NovelToon NovelToon
SADURAN KITAB CINTAKU

SADURAN KITAB CINTAKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sindya

Mohon bijak untuk pembaca karena sebagian cerita untuk area 21+

Pingin cerita yang emosional, yang bisa membuatmu berurai air mata, silahkan mampir untuk menyaksikan adegan mengharu biru.

Apa jadinya dua orang berbeda karakter, yaitu perpaduan iblis dan malaikat dijodohkan tanpa saling mengenal watak satu sama lain. Daffa seorang CEO muda yang memiliki ketampanan dan berjiwa petualang cinta, berganti dari pelukan wanita satu ke wanita lainnya, demi kenikmatan sesaat. Ia harus menerima perjodohan yang dilakukan oleh ibunya, karena persyaratan dari sang kakek untuk mendapatkan pengakuan dirinya dan perusahaan yang sedang dijalankannya saat ini.


Pertemuan yang tidak disengaja oleh Nadia dengan seorang ibu di salah satu mesjid memperkenalkan dirinya pada putranya Daffa.

Nadia adalah seorang gadis sederhana yang berpakaian syar'i lengkap dengan cadarnya yang selalu menyembunyikan wajah cantiknya. Nyonya Laila jatuh cinta dengan gadis itu ketika gadis itu mengembalikan gelang berliannya yang ketinggalan di tempat wudhu.

Nyonya Laila memperhatikan wajah cantik Nadia yang sangat teduh terpancar dari hatinya yang tulus. Bukan saja kecantikan Nadia yang membuat nyonya Laila jatuh cinta pada gadis itu melainkan kejujuran gadis itu yang mengembalikan gelang berlian yang bernilai fantastis untuk ukuran kehidupan gadis itu. Merekapun berkenalan dan saling menceritakan kehidupan pribadi masing-masing, dari keakraban yang terjadi sesaat itu membuat nyonya Laila berpikir untuk menjodohkan putranya dengan Nadia.


Apakah kehadiran Nadia mampu menghentikan sifat liar lelaki tampan ini?

Apakah cinta akan tumbuh dihati keduanya seiring berjalannya waktu?

Cinta diantara keduanya dijalankan dengan penuh air mata. Siapkan tisu untuk mengikuti cerita ini.




Yuk, intip perjalanan cinta mereka dalam novelku. Ada banyak hikmah dan pesan moral di novel ini. Bismillahirrahmanirrahim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. ANCAMAN

Ummi Kulsum yang masih belum terima dengan rujukan yang dilakukan oleh Daffa kepada putrinya, kembali melontarkan kata-kata kasar lagi menyakitkan.

"Apakah kamu mau Nadia, mengandung anak dari keturunan seorang pelacur, hmm?" tanya ummi Kulsum kejam kepada putrinya itu.

"Astaghfirullah ummi, pertanyaan seperti apa itu ummi, ummi sepertinya nggak punya hati, istighfar ummi, mengapa harus mas Daffa yang ummi hukum, jika ia bisa memilih, ia juga tidak ingin dilahirkan dari ibu yang seperti dikatakan ummi padanya.

Mas Daffa juga punya hati ummi, merasakan sakit jika ada yang menyakiti hatinya, jadilah dirinya sebentar saja, supaya ummi tahu rasanya seperti apa jika ummi jadi mas Daffa, yang setiap kali harus menerima penghinaan dari orang lain pada dirinya atas kesalahan yang tidak ia lakukan, apakah itu suatu kebanggaan untuknya?" ia hanya tetap berjalan dengan kepalanya yang tertegak, siap menjadi tameng untuk ibunya." ujar Nadia begitu sewot pada umminya.

Daffa yang mendengar pembelaan istrinya dari ibunya merasa sangat terharu. Nadia memiliki sejuta pesona, bukan hanya raganya yang hampir sempurna tapi akhlaknya yang juga baik, membuat Daffa makin tidak ingin kehilangan gadisnya ini lagi.

"Sayang, jangan melawan ummi, biarlah dia memarahiku untuk melepaskan sakit hatinya." sahut Daffa untuk menenangkan istrinya.

"Mas Daffa, saya hanya ingin mengingat ummi karena ummi sedang dirayu oleh iblis saat ini, untuk membuat ummi berkata kasar padamu, dan itu akan mengugurkan amal ibadah ummi, itupun kalau ummi merelakan amal kebaikannya yang selama ini ia tabur dalam hidupnya akan menguap begitu saja seketika karena lisannya yang tajam mengiris perasaanmu yang sedemikian sakit." ucap Nadia yang tidak bisa lagi terima begitu saja penghinaan ummi Kulsum yang makin keterlaluan kepada suaminya.

"Nadia kamu tega melawan ummi demi laki-laki bejat ini nak?" tanya ummi Kulsum yang sangat kecewa kepada Nadia.

"Saya bisa membedakan mana yang benar maupun yang salah, jika ummi salah saya wajib mengingatkan ummi dan itu bukan bentuk kedurhakaan saya kepada ummi jika ummi tidak bisa mengendalikan lisan ummi untuk berhenti menghina mas Daffa, yang merupakan ayah dari anakku yang saat ini sedang aku kandung dan juga ialah surgaku saat ini dimana ridhonya yang menjaminkan surga untuk aku huni. Maafkan Nadia ummi, Nadia tidak bisa diam saja, ketika suami Nadia dizolimi walaupun itu datang dari ibu kandungku sendiri, ayo mas Daffa sebaiknya kita pulang." ucap Nadia lalu meraih tangan Daffa beranjak pergi dari rumah umminya.

"Nadia, jika kamu tidak meninggalkan lelaki bejat itu, kamu akan menemukan jenasah ummi besok." ancam ummi Kulsum yang histeris ketika Nadia keluar dari rumahnya.

"Tidak semudah itu ummi mengakhiri hidup ummi, jika ummi memiliki iman yang kuat untuk mengancamku dengan cara seperti itu." ucap Nadia lalu melangkahkan kakinya buru-buru menuju mobil suaminya.

"Mau kemana kamu Nadia, jangan kembali lagi ke apartemen bajingan ini!" teriak ummi Kulsum kepada putrinya yang tidak lagi menghiraukan perkataannya.

"Tempatku adalah dengan suamiku ummi." ucap Nadia dengan menahan tangisnya tanpa membalikkan badannya menatap wajah umminya.

"Ummi kami permisi dulu, maafkan Nadia ummi." ucap Daffa sembari menyalami tangan ibu mertuanya, tapi tangannya ditepis oleh ummi Kulsum yang tidak ingin tangannya disalim oleh menantunya Daffa.

Daffa sedikitpun tidak merasa sakit hati, ketika mendapatkan penolakan dari ibu mertuanya, ia hanya memberikan salam pamit dan berlalu dari hadapan ummi Kulsum yang sedang memalingkan wajahnya dari menantunya ini.

Nadia yang sudah masuk ke dalam mobil suaminya dan duduk dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sambil menangis. Daffa yang baru saja masuk ke mobilnya, langsung menjalankan mobilnya menuju apartemen mereka. Sekitar dua kilometer jarak dari rumah mertuanya, Daffa menghentikan mobilnya di pinggir jalan raya yang nampak sepi. Ia ingin menenangkan istrinya terlebih dahulu sebelum mereka berdua melanjutkan perjalanan kembali ke apartemennya.

"Sini sayang aku peluk!" pinta Daffa kepada istrinya dan Nadia langsung menghamburkan pelukannya kepada suaminya untuk melepaskan kepedihan dihatinya.

"Maafkan sikap ummi ya mas Daffa hiks..hiks..hiks!" ucap Nadia sambil menangis.

"Sayang, jangan terlalu menyesalinya, aku tidak apa-apa, aku sudah belajar menerima semuanya dengan lapang dada dari penghinaan orang lain dan setiap perkataan mereka kepadaku membuat hatiku menjadi kebal." ucap Daffa sambil membelai dan mencium pucuk kepala istrinya.

"Mas Daffa, jangan lagi menerima semua penghinaan orang terhadap dirimu, aku takut ketika anakmu sudah besar akan menerima cemoohan yang sama dari orang lain dan itu akan berpengaruh pada tumbuh kembang dirinya." ucap Nadia yang masih terus menangis dalam pelukan suaminya.

"Degg!" bagai dihantam palu pada hatinya, Daffa seketika membisu, ia pun berpikir perkataan istrinya yang barusan terucap untuk mengingatkan sikap cueknya terhadap penghinaan itu.

Ia bisa menerima kenyataan pahit itu dan melarikan dirinya dari masalah pada tubuh wanita penghibur untuk mengobati lara dihatinya, namun ia harus berpikir keras untuk tidak akan membiarkan anaknya kelak melakukan kebodohan yang sama seperti dirinya atau mungkin lebih parah daripada dirinya yang akan merusak masa depan anaknya nanti.

"Ya Allah, bodohnya aku, aku lupa bahwa aku punya keturunan yang mungkin tidak sama, dalam menyikapi penghinaan ini seperti diriku yang mengabaikan perkataan orang lain dengan merusak diriku sendiri." ucapnya membatin

"Maafkan ayah sayang, ayah lupa jika kamu akan hadir ke dunia ini, menjadi penyejuk hati untuk ayah dan ibumu." ucap Daffa sambil mengusap perut istrinya lembut.

Daffa membuka sedikit cadar istrinya lalu mengulum bibir sensual milik istrinya sesaat, kemudian meneruskan lagi mengendarai mobilnya menuju apartemen mereka.

"Istirahatlah sayang, jaga kondisi kehamilanmu, kamu tidak sendirian sekarang, ada nyawa lain yang numpang hidup di alam rahimmu, ijinkan ia tumbuh dirahimmu, tanpa ada beban pikiranmu yang mempengaruhi mentalnya." ucap Daffa sambil mengusap perut Nadia dengan satu tangannya.

"Mas Daffa, sampai kapan masalalu mami jadi bumerang dalam rumah tangga kita, bagaimana cara mengubur masalah ini tanpa memunculkan kembali kepermukaan?" tanya Nadia yang sedikit memaksa suaminya untuk membebaskan diri dari masalalu ibunya.

"Insya Allah, aku akan berusaha pelan-pelan membereskan masalah ini." ucap Daffa menenangkan kegelisahan Nadia yang tertekan dengan masalah dirinya tentang masalalu maminya.

🌷🌷🌷

Sekitar satu jam perjalanan Nadia dan Daffa sudah berada di kamar apartemen mereka. Daffa yang sudah memesan makanan untuk mereka karena kondisi Nadia yang belum bisa mengurus pekerjaan rumahnya. Iapun sudah memesan pelayan yang ada di mansion maminya yang merupakan mbok Ina yang pernah menjadi baby sitternya dulu selagi ia masih kecil, untuk membatu Nadia yang saat ini sedang hamil muda.

"Sayang, aku sudah memesan makanan untuk kita dan sebentar lagi mami akan mengantar mbok Ina ke sini untuk membantumu. Oh ya, ini kejutan untuk mami kalau kita sekarang sudah rujuk, ia pasti sangat senang apa lagi mengetahui dirimu sekarang sedang hamil cucunya." ucap Daffa yang mengingatkan istrinya.

"Benarkah mami mau mengunjungi kita?" tanya Nadia bersemangat ketika mendengar ibu mertuanya akan mengunjungi mereka.

"Jam berapa mami mau ke sini sayang?" tanya Nadia kepada suaminya yang sedang melepaskan kancing kemejanya dibantu oleh Nadia.

"Nanti sore sayang, mereka akan ke sini." jawab Daffa mengecup bibir istrinya lembut.

Nadia yang sudah menanggalkan celana panjang suaminya, lalu dengan tangan isengnya, ia membuka setengah boxer hitam milik Daffa dan meraih benda pusaka milik suaminya itu yang sudah mulai tegang. Nadia menggenggam benda panjang tumpul itu dan mengulumnya sambil setengah berjongkok, menikmati es krim kesukaannya itu. Mendapati perlakuan Nadia yang berinisiatif terlebih dahulu menggenggam miliknya, dengan memberikan kejutan dengan sentuhan nakal Nadia. Daffa sangat menyukai gerakan nakal Nadia yang tiba-tiba memberikan servis nikmat pada miliknya.

"Akkhhh sayang!" teriak Daffa mengerang nikmat.

Pergumulan panas itu kembali terjadi dengan tubuh Nadia yang sudah tidak lagi tersisa satu benangpun. Lenguhan Nadia kembali terdengar dengan suara erotis dahsyatnya mengiringi permainan nakal suaminya yang sudah menyenangkan bagian-bagian sensitif pada kewanitaannya.

"Kamu mulai nakal sayang, berani menggodaku dan sekarang kamu ternyata sudah hebat mengusai arena ranjang ini, dari mana kamu mempelajari itu hmm." ucap Daffa yang memainkan milik Nadia dengan tangannya dibagian bawah sana dengan sesekali memilin pu**ng Nadia.

"Aku belajar dari orang terhebat dengan memiliki kemampuan dasyat yang selalu memuaskanku, dan itu adalah kamu sayang." ucap Nadia yang sudah menari indah di atas perut suaminya dengan liukan tubuhnya nan menggoda disusul erangan serta lenguhan erotis mengalun manja dari suara indahnya.

"Kamu sudah membuatku bergairah baby, aku tidak akan melepaskanmu dan membiarkan mu meninggalkan kamar apartemen kita sampai kamu melahirkan anak kita." ucap Daffa yang saat sudah beralih membalikkan tubuh Nadia yang akan diserangnya lewat belakang tubuh yang nampak indah dengan bongkahan bok*ng putih yang makin besar karena pengaruh kehamilan istrinya.

Hujaman lembut berangsur kasar, karena ingin mengejar kenikmatan yang sudah diambang birahi yang saat ini mulai datang menghampiri untuk melakukan pelepasan cairan kenikmatan keduanya.

"Akkkhhh.... baby.. love you!" ucap Daffa setelah mencapai detik-detik pendakian kepuasan kenikmatan yang melelahkan itu.

"Uuuuhhhhgg...lolongan Nadia yang ikut melepaskan kerinduannya pada sentuhan terakhir suaminya pada miliknya dibawah perutnya.

"Terimakasih baby, kamu adalah istri terbaikku." ucap Daffa yang sudah lunglai menimpa tubuhnya di atas tubuh Nadia.

"Aku mencintaimu suamiku." ucap Nadia sambil memeluk tubuh Daffa yang bermandikan peluh diatas tubuhnya.

Seperti biasa Daffa menyelesaikan permainan panas mereka, dengan kembali membilas lahar keduanya pada milik istrinya dibawah sana dan Nadia menikmati itu dengan posisi setengah duduk memperhatikan perilaku suaminya yang sangat ia suka disesi terakhir permainan mereka. Usai membilas semua cairan yang tersisa dibagian tubuh istrinya, Daffa kembali memagut bibir istrinya sampai mereka kehilangan pasokan udara. Pagutan bibir itupun terlepas, keduanya tertawa sambil menatap wajah mereka. Posisi tidur mereka yang saling berhadapan, memudahkan mereka saling menatap manik masing-masing dan mulai berbincang tentang permainan panas mereka.

"Mengapa kamu tiba-tiba menggodaku sayang?" tanya Daffa sambil membelai bok**ng indah milik Nadia yang tidak tertutup selimut itu.

"Karena ini caraku untuk mengobati hatimu yang sedang terluka dengan memberikan servis terbaikku." ucap Nadia tersenyum manis menatap wajah tampan suaminya.

"Kalau begitu aku rela terluka demi mendapatkan kejutan yang menyenangkan darimu sayang." ucap Daffa dengan menggigit gemas punggung tangan Nadia.

"Hussstt!" nggak boleh berkata seperti itu sayang, malaikat berada bersama kita sekarang ini, kalau diaminin malaikat gimana, setiap ucapan dari harapan manusia itu adalah doa, jangan asal mengharapkan sesuatu dari hal yang buruk untuk hidupmu, jangan mengucapkan perkataan ini lagi karena aku tidak menyukainya sayang." ucap Nadia sedih sembari mengelus lembut pipi suaminya.

"Oh sayang, kamu penuh dengan kejutan istriku." ucap Daffa lalu mengecup bibir istrinya.

Daffa yang masih menginginkan istrinya, mulai lagi memagut bibir sensual milik Nadia, namun sayang, baru saja mengawali sesi kedua permainan panas itu, terdengar bel pintu kamar apartemennya berbunyi. Daffa berusaha cuek dengan deringan bunyi bel pintu kamar apartemennya, namun Nadia mendesaknya untuk membuka pintu utama itu.

"Akhh, menganggu saja." umpat Daffa kesal pada tamu itu.

Ia berlalu begitu saja dari hadapan istrinya, dan Nadia menegurnya.

"Mas Daffa, mau pamer itu benda pusakanya." ucap Nadia mengingatkan Daffa yang keluar dengan tubuh bu**lnya.

"Astaghfirullah, tuhkan jadi lupa." ucap Daffa lalu memakai lagi piyama tidurnya yang tadi pagi masih tergeletak di atas kasur yang belum sempat dirapikan Nadia.

Nadia menahan tawanya, karena perilaku Daffa yang ceroboh. Daffa membuka pintu kamar apartemennya setelah melihat siapa tamu yang datang siang itu. Ternyata tamu istimewa itu adalah maminya sendiri dengan didampingi mbok Ina yang berdiri disebelah maminya.

Dari dalam kamar, Nadia sedang membersihkan dirinya. Ia kembali mandi junub lagi karena sebentar lagi ia mau menunaikan sholat dhuhur berjamaah bersama suaminya.

"Assalamualaikum Daffa!" ucap maminya seraya mengecup pipi putranya yang sangat tampan itu ketika pintu dibuka oleh Daffa.

"Waalaikumuslam mami, ko datangnya sekarang, bukannya nanti sore." ucap Daffa lalu mencium tangan maminya.

"Apa kabar tuan Daffa!" ucap mbok Ina menyapa Daffa.

"Alhamdulillah baik mbok, ayo masuk mbok." balas Daffa menjawab pertanyaan mbok Ina kepadanya.

"Kamu, siang-siang pakai baju piyama, habis ngapain kamu Daffa?" tanya nyonya Laila yang curiga menatap penampilan Daffa yang sedikit berantakan dengan tanda merah yang kelihatan didadanya bekas kecupan Nadia.

Daffa sengaja membiarkan maminya curiga padanya, ia sudah hafal pasti sebentar lagi maminya akan ngamuk karena tahu kalau ia habis bercinta dengan wanita penghibur. Nyonya Laila langsung masuk ke kamar Daffa tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan Nadia yang sudah rapi dengan menggunakan dress panjang siap membuka pintu itu dan ternyata kedua wanita beda usia itu bertemu lagi.

"Nadia!" ucap nyonya Laila histeris melihat menantu kesayangannya sudah berada dihadapannya.

"Mami, assalamualaikum!" sapa Nadia lalu memeluk tubuh ibu mertua kesayangannya itu.

"Astaga sayang, benarkah ini kamu nak, kamu rujuk lagi dengan putra mami?" tanya nyonya Laila merasa sangat terharu bercampur bahagia.

"Benar mami, ini Nadia menantu kesayangan mami dan ini benar istriku Nadia." timpal Daffa lalu memeluk dua wanita yang sangat berharga dalam hidupnya.

"Anak nakal kamu Daffa, bisa-bisanya nggak ngabarin mami kabar yang sangat membahagiakan ini." ucap nyonya Laila terkekeh dengan berkaca-kaca.

"Ada lagi kabar yang buat mami, makin cantik hari ini." ucap Daffa membuat maminya menunggu kata-kata selanjutnya dari putranya ini.

"Apa sayang cepat katakan kepada mami." ujar nyonya Laila penasaran.

"Sekarang mami sudah punya calon cucu karena Nadia saat ini sedang mengandung anak kami." ucap Daffa dengan wajah ceria.

"Apaaa?" Nadia hamil cucuku, oh sayang, Alhamdulillah terimakasih ya Allah akhirnya Engkau mengabulkan doaku. Berapa bulan sayang?" tanya nyonya Laila sambil menyeka air matanya.

Nadia menunjukkan tiga jarinya kepada ibu mertuanya dengan tersenyum manis menatap wajah cantik ibu dari suaminya itu. Ketiganya berpelukan dan menangis haru.

1
Nafisatun Najah
kadang seseorang tidak sadar akan dosanya merasa dirinya lebih banyak ilmu, dan menyalahkan orang lain atas apa yang orang tersebut perbuat, tapi tidak sadar dengan dosanya yang ia perbuat sendiri
Nafisatun Najah
perilaku umi yang tidak mencerminkan apa ya ng ia katakan, iblis pintar dan berilmu tapi tidak punya akhlak dan adab, selalu merasa dan merasa, merasa lebih baik dari orang lain, merasa dirinya paling banyak punya amal baik, merasa dirinya dalam beramal lebih baik dari orang lain, merasa dirinya lebih cerdas dan pintar, merasa dirinya punya banyak ilmu, padahal kalau di telusuri yang sebenarnya amalan atau ilmu tersebut kembali kepada allah
Rohmi Yatun
sakiitnyaa/Sob//Sob//Sob/
Oya-chan
sabar nadia
Uni Wahyuni
perasaan ini novel kok ceritanya menderita terus
NOiR🥀
Penuh pengajaraN setiap chapter.. tahniah 👍
guntur 1609
uminya nadia tahu agama. tapi dia memaksakan ankanya agar berceraim dosa besar dia. yg memisahkan suami dan istrnya
guntur 1609
thor ceritanya kok makin menurun ya. gak seperti cetitamu sebelumnya. knp nafia gak tuntut balik atas dna anaknya daffa. knp kok langsung menterah gtu sj
guntur 1609: ok thor semangat ya...tapi yg paling the best ceritamu penyesalan ayah kembar 4...tu aku suka xx ceritanya
total 2 replies
guntur 1609
itulah orang tuanya nadia gak sadar. kalau Allah SWT membetikan cobaan mereka agar hatinya itu bersih dari sifat dengki dan fitnah
guntur 1609
biarkan. biar langsungvmampus....gak tahu diri. sdh tahu maling malah menghujat dan menyiksa menantu nya yg membetikan dia harta. dasar kakek. laknat
guntur 1609
itulah..org yg mengerti agama. malah dia yg suka menghina atau pandangan buruk sm org lain
guntur 1609
bulshet kau daffa. kalau kau memnag cinta sama nadia. apapun alasanya kau pasti tetap bertahan sm nadia. apapun situasinya. kalau kau menyerah dengan keadaan demi memyelamatkan oernikahan ibu mu. brti cintamu hanya sekedar dimulut saja
guntur 1609
mamanya pun egois...sdh dia dipetlakuakn tdk adil..sanggup dia mengorbankan kehidupan ankanya demi suaminya yg gak ada akhlaknya. dan demi harta
guntur 1609
kok bodoh. hanya demi harta. rela membuang berlian yg betnikai
guntur 1609
itulah buah dari kejahatanmu selama ni dagfa. disaat kau tdk berbuat. kau jadi tertuduh...tapi disaat kau berbuat. kau lupa segalanya...sampai kau tega melukai istrimu sampai berdarah. dan dengan enaknya. kau menyalurkan hasrat binatangmu sm jalang mu. rasakan baru nyahooo...loe sdh jadi barang bekas. semntra istrimu masih ori...
Nur Lizza
semangat thor
Nur Lizza
Alhamdulillah akhrny mereka bahgia sll.
Nur Lizza
selamat y Ats kelahiran bayi kembar cwek ny
Nur Lizza
lsnjut
Nur Lizza
selamat y Ats kehamilan Nadia dn hannna smng sehat2 sll ibu dn clon babby ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!