NovelToon NovelToon
Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: LichaLika

Nayla Faranisa, gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA kelas 12, Ia tinggal berdua dengan Abang nya yang merupakan seorang pengusaha kaya raya, sejak kematian kedua orang tua mereka delapan tahun silam, Gerald sang kakak adalah orang yang selalu melindungi adik satu-satunya yang kini telah menginjak dewasa, siapa sangka Gerald mulai menyukai Nayla yang kini bertransformasi menjadi seorang gadis yang sangat cantik, Ia tak rela jika sang adik dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Hingga akhirnya Gerald benar-benar jatuh cinta kepada adiknya. Dan ia bertekad untuk menjadikan adiknya sebagai miliknya agar tidak ada pria yang coba-coba mendekati Nayla.

Nayla pun tak terima dengan perlakuan sang Kakak, tapi Gerald tetap meyakinkan kepada Nayla jika dirinya benar-benar mencintai gadis itu.

Akankah Gerald berhasil meluluhkan hati Adiknya? Rahasia apa yang membuat Gerald yakin jika Nayla akan menjadi miliknya untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 HTA

Sementara itu di kediaman keluarga Adams, Hera menunggu kedatangan sang cucu kesayangan untuk segera turun, sembari menunggu kedatangan Gerald untuk sarapan, Hera sesekali melirik ke arah sepiring capcay yang telah Nayla suguhkan kepada sang Oma, Hera memperhatikan sekeliling, berharap tidak ada yang melihatnya.

"Ah ... aman! Setidaknya tidak akan ada yang melihat ku." batin Hera sembari mulai mencicipinya capcay buatan Nayla.

"Eumm ... ewunaaakkk! Hmm Nayla memang pinter memasak, dia sangat berbakat sekali, dia gampang banget ingat saat lihat Aku masak, pinter-pinter nih anak, Aku suka rasanya." ucap Hera setelah merasakan satu sendok capcay buatan Nayla. Tak terasa rupanya Hera telah menghabiskan makanan itu tanpa tersisa, setelah Hera menghabiskan semuanya.

Lain halnya di dalam kamar Nayla, Gerald terus menemani istrinya berganti pakaian, Gerald terlihat duduk sembari memperhatikan Nayla yang memakai pakaiannya satu persatu, tentu saja itu membuat Nayla tidak nyaman.

"Abang ngapain disini? Udah keluar aja, sebentar lagi Nay selesai, tuh udah ditunggu sama Oma di bawah, nanti Oma nyari Abang, ketemu lagi di kamar ini, Aku lagi yang dimarahi, Bang!" gerutu Nayla sembari memasang celana dalaamnya.

"Terserah Aku dong! Aku nungguin kamu dulu, setelah itu kita turun bareng, Aku nggak mau jalan sendirian, nanti terjatuh gimana coba? Siapa yang bantuin kamu? Nggak ada, kan?" balas Gerald sembari tersenyum menatap mulusnya tubuh sang istri.

"Hmm dasar tukang gombal, Nay bukan anak kecil lagi, Abang! Kemana-mana harus ditungguin, ditemenin, Nay udah gede!" jawab Nayla sembari memasang BH di dadanya.

"Siapa bilang kamu masih kecil, orang udah segede ini, makanya Aku suka lihatnya, empuk dan kenyal-kenyal." balas Gerald dengan seringai nakalnya.

Seketika Nayla langsung menutupi kedua buah dadanya dengan dua tangan, Ia pun menatap Gerald dengan cemberut.

"Nggak usah ditutupi, Aku sudah pernah bermain di sana, bagus ya! Aku memang pintar mendesain gambar pada tubuhmu, benar-benar Aku seniman yang ahli." sahut Gerald dengan bangga.

Nayla kemudian cepat-cepat mengambil kemeja sekolah dan memakainya dengan segera, khawatir jika Gerald tiba-tiba mulai menggerayangi tubuhnya, apalagi Gerald sedang beranjak berdiri menghampirinya.

Benar saja, saat Nayla mengancingkan baju seragamnya, sang suami datang di depannya, dan tanpa aba-aba Ia langsung mencium bibir Nayla, seketika Nayla tidak bisa menolaknya.

"Mmmmmppptttthh ...."

Tangan Nayla mencengkram erat lengan Gerald yang sudah rapi dengan kemeja dan jas kerjanya.

Setelah itu saat, Gerald melepaskan ciuman itu dan Nayla tampak tersengal-sengal karena hampir saja Ia tidak bisa bernafas.

"Abang keluar dulu! Maafkan Abang, Abang ngga kuat jika melihat bibir indah ini terabaikan, Abang tunggu di bawah, Istri Abang yang cantik!" Gerald beranjak keluar dari kamar Nayla sembari mencubit hidung istrinya.

"Ihh ... sakit tahu nggak sih, Bang! Awas aja ya, Aku balas entar, tak cubit hidung bawah mu, biar tambah panjang sekalian, hmm sebel! Di kiranya ngga sakit apa?" mendengar ucapan dari sang istri, Gerald hanya bisa tertawa kecil.

"Oh ya! Bagus dong tambah panjang, bukannya kamu tambah suka, nanti juga pendek kembali dengan sendirinya, Abang ngga takut sama sekali."

Seketika Nayla tersenyum malu, dan dengan segera mendorong tubuh Gerald untuk segera keluar dari kamar nya.

"Ahh ... Abang keluar! Nay ngga bisa tenang kalau Abang di sini mulu," ucapnya sembari mendorong punggung Gerald ke arah pintu keluar.

"Iya iya, Abang keluar, Abang juga nggak kuat lama-lama bersamamu, kalau saja sekarang nggak waktunya kerja, udah Abang habisi kamu! Abang masih belum puas, Abang masih ingin bermain bersama istri Abang!"

"Udah-udah Abang keluar!" Nayla terus mendorong tubuh suaminya hingga Gerald berada di luar kamar nya.

'Braaakkkk ceklek -ceklek'

Kini Gerald sudah berada di luar kamar Nayla, wajahnya menampakkan kebahagiaan, senyum manis itu tak bisa dibohongi, jika dirinya benar-benar sangat mencintai istrinya.

Ia pun menghampiri sang Oma yang sudah menunggu kedatangannya. Gerald melihat Hera yang sedang duduk di meja makan sembari sibuk makan makanan yang ada di hadapannya.

Hera masih belum menyadari jika sang cucu sudah berada di sampingnya, saking menikmatinya Hera tidak memperhatikan sekelilingnya. Hingga akhirnya Hera meletakkan sendok nya setelah isi piring itu kosong, barulah Ia sadar jika Gerald sudah berada di sampingnya.

"Waahh ... Oma makan apa tuh! Udah habis aja! Pasti masakan Nayla enak kan, Oma? Tuh Oma sampai doyan gitu." seru Gerald sembari melihat piring Hera yang sudah kosong.

"Eh ... kamu! Ngagetin Oma aja! Enggak ... siapa bilang enak, biasa aja nggak ada istimewa nya." bantah Hera dengan salah tingkah.

"Udah deh, Oma! Bilang aja masakan Nayla enak, ngga usah malu. Gimana kalau Nayla jadi cucu menantu Oma aja sekalian, pasti Oma seneng banget, ngga usah cari cucu mantu di luar deh, Oma! di rumah udah ada yang pinter masak, ngapain harus capek-capek gadis diluar, nyatanya di dalam rumah ada gadis sebaik Nayla dan semulus Nayla ... hmm pingin tak gigit aja!" secara tak sadar, Gerald keceplosan mengatakan hal itu, tentu saja Hera sangat terkejut.

"Eh ... apa Kamu bilang? Gigit-gigit apanya yang ingin kamu gigit! Nih sendok kamu gigit. Kamu jangan macam-macam ya, Gerald! Nayla itu Adik kamu. Dengar Oma! Besok malam Oma mau ketemuan dengan Nurmala, calon mertua kamu, Oma mengundangnya untuk makan malam bersama, dan kita akan membicarakan pernikahan kalian secepatnya." ucap Hera kepada Gerald.

"Enggak ah ... malas! Gerald ngga bisa." bantah Gerald. Di saat yang bersamaan Nayla datang menghampiri Hera dan sang suami yang telah menunggu di meja makan.

Tentu saja secara tak sengaja Nayla mendengarkan Hera mengatakan hal itu. Hera yang melihat Nayla duduk di kursi nya, Ia pun memberi tahukan kepadanya tentang acara makan malam besok bersama Nurmala dan Moza.

"Eh Nayla! Besok malam kamu di rumah aja, Aku dan Gerald akan pergi makan malam bersama calon cucu menantu Oma! Jadi, Kamu jaga rumah bersama Bi Jum."

Mendengar ucapan sang Oma, tentu saja Gerald tidak terima.

"Nggak bisa dong, Oma! Nayla harus ikut, kalau Nayla ngga ikut, Gerald juga tidak mau ikut." pungkas Gerald serius.

"Aduh kamu ini gimana sih! Nanti dia bisa ganggu acara kita," Hera terus bersikeras.

"Pokok nya kalo Nayla ngga ikut, Gerald juga nggak ikut, Oma pergi aja sendiri."

Hera tidak punya pilihan lain, Ia pun mengizinkan Nayla untuk ikut bersamanya.

"Baiklah! Oma akan mengajak Nayla, tapi kamu harus bisa jaga sikap, ingat! Dia ini Adik kamu, jangan macam-macam kamu di depan calon mertua mu, bisa-bisa mereka menganggap mu aneh, dengan Adik sendiri bersikap mesra, taruh di mana muka Oma?" ucap Hera

"Gitu aja repot, ya taruh di tas aja Oma! Di sembunyikan biar nggak kelihatan."

Seketika Hera memukul kepala Gerald dengan sendok makan, tentu saja apa yang dilakukan Hera membuat Nayla tertawa kecil.

"Awwww ... sakit Oma! Main getok aja?" pekik Gerald sembari mengusap-usap kepalanya.

"Dasar! Kamu udah kurang ajar sama Oma, masa muka Oma di masukkan ke dalam tas, sih!"

Gerald tertawa melihat ekspresi wajah Hera yang terlihat cemberut.

"Iya iya, maaf Oma! Oma ngga perlu khawatir, Gerald ngga akan membuat Oma malu, Gerald cuma nggak mau ninggalin Nayla sendiri di rumah, lagian dia kan Adik Gerald, gimana sih Oma! Sebagai Abang yang baik, harus melindungi Adiknya. iya kan, Nay!" seru Gerald sembari menatap wajah sang istri yang terlihat tersenyum malu-malu.

...BERSAMBUNG...

1
Qaisaa Nazarudin
Semakin rumit..Wasiat suami Nurmala adalah Menantu Nurmala sendiri ternyata,Gimana ntar Nurmalanya...😇😇😇
Qaisaa Nazarudin
Gerald nikahin Nayla udah 3 tahun? Kan waktu itu umur Nayla 17 tahun kelas 3 SMA,beararti sekarang umur Nayla 20 dong, Udah kuliah ya bukan anak sekolahan lagi..Tapi tadi di dapur katanya Nayla juga harus pergi sekolah...🤔🤔🤔 Apa aku yg terlepas pandang..
Qaisaa Nazarudin
Dasar egois padahal dia tau sipa Nayla..Dia aja yg bego masih mikir kalo Nayla gak tau apa2 wkwkwkwkwk...
Qaisaa Nazarudin
ialah special kan anaknya,Gak mungkin orang sembarangan ngasih barang berharga ke orang yg tdk dia kenal..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata mantannya pak Nordin alias baoaknya Nayla sekarang udah jadi wanita kaya ya,, Dulu ke hongkong Jadi TKI ,Apa sampai hongkong dia nikah sama pengusaha Hongkong ya..
Qaisaa Nazarudin
Dari pada cowok lain yg pertama mending kamu ya Rald yg pertama,Udah nyata2 SUAMInya Nayla...
Qaisaa Nazarudin
GAK ADA BUKTI VIDEO SAAT IJAB QABUL ATAU SURAT NIKAH GITU?? ITU PENTING LHO SEBAGAI BUKTI...
Qaisaa Nazarudin
SAH nya satu pernikahan saat pernikhannya di ketahui oleh dua pasangan iaitu Gerald dan Nayla sendiri,Dan juga ada saksi lebih dari 3 orang..Kalo Nayla sebagai pengantin ceweknya gak tau dgn pernikahan itu,Maka tidak SAH pernikahan tsb,Walau walinya baoak kandungnya sendiri,,Maaf ya thor itu yg ku tau dari guru ngaji aku dulu..maaf kalo salah..
Qaisaa Nazarudin
Makanya ounya otak itu di pake Nay,Di suruh sekolah itu untuk belajar,Bukan pacaran...Nah sekarang baru tau kan siapa Rio..
Qaisaa Nazarudin
Kata2 dan janji2 sang buaya cap kadal..baru SMA aja udah jadi teh celup,..
Qaisaa Nazarudin
Keliatan banget Rio bukan lah pemuda baik2..Pasti lah dia berdendam dengan apa yg tlah Gerald lakukan,Dan aku percaya sekarang Rio cuman manpaatin ke Bodohan Nayla doang..Semoga aja kamu gak nyesel Nay gak dengerin nasehat abang kamu..
Qaisaa Nazarudin
Orang yg lagi kasmaran,Mana percaya dia...😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kasian Rio yg gak tau apa2 langsung kena bogem..🤦
Qaisaa Nazarudin
Kan Gerald dari awal udah ngelarang dan nolak mentah2 Nayla berpacaran,Malah ngenyel,Dengan bangga lagi Nayla mengenalkan Rio ke Gerald,Nah kan kena...
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener Nay bukan adek kandung Gerald..Pasti nya Gerald juga udah tau semua,kan saat itu dia udah gede,Jadi gak ada yg salah dgn hubungannya mereka..
Qaisaa Nazarudin
Biasa nya orang kaya jarang banget pake Cash,biasanya pake kartu Ajaib,Apa Gerald gak punya kartu ajaib? 😂
Qaisaa Nazarudin
Beda 10 tahun umur mereka,Jauh tuh perbedaannya,Apa Nayla bukan anak kandung mereka ya..
Mampir thor,Kayaknya seru nih...
Rheanicca
first time saya baca novel yg jalan ceritanya bagiku unik seperti ini
Indri wahyuningtyas
dasar cucu lucnut gak punya otak, Omanya dikasih obat tidur parah parah 🤣🤣🤣
Indri wahyuningtyas
memang ya ... segarang-garangnya laki2 kalau sudah ketemu sama yg pawangnya pasti sifatnya mirip anak kecil , gokil abis 🤣🤣🤣🤣, contohnya suamiku ... kalau di luar rumah ngomong seperlunya aja , tapi kalau di rumah wih rame banget 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!