Kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya tidak membuat Kirania terpuruk dia terus melanjutkan hidupnya seperti sebelumnya.
Hingga saat dia tahu kalau dia hamil dan di usir oleh keluarga angkatnya membuatnya hampir mengakhiri hidupnya. Tapi saat dia mencoba bunuh diri ada seseorang yang menghentikannya dan membuat dia kembali menjalani hidupnya dengan penuh semangat.
Hingga beberapa tahun kemudian dia membuat kesalahan pada atasan di tempat kerjanya dan untuk menebus kesalahannya itu dia dipaksa untuk menikah dengan atasannya itu! bagaimana kelanjutan hidupnya setelah menikah dengan atasannya tersebut apakah bahagia atau menderita?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita waktu itu
...🍀Happy Reading🍀...
"Bagaimana dia bisa pingsan," Tanya Kean sambil mengangkat tubuh Kirania.
"Aku tidak tau kak, saat aku sampai di sini dia sudah tergeletak," Jawab wanita itu mengijinkan Kean menuju ruangannya.
"Cepat kamu panggilkan dokter," Perintah Kean.
"Iya Kak," Wanita itu menurut dan menelpon dokter pribadi keluarganya.
Kean menidurkan Kirania di sofa dia melihat wajah Kirania yang sedang tidak sadarkan itu terlihat sedikit kekhawatiran dari wajah Kean saat melihat Kirania tidak sadarkan diri seperti itu.
"Aku sudah memanggil dokter Revan kak," Kata Wanita itu membuat Kean mengalihkan pandangannya dari wajah Kirania dan kembali memasang wajah datar.
Wanita itu melihat Kirania dengan seksama dia merasa kalau wajah wanita yang tidak sadarkan diri itu seperti familiar dia seperti pernah bertemu dengannya sebelumnya.
"Kenapa aku merasa kalau aku pernah bertemu dengannya ya," Kata wanita itu sambil terus memperhatikan Kirania.
"Kamu tidak mungkin pernah bertemu dengannya selama ini kamu tinggal di Moskow dan baru kembali lagi beberapa minggu ini," Kata Kean pada wanita itu.
"Beneran aku merasa pernah bertemu dengannya sebelumnya tapi dimana ya," Kata wanita itu sambil berusaha mengingat.
Kean tidak menjawab lagi perkataan wanita itu dia duduk di kursi kerjanya dan wanita itu duduk di sofa yang ada didekat Kirania.
Pintu ruangan Kean diketuk dari luar dan Kean pun mempersilahkan masuk kepada orang yang mengetuk pintu ruangannya.
"Permisi tuan dokter Revan sudah datang," Kata Nikko saat membuka pintu ruangan Kean dan mempersilahkan dokter itu masuk.
"Periksa dia," Perintah Kean datar kepada dokter Revan.
"Baik tuan," Jawab dokter Revan dia mulai memeriksa keadaan Kirania.
"Nona ini sepertinya tidak menjaga pola makannya dengan baik ditambah kelelahan hingga akhirnya daya tahan tubuhnya menurun dan jatuh pingsan," Jelas dokter Revan kepada Kean.
"Apa ada masalah yang lain lagi yang lebih serius?" Tanya Kean.
"Untuk saat ini tidak ada tuan tapi kalau ini dibiarkan dan kebiasaan tidak menjaga pola makan dengan baik akan berakibat buruk pada kesehatan lambung dan ususnya," Jawab dokter Revan.
"Terus apa yang harus dilakukan sekarang?" Tanya Kean lagi.
"Sebaiknya setelah sadar nona ini harus segera makan dan minum obat yang sudah saya siapkan dan sebaiknya mulai sekarang harus mengontrol makannya dengan makan secara teratur dan banyak makan buah-buahan dan sayuran jangan terlalu banyak memakan makanan yang terlalu pedas," Jelas dokter Revan lagi.
"Baiklah aku sudah mengerti, Nikko antarkan dokter Revan ke luar," Kata Kean.
"Baik tuan, silahkan dokter," Kata Nikko pada dokter Revan.
"Baiklah kalau begitu saya permisi tuan, nona," Pamit dokter Revan kepada Kean dan wanita itu.
"Iya dok terima kasih ya dok," Jawab wanita itu tersenyum ramah kepada dokter Revan.
Setelah itu dokter Revan pergi dari sana di antar oleh Nikko sampai ke depan lift.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku kenapa kamu kesini?" Tanya Kean santai kepada wanita itu.
"Aku bosan kak di rumah terus jadi aku memutuskan untuk main ke sini," Kata wanita itu manja.
"Bukankah di rumah banyak pelayan kenapa kamu bisa bosan," Kata Kean.
"Pelayan 'kan hanya membersihkan rumah tidak setiap waktu ngobrol sama Katya kak," Kata wanita yang ternyata bernama Katya.
"Terus kenapa kamu tidak pergi berbelanja atau jalan-jalan saja seperti biasanya," Kata Kean.
"Males Kak aku mau main kesini karena sudah lama aku tidak kesini," Kata Katya.
Obrolan mereka terhenti saat mendengar lenguhan dari Kirania, Kirania mulai membuka matanya dan melihat sekeliling dia langsung membangunkan tubuhnya secara tiba-tiba saat tahu sedang berada dimana.
"Pelan-pelan bangunnya nanti kepala kamu pusing lagi," Kata Katya ramah kepada Kirania.
"Maaf saya merepotkan anda tuan," Kata Kirania merasa tidak enak kepada Kean.
"Sudah tau merepotkan kenapa harus pingsan segala di saat jam kerja, apa kamu sengaja mencari perhatianku dengan pingsan saat jam kerja seperti ini," Kata Kean dingin.
"Maafkan saya tuan, saya benar-benar tidak sengaja saya tidak tau kenapa saya bisa pingsan," Kata Kirania berdiri dan menunduk kepalanya.
"Kamu tau saat kamu pingsan saya sedang bersama para klien saya! apa yang akan mereka pikirkan nanti saat tau sekertaris saya pingsan disaat jam kerja, mereka akan mengira saya atasan yang tidak baik pada karyawannya," Kata Kean dengan nada yang tidak enak di dengar.
"Sekali lagi saya mohon maaf tuan saya janji kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali," Kata Kirania yang masih menundukkan kepalanya.
"Sudah jangan terlalu didengarkan omongan kakakku itu, sebaiknya kita ke dapur untuk makan bersama, di dapur masih banyak makanan 'kan," Katya menarik tangan Kirania tanpa persetujuan Kean dia menarik tangan Kirania ke dapur.
Setelah itu dia menyuruh Kirania duduk di kursi yang ada di dapur dan dia pun ikut duduk di depan Kirania.
"Apa yang mau kamu makan?" Tanya Katya kepada Kirania.
Kirania menatap wanita yang berbicara padanya itu dia seperti pernah bertemu dengan wanita cantik didepannya ini.
Dan Kirania ingat wanita ini yang membantunya memijat leher belakangnya saat dia muntah dulu sewaktu di toilet Restoran Radit.
"Anda," Kata Kirania kepada Katya.
"Apa? apa kamu juga merasa kalau kita pernah bertemu sebelumnya, aku juga merasa kita pernah bertemu tapi aku tidak ingat dimana dan kapan," Kata Katya.
"Di toilet Ramana Restoran tujuh tahun lalu," Kata Kirania menyebutkan nama Restoran Radit tempatnya bekerja dulu dia tersenyum kepada Katya.
Mendengar perkataan Kirania, Katya mencoba mengingat kembali dan dia pun ingat kalau dia pernah membantu Kirania saat sedang muntah-muntah di kamar mandi Restoran tempatnya makan siang.
"Oh iya aku ingat sekarang, kamu wanita itu dulu kita tidak sempat berkenalan, kenalin nama aku Katya Amra Gaharu adik dari Kean Putra Gaharu," Katya memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya.
"Nama saya Kirania Nerissa senang bertemu lagi dengan anda nona," Kirania membalas uluran tangan Katya.
"Aku juga senang bertemu lagi dengan mu, kamu sudah lama bekerja dengan kakakku?" Tanya Katya.
"Baru beberapa bulan nona," Jawab Kirania.
"Jangan panggil nona panggil katya saja, umur kita sepertinya sama," Kata Katya.
"Tidak bisa nona anda adalah adik dari tuan Kean itu berarti anda atasan saya juga," Kata Kirania formal.
"Baiklah terserah kamu saja, sebaiknya sekarang kamu makan dulu, kata dokter kamu tidak menjaga pola makan kamu dengan benar di tambah kelelahan jadi pingsan tadi, sekarang makan dulu aku juga sudah lapar," Katya berbicara tanpa henti sambil tangannya mengambil makanan ke piring untuk dimakannya.
Sementara Kirania makan dengan canggung karena dia harus makan satu meja bersama dengan adik dari atasannya itu.
Dia tidak menyangka ternyata wanita cantik yang membantunya tujuh tahun lalu adalah adiknya Kean.
Kirania merasa skenario tuhan memang tidak bisa diduga, tujuh tahun lalu dia mengalami kejadian nahas itu dan tujuh tahun lalu juga dia bertemu dengan Radit dan Azri yang sama-sama menolongnya dan ternyata mereka berdua adalah saudara.
Dan sekarang dia dipertemukan kembali dengan orang yang membantunya tujuh tahun lalu dan dia adalah adik dari atasannya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
"Tuhan scenario apa lagi yang telah engkau sediakan untukku dimasa depan," Kata Kirania dalam hatinya.
"Oh iya jadi waktu itu kamu beneran hamil atau tidak?" Tanya Katya.
Kirania hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara dan memakan makanannya.
"Jadi kamu sudah menikah? kenapa kamu harus repot-repot bekerja kalau sudah menikah biarkan suami kamu saja yang bekerja," Kata Katya.
"Saya belum menikah," Jawab Kirania apa adanya.
"Oh maaf aku kira kamu sudah menikah," Kata Katya.
"Tidak apa-apa," Jawab Kirania. Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan antara mereka hingga mereka selesai makan.
Kirania membereskan meja dan mencuci piring dan gelas bekas makan mereka, sementara Katya sudah lebih dulu kembali ke ruangan Kean.
.
.
.
.
.
.
.
...☘Bersambung☘...
NOTE: Katya adalah wanita yang di ceritakan di bab 8 yang berjudul Hamil.
Kira-kira bagaimana reaksi Katya saat tau Kean akan menikahi Kirania mendukung atau menentang🤔
Jangan pernah bosan untuk kasih Like dan Komentarnya ya semuanya 🙏