NovelToon NovelToon
Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Contest / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:487.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sella.Sung

Lusia, seorang gadis pekerja keras yang manghabiskan seluruh waktunya hanya untuk bekerja demi keluarga kecilnya. Bagi orang sepertinya yang belum pernah menikmati indahnya memiliki kekasih, pergi berkencan adalah hal mewah yang harus ia relakan. Tak jarang perasaan iri mengusiknya setiap kali melihat sepasang kekasih saling berbagi kasih duduk mesra di Cafe tempatnya bekerja.

“Akankah ada pria yang akan menggenggam tanganku suatu saat nanti?”.

Berbanding terbalik dengan Rayn, seorang pelukis dengan nama pena Lotus. Rayn menderita Haphephobia akibat trauma kecelakaan yang pernah dialaminya. Ketakutan dan kecemasannya akan sentuhan orang lain memaksanya untuk hidup sendiri dan tidak pernah membiarkan orang lain menyentuhnya.

“Mustahil bagi seseorang untuk hidup sendiri tanpa kontak fisik dengan orang lain seumur hidupnya, tapi itulah hidup yang harus aku jalani.”

Bagaimana jadinya jika mereka bertemu dan harus tinggal satu rumah?


NOTE :
✅ Update setiap Minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sella.Sung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 - Mabuk

Kelvin dan Lusia telah sampai di sebuah restauran bbq yang dimaksud David. Di dalam, David sudah duduk disana dan tersenyum melihat kedatangan keduanya. Bersamaan Lusia dan Kelvin duduk berhadapan dengan David.

“Kalian sudah datang” sapa David dengan tersenyum.

Kelvin dan Lusia bersamaan hanya mengehela nafas panjang memandang David. Keduanya saling menatap satu sama lain lalu mereka kembali memandang David.

“Apa Reisa mencampakanmu?" tanya Kelvin.

“Hust, jaga ucapanmu” sahut Lusia dengan memukul bahu Kelvin seketika mendengar pertanyaan Kelvin.

“Lalu, apalagi yang membuatnya sampai seperti ini jika bukan urusan percintaan” sahut Kelvin memandang pilu sahabatnya yang sudah mabuk.

“Kenapa kalian berdua kemari?" tanya David dengan wajah sok polos.

“Karena kau yang memintanya” jawab Kelvin dan Lusia secara bersamaan dengan nada tinggi kepada David.

“So, kenapa kalian justru memamerkan kemesraan jika datang untuk menghiburku?” tanya David dengan wajah kesal.

“Wah, otaknya benar-benar sudah miring. Darimana dia mendapatkan gambaran mesra diantara kita?” tanya Lusia. “Sudah, jangan hanya diam. Lebih baik segera kita pulangkan dia kembali ke habitatnya” lanjut Lusia kepada Kelvin.

“Dia bahkan tidak menjawab panggilanku” celetuk David dengan nada serius lalu meneguk segelas minuman keras.

Lusia hanya melongo memandang David tanpa jedah meneguknya hingga habis. Ia juga tidak percaya jika penyebab David mabuk benar-benar karena Reisa. Reisa adalah sahabat baikya, Reisa selalu terbuka kepada dirinya jika soal hubungannya dengan David. Jadi, sangat tidak mungkin dia tidak tahu apa-apa jika sedang terjadi seuatu dengan keduanya.

“Aku akan mencoba menghubungi Reisa sekarang” ucap Lusia meraih ponselnya langsung melakukan panggilan.

Namun David langsung merampas ponsel Lusia “Dia…, dia tidak akan menjawabnya” ucap David menggelengkan kepalanya berulang kali.

“Kenapa denganmu, aku harus memberitahunya jika kau…” ucap Lusia belum sampai menyelesaikan ucapannya sudah ditahan oleh Kelvin. David langsung mematikan panggilan yang tanpa mereka sadari sudah dijawab oleh Reisa.

“Saat ini kita urus saja dia, kau bisa bicarakan nanti dengan Reisa” jawab Kelvin berdiri berusaha meraih tubuh David membantunya berdiri untuk pulang.

David menolak dan berteriak “Dia sudah tidak jujur padaku. Kenapa dia berbohong kepadaku? Itu yang ingin ku tanyakan kepadanya” ucapnya kepada Kelvin dengan menunjuk Lusia lalu kembali duduk. Teriakan David mencuri perhatian pengunjung lain yang sontak menatap ke arah Lusia. Semua memandangnya seolah David sedang bercekcok dengan Lusia.

Lusia toleh kiri kanan dengan tawa canggung “haha, itu bukan aku” ujarnya kepada pengunjung yang sudah salah menduganya.

“Apa aku melakukan kesalahan?" tanya David memandang serius kepada Lusia.

“Akan aku tanyakan nanti kepadanya. Mari kita pulang saja dulu” jawab Lusia.

“Katakan apa salahku? Kenapa kau menghindariku? Aku tak pernah menutupi apapun darimu. Aku akan selalu menerimamu apa adanya dan aku tidak peduli dengan yang lainnya. Tapi..., tapi kenapa kau lakukan itu kepadaku? Why?” David tidak berhenti memberondong pertanyaan kepada Lusia. Lusia hanya tidak bisa berkata apapun karena ia masih belum tau apa yang terjadi antara David dengan Resia sahabatnya.

Tindakan David justru membuat pandangan orang disekitar mereka semakin yakin jika David dan Lusia sedang bermasalah. Sesekali Lusia memberi kode kepada Kelvin untuk segera membawa pulang David. Jika diteruskan maka dirinya akan semakin disalah pahami.

“Aku mengerti perasaanmu, kita bisa bicarakan lagi nanti” bujuk Lusia kepada David.

“Haha, kau bahkan tidak bisa menjawab" sahut David.

"Jawaban apa yang bisa kuberikan sementara aku bukan Reisa" ucap Lusia dalam hati.

"Kau harus menjawabnya” perintah David lalu tidak sadarkan diri di meja.

“Ok” sahut Lusia lalu meminta Kelvin segera membopohnya. “Aku merasa seperti Dejavu” lanjut Lusia melihat Kelvin menggendong David dipunggungnya. Ia teringat dulu David juga melakukan ini saat Kelvin mabuk.

"Sepertinya tugasku disini hanya untuk melakukan ini, harusnya aku sudah punya feeling kenapa dia meneleponku" gerutu Kelvin sambil berusaha memposisikan diri menggendong David.

Lusia hanya tersenyum sembari merapikan tas dan barang-barang David dengan terburu-buru karena Kelvin sudah jalan lebih dahulu.

“Duk...!”

Lusia tidak sengaja menabrak kursi yang diduduki oleh seorang pria bertopi dengan mengenakan masker. “Maaf” ucap Lusia. Pria itu hanya menunduk dan memalingkan muka sembari menurutkan topi seolah sengaja untuk menutupi wajahnya.

Lusia sepintas merasa aneh dengan reaksi pria itu. Namun ia mengabaikan perasaannya dengan kembali meminta maaf lalu pergi.

Kelvin dan Lusia membawa David ke apartemen milik Kelvin. Sampai di parkiran Lusia membantu Kelvin untuk membawa David. Namun tiba-tiba sebuah kendaraan menghampiri mereka dan berhenti tepat di sebelah mobil Kelvin.

Keduanya terhenti sejenak setelah melihat seorang pria turun dan memanggil nama Lusia. “Nona Lusia” ucapnya usai membuka pintu.

“Arka? Bagaimana kau bisa ada disini?” tanya Lusia melihat Arka dan ia baru menyadari jika itu adalah mobil Rayn.

“Tuan muda Rayn ada di mobil” jawab Arka mempersilahkan Lusia masuk mobil.

“Kau mengenalnya?" tanya Kelvin dengan menatap tajam wajah Arka.

Rayn keluar dari mobil mendekati Lusia, namun masih menjaga jarak karena ada Kelvin di sebelah Lusia.

“Bisakah kita kembali sekarang? Ini sudah teralu larut” ucap Rayn.

“Apa yang membawamu kemari, kau mengikutinya?” Tanya Kelvin.

“Sangat aneh jika kau menyebutnya dengan mengikutinya, lebih tepatnya aku mengkhawatirkannya” jawab Rayn.

“Jika melihat situasinya, seorang gadis dibawa ke sebuah apartemen oleh dua pria yang bahkan salah satunya tampak sangat mabuk berat. Menurutmu siapa yang harus aku percayai” ucap Rayn dengan memandang sinis ke arah David yang tidak sadarkan diri.

“Meskipun kau ingin mengatakan ini hanya salah paham, aku tidak peduli. Karena aku akan tetap bertindak atas apa yang aku lihat” lanjut ucap Rayn melihat Lusia terlihat ingin menjelaskan sesuatu.

“Aku hanya membantu mengantarnya” sahut Lusia.

“Jika begitu, tugasmu sudah selesai. Aku bisa meminta Arka untuk membantu dia sekarang. Lagi pula gadis mungil sepertimu juga tidak akan bisa membantu”ucap Rayn.

“Arka, kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" lanjut Rayn memberi perintah kepada Arka untuk membantu Kelvin. Arka menunduk mematuhi perintah Rayn.

“Lupakan, aku bisa melakukannya sendiri” sahut Kelvin menolak bantuan Arka dengan wajah yang tampak tidak senang.

“Pulanglah dengannya, aku akan memberimu kabar jika ia sudah baik-baik saja” lanjut ucap Kelvin kepada Lusia lalu pamit masuk dengan mengendong David.

Lusia kembali dengan Rayn dan Arka. Sebelum kembali ke Villa, Lusia meminta izin Rayn untuk mampir ke rumah kost Reisa dahulu. Lusia sangat khawatir dengan Reisa.

Sesampainya di rumah kost ternyata Reisa tidak ada di sana. Lusia terus berusaha menghubungi Reisa, namun Reisa tidak menjawab panggilannya.

Tidak lama Reisa menghubungi Lusia. “Kau menghubungiku? Ada apa?” tanya Reisa dalam panggilan dengan Lusia.

“Reisa, kau baik-baik saja?” tanya Lusia.

“Oh, aku baik-baik saja” jawabnya.

Reisa mengatakan jika saat ini dia sedang pulang mengunjungi neneknya karena neneknya sedang merindukannya. Lusia menanyakan apakah hubungannya dengan David baik-baik saja.

“Ah, memang ada sedikit masalah tapi jangan khawatir” jawabnya.

“Kau yakin? Tapi...” ucap Lusia belum sampai ia menyelesaikan ucapannya sudah dipotong Reisa.

“Jangan khawatir, ia marah karena cemas saja. Itu karena aku tidak mengatakan jika pergi ke rumah nenekku. Istirahatlah, sudah malam” potong Lusia lalu mematikan panggilannya.

Reisa menutup telepon dengan wajah penuh rasa bersalah karena sudah berbohong kepada Lusia. Dirinya saat ini tidak sedang pergi ke rumah neneknya melainkan masih berada di sekitar rumah kost. Bahkan ia melihat Lusia meninggalkan rumah kost dan masuk kedalam mobil Rayn.

Di dalam mobil Lusia hanya diam menatap jalanan yang ia lewati. “Apa semuanya baik-baik saja?” tanya Rayn.

“Oh , iya” jawab Lusia singkat lalu mengalihkan membahas yang lain.

“Tunggu, bagaimana dengan mobilku di Cafe? Dan apa kalian benar-benar mengikuti diriku?” tanya Lusia dengan tatapan curiga kepada Rayn dan Arka yang sedang mengemudi.

Ryan tidak menjawab pertanyaan Lusia, ia justru meraih tangan Lusia dan menggenggamnya. “Jangan khawatirkan soal mobil. Hari ini cukup melelahkan. Bisakah kau membiarkan aku istirahat sejenak dan bangunkan aku saat kita sudah sampai” ucapnya lirih lalu memejamkan matanya.

Lusia hanya terdiam melihat sikap Rayn. Ia menatap ke depan memandang Arka yang bersamaan juga melihat kebelakang dari kaca spion. Lusia menaikan alisnya seolah memberi kode bertanya, namun Arka pura-pura tidak paham dan kembali fokus ke depan.

***To Be Continued***

1
Maulida
lanjut kak
Hazmin Min
menarik...
fysia gunawan
suka alur dna gaya penulisannya. typonya hampir tidak ada
Rara Kusumadewi
Kelvin apa rayn ya yg Diam diam cinta sama lusia
Rara Kusumadewi
MC cowoknya malah tak keluar" nih gimana...malah Kelvin yg muncul terus...huuft
fysia gunawan
saya sudah sempat uninstall app ini, karena tidak menemukan cerita yg benar2 pas dgn selera saya. tapi karena satu buku ini saya masih penasaran dan akhirnya install lagi.
hebatnya bahkan setelah saya tinggal sekian lama saya masih ingat cerita dan tokoh2nya

salut buat author, penuturannya pasti betul2 dipikirkan dan ditulis dalam mood yg baik dan stabil jadilah literasi yg baik. jadi buat para readers jangan suka desak2 author utk rajin update, krna hasil karya yg baik tidak dibuat tergesa-gesa
Ashley: Terima kasih banyak kak atas dukungannya.

Saya pun juga sempat hiatus sangat lama bahkan hampir satu tahun karena real life saya. Namun, kini saya akan menyisihkan waktu, meskipun hanya 1 hari waktu libur yang saya miliki dalam seminggu untuk menulis.

Saya adalah Newbie dalam bidang ini yang berawal dari hobi. Bahkan, pada dasarnya saya sungguh tidak memiliki basic kemampuan menulis. Namun, saya ingin dan akan belajar menulis dengan baik.
total 1 replies
Vie viet Ks
selalu menunggu
Vie viet Ks
kirim vote biar semangat kak ....😍
skz_0428
akhirnya update juga setelah sekian purnama
💐Lusi81
awal cerita yg menarik 🙂
𝐙⃝🦜Md. Wulan ᵇᵃˢᵉ༄⃞⃟⚡
visualnya Dady tang aku suka😘
Vie viet Ks
akhirnyaaa kau kembali thor .... sampai hampir lupa ceritanya
Elvi Na
bagus
Isnaini Neny
thor tlong ceritanya di sambung dong,,, sdh smpe slesai lebaran tpi ceritanya blm update juga... ???
Yupita Berti
cerita nya bagus
Arvino Syafier Maulana
ini up nya tiga bulan sekali yaa thor padahal cerita nya bagus...
Moms Wirda
mungkin orang yg membunuh ibu nya Rayn mengira kalau Rayn adalah micky dan berniat membunuh nya
Isnaini Neny
rayn blm mydari klo dia skrng sdh smbuh,kasian micky...😥 akhirnya author update juga,,, ternyata nggu thn baru dulu ya?
Ella Fatur Rohman
selamat tahun baru thor aku Ampe kangen nunggu kelanjutan ini Rayn jangan terlalu keras sama Mickey kasian moga authornya up lg🤗
Isnaini Neny
sdh mau thn baru tpi blm ada kelanjutan nih... 😞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!