NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Tamat
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Julian! Kamu Di Sini?

Rachel memberikan senyum tipis yang dipaksakan dan menyambut lengan Julian, ​"Kita pergi sekarang, Mom," pamit Rachel singkat tanpa menoleh lagi.

​Mereka menaiki mobil mewah milik Julian. Di dalam mobil, Julian mulai berbicara panjang lebar tentang proyek apartemen barunya di kawasan elit dan bagaimana ia baru saja memenangkan taruhan pacuan kuda di luar negeri. Rachel hanya menanggapi dengan anggukan sesekali, matanya menatap keluar jendela, pada lampu-lampu kota yang berkedip cepat.​

Sesampainya di restoran rooftop bintang lima, suasana sangat romantis. Meja mereka terletak di pojok yang paling privat, dengan pemandangan city light kota 360 derajat. Pelayan berseragam rapi dan segera menyajikan wine tahun 1995 yang harganya setara dengan biaya hidup setahun di rumah susun Daddy Brian.

"Senang bisa melihatmu lagi, Rachel," ucap Julian dan Rachel hanya tersenyum menanggapinya.

Julian menyesap wine-nya dengan perlahan, membiarkan cairan merah pekat itu membasahi lidahnya sebelum mulai berbicara dengan nada yang sangat sombong.

"Kamu tahu, Rachel? Meja ini harus dipesan enam bulan sebelumnya. Tapi tentu saja, untukku, pemilik restoran ini sendiri yang menelepon untuk memastikan apakah bunga lili di tengah meja ini sudah cukup segar untukmu. Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi uang bisa membuat semua orang berlutut untuk memberikan apa pun yang kita inginkan," lanjut Julian.

​Rachel hanya menatap kosong ke arah lilin yang menari di depan matanya, kata uang dan kuasa seolah menjadi kosa kata wajib dalam kamus Julian, persis seperti Mommy Viona.

​"Oh ya, aku baru saja menambah koleksi di garasiku. Sebuah Lamborghini Revuelto edisi terbatas yang hanya ada tiga di seluruh negeri," lanjut Julian tanpa memedulikan diamnya Rachel.

Julian sibuk memotong steak wagyu A5 di piringnya dengan gerakan yang sangat presisi, "Kadang aku merasa bosan, semuanya terasa terlalu mudah. Orang-orang sepertiku memang ditakdirkan untuk berada di puncak, bukan? Kita tidak perlu berkeringat, cukup menggerakkan jari dan dunia akan berputar sesuai keinginan kita," lanjutnya.

​"Kenapa kamu diam saja? Oh, aku tahu. Kamu pasti masih terpesona dengan pemandangan dari sini, kan?" tanya Julian, menyandarkan punggungnya dan menatap Rachel dengan tatapan yang sangat meremehkan.

"Jangan khawatir, setelah kita menikah nanti, aku akan memastikan kamu tidak perlu melihat sisi gelap kota ini lagi. Kamu hanya akan melihat dunia dari ketinggian lantai 50, jauh dari orang-orang rendahan yang bau keringat," lanjut Julian.

​Rachel merasa mual, suara Julian yang terus-menerus membual tentang kekayaannya terasa seperti polusi suara yang lebih buruk daripada bisingnya pelabuhan. Di sini, di tempat yang dikelilingi kemewahan ini, Rachel justru merasa menjadi orang termiskin di dunia karena ia tidak memiliki hak atas perasaannya sendiri.

​"Julian," panggil Rachel.

"Ya?" tanya Julian.

"Bisa kita berhenti bicara tentang harta? Aku ingin makan," ucap Rachel.

​Julian tertegun sejenak, alisnya terangkat kaget karena baru kali ini ada yang berani memotong pembicaraannya. Namun, ia segera kembali tersenyum licik.

"Tentu saja, aku mengerti wanita memang kadang emosional jika terlalu lelah. Makanlah, steak itu harganya mahal, jangan sampai dingin dan menjadi sampah," jawab Julian.

Di tengah alunan musik jazz yang mendayu lembut, perhatian Julian teralihkan oleh sebuah suara melengking yang memanggil namanya dari arah pintu masuk vip.

​"Julian! Kamu di sini?" seru seorang wanita.

​Wanita tersebut datang dengan menggunakan gaun mini berwarna perak yang sangat ketat dan kekurangan bahan, gaun itu begitu pendek hingga nyaris tidak menutupi bagian panggulnya.

Sementara bagian dad*nya terbuka rendah dan memamerkan lekuk tubuh yang sengaja ditonjolkan, rambutnya pun dicat pirang dan ia berjalan dengan goyangan pinggul yang berlebihan di atas hak sepatu setinggi lima belas sentimeter.

​Julian yang tadinya sedang menatap Rachel dengan angkuh, seketika berubah drastis. Matanya berbinar penuh gairah dan senyum lebarnya terkembang tanpa rasa bersalah.

​"Siska? Hei, sedang apa kamu di sini?" seru Julian sembari berdiri.

​Wanita bernama Siska itu langsung menghambur ke arah Julian, mengabaikan keberadaan Rachel yang duduk tepat di depan pria itu. Ia melingkarkan lengannya yang penuh perhiasan imitasi berkilau di leher Julian dan mengecup pipi pria itu dengan mesra dan meninggalkan bekas lipstik merah menyala.

​"Aku sedang ada acara after party dengan teman-teman modelku di lantai bawah lalu kudengar pangeran properti kita sedang makan malam di sini. Jadi, aku mampir," ucap Siska dengan suara manja yang dibuat-buat dan jemarinya mulai bermain di kerah jas yang dikenakan Julian.

​Julian tertawa renyah, tangannya tanpa ragu mendarat di pinggang ramping Siska dan menariknya lebih dekat. "Kamu selalu tahu cara membuat kejutan. Duduklah sebentar, mau minum wine?" tawar Julian.

​Siska melirik Rachel sekilas dengan tatapan meremehkan, seolah Rachel hanyalah pajangan kursi yang tidak penting. "Oh, siapa ini? Asisten barumu? Atau salah satu model yang mau kamu sponsori?" tanya Siska sambil tertawa sinis.

​Julian hanya mengangkat bahu dengan acuh tak acuh, "Ini Rachel, dia perempuan yang dijodohkan denganku, kamu tahu sendiri soal itu. Tapi tenang saja, dia orangnya pendiam kok," jawab Julian tanpa sedikit pun rasa canggung atau malu.

​Keduanya kemudian tenggelam dalam obrolan intim, Siska duduk di samping Julian dan berbisik-bisik di telinganya sambil sesekali tertawa keras yang memicu perhatian tamu-tamu lain di restoran tersebut.

Julian sesekali mencubit pipi Siska dan mereka tampak sangat akrab, seolah sedang berada di kelab malam pribadi dan melupakan fakta bahwa ada seorang wanita lain yang seharusnya menjadi teman kencan utama malam itu.

Julian pikir, Rachel akan marah. ​Namun, di luar dugaan Julian, Rachel tidak menunjukkan tanda-tanda cemburu, marah atau menangis.

Rachel justru merasa lega, ia menatap pemandangan memuakkan di depannya dengan pandangan kosong lalu perlahan mengalihkan fokusnya kembali ke piring.

​Rachel mengambil pisau dan garpu peraknya dengan tenang mengiris steak wagyu A5 mahal itu dengan presisi. Daging itu begitu lembut, lumer di mulut dan tidak memedulikan tangan Julian yang mulai merayap di paha Siska di bawah meja atau tawa melengking wanita itu yang menusuk telinga.

​Bagi Rachel, kehadiran wanita simpanan Julian ini adalah bukti nyata dari dunia yang sedang ia jalani sekarang. Dunia yang penuh kepalsuan, di mana kesetiaan tidak lebih berharga daripada label harga pada botol wine.

​'Makanlah, Rachel. Isi tenagamu,' batin Rachel yang memberikan semangat untuk dirinya sendiri.

​Rachel terus menyuap potongan daging dan asparagus ke mulutnya, mengunyahnya dengan tenang dan tidak mempedulikan dua orang di depannya itu.

​"Julian, kamu janji mau membelikan aku tas edisi terbaru itu kan," rengek Siska.

​"Apapun untukmu, besok kita beli ya," jawab Julian seraya mencium bahu terbuka Siska.

.

.

.

Bersambung.....

1
Dewi Yanti
kenapa rachel g manfaatin wkt masih sama mama nya ya, kumpulin uang cash yg banyak udh th sifat mamah nya gt pst bakal bekuin semua kartu nya. g pintar nih
Dewi Susanti
cerita bagus,menarik
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
betul segala perbuatan ada konsekuensi nya. setidaknya ada efek jera untuk ibumu yg selalu menyombonhkan kekuasaan nya dan kekayaan nya. saat terjatuh dr puncak kesuksesan nya, sakitnya tidak bisa tertolong lagi
dome🌬️🌀🌀🌀
keserakahan membawa petaka, kau tanam keburukan karmalah yg kau dapatkan.
dome🌬️🌀🌀🌀
aahhh kalau kata aku mah viona ini sudah rada stress. mungkin hidupnya selalu dituntut untuk sempurna dan selalu dikelilingi orng2 picik dan munafik serta haus akan kekuasaan dan harta. makanya hati dan fikiran nya selalu tentang kekuasaan dan gemilangnya harta😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
uugghhhh.... laki laki, suami dan calon ayah sejati nih bosss😁😁
bangga banget dah bagi ayah2 petarung yg berjuang demi kehidyanak dan istri demi masa depan😁😁😁
💪💪😄semangat para ayah, papa, bapak, Abi, papi, Daddy. kalian hebat😁
dome🌬️🌀🌀🌀
horeeeeee baby junior Daniel akhirnya launching 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
😭😭😭😭 pengorbanan seorang suami loh ini. demi memberikan kehidupan yg layak bagi istri nya😭😭. sebegitu cinta nya Daniel sama Rachel. seribu satu bisa punya suami spek Daniel
dome🌬️🌀🌀🌀
jangan bilang emaknya Rachel bikin ulah demi kebebasan Rachel dan keamanan Rachel. asli sih kalau ternyata benar. emang definisi emak emak laknat sumpah. kalau bener ada hubungan dengan emaknya Rachel yaa. kalau ga ya syukur
dome🌬️🌀🌀🌀
dasaarrrr,,, babon Tia ga punya malu dan ga punya harga diri. sudah membuang darah dagingnya sendiri dan mengusir nya, sekarang datang karna iming2 harta. lantas memaksa kehendak tanpa tau malu. dasar gila harta. anda ini asli konglomerat atau atau orkay abal2 setengah jadi sih. sebegitu nya silau sama harta.
dome🌬️🌀🌀🌀
dihhh,,, ga tau maluuuu...😤😤😤 sudah mengusir, membuang dan tak menganggap anak. tiba2 datang mengaku sebagai ibu, mengklaim segala apa yg pernah diberikan. memangnya Rachel memaksa dan meminta itu semua padamu
dome🌬️🌀🌀🌀
mereka yg romantis aku yg baleran😄😄😄😄
mereka yg manis manis, aku yg cengar cengir 🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ada pawang ini boss😄😄😄
ga akan bisa galak galak si boss sama ibu boss🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
baru ini baca novel yg ga tersentuh dengan bau2 kekayaan, ga ada istilah anak yg hilang ternyata keturunan dr orng terkaya. atau orng kaya yg nyamar. atau tiba2 punya harta warisan dr mending orng tuanya 🤣🤣. asli sederhana banget kehidupan 😁😁
top laahhh pokoknya
mangaattt thorrr💪💪💪😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya penantian selama 2th tak sia sia yaa Daniel 😁😁😁
sekarang Rachel sudah menjadi milikmu seutuhnya 😁😁😁
semangat membuat Daniel junior🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah ada adegan plus plus nya🤣🤣🤣
aku kok berharap yaaakkk🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
apakah yg dilakukan emak durhakanya Rachel. biar lah dia hidup sengsara kesepian dan terus mengejar kekayaan yg tak berkesudahan hanya karna alasan bahagia diatas tumpukan uang da harta
dome🌬️🌀🌀🌀
kapan memulainya Rachel tau tau sudah selesai saja🤣🤣🤣
maksudnya kapan mereka menjalin hubungan tapi tiba2 Rachel bilang sudah selesai.
heheheheee.. Rachel berarti menganggap mereka dahulu punya suatu hubungan dong😄😄😄

eeaaaaaaa... kalau Danil skak mati kayak gitu Rachel mau ngomong apa🤭🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
" apa yg kau lakukan disini Rachel "?
Rachel: "main petak umpet, kenapa mau ikutan"! 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, ini cerita diluar ekspektasi ku. biasanya tokoh utama aslinya konglomerat yg sedang terbuang diantar berantah karena hukuman atau apapun itu.dan sang cwe bisa meniti karirnya yg memang pada dasarnya memiliki kemampuan bisnis. tapi ga sesuai 🤣🤣🤣 kembali ketempat kumuh lagi 🤣🤣..
tapi tetap semangat laahh yaa Rachel kehidupan sejatimu baru dimulai😁😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!