On IG: @ry_riuu
Ini kisah tentang Seorang gadis bernama Renara Maharani memiliki kemampuan untuk melihat mereka yang tak kasat mata. Kesehariannya di kelilingi oleh nyawa tanpa raga atau sering di kenal sebagai hantu, dimana pun dirinya berada mereka yang tak kasat mata selalu menganggu ketenangan yang dirinya inginkan selama ini.
Percaya atau tidak mereka yang kalian sebut sebagai hantu itu hidup saling berdampingan dengan manusia dan apa kalian merasakan bahwa saat ini disamping kalian ada mereka yang tak kasat mata sedang melihat kalian membaca coretan kisahnya sambil berbisik "Aku ada disini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 33 [MAYAT]
Saat ini Arga, Renara, Daren, Safira, Metta dan Aditya sedang memakan sarapan yang telah di buat oleh Zanna.
"Kalian semalem tidur dimana?" Tanya Zanna yang sudah selesai dengan sarapannya.
"Di tempat tidur Nara." Jawab Safira.
"Emangnya cukup? Kenapa gak suruh Daren sama Adit tidur diluar?" Tanya Zanna.
"Orang Fira sama Tata nya aja udah tidur duluan," Jawab Renara.
"Pantes aja, kalian susah banget buat di bangunin." Ucap Zanna.
"Fira engga gitu bunda," Ujar Safira.
"Sama aja," Ucap Zanna. Sedangkan Renara yang mendengar itu langsung meleletkan lidahnya kearah Safira.
"Kamu juga Ra, tiap hari Senin susah di bangunin, kesambet apa pagi-pagi udah bangun?" Tanya Zanna.
"Gak kesambet, cuman lagi jadi anak baik dulu ma." Jawab Renara.
"Alesan." Ucap Daren.
Ditengah-tengah percakapan tersebut, tiba-tiba saja ada suara deru motor yang sangat Renara.
"Ayo sini Sam makan dulu." Ucap Zanna yang melihat Irsyam masuk kedalam rumah.
"Iya bunda makasih tapi Sam udah sarapan di rumah," Ujar Irsyam.
"Lain kali kalau mau kesini jangan sarapan dari rumah, biar bisa di suapin Nara." Ucap Arga tiba-tiba.
Perkataan Arga mampu membuat Renara salah tingkah di hadapan teman-temannya itu.
"Iya bener banget Kak, tau gak enak nya di suapin?" Tanya Metta. Sedangkan Irsyam yang mendapat perkataan seperti itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Enaknya sampai mau nambah lagi, gak peduli sama diet, gak peduli berapa piring, serius enaknya pake banget." Ucap Metta.
"Kamu duduk dulu aja, sambil nunggu yang lain abis. Nanti berangkat bareng-bareng." Ujar Zanna.
Irsyam yang mendapat perkataan seperti itu melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.
"Gimana Ta? Masih sama yang dulu?" Tanya Zanna.
"Eh, itu, udah engga bunda." Jawab Metta sambil melirik kearah Aditya yang juga sedang menatap Metta.
"Pantesan aja udah jarang curhat ke bunda, jarang dianterin kesini sama dia." Ucap Zanna. Sedangkan Metta hanya tersenyum menanggapi ucapan Zanna.
"Cepetan kesekolah, nanti kesiangan ini udah jam 06.45" ucap Zanna yang melihat jam dinding.
"Nara pergi dulu ma," ucap Renara sambil mencium tangan Arga dan Zanna.
"Fira juga pamit pergi ya," ujar Safira sambil mencium tangan Arga dan Zanna diikuti dengan yang lainnya.
Irsyam yang sedang duduk di ruang tamu itu langsung menghampiri kearah Zanna dan Arga untuk pamit.
"Ayo, berangkat." Ajak Metta antusias.
"Anak satu ini selalu aja heboh." Ucap Zanna.
"Kalau Tata gak gini pasti hening bunda." Ujar Metta yang sedang berada di ambang pintu. Zanna hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Renara langsung naik keatas motor sport milik Irsyam, Safira bersama dengan Daren dan Metta bersama dengan Aditya
Irsyam, Daren dan Aditya melajukan motornya dengan kecepatan standar, melewati kemacetan yang tidak terlalu parah.
...----------------...
10 menit telah berlalu, kini mereka telah sampai di sekolahnya, banyak pasang mata yang menatap kearah mereka semua.
Namun anehnya baru sedikit murid yang datang kesekolah ini, padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul 06.55
"Kok sepi sam?" Tanya Renara sambil turun dari motor Irsyam.
"Mungkin udah pada masuk." Jawab Irsyam.
"Kalau pun udah masuk pasti ada suara berisik." Ucap Renara.
"Ada bahan buat jamkos nih Ra." Ujar Metta sambil berjalan menuju kearah Renara.
"Kayaknya sih," ucap Renara.
"Masuk sana," Ujar Daren.
"Masuk apaan bang, orang murid nya aja ada sedikit, noh liat parkiran guru-guru juga masih kosong." Ucap Renara.
"Nanti coba Abang tanya sama gurunya, *** nya sampai jam berapa, kalian masuk." ujar Daren.
"Ya udah iya." Ucap Renara.
Renara, Metta dan Safira pergi meninggalkan Irsyam, Aditya dan Daren di parkiran.
"Semoga aja jamkos." Ujar Metta.
"Kalau jamkos mau apa?" Tanya Renara.
"Ya makan baso, mie ayam, enakkan?" Tanya Safira.
"Enak, terus kita juga bisa ke ruangan OSIS, yang biasanya di sana Bang Daren sama Bang Adit." Jawab Renara.
"Maunya." Ucap Safira dan Metta kompak.
...----------------...
Sesampainya di kelas, mereka hanya melihat beberapa orang saja, lumayan terhitung jari.
"Gak ada info di grup?" Tanya Renara kepada teman kelasnya yang bernama Clara.
"Gak ada Ra, anak kelas kompak gak bakalan masuk." Jawab Clara.
"Padahal semalem Nara buka ponsel tapi kenapa gak ada ribut-ribut?" Tanya Renara.
"Mereka diskusinya jam 22.00," jawab Calra
"Pantesan aja." Ucap Renara.
"Kayaknya yang kesekolah gak tau info bakalan bolos bareng." Ujar Clara.
"Iya ya, makasih ya infonya La." Ucap Renara.
"Iya sama-sama." Ujar Clara.
Renara langsung duduk di sebelah Safira menyimpan tas nya sembarang arah.
"Ah tau gini gak bakalan sekolah." Ucap Renara.
"Iya, mendingan di rumah tidur." Ujar Metta sambil melipat tangannya untuk menjadikan bantalan.
Namun di saat Renara melamun tiba-tiba saja ada sebuah teriakan yang mempu membuat semua murid di dalam kelas kaget dan ketakutan mendengarnya.
"Mayat!!" Teriak salah seorang siswi dari koridor sekolah.
"Mayat! Tolong! Mayat!" Teriak siswi tersebut.
Renara yang mendengar itu langsung keluar, melihat apap yang terjadi sebenarnya.
"Ra, mau kemana?" Tanya Safira yang melihat Renara keluar bersama murid lainnya.
"Mau liat." Jawab Renara.
"Ikut." Ucap Safira dan Metta kompak saat di kelasnya itu sudah tidak ada siapa-siapa lagi.
Renara meluhat seorang siswi dengan bibir pucat pasi dan dengan tangan yang gemetar.
"Lo duduk dulu, tenangin diri." Ucap Reanra yang melihat siswi itu hampir kehilangan keseimbangannya.
"Ada mayat." Ucap siswi tersebut yang bernama Fani Deviani di name tag nya.
"Oke, Fani tenang dulu ya, tenang." Ucap Renara sambil membawa Fani duduk di tepi koridor.
Sedangkan Fani menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, mengikuti Renara yang menyuruhnya duduk di tepi koridor.
"Santai ya." Ujar Renara sambil mengelus punggung Fani.
Fani menghela nafasnya panjang mencoba untuk menetralkan rasa takut dan gemetarnya itu.
"Nih minum dulu." Ucap Metta yang memberikan botol Tupperware miliknya.
"Makasih." Ujar Fani sambil membawa botol tersebut dengan tangan yang gemetar dan meminumnya.
"Tenangin dulu ya, jangan takut." Ucap Renara.
"Tadi liat apa?" Tanya Safira to the point saat melihat Fani sudah lumayan baik daripada sebelumnya
"Tadi di lapangan ada orang bunuh diri, gelantungan gitu, ada tali di lehernya, matanya melotot, lidahnya melet," jawab Fani.
"Laki-laki? Perempuan?" Tanya Renara.
"Perempuan." Jawab Fani.
Namun di tengah-tengah pembicaraan Fani dan Renara tiba-tiba ada orang yang berteriak lagi soal mayat.
"Mayat!" teriak salah seorang siswi.
Renara langsung melihat banyak sekali murid yang langsung pergi ke lapangan outdoor.
"Panggil bang Daren Fi." ucap Renara. Sedangkan Safira menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan melangkahkan kakinya untuk memberitahu Daren.
"Tata, bawa Fani keruang guru, nanti langsung nyusul Nara ke lapangan outdoor." ujar Renara.
"Iya, Ayo." ajak Metta sambil tersenyum kearah Fani yang masih terlihat ketakutan.
Sedangkan Renara yang melihat Metta dan Safira pergi, Renara pun langsung melangkah pergi ke lapangan untuk melihat yang terjadi sebenarnya.
slm knl y
aku pecinta hl2 yg berhubungan dg alm ghoib
mkny aku snng skli mmbca novel in 🥰🥰🥰
Semoga aja kak Riumi nya baca...
nggak sabar nungguin kelanjutanny nih
emng the best cerita kak riumi.
plus seram 😃
semangat Thor👍💪💪