NovelToon NovelToon
Perjodohan Berkedok Taruhan

Perjodohan Berkedok Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Romansa
Popularitas:271k
Nilai: 5
Nama Author: Na_Les

Kakek Abraham mempunyai cara licik untuk menjodohkan cucu ketiganya sekaligus cucu perempuan satu-satunya, Zemira Pieters.

Ia pura-pura mengajak Zemira taruhan. Taruhannya adalah jika Zemi bisa hidup tanpa fasilitas dari Kakek Abraham selama setahun, maka Kakek Abraham tidak akan lagi memaksa Zemi untuk menikah. Tapi jika Zemi tidak bisa, maka Zemi harus menikah dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.

Padahal tujuan sebenarnya Kakek Abraham membuat taruhan adalah untuk mendekatkan Zemi dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.

Tapi ternyata laki-laki yang ingin Kakek Abraham adalah laki-laki yang pernah menolak Zemi waktu SMA.

Akankah rencana Kakek Abraham berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarung Tinju Si Junior

"Bagaimana kalau kita menikah saja, dengan begitu kamu tidak perlu bersusah payah untuk bertahan hidup, biar aku yang menafkahi mu, kamu tidak perlu bekerja lagi cukup bekerja dirumah melayani ku." tanya Ravin masih dalam posisi Zemi dalam pelukannya.

Jelas saja pertanyaan Ravin membuat Zemi tidak bisa berkata apa-apa.

"Kenapa diam? Apa kamu masih ragu dengan ku?" tanya Ravin.

Zemi menggelengkan kepalanya.

"Lalu?" tanya Ravin.

"Apa tidak terlalu cepat untuk kita menikah? Kita saja baru sehari resmi berpacaran, masa sudah langsung menikah." jawab Zemi.

"Kita memang baru sehari resmi berpacaran, tapi hati kita sudah saling bertaut selama sepuluh tahun. Jadi aku tidak mau kita membuang-buang waktu lagi." jawab Ravin.

"Jadi bagaimana, kamu mau kan?" tanya Ravin sekali lagi.

Tanpa perlu pikir panjang lagi, Zemi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis lalu memeluk Ravin sangat erat.

Ravin menciumi puncak kepala Zemi lalu perlahan menjauhkan tubuh Zemi.

"Kalau begitu kapan baiknya aku menemui keluarga mu lagi? Biar aku bisa sekalian membawa orangtua ku di pertemuan selanjutnya?" tanya Ravin.

"Entah lah aku juga tidak tahu." jawab Zemi.

Ravin melepaskan tubuh Zemi lalu mengambil ponselnya lalu membuka kalender.

"Bagaimana kalau di tanggal ini? Ini kan weekend, jadi aku rasa orangtua ku tidak sibuk." tanya Ravin sambil menunjuk tanggal yang jatuh dua minggu lagi.

Zemi menganggukkan kepalanya setuju.

"Kalau orangtua ku tidak bisa, mungkin ditanggal ini. Yah pokoknya tidak akan lewat dari bulan ini." ucap Ravin.

"Terserah kapan orangtua mu bisa, jangan terlalu memaksakan orangtua mu kalau mereka tidak bisa." jawab Zemi.

Ravin tersenyum tipis sambil mengelus puncak kepala Zemi.

Lalu mengambil kantong plastik yang berisi cemilan yang tadi dibeli Zemi.

Mata Zemi membulat lebar kala Ravin mengambil kantong plastik cemilan secara tiba-tiba, pasalnya Zemi lupa memindahkan sarung tinju Junior.

"Kamu mau ambil apa disini?" tanya Zemi sambil merampas kantong plastik itu dari tangan Ravin.

Ravin mengernyitkan keningnya curiga.

"Apa ada sesuatu yang aneh di dalam situ?" tanya Ravin sambil memicingkan matanya.

"Sesuatu yang aneh? Sesuatu yang aneh apa?" tanya Zemi berlagak bodoh.

"Bawa sini, biar aku lihat." ucap Ravin sambil menarik kantong plastik yang ada di tangan Zemi tapi Zemi menahan kantong plastik itu dari tangan Ravin. Makin curiga sajalah Ravin dengan tingkah Zemi.

Ravin dan Zemi pun saling tarik menarik kantong plastik. Sampai akhirnya...

Kraaak...

Kantong plastik itu robek, isi di dalam kantong plastik pun berhamburan termasuk sarung tinju si Junior yang jatuh tepat di paha Ravin.

Mata Zemi membulat lebar saat melihat sarung tinju si Junior jatuh di paha Ravin, sedangkan Ravin mengernyitkan keningnya saat melihat kotak sarung tinju itu.

Saat Ravin masih nge-bug, dengan gerakan cepat Zemi mengambil kotak sarung tinju itu. Seketika Ravin pun menyadari kalau kotak yang diambil Zemi itu adalah kotak sarung tinju untuk Juniornya.

"Kenapa kamu membeli benda itu?" tanya Ravin.

"Aku juga tidak tahu kenapa benda ini ada dalam belanjaan ku." jawab Zemi berbohong sambil memasukkan kotak sarung tinju ke dalam tasnya.

"Bagaimana bisa kamu tidak tahu, hah?!" tanya Ravin sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Zemi.

"Jujur saja pasti kamu sengaja kan membelinya? Apa kamu sudah tidak sabaran?" goda Ravin.

Blush. Wajah Zemi memerah seketika.

"Hish, apaan sih!" decih Zemi sambil mendorong tubuh Ravin.

"Aku mau pulang!" ucap Zemi. Karena sudah sangat malu, Zemi jadi ingin cepat-cepat pulang, padahal Zemi masih ingin bermesraan dengan Ravin.

Zemi pun berdiri dari duduknya tapi dengan cepat Ravin menahan tangan Zemi dan mendorong Zemi sampai Zemi berbaring di sofa lalu menindih tubuh Zemi.

Deg... Deg... Deg...

Jantung Zemi berdegup kencang saat tubuh Ravin ada diatas tubuhnya.

"Ravin..." lirih Zemi.

"Apa kamu yakin ingin pulang? Kamu tidak sayang dengan pengaman yang kamu beli itu, hah? Bagaimana kalau kita coba dulu pengaman itu?" tanya Ravin.

Zemi menelan salivanya susah payah.

Melihat wajah tegang Zemi, Ravin langsung tertawa ngakak sambil menyentil kening Zemi lalu menjauhkan tubuhnya dari tubuh Zemi.

"Auw..." ringis Zemi sambil mengelus keningnya.

"Makanya punya otak jangan ngeres! Entah apa yang ada di pikiran mu sampai-sampai kamu membeli pengaman itu! Rasa stroberi lagi!" omel Ravin.

Zemi memanyunkan bibirnya sambil mendudukkan dirinya.

"Aku akan berusaha menahannya sampai kita menikah. Jadi buang jauh-jauh pikiran kotor mu itu. Lagipula, aku lebih skin to skin, jadi lain kali kamu tidak perlu membeli benda itu lagi." kata Ravin lagi.

Zemi hanya diam. Kepalanya sudah sangat besar karena malu.

"Ya sudah ayo aku antar kamu pulang." ucap Ravin sambil berdiri dari duduknya kemudian disusul Zemi yang juga berdiri dari duduknya.

💋💋💋

Bersambung...

1
lindsey
lanjutin dong
Indaharoen
ya ampuun thorr....aku sampai ketawa ngakak...zemi kentuut
Febriana Merryanti
wkwkwwkkkkkkk
lindsey
ini kenapa ga dilanjutin thor?
Musniwati Elikibasmahulette
dasar bejat ,lelaki iblis 😡
Musniwati Elikibasmahulette
si ravin , bar bar seperti kakek juga ya
😂😅
Musniwati Elikibasmahulette
🤣😅😅😅🤣🤣
lucu bangat thoor
Musniwati Elikibasmahulette
kamu terlalu lambat dan egois ,ravin
Musniwati Elikibasmahulette
tapi ,ada jodohku 😂😂😂😂😂
Musniwati Elikibasmahulette
lucu ya
menarik sekali karya mu ini
aku sangat suka
Ida Rosidah
ini lagi kemana ngga up", ??
lindsey
lanjut dong!!! kok mandek gini ceritanya
Trisni
lanjut kk aku tunggu
Dina Sutarlim
bagus
fian widy
👍🏻
Retno
hahahaaaa... Raviiiin... kamu jadi keringetan lg tuch,, jd bau lg kan gara" latihan push up
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
gercep ya semua
Ida Rosidah
up lagi dong?
Lyn
terniat banget Revin Ama Zemi sumpah sihh pasangan terabsurd, parahhhh bikin gregett.
Lyn
sabar yh Kakek, dpt cucu mantu yg sama aja kelakuannya bikin nda tenang hidupmu. wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!