang ada hanya rasa lelah.

Shopia tak bisa berucap, ia hanya menatap wajah Bastian yang dingin....dingin sekali..tak ada tatapan memuja padanya seperti dulu.

" Sophia."

Suaranya sangat pelan.

" Aku hanya ingin bertemu dengan putriku Bas "

Bastian tersenyum tipis.

" Kalau benar kamu ingin bertemu putrimu..."

" kemasi barangmu dari rumah itu dan ikutlah bersamaku "

#####

1
Windi Rahayu
GK update Thor
hj suyani
waalaikumsalam, salam sehat kakak, Ghina pancen bocah gemblung, klakuan nya bener-bener berani
Vie
dan hanya Ghina yang bangga juga jujur dengan menjadi seorang pelakor 😂😂
Vie
waaahh mas Babas lagi puer kedua🤭🤭
Vie
sepintar2nya kamu menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga bau nya...
reza indrayana
Ketuarunana Zayn Manggala... 🥰🥰🥰
Jangan main- main dengan Keluarag Manggala & Narendar apalagi Keluaraga dari bestiè sebelahnya yang sekaligus jadi besan Manggala yaitu keluarga Pradipta ( Dio Fandi Pradipta ) semua keturunan dari tiga keluarga besar adalah bibit premium.. 🥰🥰🥰
Bastian akan lebih kaget lagi jika tahu siapa Ghina sebenarnya.. belum lagi ketangGuhan dalam. bela dirinya yang bergelar sabuk hitam malah mungkin melebihi itu.. jadi walaupun keluarga Tan mau bikin ulah pada Ghini atau Bastian.. siap- siap aja akan di kerangkeng di bawah tanah milik pribadi kelurga besar Ghina..
Yakinlah Bastian.. langkah yang kau ambil sudah tepat Bahakan kamunakan dapat kebahagiaan yang tidak kamu bayangin sebelumnya.. begitupun dengan anakmu Vallen.. akan mendapatkan kasih sayang yang Tulus dari Ghina & Keluarga besarnya...
Keberanianmu sangat gentle sebagai perempuan yang bermartabat Ghina.., Mantap + KeReeenNn...👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
hj suyani
lanjuuut kaa
hj suyani
uwalah misi mu berhasil ya mbak Ghina bisa ketemu Mas Bastian, secara kebetulan edun
Dyah Rahmawati
lanjuut kak .....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Dyah Rahmawati
tetap semangat GINA .....😘😘😘😘
Dyah Rahmawati
kapokmu kpn Sopiah........heem
menyesal tiada guna ...
Dyah Rahmawati
Semangaat Bastian.....AQ dukung keputusanmu 😀🤭
hj suyani
semoga penyelidikan Ghina berhasil, bocah serba ingin tahu urusan orang dasar edun
hj suyani
jangan2 si Sofia istri Bastian sedang pertemu dengan selingkuhannya
QiDi
sangat suka ceritanya, bukan karna tentang kehidupan orang2 kaya, tapi dari sisi cerita nya aku suka, dan juga berkelanjutan. 🤩🤩
QiDi
sangat menyenangkan..😄
Windi Rahayu
lanjut thorr
hj suyani
Angkat Bas, buat hidup disangkar emas klw tidak nyaman makan hati, dihina serendah kan,sok anaknya bawa aja
Vie
sepertinya kamu juga menyukai Ghina... apakah kalau kamu tahu dia menyukai Bastian kamu akan merebutnya atau merelakanya.?
dewi rofiqoh
Pelakor kelas elit bas!
Uh.. Udah jedag jedug aja tu jantung bas! Spa kabar tu jantung klo kamu tahu siapa ghina sebenarnya? 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!