NovelToon NovelToon
Dragon Warrior

Dragon Warrior

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Kultivasi / Xianxia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:74.8k
Nilai: 5
Nama Author: jasmine murni

Kebencian yang melekat erat pada diri Xiao Feng Ni, telah membuat dirinya mendirikan sebuah kerajaan maha adi kuasa. Di bawah kepemimpinannya, para kaum wanita tidak tertindas lagi. Apakah penyebab dari kebencian itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jasmine murni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Baru

Cukup lama proses kesemuanya, dan buat Feng Ni terkapar pingsan setelahnya.

"Baru setengah sudah pingsan," sindir naga emas mengibaskan ekor pindahkan tubuh Feng Ni untuk beristirahat layaknya manusia normal.

Beralas bumi, pelindung langit dan berselimut daun talas, Feng Ni tidur dalam kedamaian setelah berbulan-bulan tidak pernah tidur.

2 hari kemudian.....

Feng Ni terbangun dari tidur panjangnya. Tubuh terasa sakit tapi ringan untuk digerakkan bebas.

"Saya seperti melayang," gumam Feng Ni berjalan melayang terhuyung-huyung tanpa disadari.

"Sudah bangun," sindir naga emas berbaring berjemur matahari pagi yang sehat.

"Iya, Kim Long," jawab Feng Ni merasa malu bisa tertidur tanpa ingin penuh kelanjutan setelah proses yang dilakukan naga padanya.

"Hari ini kamu latihan berjalan di atas air!" ucap naga emas, menunjukkan samudera yang membentang dihadapan mereka dengan kakinya.

"Berjalan di air?" tanya ragu Feng Ni. Hal mustahil yang dilakukan oleh manusia, bahkan gurunya So Po Ta tidak pernah melakukan hal tersebut.

"Ya!" sahut naga emas berubah ukuran raksasa, menarik tubuh Feng Ni lalu dicampakkan di atas air bergelombang lumayan tinggi.

"Tolong!" teriaknya ketakutan dalam gulungan ombak tinggi.

"Kau tidak boleh kembali ke daratan sebelum berhasil!" ujar Kim Long, membentengi perbatasan bibir laut dengan benteng transparan.

Feng Ni tidak tau apalagi yang diucapkan penjaga padanya. Yang dia tau sekarang ini dia dalam ambang hidup dan mati setelah tidur.

Gelombang mengulung tubuh Feng Ni, membanting, mengangkat tinggi, lalu masuk dalam gelombang.

Rasanya latihan yang ia dulu terima dari So Po Ta tidaklah sekejam saat ini.

Kegigihan seolah dilucuti rontok menjadi seorang pecundang yang gagal dalam medan perang.

Aaaaarrrggggghhhhhh.....

Sudah beberapa hari Feng Ni berteriak kencang sepanjang hari, tanpa berhasil melawan gelombang air yang menyiksa.

"Manusia jika tidak dipecut, tidak akan tau rasa sakit menjadi kuat," oceh ceramah naga emas kecil menonton atraksi sambil makan buah pemberian dewa bumi yang datang berkunjung beberapa minggu sekali.

"Aduh. Jangan terlalu keras mengajar seorang anak manusia, apalagi dia hanya seorang perempuan!" ucap dewa bumi membujuk untuk keringanan latihan.

"Sssttt.... Kamu jangan lemah. Jika tidak dilatih keras yang ada dewa langit berpikir aku ini pelit berbagi ilmu," sahut naga emas menyodorkan buah apel.

"Tidaklah mungkin." Dewa bumi menggambil apel pemberian.

"Apanya tidak mungkin, hmm? Coba lihat diri kamu saat ini?" menunjuk pakaian hanfu tidak semegah jirah ksatria. "Jika dia lemah, mungkin kelak setelah mati hanya menjadi dewa dewi tingkat rendah," menyindir dengan fakta.

"Hahaha.... Kim Long terlalu menyanjung," ujar tawa dewa bumi tidak merasa dihina. "Alangkah bagusnya juga jadi dewa dewi bumi. Bisa dikenang terus setiap hari," memuji jabatan yang dianugerahkan.

"Iya. Tapi tidak punya waktu ke istana langit mencicipi makanan dan minuman surga," naga emas dibuat jengkel dewa bumi yang tidak punya ambisi sebesar dirinya.

"Lahir, tua, sakit, menghilangkan. Itu semua sudah ada jalan cerita. Begitu juga takdir dan tujuan keberadaan," dewa bumi berceramah dharma.

"Ya,ya, ya. Soal filsafat aku ngaku nyerah. Tapi jika kita adu kekuatan, pasti aku yang menang," jawab angkuh si naga emas kecil.

Melihat Feng Ni berlatih sebegitu bahaya, dewa bumi juga tidak bisa menasehati naga yang berpola pikir keras kepala.

Beberapa jam kemudian setelah puas berbincang, dewa bumi menghilang pergi untuk mengawasi keadaan manusia di bumi.

Kini tinggal naga emas yang berbaring nyantai tiduran.

Di tempat pelatihan, sebuah musibah tengah terjadi.

Keempat murid So Po Ta kedatangan pemberontak negara yang ingin merampas wilayah tempat latihan mereka.

Perkelahian sudah pasti tidak akan terelak. Kerusakan material juga sudah pasti ada.

Melihat tempat latihan mereka yang sudah menimbulkan keserakahan parah, So Po Ta berserta murid-muridnya membawa pindah material yang bisa dibawa sepanjang perjalanan membuat tempat latihan baru mereka.

Guru dan murid itu menuruni kaki gunung itu, berpindah pada gunung kembaran yang disebelah gunung mereka tempati.

Akan tetapi, gunung baru itu tidak bisa mereka tempati pada kaki gunung maupun sekitar lereng gunung.

Mereka harus mendaki gunung hingga ke puncak.

Gunung yang tidak memiliki kehidupan itu sama sekali mungkin akan mengakhiri kehidupan perjalanan sesampainya mereka.

"Guru,,di sana ada gua," ucap Da Min menunjuk samping kirinya, arah gua yang terlihat olehnya.

So Po Ta memerintahkan dirinya untuk melihat situasi sekitar gua yang dikatakan. Sementara yang lain juga melihat pepohonan tinggi yang mengelilingi mereka.

Beberapa jam kemudian....

Da Min melaporkan hasil pemeriksaan itu. Gua yang tidak berpenghuni dan sekitarnya yang layak di tempati, sangat cocok dijadikan rumah baru untuk mereka.

"Baiklah. Kalian menjauh dulu!" ucap So Po Ta pada 4 muridnya.

So Po Ta menetralisir aura negatif yang ada, sebelum mereka tempati. Biar bagaimanapun juga, tempat yang kurang terpapar sinar matahari akan banyak di tempati makhluk-makhluk tak kasat mata orang biasa.

Bulu kuduk Ling Ni dan Bapao berdiri merinding ketakutan, saat hembusan angin dingin oleh pepohonan tinggi bergoyang.

"Aku takut," bisik Ling Ni merangkul tangan Bapao.

"Sama," jawab Bapao ada yang tidak beres dengan rumah baru mereka.

"Sssttt ....!!" ujar Da Min menoleh ke belakang.

Rrrrgggg.....

Terdengar gigi bergetar dari mulut Ling Ni yang kurang mengatup rapat.

Sebuah tepukan pelan pada punggung tangannya, makin buat ketakutan cetar membahana. Tangannya mencubit lengan Bapao yang padat daging empuk untuk dicubit juga.

Hssshhhh.....

Bapao meringis desah kesakitan dicubit Ling Ni, tapi tidak berani menjerit selagi guru mereka melakukan atraksi pensterilan.

Syuzzzz......

Angin kencang dan cepat menyapu wajah mereka.

Aaaaa.......

Ling Ni tidak kuat lagi menahan rasa teramat takutnya sedari tadi gurunya melakukan ritual sakral.

"Sssttt....!!" Da Min dan Fun Cin menoleh ke belakang.

"Aku mau pulang! Hiksss.... Hikss..." rengek tangis ketakutan Ling Ni mencoba gigit lengan empuk Bapao.

"Kemarilah!" ucap So Po Ta memanggil Ling Ni.

Ling Ni menggeleng nolak untuk dekati gurunya yang juga ikut terlihat menakutkan.

"Sana!!" ujar Bapao melepaskan orang yang berusaha nyiksa sedari tadi.

"Ling Ling!" So Po Ta memanggil dengan tatapan dingin.

Da Min menarik Ling Ni untuk segera hampiri guru mereka yang sudah membelakangi mereka.

"Aku takut. Muka guru seperti....." jawabnya penuh ketakutan, tidak berani melanjutkan jawaban.

Ling Ni memilih bersembunyi di balik punggung Bapao yang mampu menyembunyikan dia seutuhnya.

"Kalian bereskan tempat ini sebelum kita tempati!" titah So Po Ta memerintahkan 4 murid.

"Baik," jawab 3 murid pria.

Ling Ni terus ngintilin Bapao pergi, dirinya masih merasa takut lihat wajah So Po Ta yang masih beda biasanya.

"Kamu ini gak bantuin, yang ada nyimak saja," keluh Bapao susah bergerak membuat tempat tidur untuk mereka berlima.

"Pokoknya aku ikut," rengek manja Ling Ni tidak ingin ditinggal melakukan apapun sendiri.

1
TK
ngopi dulu Thor ☕✍️✍️
Melati: makasih tk. kopi jg buatmu 😊
total 1 replies
Mawar Berdarah🥀🥀
❤❤❤❤❤
TK
👏👏👏
TK
🌷🌷✍️✍️✍️
Ayra
wahhh feng punya fobia
ketinggian gak ya, 3 meter
itu lumayan tinggi pakai banget lo
Ayra
boleh koreksi sedikit
pada kata jepit
dalam situasi terjepit kayaknya lebih tepat ya daripada kejepit enak hahaha
Ayra
satu raga tiga fikiran
itu mungkin sudah bekal manusia dari alam kelahiran ya,
kalau gak memahami memang bikin pusing
Laniya Putri Pertiwi
xiao Feng, kamu jangan khawatir, jika jodoh mu bukan dia, maka Tuhan akan menakdirkan jodoh lain untuk mu yang lebih baik.
Laniya Putri Pertiwi
kasihan ya sih putri, padahal cantik, tapi nasib nya tidak secantik rupanya, tapi tenang saja, jika awalnya ia memperoleh kesedihan, maka diakhir nanti kebahagiaan akan menyertai nya.
Laniya Putri Pertiwi
saya suka cerita seperti ini 🥰 seperti lagi nonton serial kerajaan, menegangkan namun bagus alur cerita nya, buat yang bikin cerita ini, the best lah
Dewi
Feng Ni kayaknya bakal jadi calon murid bertalenta ya, bagus juga dari alasan dia memiliki ilmu. Dan mungkin saja calon penerus
Dewi
Sungguh keinginan yang mulia dan apik. Niscaya keinginan tersebut bisa dapat membawa keberuntungan bagi langit dan bumi.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
Akhirnya Fang Ni, terbebas dari rasa dendam dan kebenciannya, berkat naga emas yang ke luar tepat pada waktunya.
Dewi
Dendam yang amat besar sampai meluap tersebut sampai bisa membangunkan raja iblis, bahkan membuat raja iblis tertarik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
Salut deh sama gurunya Feng Ni, dia tidak meninggalkan muritnya di saat dalam bahanya. tanpa pikir panjang ia mengorbankan segalanya, baik energinya dan nyawanya.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
Jangan menyerah feng Ni, lawan rasa dendammu, jangan kau biarkan dendam itu berkembang dan akan menghancurkan mu.
Mentari.f.v
untung ada Sen Long yang bisa mengembalikan kesadaran Feng Ni
Mentari.f.v
apa raja iblis akan ikut kabur juga?.. sepertinya nyali raja iblis sedikit menciut setelah melihat prajuritnya kabur 🤭
Mentari.f.v
Rasa benci dan dendam kepada seseorang sangat berbahaya dan merugikan diri sendiri.. meskipun sakit seharusnya Feng Ni mendengar ucapan gurunya
Mentari.f.v
makanya jangan macam-macam dengan perempuan, perempuan kadang dianggap lemah karena mengandalkan perasaannya, tapi jika perasaan itu hilang dan berubah jadi benci maka kamu hati-hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!