Sinopsis
Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.
Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.
Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.
Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 31 – MUTASI BARU
Flora dan Karin masih berdiskusi mengenai keputusan mereka. Mereka saling bertukar pendapat dengan wajah yang dipenuhi keraguan.
"Emm... Lily, sepertinya kami harus menunggu Ayah dan yang lainnya sadar dulu sebelum mengambil keputusan," ucap Flora pelan.
Lily mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Oh, nggak apa-apa kok. Aku juga masih akan berada di sekitar sini cukup lama," jawabnya santai.
Setelah mengobrol beberapa menit, Lily memutuskan untuk keluar sebentar. Sebelum pergi, ia mengeluarkan empat bungkus roti dan enam botol Air Spiritual dari ruang dimensinya, lalu menyerahkannya kepada Flora.
"Nanti berikan air ini ke ayahmu dan teman-temannya, ya. Aku mau jalan-jalan sebentar ke depan."
Flora menerima semuanya dengan kedua tangan.
"Terima kasih, Lily. Hati-hati di luar."
Lily hanya mengangguk sebelum melangkah keluar dari ruang staf laboratorium.
Koridor kembali dipenuhi keheningan.
"Emm... sekarang aku harus ke mana, ya?" gumam Lily sambil melihat ke kanan dan kiri.
Karena benar-benar tidak memiliki tujuan, ia akhirnya berbicara kepada sistem.
"Sistem, memang nggak ada misi baru?"
DING!!
«Sebenarnya misi bersifat acak. Namun karena Tuan Rumah menginginkan misi, sistem akan memberikan satu misi.»
DING!!
«Misi: Bersihkan area yang berpotensi menjadi wilayah kekuasaan Zombie Level 4. Lokasi berada 500 meter di depan.
Hadiah: 1 Kotak Gold.
Catatan: Kotak hadiah terdiri dari Perunggu, Perak, Gold, dan Berlian.»
Mata Lily langsung berbinar.
"Baiklah! Saatnya panen hadiah lagi hari ini."
Tanpa membuang waktu, Lily langsung melesat menuju lokasi yang ditunjukkan sistem.
Beberapa menit kemudian, ia tiba di tempat tujuan.
Namun, area itu terasa sangat aneh.
Suasananya terlalu sepi.
Bahkan tidak ada satu pun Zombie Level 2 yang biasanya berkeliaran.
"Kenapa tempat ini sepi sekali...?"
Instingnya mulai memberikan peringatan.
"Ada yang tidak beres."
Baru saja Lily hendak melangkah lebih jauh, sebuah bayangan hitam melesat dari samping.
Syuuttt!!
Lily langsung memiringkan tubuhnya.
Serangan itu nyaris membelah lehernya.
Makhluk tersebut mendarat beberapa meter di depannya.
Kini Lily bisa melihat bentuknya dengan jelas.
Tubuhnya menyerupai manusia, tetapi kedua lengannya berubah menjadi sabit tajam seperti belalang sembah.
Di punggungnya tumbuh sepasang sayap tipis, sedangkan mata merahnya menyala seperti bara api yang lapar akan mangsa.
DING!!
«Zombie Level 4.
Jenis: Zombie Mutasi Hewan (Belalang Sembah).
Kecepatan berada jauh di atas zombie biasa.
Memiliki lengan setajam pedang.
Tingkat Bahaya: HARD.
Harap Tuan Rumah berhati-hati.»
"Jadi... ini Zombie Level 4."
Lily menatap makhluk itu dengan kagum.
"Zombie seperti ini bahkan belum pernah kulihat di kehidupan sebelumnya."
Zombie tersebut tidak langsung menyerang.
Ia hanya berdiri sambil menatap Lily layaknya seekor predator yang sedang mengamati mangsanya.
"Kalau begitu..."
Lily perlahan mencabut kedua katananya.
"Aku juga tidak akan bermain-main."
Ia memejamkan mata.
Energi elemen di dalam tubuhnya mulai berputar.
Dalam sekejap, rambut merah mudanya berubah menjadi biru tua.
Saat kedua matanya terbuka kembali, iris matanya telah berubah menjadi merah ruby yang bersinar tajam.
"Kombinasi elemen api dan es..."
Lily tersenyum tipis.
"Aku penasaran apakah ini cukup untuk mengalahkan Zombie Level 4."
Begitu kalimat itu selesai, tubuhnya menghilang dari tempat semula.
Syuuttt!!
Kecepatannya meningkat drastis.
Katana pertama langsung mengarah ke leher zombie.
Namun...
Zombie Belalang Sembah itu menghindar dengan gerakan yang bahkan lebih cepat.
Sring!!
Dua bilah tajam saling beradu.
Percikan api berhamburan.
Bug! Brak!
Lily terus mengayunkan kedua katananya tanpa henti.
Tebasan demi tebasan memenuhi area sekitar.
Sayangnya, zombie itu terlalu lincah.
Setiap serangan berhasil dihindari dengan gerakan yang nyaris mustahil diikuti mata.
"Benar-benar cepat..."
Lily mulai mengatur napasnya.
Kesempatan itu akhirnya datang.
Saat zombie sedikit kehilangan keseimbangan setelah menghindari salah satu tebasan, Lily langsung memutar tubuhnya.
Brak!!
Tendangan keras menghantam perut zombie.
Tubuh monster itu langsung terpental hingga menghancurkan sebuah pohon besar.
KREEEKKK!!
Zombie itu mengeluarkan suara penuh amarah.
"Ternyata mengalahkan Zombie Level 4 benar-benar menguras tenaga..."
Lily menghela napas panjang.
Namun tatapannya tetap fokus.
Tak lama kemudian, zombie itu kembali keluar dari balik reruntuhan gedung.
Mata merahnya kini dipenuhi niat membunuh.
Kekekekek...
Dalam sekejap, ia kembali menghilang.
Syuuttt!!
Lily langsung menyilangkan kedua katananya.
Sring!!
Benturan keras kembali terjadi.
Bug! Brak!
Pertarungan berlangsung semakin sengit.
Keduanya saling menyerang tanpa memberi kesempatan sedikit pun.
Lalu...
Sebuah celah muncul.
Tanpa ragu, Lily memanfaatkan kesempatan itu.
Katana di tangan kanannya bergerak secepat kilat.
Sreeet!!
Kepala zombie terputus bersih.
Anehnya...
Pada saat itu juga, pandangan Lily tiba-tiba berubah.
Ia melihat seorang pria sedang memeluk istri dan anaknya.
Suara jeritan memenuhi kota.
Zombie terus berdatangan.
Pria itu berusaha melawan mati-matian demi melindungi keluarganya.
Namun jumlah zombie terlalu banyak.
Tubuhnya akhirnya digigit berkali-kali.
Di detik-detik terakhir sebelum berubah menjadi zombie, pria itu hanya mampu menatap keluarganya yang ikut menjadi korban.
Tatapannya dipenuhi penyesalan.
Kesedihan.
Dan rasa tidak berdaya.
Semua kenangan itu menghilang dalam sekejap.
Lily kembali berdiri di tempat semula.
"Apa... itu barusan?"
Wajahnya dipenuhi kebingungan.
"Kenapa aku bisa melihat masa lalu zombie itu?"
DING!!
«Selamat.
Tuan Rumah telah menyelesaikan misi.
Zombie yang berpotensi menguasai area ini berhasil dimusnahkan.
Hadiah: 1 Kotak Gold.»
Namun Lily tidak terlalu memedulikan hadiah tersebut.
Pikirannya masih dipenuhi pertanyaan.
"Sistem... kenapa aku bisa melihat masa lalu zombie tadi?"
DING!!
«Hal itu terjadi karena Energi Mental Tuan Rumah telah mencapai Level 3.
Selain itu, zombie tersebut secara naluriah ingin memperlihatkan kenangan terakhirnya kepada Tuan Rumah.»
Lily terdiam beberapa saat.
"Jadi... zombie tadi masih memiliki sedikit kesadaran?"
Tanpa berkata apa-apa lagi, ia membungkuk mengambil Kristal Zombie Level 4 yang tergeletak di tanah.
Setelah itu, Lily menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Ia memejamkan mata.
"Terima kasih..."
"Sudah menjadi lawan yang tangguh."
"Semoga kamu bisa beristirahat dengan tenang."
Usai mengucapkan doa singkat itu, Lily mengangkat tangan kanannya.
Api biru menyala dari telapak tangannya.
Dalam hitungan detik, tubuh zombie tersebut berubah menjadi abu dan tertiup angin.
Lily mengembuskan napas pelan sebelum memasukkan kristal zombie ke ruang dimensinya.
"Sudah waktunya kembali."
Ia segera berbalik dan berjalan menuju laboratorium.
Lily ingin memastikan apakah Flora dan Karin sudah mengambil keputusan, karena setelah urusannya selesai, ia berencana segera pulang bersama keluarganya.
Maaf lama gak update yaa soalnya aku lagi banyak banget tugas sekolah kalo ada waktu senggang baru aku lanjut buat novel lagi
Oke see Next chapter guysss ☺️☺️☺️