NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Lin Liu terbangun dengan seluruh badan terasa kaku. Sinar matahari pagi menerobos celah gorden tipis kamar kosnya yang berukuran tidak lebih dari tiga kali tiga meter, menerangi debu yang beterbangan pelan di udara. Dia meringis saat mencoba duduk, tulang rusuknya masih terasa nyeri setiap kali dia menarik napas dalam.

"Sialan... sakit sekali," gerutunya, sambil meraba lebam di pipinya yang sudah mengering.

Baru saja dia hendak berdiri untuk mencuci muka, layar biru itu muncul lagi, melayang tepat di depan matanya, membuatnya kaget setengah mati sampai terjengkang duduk kembali di kasur tipisnya.

...[SELAMAT PAGI, HOST. KONDISI FISIK TELAH STABIL 62%.]...

...[SISTEM AKAN MENJELASKAN MEKANISME UTAMA.]...

Lin Liu mengusap wajahnya, masih setengah tidak percaya bahwa kejadian semalam bukan mimpi. "Oke... oke, aku dengarkan. Jelaskan."

...[SISTEM DISKON BEKERJA MELALUI MISI. SETIAP MISI YANG DISELESAIKAN AKAN MEMBERIKAN HOST SEBUAH KARTU DISKON.]...

...[KARTU DISKON DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MEMOTONG HARGA PADA TRANSAKSI TERTENTU, DENGAN SYARAT DAN BATASAN YANG BERLAKU.]...

Lin Liu mengerutkan kening. "Kartu diskon? Maksudnya seperti diskon belanja begitu? Terus itu bisa aku pakai untuk membayar utangku, bukan?"

...[STATUS: TIDAK DAPAT DIKONFIRMASI SEPENUHNYA. PENGGUNAAN KARTU DISKON TERBATAS PADA TRANSAKSI YANG DIAKUI SISTEM SEBAGAI "PEMBELIAN SAH". HOST DISARANKAN MENCARI TAHU SENDIRI BATASANNYA.]...

"Apa sih, jawabannya tidak jelas begitu," Lin Liu mendengus kesal, tapi tidak ada gunanya juga marah-marah pada sebuah sistem yang bahkan tidak punya wujud. "Sudahlah, terus misi pertamaku apa?"

Layar itu berkedip sebentar sebelum menampilkan sebuah kotak baru dengan garis tepi keemasan.

...[MISI DITERIMA: "MODAL AWAL"]...

...[DESKRIPSI: KUMPULKAN UANG SEBESAR Rp500.000 DALAM WAKTU 3x24 JAM MELALUI CARA YANG SAH.]...

...[HADIAH: KARTU DISKON 10%]...

...[WAKTU TERSISA: 71:59:56]...

Lin Liu menatap angka waktu yang terus berjalan mundur itu dengan raut wajah campur aduk antara panik dan tidak percaya. "Tiga hari? Kau bercanda? Aku bahkan tidak punya pekerjaan tetap, badanku masih remuk, dan kau menyuruhku mengumpulkan lima ratus ribu dalam tiga hari?"

...[SISTEM TIDAK BERCANDA, HOST. KEGAGALAN MENYELESAIKAN MISI TIDAK AKAN MEMBERIKAN HUKUMAN LANGSUNG, NAMUN KESEMPATAN MISI AKAN HILANG.]...

Lin Liu menghela napas panjang, menggosok wajahnya dengan kedua tangan. Uang lima ratus ribu memang tidak seberapa dibandingkan utang lima puluh juta yang menggantung di kepalanya, tapi setidaknya itu bisa jadi awal, bisa untuk makan dan bertahan hidup beberapa hari ke depan.

"Sudahlah, aku coba," katanya akhirnya, bangkit dari kasur meskipun badannya masih protes keras. Dia mengganti bajunya yang kotor dan robek dengan kaus lain yang agak lebih layak, satu-satunya yang belum dia jual ke tukang loak bulan lalu.

Begitu keluar dari gang sempit tempat kosnya berada, Lin Liu berjalan menyusuri jalan utama yang mulai ramai oleh aktivitas pagi. Pedagang sayur mendorong gerobaknya, anak-anak sekolah berjalan sambil tertawa, dan aroma gorengan dari pinggir jalan membuat perutnya kembali berbunyi, meskipun tidak sekencang semalam.

Matanya menangkap sebuah kertas ditempel di kaca sebuah toko kelontong kecil, tulisannya sederhana namun cukup menarik perhatiannya:

"DICARI: KURIR HARIAN. BAYAR LANGSUNG PER HARI. DATANG LANGSUNG."

Lin Liu berdiri mematung sejenak di depan toko itu, menatap tulisan tangan yang agak berantakan itu. Dia menghela napas, mengumpulkan sedikit keberanian yang tersisa, lalu mendorong pintu kaca toko yang berderit pelan.

Di dalam, seorang perempuan muda sedang menyusun kardus-kardus mi instan dengan cekatan, rambutnya diikat asal ke belakang, wajahnya serius seperti sedang fokus menghitung sesuatu. Mendengar bunyi lonceng pintu, perempuan itu menoleh, menatap Lin Liu dari ujung kepala sampai kaki dengan tatapan menilai.

"Cari apa?" tanyanya, singkat dan agak dingin.

"Aku... lihat ada lowongan kurir. Masih dibuka, Kak?" Lin Liu bertanya, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.

Perempuan itu menyipitkan mata, memperhatikan lebam di wajah Lin Liu yang belum sepenuhnya hilang. "Mukamu babak belur begitu, habis berantem sama siapa? Aku tidak mau memperkejakan orang bermasalah."

"Bukan berantem, Kak. Aku hanya... sedang apes belakangan ini," jawab Lin Liu, mencoba tersenyum meskipun terasa kaku.

Perempuan itu terdiam sebentar, menatap Lin Liu lebih lama, seolah sedang menimbang sesuatu dalam pikirannya.

"Namaku Su Yan. Ini toko punya keluargaku," katanya akhirnya, meletakkan kardus yang dipegangnya. "Kau bisa mulai sekarang. Tapi awas kalau macam-macam."

Lin Liu baru saja hendak menjawab dengan lega, saat tiba-tiba lonceng pintu toko berbunyi lagi, dan sosok yang sangat familiar—yang seharusnya tidak dia temui secepat ini—melangkah masuk dengan seringai lebar di wajahnya.

"Lin Liu? Wah, kebetulan sekali ketemu di sini."

Darah Lin Liu langsung berdesir dingin begitu mengenali suara itu. A-Wei.

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!