Ellita yang mempunyai hobi membaca berbagai novel-novel fantasi, tapi setelah kematian nya dia malah masuk ke novel fantasi yang dulu pernah dia tinggalkan.
Dia harus menjalankan berbagai misi untuk menggagalkan berbagai macam rencana Pemeran Utamanya.
Tidak hanya itu, dia juga harus menyelamatkan tokoh-tokoh yang di rugikan oleh Pemeran Utamanya hanya atas nama cinta mereka yang egois.
Mampukah Ellita menyelamatkan mereka? dan apa yang akan dia dapatkan jika berhasil menyelesaikan misi-misi tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon April Eliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghancurkan Reputasi Mereka
Sebelum kejadian
Saat Ellita sedang asik memakan ayam nya, terjadi keributan dari meja samping mereka, siapa lagi kalau bukan Lilyana dan Virza.
Ellita hanya memutar matanya sambil memegang paha ayamnya, melihat Virza yang sangat emosional dan Lilyana yang berlebihan hanya kerena luka secuil itu.
Ellita yakin ini adalah misinya, jadi dia berniat bangkit dan menolong gadis tersebut, tapi yang tidak Ellita sangka adalah Virza laki-laki sampah, akan menggunakan kekuatannya untuk melawan gadis kecil yang tidak berdaya.
Ellita sontak langsung berdiri dengan cepat dan melemparkan kursinya nya ke tangan Virza yang terulur ke arah gadis tersebut.
Brak
"Ellita!"
Teman-teman nya syok melihat Ellita melempar kan kursi ke tangan Virza yang nyaris hampir mengeluarkan kekuatan nya.
Karena tangannya dilempar oleh kursi kayu yang cukup berat oleh Ellita, otomatis kekuatan nya tidak jadi keluar dan tangannya melayang ke samping akibat lemparan itu.
"Kau gila!"
"Kau yang gila!"
Bentak Ellita dan segera maju dan berdiri di depan gadis yang masih terduduk lemah di lantai.
"Beraninya kau!"
Ellita langsung memukul bahu Virza dengan kasar dan mata yang melotot marah.
"Beraninya kau menggunakan kekuatan mu untuk melawan rakyat sipil yang tidak berdaya!"
Ellita segera menghampiri Lilyana yang masih duduk dengan tenang di kursinya, dia segera mengangkat rok Lilyana dan menunjukkan kepada orang-orang lukanya yang sangat kecil.
"Nona Ellita! apa yang kamu lakukan?"
"Diam!" bentak Ellita.
"Kau! sebagai Pangeran kedua di kekaisaran ini, ingin membakar hidup-hidup seorang gadis sipil yang tidak sengaja melukai kekasih mu, padahal lukanya hanya sekecil ini?"
Mendengar teriakkan Ellita, orang-orang yang menonton tidak menyangka bahwa dia adalah Pangeran kedua dan sangat kejam hanya karena masalah yang sangat kecil itu.
Ellita langsung melepaskan tangannya dari rok Lilyana dengan kasar dan memandang Virza dengan sangat dingin.
"Kau tidak pantas membakar orang hidup-hidup hanya karena dia hanya lah rakyat biasa! Apa kau pikir kau berhak membunuh siapapun hanya karena kau Pangeran dan dia adalah rakyat biasa!"
Bentak Ellita lagi dengan dada yang naik turun dan tangan yang mengepal dengan kuat.
Ellita sangat marah, ya sangat marah, dia tahu sekarang dia hidup di zaman yang mementingkan kasta, para bangsawan bisa sesuka hati menganiaya rakyat biasa hanya karena masalah sepele atau karena tidak enak di pandang.
Tapi melihat langsung di depan matanya, Ellita gak sanggup, jika Ellita telat sedetik saja entah apa yang terjadi pada gadis tersebut, di bakar hidup-hidup itu sangat mengerikan.
Melihat Ellita yang sangat marah semua orang sangat terkejut, terlebih lagi teman-teman nya, mereka tidak pernah melihat Ellita yang semarah ini, tidak, mereka bahkan belum pernah melihat Ellita marah, mereka hanya sering melihat Ellita yang jengkel dan kesal.
"Terus apa masalahnya? aku adalah Pangeran kedua Kekaisaran ini dan kelak akan menjadi Kaisar Kekaisaran ini kalian semua akan berlutut di bawah kakiku."
Katanya sombong sambil mengangkat tangannya. Orang-orang yang mendengar perkataan itu banyak yang tidak setuju, terlebih lagi William, Sean, Bel dan Gea.
Mendengar perkataan itu, Ellita langsung tertawa terbahak bahak dan membuat semua orang bingung, saat dia sudah puas tertawa dia menghampiri Virza dengan lambat, saat dia sudah ada di depan Virza dia langsung berbisik di kupingnya.
"Kaisar selanjutnya? Apa kau sedang bermimpi? Lahir dari laki-laki yang tidak tahu diri dan wanita murahan yang merebut suami orang, bahkan tidak tahu asal usulnya, apakah pantas?"
Setelah mengatakan itu Ellita langsung menjauh dan memandang Virza dari atas kebawah dengan sangat merendahkan.
Orang-orang mungkin tidak tahu apa yang Ellita bisikan tapi William, Sean, Bel dan Gea mendengar hinaan Ellita yang sangat pedih itu.
Ellita langsung melihat sekeliling dan berteriak dengan keras.
"Hanya demi seorang wanita yang status bangsawan yang sama rendahnya, dia bahkan ingin membakar rakyat nya hidup-hidup! Dan sekarang dia dengan lantangnya mengatakan bahwa di akan menjadi kaisar padahal masih ada Pangeran pertama yang lahir dari ratu terdahulu yang merupakan satu-satunya garis keturunan nya! bahkan belum diangkat menjadi Putra mahkota tapi ingin mendahului wewenang Kaisar?"
Ellita sengaja mengatakan dengan kuat kepada orang-orang agar mereka ingat masih ada Pangeran pertama yang merupakan satu-satunya garis keturunan Ratu kesayangan mereka.
Dan Pangeran kedua bukanlah garis keturunan yang telah memerintahkan Kekaisaran ini sejak ratusan tahun yang lalu.
Dan Ellita sengaja mengatakan Pangeran kedua mendahului wewenang Kaisar, padahal dia sekarang masihlah Pangeran kedua yang kedudukannya belum pasti.
"Dan kau!"
Ellita memandang Lilyana yang dari tadi hanya diam dengan wajah pucat.
"Hanya karena luka yang sangat kecil ini, menghasut Pangeran kedua untuk membunuh dan membakar orang lain hidup-hidup, apa yang akan dipikirkan oleh anak-anak akademi jika tahu sifatmu yang sesungguhnya."
Saat Lilyana hendak membantah, langsung di potong Ellita dengan kuat.
"Memang sebagi Bangsawan apalagi anggota Kekaisaran berhak untuk menghukum rakyat nya jika dia bersalah, TAPI! semua di hukum dengan porsi kejahatan nya masing-masing dan itu sudah di atur sejak masa pemerintahan Kaisar-kaisar terdahulu."
Mendengar perkataan Ellita, semua orang mengangguk dan kembali teringat dengan masa pemerintahan Ratu terdahulu yang pernah berjabat sebagai kaisar, mereka sangat menghormati nya, mereka tidak tahu apa penyebab kematian Ratu, tapi mereka masih berharap yang memerintahkan Kekaisaran ini adalah garis langsung dari keturunan Ratu mereka.
Saat Ellita berhasil mempengaruhi pikiran semua orang, Ellita kembali memandang Lilyana dengan marah.
"Apa kau pikir aku tidak tahu kalau kau sengaja menjengkal kaki pelayan itu agar membuat nya menjatuhkan gelas-gelas itu ke atas kepalaku, tapi malah kau yang kena dan berpura-pura seakan menjadi korban."
Mendengar perkataan Ellita, lagi-lagi orang-orang terkejut, dan ya, pelayan yang menjadi korban ini adalah yang tadi Ellita panggil untuk menambahkan minuman untuk teman-teman nya.
"A-aku tidak!"
"Aku bahkan mempunyai buktinya, berani sekali kau bilang tidak!"
Melihat Lilyana yang tidak bisa menjawab dan hanya memandang Virza dengan menyedihkan, Ellita akhirnya yakin tebakannya benar, padahal tadi dia hanya menggertak tapi siapa sangka ternyata benar.
Virza akhirnya sadar dan segera menghampiri Lilyana dan memeluknya.
"Berhenti memfitnah Lilyana, Ellita!"
"Memfitnah? Saat aku mengatakan mempunyai buktinya dia langsung terdiam dan mengadu kepadamu, bahkan orang bodoh pun tahu kalau dia berbohong, apa ingin aku tunjukan buktinya sekarang? Kepada kalian semua?"
Ellita langsung merogoh sakunya tapi langsung terhenti dengan Lilyana yang tiba-tiba pingsan.
"Lilyana!"
Virza langsung menggendong Lilyana dan membawanya ke atas.
"Ck, sekarang malah berpura-pura pingsan agar menghentikan aku untuk menunjukkan buktinya."
Kata Ellita lagi dengan keras.
Dengan kejadian ini Ellita yakin reputasi Pangeran kedua dan Lilyana akan hancur dan akan tersebar di seluruh ibukota dan akademi.
Karena tadi Ellita melihat di antara gerombolan yang menikmati kesenangan, di antaranya ada beberapa murid akademi dan Bangsawan yang mungkin sedang berlibur.
Kenapa Ellita tahu mereka Bangsawan dan murid akademi, tentu saja dari pakaian nya dan pengawal yang mengawal bangsawan tersebut.
"Nona, terima kasih! terima kasih telah menyelamatkan saya!"
Kata pelayan itu dan langsung bersujud di kaki Ellita, Ellita merasa terganggu dengan sikap pelayan tersebut, tapi karen tahu pelayan itu sangat bersyukur dia membiarkannya kali ini.
"Sudahlah, lagipula tujuan nya adalah mencelakai ku, tapi siapa sangka malah kena imbasnya sendiri."
Kata Ellita lagi dengan keras, dia sangat marah kali ini, jadi dia akan membuat reputasi mereka hancur se hancur-hancurnya.
Mendengar jawaban Ellita, pelayan tersebut tetap bersyukur dan berterima kasih pada Ellita, dia tahu kalau Ellita tidak turun tangan dia akan mati terbakar kali ini, padahal Ellita bisa saja tidak menolongnya.
"Kalau kamu benar-benar berterima kasih, tolong tambahkan beberapa porsi lagi makanan yang aku pesan sebelumnya dengan gratis."
Ya, Ellita masih belum puas makan ayam bakar khas daerah sini, apalagi dengan gangguan tadi, rasa senang di hatinya sudah hilang dan Ellita ingin menghibur hatinya dengan makanan yang enak.
"Tentu! Tentu nona! Saya akan menyiapkan yang sangat enak dan banyak untuk nona seorang!"
Pelayan itu langsung berlari ke belakang, kebetulan dia adalah anak dari pemilik di sini dan hari ini dia membantu Ibu nya sebagai pelayan.
Melihat tidak ada lagi yang bisa di tonton, orang-orang berlahan bubar, ada yang keluar dan ada juga yang kembali ke tempat duduknya masing-masing.
"Ellita, kamu gak papa?"
Tanya William sambil memegang tangan Ellita, sebenarnya dari tadi mereka sudah bersiap maju kedepan jika pangeran kedua berani menyerang Ellita.
Tapi siapa sangka, dengan mulut Ellita yang pedas membuat Pangeran kedua menjadi bodoh.
"Aku gak papa."
"Tanganmu yang melempar kursi tadi selalu bergetar."
William langsung menekan pergelangan tangan Ellita dengan lembut dan Ellita segera berteriak kesakitan.
"Sepertinya tanggamu terkilir Ellita."
Kata Bel dan memandang Ellita dengan kasihan.
"Sudah berapa kali aku bilang untuk latihan fisik! Lihat hanya melempar kursi itu saja tanganmu langsung terkilir!"
Balas Gea dengan frustasi melihat keadaan temannya ini.
Ellita hanya mengerucutkan bibirnya, dia juga tidak berniat melempar kursi, tapi biasanya jika orang sedang dalam keadaan terdesak akan mengeluarkan kekuatan yang tidak seperti biasanya, mungkin itulah yang di alami Ellita, tapi efek sampingnya tangannya malah terkilir.
"Aku akan meminta kompres dingin kepada mereka."
Kata Sean, tapi langsung di hentikan oleh seseorang yang dari tadi menyaksikan aksi heroik Ellita.
"Tidak perlu, saya bisa memperbaiki lagi tangan Nona ini dengan cepat dan tanpa efek samping."
Kata lelaki yang menutupi seluruh dirinya dengan jubah hitam.
"Siapa anda?" tanya William curiga, dan langsung menyembunyikan Ellita di belakangnya.
Dan Sean, Bel, serta Gea langsung waspada dengan kedatang orang asing yang mencurigakan itu.
Bersambung
dukung aku terus biar makin semangat nulisnya bye bye 🤗🤗