NovelToon NovelToon
Jodoh Titipan

Jodoh Titipan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjodohan

Jodoh Titipan Bagian 4

Oleh Sept

Kediaman abah Yusuf malam ini terlihat sepi, lampu di ruang tengah bahkan sudah dimatikan. Padahal, biasanya jam segini rumah itu terang benderang. Ini karena di rumah sepi tidak ada orang. Hanya Taqi yang ada di sana, sementara abah sedang ke rumah Zain. Ia menyusul ummi di sana. Ada yang ingin abah katakan pada ummi setelah bicara pada Taqi beberapa saat yang lalu.

Sedangkan Taqi, pria tiga puluh tahun itu terlihat merenung di dalam kamarnya seorang diri. Tas koper warna silver miliknya, sudah tergeletak di sudut kamar. Sepertinya Taqi gagal berangkat ke Malaysia hari itu.

Drettt ...

Pria itu menatap ponselnya sekilas. Taqi melihat siapa yang menelpon, ditatapnya layar smartphone miliknya. Tertera nama Anisa, gadis berusia 24 tahun yang sudah lama ia kenal. Gadis WNI yang sedang menempuh pendidikan S2 di negeri Jiran, Malaysia.

Ingin ia angkat panggilan masuk dari Anisa, tapi Taqi ragu. Apa yang harus ia katakan pada gadis yang akan ia jadikan istri di masa depan itu? Mereka berdua sudah punya impian yang sama dan indah, jika Anisa selesai menempuh pendidikan, maka keduanya akan menikah. Lalu sekarang bagaimana? Abah tiba-tiba meminta Taqi menghandle yayasan Amsojar dan memintanya menjaga Salsabila Qotrunnada, beserta anak yang sedang dikandung Nada tersebut.

Itu semua adalah yang dilakukan oleh Zain Malik selama ini, dan jelas bukan tugasnya. Taqi memang sayang dengan keluarga angkatnya itu, dan merasa berterima kasih. Tapi bukan berarti ia harus menukar hidupnya dengan mengabdi seumur hidup. Mengubur cintanya bersama Anisa yang sudah dicita-citakan sampai pelaminan.

Taqi juga rasanya sudah menganggap Nada seperti adik sendiri. Apalagi usia mereka yang terpaut 10 tahun jaraknya. Rasanya, Taqi tidak pernah membayangkan akan mendampingi Salsabila Qotrunnada, menjadi suami dari istri almarhum adiknya itu sangatlah tidak masuk akal baginya.

Apalagi Nada sekarang sedang hamil, anak Zian pula. Sudah pasti akan serasa aneh bila Taqi menikahi Nada. Meski abah meminta menikahi Nada setelah perempuan itu melahirkan. Tetap saja semuanya akan terasa aneh. Nada benar-benar sudah ia anggap seperti adik kandung sendiri.

Drett ... drettt ...

Anisa terus saja menelpon, untuk panggilan kelima kalinya, akhirnya Taqi pun merasa tidak enak.

"Hallo ... Assalamu'alaikum?" sapa Taqi di telpon. Tangannya mengetuk meja berkali-kali, tanda bahwa ia sedang gelisah. Apalagi selama ini ia tidak pernah menutupi apapun dari Anisa.

"Waalaikumsalam Mas, Mas Taqi jadi tiba jam berapa? Nanti biar Nisa jemput di Bandara." Anisa merasa lega, akhirnya Taqi menjawab telpon darinya. Sejak tadi ia khawatir, takut terjadi apa-apa dengan calon imannya tersebut.

Sedangkan Taqi, ia cukup terdiam untuk sesaat, memutar bola matanya, menghela napas dalam-dalam, kemudian mulai bersuara lagi.

"Mas masih ada urusan, Nisa tunggu ya. Nanti Mas kabari kalau Mas balik ke sana." Taqi mencari alasan agar Anisa tidak banyak bertanya dan merasa curiga.

"Loh? Katanya seminggu? Ini sudah seminggu!" suara Anisa terdengar kecewa. Karena Taqi memang janji, setelah seminggu ia akan balik. Mereka juga merencanakan sesuatu setelah kepulangan Taqi. Tapi sayang, Taqi mala tidak jadi balik ke Malaysia.

"Hemm ... Mas masih ada urusan," kelit Taqi.

"Apa ada masalah?" tanya Anisa yang mulai penasaran dan jelas sekali ada aroma curiga di dalam pertanyaan yang ia layangkan untuk Taqi.

"Tidak ada, bukan masalah serius juga. Oh ya ... di sini sudah malam. Besok aku kabari lagi. Mas telpon lagi besok."

"Mas sibuk?"

"Nggak Nisa ... Hanya saja hari ini Mas capek banget."

"Hemm, ya sudah. Selamat istirahat, jangan lupa besok Nisa tunggu."

"Hemm ... Kamu juga, baik-baik di sana ya, Nisa."

"Iya, assalamu'alaikum," pamit Anisa.

"Waalaikumsalam."

***

Kediaman Zain

"Pasti Nada tidak mau Abah!" terang ummi saat mendengar apa yang suaminya katakan.

Mereka berdua sudah istirahat di kamar tamu, sedangkan Nada tidur bersama Sarah. Rupanya Sarah datang lagi setelah pulang sebentar. Sarah pulang karena mengantar ibunya ke stasiun. Ya, ibu kandung Nada juga, tapi tidak begitu dekat dengan Nada.

Itu karena selama ini Nada diasuhh oleh orang lain. Bukan ibu kandungnya. Ibunya sendiri hanya tinggal dengan Sarah serta suami kedua. Karena ayah Nada sudah lama meninggal sejak Nada bayi. Sudah persis dengan kisah anak yang nanti Nada lahirkan. Akan lahir tanpa kasih seorang ayah.

Ketika Nada sudah tidur dengan matanya yang sembab, sambil dipeluk Sarah. Ummi masih ribut dengan abah di kamar sebelah.

"Demi cucu Abah ... Abah tidak mau, darah daging Zain jatuh ke tangan orang lain."

"Abah!" ummi shock.

"Apa ummi tidak setuju? Bukankah Taqi juga masih belum menikah sampai sekarang? Apa salahnya kalau Taqi mengantikan posisi Zain?"

"Abah salah! Taqi sudah memiliki seseorang yang ia sukai. Bahkan dia sudah berencana untuk mengenalkan gadis itu pada kita!" terang ummi yang ternyata sudah mengetahui kisah asmara anak angkatnya itu.

Mungkin karena Taqi lebih dekat dengan ummi dari pada dengan abah. Ya, karena ummi adalah pribadi hangat dan pengertian, membuat siapa saja mudah terbuka pada sosok wanita tegar dan lembut tersebut.

"Tidak bisa!" Abah menggeleng keras.

"Abah sudah putuskan, Taqi akan menikah dengan Qotrunnada setelah Nada melahirkan. Abah tidak mau cucu Abah jatuh ke tangan orang lain!" ujar abah tegas tidak mau diganggu gugat.

"Abah ...!" ummi sampai tidak bisa berkata-kata. Suaminya memang begitu. Jarang bicara Dan biasanya bijak. Tapi, sekarang karena tidak mau kehilangan penerus Zain, ia mencari cara agar penerus Zain tetap bersama keluarga besarnya.

Jika Nada kelak menikah, maka ia akan menikahi pria pilihan Abah, titik. BERSAMBUNG

1
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Churin iin
Luar biasa
@bimaraZ
taqi salahjuga..meskipun cuma menena gkan g harus memeluk juga...
@bimaraZ
hhh tagi jadi ketagihan tuh...😍
@bimaraZ
anggap saja nisa dan taqi tidak berjodoh...
@bimaraZ
sampai g bisakomen bacanya ..g kebayang di posisi taqi
jawab iya salah jawab tidak juga berat
RL
Luar biasa
Zumi Zauhair
seruu
indah
😭😭😭😭😭😭
indah
Maa shaa Allaah Gemes ny 😍😍
indah
Hem Rumit nih
indah
Bawang Bombay
😭😭😭
Safitri Agus
jodoh othor yg menentukan 😁🤭
komalia komalia
ooh iya apa nada engga pakai hijab ya
komalia komalia
mas taqi mau bulan madu
komalia komalia
umii iis bukan nya diem bikin orang jadi malu aja
komalia komalia
umi kaya nya engga pernah bikin cap si abah
komalia komalia
udah baca
komalia komalia
itu lah kalau kita punya hutang budi bagai buah si malakama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!