Sheryl anandia, seorang gadis berusia 23 tahun yang berparas cantik dan cukup pintar.
di tengan banyak kelebihan yang ia miliki, ia memendam kesedihan tersendiri dalam hidupnya. sampai di satu titik ia begitu lelah dan ingin menyusul ibunya yang lebih dulu di panggil yang kuasa
tapi nyatanya Tuhan berkehendak lain, Tuhan membawanya bertemu dengan seorang pria bernama Mario Kennedy, pria yang belum pernah ia temui ataupun ia tahu, dan tiba-tiba ia di hadap akan sebagai istri orang itu, istri orang asing untuknya
perhatian dan kasih sayang yang di berikan orang itu membuat sheryl begitu nyaman dan bahagia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nerissa ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyesal
brian menatap dengan Tatapan penuh iba pada sang ayah "aku juga sering mengatakan kinan pelacur karena dia mengingatkanku pada kak rose padahal dengan jelas aku tahu kalau yang merenggut kesuciannya adalah aku" gumam brian mulai terisak
"kau! " ayah Bimo yang memang sedang kesal karena tak bisa menemukan kinan jadi makin kesal "bugh" ayah Bimo langsung meninju brian dengan kasar
"ayah" teriak bianca menghampiri brian dan melihat wajah brian
ayah Bimo mengepalkan tangannya sampai buku-buku tangannya terlihat
ayah Bimo menunjuk brian "kamu cari kinan sampai dapat dan jangan berani pulang sebelum menemukannya " lalu ayah Bimo menunjuk bianca "pergi dari rumah ini, dan segera kembalikan uang yang kamu keluarkan dalam kurun waktu 24 jam kalau tidak, aku akan menjebloskan mu ke penjara" ucap ayah Bimo lantang
bianca terus meronta tak ingin di paksa keluar rumah. sedangkan jemina hanya diam mematung melihat keluarganya yang hancur berantakan. terbesit secuil rasa bersalah akan dirinya yang selalu menghina kinan dan dulu dirinya juga terus menghina rose yang menjalin hubungan dengan ayahnya padahal dengan jelas dirinya tahu kalau mamanya dan sang ayah sudah bercerai kala itu
***
sheryl dan mario sedang berkunjung ke rumah Rafa dan miranda untuk melihat bayi mereka yang baru lahir
"kak miranda" sapa sheryl memeluk miranda "selamat atas kelahiran putera kalian" sheryl menyerahkan bingkisan untuk kado baby boy
"rafa mengambil bingkisan dari tangan sheryl " makasih loh" Rafa meletakan bingkisan tersebut di atas meja
"kalian kapan nyusul" tanya miranda
"sedikasihnya saja" balas sheryl
"gak sekarang juga gak masalah, waktu berduaan kita kan jadi banyak, puas-puasin pacarannya dulu baru gampang punya anak" sahut mario tak ingin sheryl tertekan dengan adanya anak toh mereka baru menikah beberapa bulan jadi masih banyak waktu untuk mempunyai momongan
"iya bener, mending nanti saja" ucap Rafa
miranda terkekeh melihat wajah Rafa suaminya "itu karena saat nemenin aku lahiran, kakak kamu pingsan berkali-kali" ucap miranda terkekeh
"apa begitu menakutkan raf" tanya mario menepuk bahu rafa
Rafa bergidik ngeri " uh, menakutkan banget " balas Rafa
"plak" sheryl memukul lengan Rafa "jangan takuti suamiku kak nanti dia ngelarang aku punya anak" pinta sheryl dengan tatapan galak
om frans menghampiri sheryl "sher, boleh om bicara" pinta om frans
"boleh om" sheryl menghampiri om frans
om frans mengajak sheryl berjalan di taman rumahnya, menajuhi para tamu yang sedang menjenguk anak miranda dan rafa yang baru lahir "kamu yang nyembunyiin kinan ya" tanya om frans
"hehehehe" sheryl hanya tersenyum kaku
"jesika kemarin ngamuk-ngamuk ke om, nyuruh om nasehatin kamu untuk kasih tahu di mana kinan" ucap om frans
"maaf om, untuk kali ini aku akan kekeh menyembunyikan kinan, ini yang terbaik buat kinan om" balas sheryl
"tapi harusnya kamu biarin kinan bicara dengan suaminya, jangan seperti ini sher" pinta om frans
"gimana ya om" sheryl nampak berpikir " kinan kini benar-benar butuh sendiri" ucap sheryl
"pernikahan itu antar dua orang kinan, jangan terlalu ikut campur" ucap om frans mengingatkan kinan
"coba kamu lihat gimana keadaan brian yang kelimpungan nyari kinan kemana-mana, kasihan dia kinan" ucap om frans
"nanti aku bicara sama kinan dulu ya om, aku gak berani kasih tahu tampa seinin kinan" ucap sheryl
"bicarakan deh secepatnya" balas om frans
"baik om" balas sheryl
***
kinan yang sedang di cari -cari semua orang, kini malah sedang bersenandung sambil menyirami tanaman serta sayuran yang ada di pekarangan rumah
kinan mengusap perutnya yang sudah mulai agak membuncit "tanaman mama sekarang tumbuh dengan sehat. kamu juga gitu ya sayang" gumam kinan terus mengusap perutnya
kinan kini tinggal di pedesaan yang cukup jauh dari keramaian
dulu sheryl menyiapkan rumah besar yang sengaja ia beli saat ingin sendiri untuk menulis dan ternyata sekarang di pakai kinan untuk menyendiri
rumah itu cukup besar di banding rumah di sekitarannya, rumah itu memiliki halaman yang cukup luas dan jarak antara satu rumah dengan rumah lain cukup jauh, hal itu membuat kinan tak terganggu karena dekat para tetangga yang mungkin nyinyir padanya saat tahu ia sendiri tanpa suami
"kinan" panggil seorang wanita
kinan tersenyum sumringah "hai adikku" kinan melambaikan tangannya begitu senang saat melihat kedatangan sheryl
"cih" sheryl berdecih tapi tetap saja langkah kakinya menghampiri kinan
"apa kamu begitu bahagia di sini? " tanya sheryl melihat senyum mengembang dari wajah kinan
"iya" balas kinan
"mau sampai kapan kamu sembunyi? " tanya sheryl
"kamu sudah gak mau keluar uang lagi untuk membiayai aku lagi? apa perlu aku kerja di ladang sekarang" balas kinan
"bukan itu maksudku kinan" sheryl mengangkat tangannya dengan menunjukan 2 jarinya "kau sudah menghilang selama dua bulan kinan" ucap sheryl
"aku bahagia di sini" ucap kinan menundukan wajahnya
" ini tentang brian yang tetap kekeh gak mau bercerai" balas sheryl
"apalagi sekarang kamu sedang hamil, masa kamu tinggal sendiri di sini" tanya sheryl
"aku bisa kok mengurus bayiku sendiri" balas kinan
"itu karena dia masih dalam perut, gimana nanti kalau dia sudah lahir terus nanya siapa ayahnya" tanya sheryl
"bilang saja ayahnya sudah meninggal" balas kinan
"oke kalau kamu mau tetap ngurus anakmu sendiri, tapi bertemu dengan brian dan akhiri pernikahan kalian dengan baik agar dia bisa melanjutkan hidupnya, jangan egois kinan" sheryl menatap kinan dengan tatapan sendu "jangan biarkan dia menggantung pernikahan kalian padahal ada anak itu di tengah kalian dan jelas kau lebih tahu siapa ayah anak itu" ucap sheryl
"nanti aku pikirkan sheryl" balas kinan menundukan wajahnya
sheryl menghela nafas panjang "kamu gak pengen tahu kabarnya? " tanya sheryl
sheryl jelas melihat kegugupan kinan, wajah kinan berkeringat dingin, dan tak hentinya tangan kinan mengusap perutnya
sheryl memeluk kinan "katamu, aku adikmu jadi jangan menyimpan sendirian" pinta sheryl mengusap lembut punggung kinan
kinan balas memeluk sheryl "aku takut sher, aku takut dengan apa yang aku inginkan, aku tak tahu jelas dengan perasaanku sendiri" ungkap kinan
sheryl mengusap punggung kinan "sudahlah jangan terlalu banyak berpikir, itu tidak baik untuk kandunganmu" ucap sheryl
sheryl mengurai pelukannya " bulan depan adalah peluncuran produk yang kau kerjakan, itu adalah hasil kerja kerasmu jadi sebaiknya datang" pinta sheryl
"aku belum bisa keluar" balas kinan
sheryl menghela nafas lega " ya sudah, terserah kamu saja. aku akan kembali menjengukmu minggu depan" ucap sheryl saat akan pamit pulang
kinan mengantarkan sheryl sampai depan pintu dan melambaikan tangannya