NovelToon NovelToon
AKAD TANPA CINTA

AKAD TANPA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒

Di usianya yang masih belia, Amara dipaksa menghadapi kehilangan, penolakan, dan kenyataan pahit, bahwa terkadang dosa orang tua meninggalkan luka bagi anak-anaknya.
Menjadi anak dari seorang yang bersalah, bukan berarti ia harus menanggung hukuman yang sama. Mampukah Amara meyakinkan dunia tentang itu? ketika perempuan yang paling ia cintai, yang dipanggilnya mama telah lebih dulu menjauhinya. Dan di saat hatinya masih porak poranda, Amara dipaksa menikah dengan laki-laki yang berusia lebih dari dua kali usianya.

Yuk ikuti kisahnya, Akad Tanpa Cinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

Sambungan telepon diakhiri Abimanyu sepihak, pria itu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana kemudian menyesap kopinya yang sudah hampir dingin hingga tandas. Ia melirik Amara yang masih fokus pada makanannya, "mau nambah apalagi?" Tanya nya pelan, namun Amara sama sekali tak melihatnya.

Bu Halimah menghela napas, "Kalau bicara sama orang ya panggil namanya." Ucapnya gemas, paruh baya itu langsung menyentuh lengan Amara. "Neng..."

"Iya ma." Seketika Amara mengangkat wajahnya, ia menatap bu Halimah penuh tanya dan itu semua tak luput dari perhatian Abimanyu yang seketika berdecak pelan.

"Mau nyoba apalagi, hm? Strawberry cheesecake mau?"

Amara menggeleng, "sudah kenyang ma."

"Ya sudah pesan aja, dibawa pulang." Titah bu Halimah pada Abimanyu.

--

Sonia menghentikan mobilnya di pelataran gedung sekolah yang sudah lengang, hanya tersisa tiga mobil yang kemungkinan besar bukan mobil milik para orang tua siswa. Sebab seluruh para siswa yang baru saja lulus, semuanya sudah pulang dan mungkin sedang merayakan kelulusan bersama keluarganya masing-masing.

Sonia turun dari mobil. Pandangannya menyapu gedung megah tempat acara kelulusan berlangsung, sementara dadanya dipenuhi perasaan yang saling bertabrakan.

Dirinya datang terlambat. Bukan karena jarak, melainkan karena ego yang terlalu lama dipeluk dan dipupuk.

Maafkan mama, Mara...

Ucapnya dalam hati, tangannya saling meremas membayangkan Amara saat di panggil. Sonia menarik napas dalam-dalam sembari memejamkan mata, membiarkan wajahnya tersapu angin berharap sakit hati dan kecewanya pada Reno ikut tersapu tanpa sisa.

"Maaf bu, mau cari siapa?" Sapa seorang sekuriti, membangunkan raga Sonia dari pergolakan batinnya. Perempuan itu segera memutar tubuh menghadap pada sekuriti yang seketika mengangguk hormat padanya.

"Em, itu... " Jawab Sonia ragu, namun sorotnya dipenuhi keingintahuan. "Acaranya tadi selesai jam berapa pak?" Tanya nya penasaran, kemudian melirik pada jam di tangannya yang sudah hampir menunjuk ke angka dua.

"Oh acara kelulusan tadi selesai hampir dari dua jam yang lalu bu, enggak lama."

Jadi, di dalam sudah enggak ada orang?" Tanya Sonia lagi, memastikan.

Sang sekuriti menggeleng. "Enggak ada Bu, di dalam cuma ada para guru, itupun sebagian banyak sudah pada pulang.

"Oh gitu ya, berarti saya terlambat." Ucap Sonia hambar, "kalau begitu saya pamit duluan pak.

Sang sekuriti mengangguk, "iya Bu silahkan." Sahutnya menatap punggung Sonia yang masuk ke dalam mobil, batinnya menggerutu kesal. Wong gemblung! Yo jelas terlambat lah, acaranya dimulai jam delapan ini jam dua baru datang. Enggak niat banget...

Sedangkan Sonia yang sudah berada di dalam mobil tangannya perlahan memutar kunci, namun dering ponsel yang memekik mengalihkan perhatiannya. "Tya..." Gumamnya dengan kening yang mengkerut.

"Ya, Tya... Halo."

[Son, gimana kabarmu sekarang?]

Mendengar pertanyaan sahabatnya, Sonia menghela napas berat. "Lumayan, btw kamu dimana? Kok rame banget." Tanya Sonia mengerutkan kening.

Tya terkekeh kecil, [Ternyata kupingmu masih aman. Aku lagi di Teras Sore, ayo kamu juga kesini gabung mumpung ada Jenny]

"Hah, Jenny! Serius?" Sonia menegakkan duduk kemudian menjauhkan layar ponsel dari telinganya, seolah tengah memastikan keberadaan sahabat dan mantan kekasih dari Abimanyu itu memang berada di kafe tempat favorit mereka dulu nongkrong.

[Serius, makanya ke sini!]

"Hm..." Sonia hanya menjawab dengan deheman, ia perlahan menginjak pedal gasnya untuk segera keluar dari area sekolahan Amara dan kedua putra putrinya.

.

.

"Gimana?"

"Enggak jelas, tapi kayaknya bakal gabung deh Sonia." Jawab Tya, kemudian menyesap es kopi nya. "Lagian kamu mau ngapain pengen ketemu Sonia disini segala sih Jen, kenapa enggak datang langsung ke rumahnya saja? Kan kamu belum ngucapin belasungkawa juga kan?" Tya meletakkan kopinya, menatap Jenny lekat-lekat.

Jenny mengembuskan napas panjang. "Sekarang males datang ke rumahnya, jujur saja ya dari kemarin pas dengar Abi menikah sama anak tirinya Sonia aku jadi ilfeel."

"Lho?" Tya menegakkan duduknya. "Kamu ilfeel, why?"

"Hm, begitulah." Jawab Jenny tenang. "Aku ilfeel sama Sonia karena dia yang memaksa Abi menikahi anak tirinya kan? Kenapa harus Abi sih? dia kan berteman sama Abimanyu." Ungkap Jenny berapi-api.

Tya mengerutkan keningnya, ia belum paham kemana arah tujuan ucapan Jenny. "Wait... Jujur, aku belum ngerti. Kenapa kamu harus ilfeel sama Sonia? Sonia memang egois, tapi kalau Abimanyu benar-benar tidak ada niat menikahi Amara kan bisa menolak. Lagipula semua wajar-wajar aja kecuali umur Amara yang masih delapan belas tahun... Eh, jangan bilang kamu cemburu Jen?" Tohok Tya, dan ucapannya itu berhasil membuat Jenny seketika terdiam.

"Benar kan ucapanku? Kamu cemburu, enggak terima Abi menikah sama orang lain? Sorry Jenn, enggak bermaksud nyudutin kamu... Dulu kamu ninggalin Abi, enggak mikirin perasaan Abi gimana. Tapi kenapa sekarang saat Abi nikah kamu ilfeel?"

"Aku enggak cemburu." Sangkal Jenny cepat.

"Terus, kalau bukan cemburu apaan?"

1
Mimi Yoh
ayo...itu apa...😄😄😄
Mimi Yoh
kalau khawatir bilang aja...nggak usah banyak alasan ya 😁😁😁
Mimi Yoh
keluar diam-diam 😯😯 ..mara memangnya kalau mau keluar kamar sambil nyanyi atau teriak gitu..
Mimi Yoh
😯😯😆😆😆😆😆
Mimi Yoh
sama-sama ngegedein gengsi
Mimi Yoh
saking khusunya masak ya mara 😁😁
Mimi Yoh
hahahahah jadi mara bener-bener nggak nyadar kalau pak suami sudah pulang dan sudah jauh pindah ke alam mimpi 🤗🤗
Mimi Yoh
berasa ada yg hilang ya om 😁😁
Mimi Yoh
tahu masih punya suami...malah dibantu selingkuh...
Mimi Yoh
dasar matre
Mimi Yoh
oooh dijanjiin sesuatu kamu ya...
Mimi Yoh
sudah tahu kesalahan ada pada jenny, masih aja dibantu untuk deketin abi, tahu abi juga sudah menikah, terpaksa ataupun tidak, tetap abi sudah punya istri...kayak bukan sesama perempuan saja, dimana hatimu tya...
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
sama-sama gengsi... padahal saling mengkhawatirkan.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Yaa ampun demi hadiah liburan ternyata....
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Tya dimana hatimu sebagai sesama perempuan. Abi kan sekarang sudah punya istri, tapi kamu kok bisa²nya malah berusaha mendekatkan Abi dengan Jenny. Kalau posisimu sebagai seorang istri apa nggak sakit hati yaaa....
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ : keknya Tya itu mkkb masa kecil kurang bahagia 😅
total 4 replies
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahhh keren... begitu donk Bi, jangan mau dimanfaatkan lagi apalagi sama mantan. Semoga sikap tegasnya bisa terus dipertahankan yaa, ingat... ingat... kamu sekarang sudah bukan single lagi.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Iyaa iyaa ngerti om... tapi yaa jangan kasar² gitu donk. Seharusnya kamu lebih berpengalaman bagaimana meredakan amarah. Ini om mantan bujang lapuk beneran nggak tahu yaa caranya meluluhkan hati perempuan.
ms. yati74
🤣🤣🤣yg atu manta bujang lapuk yg atu bocah baru netes....angeeell tooo nyatu nyaa🤣🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
canggung dan sama" jaim yg bikin nagih, cukup buat ngilangin rasa kesel gegara Tya😥🤣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
baguss kau Abi tegas begitu
Iper: Pasti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!