Sahabat mu adalah Ular. Itulah yang terjadi pada Ashila yang sudah bertahun-tahun berteman dengan perempuan yang dia anggap saudara
Lolita merebut kekasih yang sangat di cintai oleh Ashila untuk kesekian kalinya dan sayangnya gadis itu baru menyadari seberapa buruk perilaku sahabatnya itu
Tapi kehidupan mempertemukan mereka kembali, seperti sebuah karma kekasih Lolita menyukai Asila bahkan terkesan Obses dan mengunci wanita itu dalam lingkup kekejaman nya
akan kah wanita itu menghindar atau memberi pelajaran pada Lolita?
Namun sayang nya gadis itu sudah membuat pria itu terpesona hingga tidak melepaskan dirinya lagi
"Lepaskan saya Tuan Leus!".
"Mau kemana? kemarilah dan balaskan dendam mu"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEMBURU
Semuanya berjalan sangat tidak biasa bagi Ashila, pria yang sering mejahilinya itu nampak sangat tenang dan hangat
Berbeda jauh, kemarin pria itu bahkan hampir melecehkan nya “Apa karena aku menolaknya?”. Batin Ashila menatap kembali pada dirinya . Tidak mungkin
“Ashila kemarilah…”. Agharna memanggil gadis itu dengan sangat lembut hingga membuat Ashila kembali merinding
“Ada apa?”
“tolong perbaiki ini, lalu berikan pada ku untuk di revisi”
“Baik”. Heh hanya ini? Kau tidak bertingkah tidak ada yang kau sembunyikan kan . “Hanya ini? Jika begitu saya permisi dulu kalau begitu”
“Tunggu”. Agharna menahan lengan gadis itu, tangan kedua insan itu bersentuan beberapa saat hingga mata Ashila dan Agharna saling beradu
“...”.
“Ah tidak jadi pergilah, kerjakan apa yang ku perintahkan tadi”
Gadis itu kembali ke kursinya tanpa pemikiran apapun samapai Agharna kembali membuka pembicaraan yang menurut Ashila tidak penting
“Pria seperti apa yang kau sukai Ashila”. Tanya Agharna masih dengan mata yang fokus pada pekerjaannya
“entahlah saya belum memikirkannya, tapi… saya suka pria yang menghormati wanita dan bersikap baik”
“Oh”
Hanya satu kata itu keluar dari mulut Agharna membuat Ashila menjadi sangat bingung dengan keinginannya apa tipe laki-laki yang dia inginkan terlalu berlebihan?
Beberapa hari berlalu…
Sikap Agharna masih juga belum berubah dia malah menjadi lebih ramah dan hangat pada semua karyawan nya terlebih pada Ashila sendiri
Seperti sekarang Agharna pun masih bersikpa hangat dan mempelakukan Ashila dengan baik tidak jarang pria itu juga memberi perhatian yang menurut Ashila sangat manis
“Ashila kemarilah”. Pria itu memanggil gadis itu dari tempat dia bekerja, tangan Agharna lantas menarik lengan Ashila lalu membenarkan pergelangan pakaian gadis itu”Kancingnya rusak? Aku lihat kau sangat risih dengan ini sejak tadi”
“I… tadi memang rusak pak”
“Huh begitu, kau hanya perlu melipat nya seperti ini agar tidak mengganggu aktivitas mu”. Agharna membantu hal kecil itu lalu tanpa banyak bicara kembali pada aktivitasnya
“Terima kasih”
Gadis itu kembali ke tempatnya dengan wajah memerah dan jantung yang berdegup kencang, sekarang dia mengutuki sikap baik pria itu
*K*alau begini lebih baik dia menyebalkan, sekarang hati ku menjadi kacaukan. Ashila menggeleng-geleng kepalanya untuk mengusir apa yang ada di benaknya.
Kriekk…
Pintu terbuka menampak gadis centil yang membuat suasana menjadi tidak menyenangkan, Lolita terlihat di sana menghampiri Agharna dengan kecentilan yang dia buat
‘Sayang…”
Arghh apa yang di lakukan dia di sini?. Batin Agharna memijit kepalanya padahal dia sudah menahan emosi dan wibawanya selama bersama Ashila . Tunggu apa itu?
Ashila di seberang sana dengan wajahnya yang kesal, Agharna bisa melihat langsung bagaimana wajah kesal itu mencuri pandang pada dia dan Lolita
“Ada apa kau kesini…”
“aku merindukan mu, apa kau tidak merindukan ku hmm?”. Lolita mendekat pada pria itu, meski Agharna merasa risih dia tertarik untuk menantang gadis di seberang sana melihat sejauh mana kekesalan Ashila “Sudah berapa kali kau tidak menghubungi ku, kita bahkan tidak tinggal bersama lagi”
Dang.
Ashila mengumpat dirinya sendiri untuk kecewa yang dia rasakan. Berhentilah kecewa hati sialan sudah tahu kau sedang di kerjai, dasar boss mesum dia ternyata suka menyimpan gadis di rumahnya
“Ah baiklah mundur, kau membuat ku sesak”. Agharna mendorong gadis d dekatnya “Ashila kemarilah bawa laporan mu”
“Belum selesai pak”. Ashila terdengar sangat ketus hingga Agharna yakin jika gadis itu pastilah sedang kesal padanya
“Belum selesai? Ini sudah terlambat aku ingin lihat laporan itu sekarang juga!”.
Mau tidak mau Ashila harus mendekat pada kedua orang itu namun wajahnya belum juga bisa di kondisikan, dia menatap tajam pada Lolita seakan ingin mengusir gadis itu pergi dari sana
“Apa yang kau lakukan di sini? Ingin mencuri pria ku?”.Tanya Lolita tidak kalah kesalnya dnegan gadis itu
Ashila hanya memutar bola mata malas, dia tidak ingin meladeni orang seperti Lolita hanya membuang waktunya. Lebih baik untuk fokus bekerja dan menyingkir dari dua orang yang dia pikir pasangan kekasih itu
“Ini sudah lengkap kenapa kau mengatakan jika ini tidak lengkap huh?”
“Saya pikir jika tadi tidak lengkap”. gadis itu masih dengan nada ketusnya, dia ingin menunggu agar Lolita pergi dari sana tapi semuanya percuma saja Agharna enggan membiarkan gadis itu pergi “Jika sudah selesai, saya pamit undur diri”
“Tetaplah di sini”
“Ada pekerjaan lain yang harus saya lakukan pak”
“Ashila Pratama, apakah begitu kau didik untuk bekerja dengan baik?”
Ashila menghela nafas dia berdiri tidak jauh dari pria itu sambil mengedarkan pandangannya ke tempat lain mengusir rasa sesak yang hinggap di hatinya . Ayolah berhenti sakit seperti itu, apa yang kau harapkan dari pria mesum seperti Agharna
Lolita merasa di abaikan dua orang itu jelas sedang mencari perhatian satu sama lain, Ashila dengan sikap kesal dan Agharna yang mencoba mengerjai gadis itu
Apa-apaan mereka? Apa mereka ada hubungan? Aku tidak sudi!. Kesal Lolita lalu mencoba mendekat pada Agharna sampai pria itu mendorong nya dengan sedikit kasar
“Keluarlah sebelum aku menyuruh satpam kesini”
“Ada apa dengan mu? Kenapa kau membuang ku seperti ini?”. Rajuk Lolita membujuk Agharna. Aku tidak akan kalah dari mu Ashila!. Batin gadis itu kesal
“Ini peringatan terakhir Lolita! Aku tidak akan segan-segan berbuat kasar pada mu!”. Agharna mengeluarkan amplop coklat dari dalam laci mejanya “Ini untuk kerja keras mu selama ini, jangan lagi datang kehadapan ku!”
Lolita terdiam sejak awal dia tahu jika dia hanya di manfaatkan oleh Agharna tidak masalah begitu tapi di sana ada Ashila yang dengan jelas melihat apa yang mereka lakukan
Dia tidak ingin kalah dari gadis itu orang yang selama ini dia anggap sebagai saingan hidupnya
Ada apa dengan mereka? Apa mereka bertengkar? Itu bukan urusan ku. Ashila yang tadinya mencuri pandang bersikap cuek meski rasa penasaran di hatinya sudah membelenggu
“Aku tidak mau pergi!”. Lolita bersikeras di tempatnya
Sampai beberapa menit kemudian dua orang berpakaian hitam sampai di sana menyeret paksa gadis itu pergi “Jangan sampai dia berada di hadapan ku lagi”
“Baik Pak!’. Kedua orang itu menyeret Lolita secara paksa dari sana
Kini keadaan ruangan Agharna kembali sunyi hanya terdengar suara kerboard dari laptop yang di gunakan Ashila
Ada lekungan senyum di bibir pria itu setidaknya dia sudah bisa memastikan jika Ashila memiliki perasaan kepadanya, dari rasa dan raut wajah kesal dari gadis itu
“Kau tidak ingin bertanya apa yang terjadi barusan?”. Tanya Agharna kini mengusili gadis yang masih kesal itu
“Tidak itu bukan urusan saya!”
“Benarkah? Tapi kenapa wajah mu kesal begitu? Kau tampak sangat terganggu!”
“Ti..Tidak”. Ashila memalingkan wajahnya dengan menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya . Sial dia malah mengerjai ku seperti ini, dasar mesum!