NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Tuan Mafia

Cinta Pertama Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sunshine_2

"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.

Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

1 Minggu berlalu Altas dan Sera menghabiskan waktu di Fila, di pagi hari yang indah dengan sarapan yang sudah di siapkan di atas meja menyantap sarapan mereka. Tiba-tiba, di beberapa suapan Sera merasakan hal aneh dan merasa begitu mual, berjalan cepat menuju kamar mandi.

"Kenapa?" tanya Altas.

"Tunggu sebentar" teriak lirih Sera sambil berjalan dan menutup mulut.

Alatas dan salah seorang pelayan pun di buat tertegun bingung. Beberapa menit kemudian, datang Sera memegang perut dan kembali duduk di meja makan dan kembali Altas bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Sera hanya menggelengkan kepala tidak tahu kenapa pagi itu perutnya terasa begitu mual, Sera mencoba menyantap kembali sarapannya, namun lagi-lagi perutnya tidak menerima makanan itu.

"Aku tidak bisa makan."

"Kenapa, apa ada yang salah dengan makanan ini?" mencicipi sarapan Sera.

Altas tidak merasakan sedikit keanehan dimakanan itu, dan ceplos salah seorang pelayan mengatakan kalau mungkin Sera sedang hamil. Sejenak mereka saling tertegun menatap ke arah perut Sera mengusap lirih tersenyum tipis.

...

Di dalam kamar terduduk Sera mengusap perut sambil menunggu Altas yang keluar ke apotik, dengan ponsel di tangan Sera mencoba menghubungi Altas.

"Iya sayang, kenapa?"

"Sudah pulang kah?"

"Ini masih di jalan, ada apa?"

Gugup Sera mengucap meminta untuk di belikan makanan (Bakso).

"Bolehkan aku menitip, bakso" tidak enak Sera.

"Astaga, sayang. Ya boleh dong, sangat boleh. Mau apa lagi?"

"Udah, aku cuma ingin bakso saja. 1 saja ya."

"Baiklah, tuan putri."

Senyum Sera langsung mematikan telepon sambil menunggu kedatangan Altas. Cukup lama Sera menunggu sampai ia tertidur sambil duduk bersandar di kasur. Altas yang masuk dengan beberapa barang bawaan di tangan tersenyum melihat Sera yang menunggunya sampai tertidur.

Menaruh barang yang ia beli dan mencoba memperbaiki posisi tidur Sera. Namun, tiba-tiba Sera membuka matanya sambil menatap Altas.

"Kau sudah pulang, mana pesananku?" ceplosnya.

"Ku kira kamu sudah tertidur pulas, ternyata masih menunggu pesananmu. "

"Kenapa, tidak ada ya?" cemberut.

Angguk Altas mengatakan kalau pesanannya ada, dengan senyum senang Sera pun langsung bangkit kembali duduk. Sebelum makan, Sera mencoba alat uji kehamilan yang sudah dibelikan Altas.

"Mau di coba dulu?" ucap Altas mengambil alat itu.

Namun, Sera justru di buat terkejut dengan alat uji kehamilan yang begitu banyak di belikan Altas.

"Banyak sekali?"

"Biar lebih akurat" senyumnya tanpa rasa bersalah memberikan hampir 10 alat itu.

"Ini terlalu banyak, sayang!" ceplos Sera.

"Tidak sayangkuu, ayo coba semua. Aku akan membantumu."

"Bantu apa?"

"Semuanya!"

Angguk Sera berjalan ke kamar mandi dan disusul Altas di belangnya. Sera pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Altas memainkan alis bertanya kemana ia akan pergi.

"Ikut!" lucu Altas.

"Tidak, kau disini saja."

"Hmm, baiklah" menurut dengan bibir cemberut.

Beberapa menit berlalu Sera keluar kamar mandi dengan beberapa alat di tangannya dan semangat Altas langsung berdiri bertanya mengenai hasil tesnya.

Sera pun langsung memperlihatkan semua alat yang ia coba dan semuanya menunjukkan hasil yang positif.

Senang Altas tak terbendung, "Benarkah ini, aku akan jadi seorang ayah?" raut wajah tak percaya.

Angguk Sera ikut tersenyum senang, "Iya."

Alatas pun langsung memeluk erat Sera dan memberikan kecupan hangat mengucapkan begitu banyak terimakasih, ia langsung bersimpuh dan juga mencium perut Sera tak lupa menyapa calon anaknya.

"Aku akan menjaga kalian berdua, aku berjanji. Tumbuh dan berkembanglah dengan sehat di perut ibumu ya, sayang."

Tak bisa berkata-kata, Sera hanya tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Altas dengan adanya anak di rahimnya itu.

...

1
Sunshine_2
Hai guys bantu dukung karya pertama aku ya, dengan like, komen, subscribe dan boleh kasih tip juga ya, terimakasih 🥰.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!