NovelToon NovelToon
Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.6
Nama Author: Novi Zoviza

Deandra Cantika gadis belia terpaksa merelakan masa mudanya menikah dengan pria yang usianya terpaut jauh dengannya demi membayar hutang kedua orangtuanya.Namun sang pria telah memiliki calon sendiri untuk dijadikannya sebagai istri.

Bagaimanakah Deandra yang biasa dipanggil Dea itu menjalani pernikahannya?. Akankah mereka saling jatuh cinta atau malah berakhir perceraian.

Yuk simak ceritanya dinovel terbaruku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba menerima

Kalen menjambak rambutnya kasar,untuk pertama kalinya ia menyakiti fisik seorang perempuan, apalagi itu istrinya sendiri.

Kalen membuang nafas kasar lalu melangkah menuju pintu kamar Dea.

Dor dor dor

"Dea...aku minta maaf,sungguh aku tak bermaksud menyakitimu secara fisik",teriak Kalen.

Hening

Tak ada jawaban dari dalam kamar sehingga membuat pria itu cemas karena memar pergelangan Dea cukup jelas.

"Dea...buka pintunya atau aku dobrak", ancam Kalen.

"Dea....

Ceklek

Dea membuka pintu kamarnya dengan mata sembab karena menangis meratapi nasibnya dan perlakuan suaminya padanya.

Kalen menatap pergelangan tangan Dea yang memerah."Maaf...aku tak sengaja",ujar Kalen meraih pergelangan tangan Dea yang memar.

"Gak apa apa Tuan...saya--

"Duduklah dulu,aku akan mengambilkan obat memar di kamar ku dulu",ujar Kalen menuntun Dea untuk duduk di kursi rumah tamu lalu bergegas masuk ke kamarnya.

Dea menatap pergelangan tangannya yang memerah karena dicengkeram cukup kuat oleh sang suami.Namun rasa sakit itu tak seberapa dari rasa sakit hatinya saat suaminya selalu berkata kasar padanya.

Kalen kembali menghampiri Dea yang tampak melamun.Pria itu langsung mengolesi obat memar pada pergelangan tangan Dea dengan cukup pelan.

Dea memprihatinkan wajah sang suami dari dekat.Baru pertama kalinya ia melihat raut wajah cemas diwajah Kalen.Biasanya pria itu selalu datar dan tak peduli dengannya.

Andai perhatian ini ia dapatkan setiap hari dia mungkin akan dengan mudahnya menyerahkan hatinya pada pria yang bergelar Dokter itu.

Kalen menatap pergelangan tangan Dea yang memerah dengan hati yang penuh rasa sesal.Sebegitu kuatnya ia mencengkram hingga meninggalkan jejak kemerahan yang cukup besar.Dan juga kulit Dea yang putih sehingga memar itu sangat jelas.

"Maaf...",lirih Kalen lagi.

"Ya Tuan...

"Kakak...kamu bisa panggil aku dengan sebutan itu",ujar Kalen.

"Tapi--

"Sudah kubilang jika perjanjian itu aku batalkan dan aku akan mencoba menjalani pernikahan ini dengan semestinya",ujar Kalen pada akhirnya.

Dea menatap raut wajah Kalen yang tampak begitu serius mengolesi obat memar itu pada tangannya.

"K-kak..."

"Hmmm..."

"Cukup...",ujar Dea menarik tangannya dari genggaman Kalen.

Kalen tersenyum tipis lalu menghela nafas panjang."Besok pagi memar itu akan hilang",ujar Kalen.

"Terimakasih K-kak...",jawab Dea.

"Kamu sudah makan?",tanya Kalen.

Dea menggeleng pelan sebagai jawaban,karena dia memang belum makan.Dia berencana akan memesan makanan secara online saja.

"Aku pesankan,mau makan apa?",tanya Kalen mengeluarkan ponselnya.

"Apa saja Kak,aku juga gak pemilih dalam hal makanan",jawab Dea.

Kalen memesan makanan melalui aplikasi karena ia juga lapar.Seharian ini ia belum memakan makanan apapun karena mengurusi permasalahan di rumah sakit.

"Jadi kamu pernah bekerja di rumah sakit milikku",tanya Kalen.

"Eh...?.I-iya Kak... hanya satu hari",jawab Dea.

"Kamu melihatnya...?",tanya Kalen.

"Melihat?",beo Dea mengernyitkan pelan.

"Apa yang kamu lihat di sebuah ruangan pada hari itu?",ujar Kalen menatap lekat wajah cantik Dea.

Deg

"K-Kak a-aku--

"Dasar gadis nakal",kekeh Kalen.

"Kakak tau dari mana?",tanya Dea takut takut.

"Tak perlu kamu tau,yang pastinya wajahmu begitu tegang saat itu.Apakah itu pertama kalinya kamu melihat adegan itu?",tanya Kalen.

"Oh itu...i-iya...",jawab Dea dengan kepala tertunduk.

"Jadi kamu masih...perawan?",tanya Kalen.

"I-iya Kak...",jawab Dea.

Kalen tersenyum tipis mendengar jawab Dea,ada rasa senang dalam hatinya jika ternyata istri pilihan kedua orangtuanya adalah gadis baik baik.

"Kak...boleh aku bertanya sesuatu?",tanya Dea.

"Silahkan...!",jawab Kalen.

"Apakah Kakak dan Dokter itu pernah--

"Tidak...", jawab Kalen yang tau arah pertanyaan Dea.

"Oh..."

"Aku begitu menghormati wanita karena aku juga lahir dari rahim seorang wanita dan aku juga memiliki adik perempuan",jawab Kalen.

"Jadi...Kakak dan dia apakah masih--berhubungan?",tanya Dea takut takut.

"Kenapa?",tanya Kalen menatap lekat Dea.

"Eng-enggak a-aku cuma bertanya saja",jawab Dea gugup ditatap demikian oleh Kalen.

Kalen mengulum senyumannya melihat wajah gugup Dea."Dia bukan siapa siapa ku lagi",jawab Kalen.

"Hah?"

"Apakah kamu keberatan jika perjanjian pernikahan itu aku batalkan.Dan aku akan mencoba menjalani pernikahan Nini dengan serius meski aku belum memiliki perasaan apapun padamu",ujar Kalen.

"Jadi aku adalah pelarian?", tanya Dea.

Kalen terkejut dengan jawaban Dea, sejenak dia berpikir apakah benar dia kini menjadikan Dea pelarian karena ia baru saja putus dengan Aluna

Dea tersenyum tipis karena Kalen tampak terdiam dan tak menjawab pertanyaannya."Pernikahan itu sakral dan tak bisa dengan mudahnya Kakak mempermainkannya", ujar Dea.

"Dea aku kita dijodohkan dan kita pun belum saling mencintai.Aku hanya mencoba ikhlas menjalaninya",jawab Kalen.

"Iya aku tau Kak",jawan Dea

Ting nong...

"Sebentar...aku buka pintunya dulu",ujar Kalen lalu bangkit dari duduknya menuju pintu.

Tak lama Kalen kembali datang dengan membawa begitu banyak bingkisan berisi makanan.

"Ayo kita makan dulu",ujar Kalen berjalan menuju meja makan.

Dea bangkit dari duduknya mengikuti Kalen menuju meja makan.

"Duduklah...aku akan menghidangkan ini dulu",ujar Kalen menunjuk bingkisan makanan.

"Biar aku bantu Kak",jawab Dea.

"Jangan membantah Dea...tanganmu lagi sakit",ujar Kalen.

Dea hanya pasrah lalu kembali duduk menatap Kalen yang begitu telaten menyalin semua makanan itu keatas piring.

...****************...

1
febby fadila
emang sangat beruntung para wanita yg menikah dengan lelaki keluarga atmaja ini 🥰🥰🤣
febby fadila
jeje kamu mau nasibmu sama kek perempuan² yg suka mengusik kluarga kecil kalen
febby fadila
vio, bukan dokter viona kan ya
febby fadila
aqas kau ulat bulu mau dekat² blom tau siapa pria atmaja
febby fadila
jeje kamu nggak masuk kriteria calon menantu keluarga atmaja 🤣🤣
febby fadila
sabar ya faris semoga kamu dapat perempuan yg lbih dari mika, ikhlaskan aja mika mungkin bukan jodohmu
febby fadila
Anak lelaki keluarga atmaja pada ketinggian ego dan arogant nya
febby fadila
kai terlambat sesikit kamu end 🤣🤣🤣
febby fadila
makanya kai jadi laki tu harus gentlement dong
febby fadila
makanya kai jadi laki tu harus gentlement dong
febby fadila
ciiiieeeer yg udah kasih kode ni 🤣🤣🤣
febby fadila
sama² cinta tp pada gengsi
febby fadila
bodih bukan bekerja dengan baik malah mau jadi pelakor
febby fadila
buat mati tu baby sisternya
febby fadila
ayo kaisan jangan biarkan mika diambet sama orang lain
febby fadila
selamat ya kalen semoga putrimu menjadi wanita salihah
febby fadila
selamat ya kalen semoga putrimu menjadi wanita salihah
febby fadila
awas aja kau bucin lagi kaisan 🤣🤣
febby fadila
habislah kau kaisan 🤣🤣🤣
febby fadila
suami aku juga kek gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!