Debora gadis yang sangat cantik dan suka menolong namun Debora selalu menyembunyikan kecantikannya untuk menghindari dari orang yang berbuat jahat.
Hingga suatu ketika Debora menyelamatkan seorang pria yang mengalami kecelakaan mobil dan ternyata pria tersebut terkena amnesia.
Debora yang mempunyai hati yang sangat baik menolong pria tersebut dan tinggal bersama keluarga besarnya. Awalnya ibu tirinya tidak setuju tapi anak kandungnya mempunyai rencana jahat hingga ibu tirinya menyetujuinya.
Satu hari sebelum acara pernikahan Debora dengan calon suaminya, calon suaminya selingkuh dengan adik tirinya Debora hingga ibu tirinya mengusulkan ke suaminya untuk menikahkan Debora dengan pria amnesia yang diselamatkan oleh Debora untuk menutupi rasa malu.
Akhirnya adik tirinya menikah dengan calon suaminya sedangkan Debora menikah dengan pria amnesia.
Bagaimana pernikahan Debora ? Apakah berakhir bahagia atau bercerai?
Ikuti yuk novelku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Debora
("Aku akan ke sana sekarang," ucap Jordan sambil tangan kanannya ingin menarik selang infus namun di tahan oleh Jimmy dan Lemos).
("Jordan, lebih baik kamu istirahat, percaya kan Debora ke mereka," ucap Jimmy).
("Maaf aku putuskan sambungan telepon," ucap mommy Laras).
("Ok," jawab Mommy Maya singkat).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Mommy Maya menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.
"Tapi, aku ingin menyelamatkan istriku," ucap Jordan.
"Jordan, kamu masih terluka dan belum sembuh benar jadi istirahatlah sambil menunggu kedatangan Debora dan anggota keluarga Alvonso," ucap Mommy Maya sambil duduk di kursi dekat ranjang Jordan.
"Aku bukan Jordan, aku Deren," ucap Jordan.
"Kak Jordan, coba kak Jordan perhatikan wajah kami satu persatu lalu pejamkan mata kak Jordan sambil mengingat apakah kami anggota keluargamu atau bukan," ucap Julia adik kembarnya Jordan.
Jordan dengan patuh mengikuti permintaan adik kembarnya. Jordan menatap satu persatu yang ada di ruang perawatan hingga Jordan melihat Jimmy, Lemos, Leo dan terakhir Daddy Nathan yang wajahnya hampir mirip dengan dirinya.
Setelah selesai menatap semuanya Jordan menutup ke dua matanya sambil berusaha mengingat wajah mereka hingga Jordan memegangi kepalanya dengan menggunakan ke dua tangannya.
"Jangan di paksa nanti kepalamu bertambah sakit, tarik nafas dan hembuskan nafas dengan perlahan lakukan itu terus agar rasa sakit itu hilang," ucap Mommy Maya dengan nada lembut.
"Jika masih tidak ingat, berhenti dulu karena Mommy tidak sanggup melihatmu berteriak kesakitan," ucap Jessica sambil mengusap bahu putranya.
Jordan membuka matanya dan melihat satu persatu dan entah kenapa dirinya merasa nyaman bersama mereka.
"Kami sangat senang karena akhirnya kami bisa menemukanmu," ucap Jimmy sambil tersenyum bahagia.
"Maafkan aku karena belum bisa mengingat semuanya," ucap Jordan merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, karena bagi kami yang terpenting kamu baik-baik saja," ucap Jimmy.
"Adakah fotoku bersama kalian?" tanya Jordan.
"Ada, sebentar," jawab Julia sambil mengambil ponselnya.
Julia mencari foto di galeri ponselnya dan beberapa saat kemudian Julia menemukannya.
"Ini foto waktu kita liburan bersama keluarga," ucap Julia sambil memberikan ponsel nya ke Jordan.
Jordan menerima ponsel tersebut dan melihat foto Jessica, Jimmy, dirinya dan Julia yang saling berpelukan hanya saja Jordan tidak ada ekspresi sama sekali.
"Semua foto di galeri ponselku wajah kakak datar dan dingin tidak ada ekspresi senyum sama seperti Leo," ucap Julia.
"Dari kita kecil sampai sekarang semua sepupu kita yang pria wajahnya datar dan dingin tidak ada senyum sama sekali," sambung Leona.
"Memang kita ada berapa sepupu?" tanya Jordan.
"Dari keluarga Opa Nathan total ada dua puluh, sepuluh pria dan sepuluh wanita," jawab Julia.
"Memang Opa Nathan anaknya ada berapa?" tanya Jordan.
"Ada lima yang pertama paman Delon, Daddy kita, paman Lemos, Tante Sela dan Tante Seli," jawab Julia.
"Kalau ingin tahu cerita tentang keluarga besar Alexander silahkan baca novel karangan Yayuk Triatmaja dengan judul : Cinta Pertama Mafia dan Ranjang Sang Mafia," ucap Leona.
"Ok, nanti kakak akan baca di aplikasi Noveltoon," jawab Jordan.
"Di antara para sepupu yang pria apakah wajahnya murah senyum?" tanya Jordan setelah beberapa saat terdiam.
"Hanya Kak Edward yang tidak," jawab Leona.
"Kenapa?" tanya Jordan penasaran.
"Karena kak Edward sudah menikah dan cinta ma ti sama kak Alona. Kalau penasaran silahkan baca novel karangan Yayuk Triatmaja dengan judul : Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia," jawab Leona.
"Ok, nanti kakak akan baca di aplikasi Noveltoon," jawab Jordan lagi.
Julia dan Leona hanya menganggukkan kepalanya, mereka mengobrol saling bergantian sambil menunggu kabar dari Mommy Laras.
Di tempat yang berbeda tepatnya di pelelangan penjualan organ tubuh dimana Debora di kurung mirip kandang burung dengan memakai pakaian seksi. Debora tidak bisa memberontak karena ke dua tangan dan ke dua kakinya di ikat dengan rantai.
"Kalian bisa memakainya sekaligus bisa menjual semua organ tubuhnya. Pembukaan awal tiga puluh lima juta, apakah ada yang berminat?" tanya seorang pria.
"Empat Puluh,"
"Ada lagi?"
"Empat Puluh Dua,"
"Lepaskan aku, aku bukan barang," mohon Debora dengan berlinangan air mata.
"Ada lagi?" tanya pria tersebut tanpa memperdulikan air mata Debora.
("Kak Deren, tolong aku," mohon Debora dalam hati).
mampir thor☺️