NovelToon NovelToon
Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Seina dan Sora adalah saudari kembar yang dibuang oleh orang tua kandung mereka. Takdir membawa Seina diadopsi keluarga kaya, sementara Sora tumbuh dalam kemiskinan.

Diliputi iri hati, Sora berusaha merebut kehidupan adiknya. Namun, ambisinya berakhir tragis. Seina pun tewas setelah diracuni oleh kakaknya.

Ketika waktu berputar kembali, Seina memilih menyerahkan semua yang dulu menjadi miliknya.

"Kalau memang itu yang kau inginkan... ambillah semuanya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Seina memang anak kandungku."

Nada suaranya terdengar tegas. Ia tidak ingin putrinya tumbuh dengan cap sebagai anak pungut dan menjadi bahan gunjingan orang-orang desa.

Untungnya mereka baru beberapa tahun tinggal di Desa S sehingga tidak banyak yang mengetahui masa lalu keluarga mereka.

Bibi Enda segera sadar bahwa dirinya telah salah bicara.

"Aduh... maaf. Aku memang suka asal bicara. Tapi kalau diperhatikan baik-baik, wajah Seina memang mirip sekali dengan kelima kakaknya."

Suasana yang sempat canggung akhirnya kembali mencair.

Bibi Enda buru-buru mengalihkan pembicaraan.

"Mira, kudengar kau bekerja di Kediaman Keluarga Sia. Apa benar rumah mereka semegah yang sering diceritakan orang?"

Mereka pun terus mengobrol hingga kereta tiba di Kota.

Setelah berpamitan dengan para penumpang lain, Mira menggandeng tangan Seina menuju Kediaman Keluarga Sie.

Saat melewati seorang penjual lukisan gula, Seina tanpa sadar berhenti melangkah.

Matanya terpaku pada berbagai bentuk hewan yang terbuat dari gula berwarna keemasan.

Mira tersenyum.

"Seina, pilih saja satu. Ibu akan membelikannya untukmu."

Seina buru-buru menggeleng.

"Tidak usah, Bu. Terlalu manis. Lagi pula lengket."

Meski tubuhnya kini baru berusia enam tahun, jiwanya tetaplah seorang wanita dewasa.

Bagaimana mungkin ia meminta jajanan kepada orang tuanya seperti anak kecil?

Di kehidupan sebelumnya ia memang pernah melihat lukisan gula semacam itu, tetapi belum pernah menyaksikan proses pembuatannya. Rasa penasarannya tadi muncul begitu saja.

Walau begitu, Mira tetap membelikannya satu.

Seina akhirnya memilih lukisan gula berbentuk kelinci kecil.

Sambil menggenggam permen itu, ia mengikuti Mira memasuki Kediaman Keluarga Sia melalui pintu samping.

Belum sempat mereka melangkah jauh, seorang pelayan perempuan berlari menghampiri.

"Kak Mira! Syukurlah akhirnya Kakak datang! Nyonya Tua sedang marah besar. Banyak pelayan sudah dimarahi bahkan dipukul."

Mira menarik lengannya pelan.

"Kalau Nyonya Tua sedang marah, bukankah kalian tinggal menenangkannya? Kenapa malah mencariku?"

Pelayan bernama Yumi itu hampir menangis.

"Kak Mira, tolonglah. Nyonya Tua hanya mau dimandikan oleh Kakak. Beliau juga hanya mau makan sarapan buatan Kakak. Kami semua benar-benar tidak sanggup."

Melihat wajah panik gadis itu, hati Mira pun melunak.

"Baiklah. Ayo kita ke sana."

Namun baru beberapa langkah berjalan, Yumi baru menyadari ada seorang gadis kecil yang terus menggenggam tangan Mira.

Ia mengernyit heran.

"Kak Mira... anak siapa ini?"

"Putriku." Jawaban Mira begitu singkat, tetapi cukup membuat Yumi tertegun.

'Bukankah selama ini Kak Mira hanya memiliki lima orang putra? Sejak kapan muncul seorang putri?'

Yu Ming mengerutkan kening.

"Kak Mira, kita ke sini untuk melayani Nyonya Tua, bukan membawa anak bermain. Apa pantas membawa gadis kecil ke dalam kediaman?"

Wajah Mira langsung berubah dingin.

"Memang tidak pantas."

Usai berkata demikian, ia menggenggam tangan Seina dan berbalik meninggalkan Yumi.

Yumi panik hingga menghentakkan kaki.

"Kak Mira! Salah jalan! Halaman Nyonya Tua bukan ke sana!"

Namun Mira sama sekali tidak menggubrisnya. Barulah Yumi sadar bahwa kata-katanya tadi telah menyinggung perasaan Mira.

Mira menunduk menatap putrinya.

"Seina, selama di sini jangan berlarian. Tetap di samping Ibu, mengerti?"

Seina mengangguk patuh. "Baik, Bu."

Tentu saja ia mengerti maksud ibunya. Kediaman keluarga besar seperti Kediaman Keluarga Sia menyimpan terlalu banyak rahasia.

Di balik kemewahan yang terlihat dari luar, intrik dan pertumpahan darah bisa terjadi kapan saja.

Dengan tubuh anak berusia enam tahun seperti sekarang, semakin sedikit ia melihat, semakin aman dirinya.

Mira memang bukan pelayan tetap.

Ia hanya bekerja harian, mengerjakan berbagai pekerjaan kasar seperti mencuci pakaian dan membantu pekerjaan dapur ketika tenaga di Kediaman Keluarga Sia sedang kurang.

Mereka melewati beberapa lorong panjang sebelum tiba di sebuah halaman luas.

Bahkan sebelum memasuki halaman, suara obrolan para pelayan sudah terdengar dari kejauhan.

Begitu melangkah masuk, Seina melihat puluhan perempuan sedang duduk di bangku kecil sambil mencuci pakaian.

Tangan mereka bergerak cepat, tetapi mulut mereka juga tak berhenti mengobrol.

Seorang pelayan mendongak dan melihat Mira datang bersama seorang gadis kecil.

"Kak Mira, anak perempuan siapa itu?"

Seketika semua mata tertuju kepada Seina.

Mira tersenyum tipis dan berkata, "Putriku. Namanya Seina."

Seperti sebelumnya, ia kembali menjelaskan bahwa putrinya selama ini dititipkan kepada keluarga dari pihak ibunya karena kesibukan mengurus lima anak laki-laki.

Baru kemarin ia berhasil membawanya pulang.

Mendengar penjelasan itu, para pelayan langsung ramai memuji.

"Ya ampun, cantik sekali."

"Pantas saja wajahnya mirip dengan kakak-kakaknya."

Suasana halaman mendadak menjadi riuh. Tidak semua orang di tempat itu merupakan pelayan tetap.

Sebagian, seperti Mira, hanyalah pekerja harian yang dipanggil ketika tenaga di kediaman sedang kurang.

Penghasilannya memang kecil dan tidak menentu.

Sebaliknya, pelayan tetap adalah orang-orang yang telah menjual diri kepada keluarga Sia melalui kontrak. Upah mereka lebih stabil, tetapi kebebasan mereka nyaris tidak ada.

Mira mengambil sebuah bangku kecil untuk Seina.

"Nak, duduklah di sini. Jangan ke mana-mana."

"Baik, Bu."

Setelah memastikan putrinya aman, Mira mulai mencuci pakaian seperti biasa.

Sementara itu, Yumi kembali ke halaman belakang tempat Nyonya Tua tinggal dengan wajah masih kesal.

Melihat Yumi datang sendirian, Cilia, kepala pelayan yang melayani Nyonya Tua, langsung bertanya, "Mana Kak Mira?"

Yumi mendengus. "Dia tidak mau datang."

Cilia langsung mengernyit.

"Jangan asal bicara. Kak Mira bukan orang seperti itu."

Yumi pun menceritakan seluruh kejadian.

Setelah mendengar semuanya, Cilia hanya menghela napas.

"Dia cuma membawa seorang anak kecil. Biarkan saja."

"Tapi... aturan di Kediaman Sia melarang orang luar masuk ke halaman belakang. Kalau anak itu tanpa sengaja menyinggung tamu penting, kita semua bisa dihukum."

Cilia menggeleng pelan.

"Aturan memang penting. Tapi manusia juga punya hati."

"Ibu mana yang tega meninggalkan anak kecil sendirian?"

"Lagipula, Kak Mira berasal dari keluarga baik-baik. Dia berbeda dengan kita yang sejak kecil sudah menjadi pelayan."

Cilia lalu menatap Yumi.

"Kalau penyakit kepala Nyonya Tua kambuh, apa kamu bisa mengurutnya?"

Yumi terdiam.

"Kalau beliau menolak makan, apa kamu bisa membujuknya?"

Yumi kembali tidak mampu menjawab.

"Pada akhirnya kita tetap harus memanggil Kak Mira."

Setelah berkata demikian, Cilia segera berjalan menuju halaman tempat Mira bekerja.

1
Dewi Habibah
lanjut 😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Sri Rejeki rahayu
bagus .itulah arti sebuah keluarga sesungguhnya .saling membantu .oh ya aku menumpang promosi 2 cerita takdir yg direnggut da transmigrasi .mungkin awalnya jelek tp bacalah sampai setengahnya bagus apa tidaknya itu terserah kalin .dan juga aku baru pertama kali menulisnya .maaf kalau ada salah kata mohon dimaklumi ya.trims banyak🙏
Sekar
bukanya keluarga sia ya?
aku
🌹 semangat tor 💪🏻
aku
jangan ditebas dulu kepala livia ya adrian, bikin ngesot gk bisa jalan aja klo dy nurutin usulan kk sm ortunya 😁😁 sekalian anak kedua yg usul bkin cacat. jadika rakyat jelata kluarga sia 🤣🤣 seru 🤣🤣
seno
karya nya bagus
cerita nya juga seru
aku
tor 😭 typo masih 😌
aku
pratama tor 😭 kukira aq salah baca ternyata typo 😭😭
aku
gk jd putri kesayangan malah bru ktemu dh jd target permusuhan 🤣
aku
seina apa sora 😭😭 alamak bingung 😌😁
Sekar
ckckck dasar pickme
Sekar
lanjut thor💪💪
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
wajahnya mc seperti apa ya Thor! 🍯
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kali ini aku ajkan baca perlahan perlahan 💓
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
akhirnya 🍯💓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!