[UPDATE 2 - 3 CHP PERHARI]
Baca novel ke-1: TOWARDS THE PEAK OF MARTIAL ARTS.
Baca novel ke-2: TOWARDS THE PEAK OF MARTIAL ARTS 2.
Dengan sebilah pedang aku menjelma menjadi dewa kematian, demi menumpaskan kejahatan.
Dengan sebilah pedang, akan aku kuasai seluruh alam, bukan demi ketenaran tapi demi kedamaian.
Tidak peduli apakah dia manusia, monster, iblis atau dewa sekalipun, jika berani menggangguku dan keluargaku, maka bersiaplah untuk bertemu dengan kematian yang mengenaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y. Septra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch- 34. Masalah Kota Yanliang 1.
Ch- 34. Masalah Kota Yanliang 1.
Setelah menyelesaikan kultivasinya, Ming Xuan dan Yufei akhirnya melanjutkan perjalanan mereka menuju ke benua Utara. Sedangkan mengenai masalah sekte Tengkorak Iblis, Ming Xuan lebih memilih untuk tidak menghiraukan mereka, karena tujuannya jauh lebih penting, kecuali jika mereka mengganggunya lagi.
Saat ini, Ming Xuan dan Yufei sedang berada di sebuah kota yang berada di pinggir laut yang bernama kota Yanliang, karena setelah melakukan perjalanan selama dua hari, mereka berdua benar-benar harus beristirahat untuk mengumpulkan tenaga. Selain itu, mereka berdua juga harus mengumpulkan sedikit informasi dan perbekalan.
Di salah satu restoran kota Yanliang, Ming Xuan dan Yufei sedang duduk dengan santai menikmati makanan serta minuman mereka, sambil menikmati pemandangan laut yang disediakan oleh restoran tersebut, karena memang letak dari restoran itu cukup dekat dengan laut.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Kemunculan monster di tengah laut benar-benar membuat nelayan kesulitan, bahkan banyak kapal yang tidak berlayar karena ulah monster tersebut!" keluh salah seorang pelanggan restoran pada temannya.
"Memangnya apa lagi yang bisa kita lakukan? Penguasa kota sudah berusaha menyewa kultivator, tapi mereka tetap tidak bisa menghadapi monster itu" jawab temannya.
"Semoga saja ada solusi untuk masalah ini, karena kota ini benar-benar sangat bergantung pada laut" ucap pria sebelumnya.
Ming Xuan yang merasa tertarik dengan obrolan kedua pria tersebut, kemudian mencoba untuk mendekati mereka, agar mendapatkan informasi yang lebih jelas.
"Permisi tuan, aku tidak sengaja mendengar obrolan kalian, jika kalian berkenan, bisakah kalian menceritakannya padaku?" Ming Xuan bertanya ramah.
Pembicaraan kedua pria tersebut terhenti saat Ming Xuan menghampiri mereka, lalu mereka berdua memandangi Ming Xuan dengan tatapan penuh selidik, karena mereka berdua merasa curiga dengan penampilan Ming Xuan yang nampak seperti seorang Assassin. Terlebih lagi, Ming Xuan sedang menggunakan penutup wajahnya.
"Tenang saja tuan, aku tidak bermaksud buruk kepada tuan berdua, kalau tuan mau bercerita padaku, maka aku akan membayarnya" ucap Ming Xuan, kemudian meletakkan dua koin platinum di atas meja mereka.
Dua koin platinum tersebut sontak membuat kedua pria itu kaget, tatapan mereka yang sebelumnya penuh dengan kecurigaan terhadap Ming Xuan, sekarang berubah dengan tatapan ramah, bahkan mereka sampai memesankan minuman untuk Ming Xuan.
"Jadi cerita mana yang ingin tuan dengarkan?" tanya pria di samping Ming Xuan.
"Jika aku tidak salah dengar, tuan berdua sebelumnya sedang membicarakan tentang kemunculan monster di laut, jadi aku merasa tertarik dan ingin sekali mendengarnya secara langsung" jawab Ming Xuan.
"Ternyata cerita itu! Baiklah tuan, aku akan menceritakannya dengan rinci" ucap pria tersebut.
Pria yang duduk di samping Ming Xuan, kemudian menceritakan awal mula kemunculan monster di tengah laut, yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Sebelumnya, kota Yanliang adalah kota yang sangat ramai dan selalu kedatangan pengunjung yang ingin menyebrang ke benua Utara.
Penduduk kota Yanliang juga mengandalkan penghasilan laut mereka sebagai mata pencaharian, tidak hanya sekedar nelayan saja, bahkan bangsawan kota Yanliang juga menyediakan jasa untuk menyeberangkan pendatang yang ingin menuju ke benua Utara, dengan kapal mereka yang megah.
Tapi sayangnya, semua aktivitas tersebut telah terhenti sejak munculnya seekor monster misterius di tengah laut. Awal kemunculan monster tersebut adalah saat terjadinya fenomena misterius yang membuat seluruh langit ditutupi oleh awan gelap dan cahaya berwarna merah, serta terdengar gemuruh yang sangat besar di langit.
Pada saat fenomena aneh itu terjadi, ada beberapa nelayan yang sedang berlayar dengan kapal mereka, awalnya mereka berpikir bahwa fenomena itu hanyalah fenomena biasa yang merupakan pertanda akan terjadinya badai, tapi sayangnya, apa yang mereka pikirkan ternyata salah, karena tepat saat fenomena aneh itu berakhir, kapal-kapal nelayan yang berlayar tersebut tidak pernah kembali ke dermaga.
Banyak yang mengira bahwa para nelayan tersebut telah tenggelam, atau kapal mereka terseret oleh arus laut ke tempat yang jauh, tapi sampai hari ini, mereka tidak pernah kembali, Bahkan, para nelayan yang berlayar sejak kejadian itu, atau orang-orang yang mencoba mencari mereka juga tidak pernah kembali sampai sekarang.
Sampai akhirnya, penguasa kota Yanliang memutuskan untuk menyewa beberapa kultivator hebat untuk mencaritahu apa yang terjadi, tapi sampai sekarang para kultivator tersebut juga tidak pernah kembali lagi.
"Lalu setelah kejadian itu, para penduduk kota Yanliang tidak pernah lagi pergi ke laut, bahkan melihat laut saja sudah membuat kami ketakutan dan kemudian mulai tersebar rumor mengenai monster di tengah lautan" ucap pria tersebut mengakhiri ceritanya.
"Apa sudah ada yang melihat seperti apa bentuk monster itu?" tanya Ming Xuan.
Pria itu hanya menggelengkan kepalanya, kemudian berkata. "Tidak ada seorangpun yang melihatnya, tapi orang-orang bisa mendengar dengan jelas suara raungan monster itu saat malam hari" jawab pria tersebut.
"Terimakasih telah menceritakan semuanya padaku, jika aku dapat membantu maka aku akan membantu kota kalian semampuku" ucap Ming Xuan, kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Kalian para kultivator memang selalu berkata begitu, tapi pada akhirnya tidak ada seorangpun dari kalian yang berani untuk pergi ke sana" ujar pria yang duduk di hadapan Ming Xuan.
"Kita lihat saja nanti" Ming Xuan berkata santai, kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
Setelah meninggalkan mereka berdua, Ming Xuan kemudian kembali menghampiri Yufei yang sejak tadi masih duduk di tempatnya, sambil mendengarkan cerita dari kejauhan, meskipun hanya mendengarkan dari kejauhan, tapi Yufei bisa mengetahui dengan jelas situasi yang terjadi dengan kota Yanliang.
"Tuan, sebaiknya tuan membantu masalah kota ini" pinta Yufei.
"Apa kau punya alasan tertentu?" tanya Ming Xuan.
Sejak mendengarkan cerita tentang masalah kota Yanliang, Ming Xuan memang sudah berniat untuk membantu mereka, karena monster tersebut muncul saat terjadinya bencana petir surga. Dan ada kemungkinan besar bahwa monster tersebut berhubungan dengan bencana petir surga, tapi sebelum itu, Ming Xuan masih ingin mendengarkan alasan Yufei.
"Alasannya, karena untuk pergi ke benua Utara kita harus menumpang kapal yang ada di sini" jawab Yufei.
"Bukankah kita bisa melewatinya dengan terbang?" tanya Ming Xuan penasaran.
"Sepertinya tidak tuan, karena aku merasakan keberadaan aura yang aneh dari laut yang mungkin berhubungan dengan monster itu" jawab Yufei.
"Baiklah, lagipula aku memang berniat untuk membantu kota ini" ucap Ming Xuan.
Setelah itu, Ming Xuan dan Yufei kemudian beranjak pergi meninggalkan restoran tersebut, mereka berdua langsung melesat terbang menuju ke tengah laut dengan kecepatan tinggi, agar mereka bisa mencaritahu tentang monster tersebut dengan lebih jelas.
Ketika mereka telah terbang cukup jauh menuju ke tengah laut, tiba-tiba saja Ming Xuan dan Yufei merasakan energi yang sangat besar dari bawah laut, energi tersebut terasa sangat aneh dan seolah-olah menarik mereka tubuh mereka berdua ke dasar laut.
"Gawat, sebaiknya kita kembali sekarang!" ujar Ming Xuan, kemudian menghilang dari tempat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...