NovelToon NovelToon
My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.

Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.

Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.

Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.

Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.

Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Tertangkap Basah Lagi

...Suara detak jam dinding di sudut ruangan seolah menjadi hitung mundur bagi nasib Larissa Moretti yang saat ini sedang mematung di samping meja kerja Gavin....

... Napasnya tercekat, dadanya naik-turun dengan tidak beraturan, sementara pikirannya masih terngiang-ngiang pada suara berat di telepon yang memanggil Gavin dengan sebutan "Boss"....

...Di hadapannya, ponsel rahasia berbahan serat karbon itu tergeletak merana di atas karpet, seolah menjadi saksi bisu atas runtuhnya seluruh kebohongan yang telah dibangun Gavin selama ini....

...Gavin berdiri di ambang pintu kamar mandi, membiarkan tetesan air dari rambutnya yang basah jatuh ke bahu bidangnya yang dipenuhi bekas luka pertempuran. ...

...Handuk putih yang melilit pinggangnya tampak kontras dengan aura kegelapan yang menguar dari tubuhnya....

... Tatapan mata biru cerahnya yang biasanya kaku dan sedingin es, kini berubah....

...Gavin tidak menunjukkan rasa panik sedikit pun. ...

...Tidak ada gerakan impulsif untuk mengambil ponsel itu atau mencoba membuang barang bukti. ...

..."Jadi," suara baritonnya yang rendah mengalun di udara, menusuk indra pendengaran Larissa dengan mengerikan....

... Gavin berhenti tepat di depan Larissa, hanya berjarak beberapa jengkal....

... "Sekarang Anda tahu siapa pria 'bermutu' yang Anda cari selama ini, Nona Moretti?"...

...Larissa mencoba mengatur napasnya yang tercekat. ...

...Sifatnya yang selalu menantang adrenalin kini beradu dengan rasa takut yang alami saat dia menatap langsung ke dalam manik mata biru yang kini tidak lagi mengenakan topeng pengawal kaku. ...

...Pria di hadapannya bukan lagi sekadar Gavin sang pengawal pribadi, melainkan Gavin si bos mafia, si eksekutor, sang Viper yang ditakuti dunia bawah tanah....

..."Aku... aku tidak bermaksud menguping," bisik Larissa, suaranya sedikit bergetar, namun dia tetap teguh mempertahankan tatapannya....

... Dia tidak akan membiarkan dirinya terlihat lemah, bahkan di depan sang monster....

... "Tapi aku tidak bodoh, Gavin. Aku tahu suara itu. Aku tahu apa arti nama Viper dalam berkas rahasia Papa."...

...Gavin tidak langsung membalas. ...

...Dia menatap Larissa dengan tatapan yang membuat gadis itu merasa seolah seluruh rahasia di jiwanya sedang dibaca oleh pria ini. ...

...Gavin tahu, saat ini dia berada di persimpangan jalan yang fatal. ...

...Jika dia membiarkan Larissa mengetahui identitas aslinya, maka nyawa gadis itu akan berada dalam bahaya yang jauh lebih besar dari sekadar teror bom cat siang tadi....

... Namun, di sisi lain, naluri posesifnya melarangnya untuk membiarkan Larissa pergi begitu saja dengan membawa rahasia tersebut....

..."Anda benar-benar tidak memiliki rasa takut, bukan?" Gavin berkata dengan nada yang penuh akan rasa kagum yang bercampur dengan peringatan....

... "Anda menyelinap ke wilayah terlarang, menyentuh barang pribadi saya, dan kini berdiri di sini, menantang pria yang seharusnya Anda jauhi."...

...Gavin bergerak lebih dekat....

... Tubuhnya yang menjulang tinggi memberikan bayangan yang seolah menelan sosok Larissa....

... Pria itu mengulurkan tangan kanannya yang masih sedikit basah, lalu meletakkannya di permukaan pintu kayu tepat di samping kepala Larissa....

... Dengan gerakan lambat, tangan kirinya menyusul, mengunci Larissa di antara dua sisi pintu yang tertutup rapat....

...Larissa terkurung....

... Dia terpojok di pintu kamar, tidak bisa bergerak ke mana pun selain menatap dada bidang Gavin yang berotot dan masih basah oleh air. ...

...Aroma sabun maskulin yang tajam bercampur dengan bau samar mesiu yang seolah melekat di kulit Gavin membuatnya merasa pening sekaligus terpesona....

...Gavin menundukkan kepalanya, hingga wajah mereka berada pada jarak yang sangat berbahaya. ...

...Napas Gavin yang panas menyapu permukaan kulit wajah Larissa, menciptakan gelombang sensasi yang membuat bulu kuduk gadis itu berdiri....

..."Nona Moretti," bisik Gavin, suaranya kini berubah menjadi bisikan rendah yang penuh akan ancaman sensual yang membuat jantung Larissa berdegup gila-gilaan....

... "Masuk ke kamar pria dewasa tanpa izin adalah hal yang sangat berbahaya. Anda seolah sedang menyerahkan diri ke dalam kandang singa."...

...Gavin menatap bibir Larissa sejenak sebelum kembali mengunci tatapan pada mata hazel gadis itu. ...

...Pupil matanya melebar, menunjukkan gairah yang berusaha dia jinakkan....

..."Apa Anda sedang menantang saya?" tanya Gavin lagi, kali ini dengan nada yang lebih dalam, seolah dia sedang memancing sesuatu dari dalam diri Larissa....

... "Apakah Anda ingin tahu apa yang dilakukan seorang pemimpin sindikat saat wanitanya mencoba bermain-main dengan api?"...

...Larissa merasakan dorongan untuk kabur, namun pintu di belakangnya tidak memberinya jalan....

... Dia justru merasakan detak jantungnya sendiri yang berpacu seirama dengan detak jantung Gavin yang berdegup kencang di balik dada bidang pria itu. ...

...Keberaniannya kini sedang diuji oleh pria yang paling berbahaya di seluruh Bogota....

..."Jika aku menantangmu," Larissa membalas, suaranya kini lebih stabil, keberaniannya kembali membuncah. ...

...Dia berani mendongak, menatap mata Gavin tanpa rasa takut....

... "Apa yang akan kamu lakukan, Gavin? Apa kamu akan menghapusku dari peta seperti ancamanmu pada Fabian?"...

...Gavin terdiam....

... Matanya menatap Larissa dengan ekspresi yang sulit diartikan....

... Ada keinginan yang mendalam di sana, namun juga ada pergulatan batin antara egonya sebagai bos mafia dan sisi pengawal yang selalu ingin melindungi Larissa. ...

...Gavin perlahan menurunkan satu tangannya dari pintu dan beralih mengusap rahang Larissa dengan jempolnya yang kasar namun terasa sangat lembut di permukaan kulit gadis itu....

...Sentuhan itu membuat Larissa lemas. ...

...Dia merasa seolah semua pertahanan dirinya runtuh dalam sekejap....

..."Saya tidak akan pernah bisa melukai Anda, Larissa," suara Gavin terdengar lebih jujur kali ini, hampir seperti sebuah pengakuan yang menyakitkan....

... "Bahkan jika dunia ini harus hancur dan saya harus menjadi musuh bagi seluruh umat manusia, saya tidak akan pernah menyentuh satu helai pun rambut Anda dengan maksud buruk."...

...Gavin mendekatkan wajahnya sedikit lagi, hingga bibir mereka hampir bersentuhan....

..."Tapi," lanjutnya dengan nada yang kembali berbahaya, "jangan pernah berpikir bahwa Anda bisa bermain-main dengan rahasia saya dan pergi begitu saja tanpa konsekuensi....

...Anda telah membuka pintu ini, Nona. Sekarang, Anda harus menerima apa yang ada di baliknya."...

...Gavin mengunci tatapan Larissa, membuat Larissa menyadari bahwa dialah yang memicu segalanya, dan sekarang, sang Viper telah siap untuk memakan mangsanya....

... Ruangan itu terasa panas, sesak oleh rasa tegang yang terpendam, dan untuk pertama kalinya, Larissa menyadari bahwa di balik kedok pengawal yang kaku itu, ada seorang pria yang jauh lebih posesif, lebih berbahaya, dan lebih menginginkannya daripada yang pernah dia bayangkan dalam mimpi terliarnya....

...Gavin perlahan menggeser tangannya ke tengkuk Larissa, menahan gadis itu agar tidak bisa melarikan diri, seolah dia sedang bersiap untuk memberikan jawaban atas tantangan tersebut....

... Saat itulah, Larissa tahu bahwa permainannya dengan Gavin telah berakhir, dan permainan yang sesungguhnya, permainan antara mangsa dan miliknya baru saja dimulai....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!