NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Pagi ini ramai sekali pembahasan tentang Dinzy bersama dengan Luca. Dinzy tidak menyangka jika kedatangannya bersama Luca akan menghebohkan media sosial. Bahkan fotonya tersebar dimana-mana.

 

Hingga saat ia sampai kantor, semua orang seperti telah mengetahui berita tersebut. Karena foto yang beredar adalah kemesraan antara Dinzy dan Luca.

 

Di media sosial ramai diperbincangkan soal status soial Dinzy, mereka semua berasumsi jika Dinzy juga dari kalangan yang sama dengan Luca.

 

"Aku baru tahu gosip ini" - Dinzy

"Itu bukan gosip sayang, memang kenyataan" - Luca

"Kamu yakin ini gak akan jadi masalah?" - Dinzy

"Masalah untuk siapa?" - Luca

"Kamu" - Dinzy

"Hahaha... Siapa yang berani mempermasalahkan sayang?" - Luca

"Hmm gak ada sih" - Dinzy

"Jangan hawatir, sesuai yang aku bilang. Manfaatkan aku sesuka kamu. Dan aku rasa ini bagus untuk atasan kamu, karena dianggap kamu menguntungkan sayang" - Luca

 

"Tapi di mata staff lain tidak" - Dinzy

"Tidak usah menghiraukan mereka, bukan mereka yang menggaji kamu" - Luca

 

Dinzy hanya menghela nafasnya ketika membaca pesan Luca, seperti tidak ada beban ketika Luca mengatakan hal tersebut.

 

"Pagi Dinzy" Sapa Maya

 

"Pagi, Mbak Maya" jawab Dinzy

 

"Din selamat ya hehehe"

 

"Mbak Maya..." rengek Dinzy

 

"Ini normal Din, aku dukung kamu"

"Makasih ya Mbak"

"Dan ada berita buruk untuk kita"

"Apa Mbak?"

 

"Siska resign"

 

DEG!

 

"A-apa?"

 

"Aku juga kaget Din, kenapa dia resign tiba-tiba. Dan dia tidak akan kembali lagi" ucap Maya

 

"Maksudnya Mbak?"

"Tidak ada last day, dia sudah pergi dari kantor ini. Dia mengirim suratnya ke HR dan langsung disetujui"

 

Dinzy terdiam, dia menatap kursi di sampingnya, teringat bagaimana dia menjalani hari-hari bersama Siska.

Wanita yang ceria, baik dan juga tulus tersebut yang membawa Dinzy sampai sejauh ini. Namun Siska mengundurkan diri tanpa mengucapkan apapun.

 

"Din, kamu gak apa-apa? Kok nangis" ucap Maya mendekati Dinzy kemudian memeluknya

 

"Sebenarnya ada apa Mbak, kok Mbak Siska melakukan ini"

"Aku gak tahu Din, aku juga sedih. Tapi Siska benar-benar hilang gitu aja"

 

Dinzy mengambil [ponselnya, lalu ia menelfon Siska dan meninggalkan ruangan tersebut karena tidak ingin percakapannya di dengar oleh siapapun.

 

"Halo Din" - Siska

"M-mbak" - Dinzy

"Tidak apa-apa Dinzy, meskipun aku gak disana kita masih bisa ketemu. Kamu juga tahu kan aku tinggal dimana? Sampaikan terimakasihku buat Pak Luca ya" - Siska

"Ini bukan keinginan Mbak Siska kan? Mbak Siska di paksa kan?" - Dinzy

"Kamu tahu jawabannya Dinzy, tidak apa-apa. Aku akan cari kerjaan baru, jangan hawatir ya" - Siska

"Mbak, nanti aku ketemu Mbak Siska ya?" - Dinzy

"Oke Dinzy, aku tunggu. Semangat kerjanya, jangan nangis" - Siska

"Iya Mbak. Tunggu aku ya Mbak" - Dinzy

 

Tut! Telepon dimatikan.

 

Dinzy mengusap air matanya, dia benar-benar merasa jika dunia hanya berpihak kepada seseorang yang memiliki kekuasaan.

 

Setelah menelfon Siska, Dinzy kembali ke ruangannya, lalu mulai mengerjakan pekerjaannya. Air matanya mengalir begitu saja ketika ia menyelesaikan pekerjaan Siska.

 

Perempuan yang Dinzy kenal dengan baik, terlepas dari apapun kesalahannya Siska adalah wanita yang baik.

 

"Din, kamu gak apa-apa?" tanya Hendra

 

"Gak apa-apa Mas. Ada apa?"

"Kita harus ikut meeting, ada Pak Luca dan Pak Alvin"

"Pak Alvin siapa?"

"Statusnya hampir sama seperti Pak Luca, tapi hanya memiliki saham sedikit"

"Oh, iya Mas"

 

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!