NovelToon NovelToon
My Fake Husband

My Fake Husband

Status: tamat
Genre:Action / Duniahiburan / Trauma masa lalu / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Konflik etika / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Menjadi artis terkenal tidak selalu membuat bahagia, Ivy Brown harus menyaksikan adiknya diperkosa dan dibunuh, dia melarikan diri dan mengalami kecelakaan hebat. Mobilnya hancur sedangkan kondisinya mengenaskan, ia tidak sadarkan diri dan mengalami koma.

Saat dia tersadar, Ivy tidak mengenali dirinya sendiri dan yang lebih membuatnya kaget,seorang pria tampan berada disisinya dan mengaku sebagai suaminya. Ivy mencoba bertahan di samping pria itu dan pada saat ingatannya kembali, sebuah konspirasi yang dia dapat.

Pengkhianatan, cinta, persahatan dan dendam menjadi satu saat dia tahu siapa dalang atas kematian dan orang yang memperkosa adiknya.
Akankah dia mampu bertahan dengan pria yang mengaku sebagai suaminya? Sedangkan sebuah bukti dikirimkan untuknya yang membuktikan jika pria itu ikut terlibat atas pemerkosaan dan pembunuhan adiknya.

Bisakah dia membalas dendam? Sedangkan cinta mulai tumbuh di hatinya untuk pria yang telah terlibat menghabisi keluarganya.

Antara cinta dan dendam, yang mana harus dia pilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33. MFH. Nasehat

Mereka menghabiskan waktu mereka berdua diatas ranjang sampai lupa makan karena Ivy begitu serius dengan ponsel baru yang dibelikan oleh Henry.

Banyak yang dia tanyakan bahkan dia mencoba mengambil beberapa foto bersama dengan Henry.

Henry senang-senang saja apalagi dia belum pernah melakukan hal seperti itu dan sungguh ini pertama kali baginya.

Ivy sedang merebahkan kepalanya diatas paha Henry sedangkan matanya sibuk melihat foto yang baru saja mereka ambil.

Dengan perlahan, Henry memainkan rambut Ivy dan dia senang mereka seperti itu.

"Henry." Ivy menyingkirkan ponselnya dan menatap wajah Henry.

"Hm, ada apa?" Henry mengusap wajah Ivy dan tersenyum.

"Kemarin ada gadis yang datang dan memanggilmu kakak, kemana dia? Kenapa aku tidak melihatnya lagi?"

"Oh adikku, dia pulang waktu kau tidur."

"Oh." jawab Ivy.

"Kenapa? Apa kau mau bertemu dengannya?"

"Ya, saat aku melihatnya, aku teringat dengan seorang gadis dan aku tidak tahu siapa."

Henry diam saja, apa yang diingat oleh Ivy adalah adiknya? Apa Ivy sudah mulai mendapat ingatannya sedikit demi sedikit?

"Elena akan datang dengan ibuku nanti."

"Jadi namanya Elena?"

"Yes."

"Jadi dia akan datang dengan ibumu?" Ivy langsung mengangkat kepalanya.

"Ya, mungkin sebentar lagi mereka akan tiba."

"Oh my God." Ivy langsung tampak gugup.

"Kenapa?" Henry membantu Ivy untuk duduk diatas ranjang.

"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang? Oh aku bahkan belum ganti baju." Ivy mulai panik.

"Hei, kenapa kau jadi panik?"

"Henry, setelah hilang ingatan ini pertama kalinya aku bertemu dengan ibumu. Setidaknya aku harus memakai pakaian yang sopan dan memberikan kesan yang bagus untuk ibumu bukan?"

Henry terkekeh dan memeluk Ivy dari belakang, dia juga mencium bahu Ivy bahkan menggigit telinganya.

"Jangan khawatir Ivy, keluargaku sangat baik jadi kau tidak perlu panik."

"Benarkah?"

"Ya, semua keluargaku sangat baik. Aku akan membawamu bertemu dengan mereka semua nanti."

"Hm, aku jadi semakin gugup."

"Tidak perlu gugup, mereka semua sangat baik dan hangat, kau pasti akan suka."

Henry mengangkat dagu Ivy dan mencium bibirnya, mereka berciuman dengan mesra dan pada saat itu, pintu kamar mereka terbuka dan tampak Amanda sedang berdiri didepan pintu kamar bersama dengan putrinya.

"Hm, mommy datang kemari ingin mengajak kalian makan tapi sepertinya kalian sudah kenyang." ucap Amanda.

"Oh my God!" Ivy menutup wajahnya yang memerah karena malu.

"Mom, akhirnya kalian datang juga."

"Kenapa? Apa kami menggangu kalian?" Amanda berjalan masuk kedalam dan menghampiri mereka.

Ivy memandangi ibu Henry dan mencoba mengingat, apa saja yang pernah mereka lalui bersama tapi dia tidak bisa mengingat apapun dan pada saat melihat adik Henry, entah kenapa perasaanya menjadi aneh.

Seseorang yang dia rasa sangat familiar kembali berkelebat dikepalanya dan dia tidak tahu siapa.

"Kak Ivy." Elena memanggilnya tapi Ivy diam saja karena dia juga merasa seseorang pernah memanggilnya seperti itu.

"Ivy." Henry tampak cemas karena Ivy diam saja.

"Oh, maaf aku melamun." jawab Ivy dan dia berusaha tersenyum.

"Sepertinya kami datang diwaktu yang tidak tepat." ucap Amanda.

"Tidak mom, maaf. Aku hanya mencoba mengingat apa saja yang kita lakukan sebelum aku hilang ingatan." jawab Ivy dengan senyum diwajahnya.

Amanda langsung menatap putranya, maksudnya? Ini pertama kalinya mereka bertemu lalu apa maksud dari ucapan Ivy?

Henry memberi kode kepada ibuku supaya mengiyakan perkataan Ivy, dia memang belum mengatakan kepada keluarganya jika dia berpura-pura menjadi suami Ivy.

"Oh, jangan memaksakan diri sayang. Pelan-pelan saja." ucap Amanda sambil mengusap lengan Ivy.

"Pasti mom." jawab Ivy dan dia kembali tersenyum. Dia sangat lega karena ibu Henry sangat baik dan ramah.

"Henry sayang, boleh kita bicara sebentar?" ajak Amanda.

"Hm." Henry mengiyakan dan turun dari atas ranjang.

Mereka keluar dari kamar sedangkan Elena mengajak Ivy mengobrol.

Diluar sana Mereka menuju ruang keluarga dimana Edward sedang duduk sendiri. Henry duduk didepan kedua orang tuanya sedangkan ibunya ingin mengintrogasinya.

"Henry, coba jelaskan pada mommy apa maksud ucapan Ivy barusan?" tanya Amanda.

"Mom, aku menipunya dan mengatakan jika aku suaminya."

"What? Henry sayang, kenapa kau menipunya seperti itu? Hubungan suami istri bukan untuk main-main!"

"Aku tahu."

"Lalu? Kenapa kau menipunya seperti itu? Saat ingatannya kembali dan dia tahu jika kau menipunya maka dia akan sangat marah dan membencimu!"

"Mom, aku tahu apa yang aku lakukan dan aku terpaksa melakukan hal ini karena aku punya alasan! Aku menipunya karena aku ingin melindunginya dari penjahat yang hendak mencelakainya! Tidak ada yang tahu siapa yang mencelakainya dan aku melakukan hal ini supaya aku bisa dekat dengannya dan supaya dia aman." jelas Henry.

"Oke baiklah, kalian berdua punya cara aneh mengikat wanita."

"Hm!" Edward berdehem pelan.

"Jangan bawa-bawa aku Amanda, aku hanya menjadi pendengar yang baik!" ucap Edward.

"Ck, kau menyebalkan!" gerutu Amanda kesal.

"Jadi kalian mau membantuku, bukan?"

"Baiklah, walaupun saat ini hanya pura-pura tapi nanti juga akan menjadi menantuku tapi Henry?" Amanda menatap putranya dengan tajam.

"Kau dan daddymu hampir sama ringan tangan jadi mommy harap kau tidak memukulnya apapun yang terjadi nanti."

Edward kembali berdehem, apa Amanda masih mengingat kejadian yang telah berlalu?

"Mommy tidak perlu khawatir, aku hanya memukul orang tertentu."

"Bagus, asal kau tahu sakit bekas pukulan cepat hilang tapi sakit dihati sulit hilang dan disembuhkan!"

"Jadi kau masih sakit hati padaku?" sela Edward.

"Tidak Edward, aku hanya menasehati putra kita saja."

"Mommy tenang saja, aku sudah bilang, aku hanya memukul orang tertentu jadi mommy jangan khawatir." Henry bangkit berdiri.

"Baguslah, bawa Ivy keluar kita makan bersama dan panggil Elena."

Henry mengangguk dan melangkah menuju kamarnya dan masuk kedalam, didalam sana tampak Ivy sedang tertawa bersama dengan adiknya karena mereka sedang melihat sesuatu diponsel.

"Elena mommy memanggilmu."

"Baiklah, nanti kita lihat lagi ya kak Ivy." ucap Elena sedangkan Ivy mengangguk.

Elena keluar dari kamar dan Henry mengambil mengambil kursi roda Ivy karena dia akan membawa Ivy keluar.

"Mana ibumu, Henry?"

"Diluar dengan ayahku dan mereka mengajak kita makan bersama."

"Ada ayahmu?" Ivy kembali gugup.

"Ya, tidak perlu gugup seperti itu."

"Hm, tapi aku mau ganti baju."

Henry terkekeh dan mencium wajah Ivy dan setelah itu, dia pergi mengambil baju ganti untuk Ivy. Henry bahkan menggantikan bajunya dan Ivy benar-benar bahagia karena Henry begitu perhatian dengannya.

Setelah selesai mereka keluar dari kamar dan menuju meja makan dimana keluarga Henry sudah menunggu mereka.

Amanda menyambut Ivy dengan senyum diwajahnya, dia bahkan mendorong kursi roda Ivy dan membawanya kemeja makan.

Ivy tampak senang karena keluarga Henry sangat baik, walaupun ayah Henry diam saja tapi bisa dilihat, pria itu terlihat baik. Walaupun dia belum bisa mengingat apapun tapi dia sangat bahagia dengan kehidupan yang dia jalani saat ini.

1
Rita Wati
Nah.... kl Ivy dikenakan dgn semua keluarga.
Kl Bella cuma bilang dikenalkan dgn semua..... blm titik, Bella usah seneng duluan😄
Sylvia Violetta
jadi ikan asiinn dong 🤣🤣
Sylvia Violetta
hahahaa .. jadi ikan deh 😄😄😄
Sylvia Violetta
bebaaalll si bela 👊👊👊
Naraa 🌻
lelet bgt njiir ivy sama Hendri. bapaknya ivy kaya tapi kemana2 ga ada bodyguard 👻🤬
Bungkusdong Dotcom
gimana itu duo M mimpin doa
Bungkusdong Dotcom
gpp lah... franks kan pasti belum sunat 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
kembar duo M memang paling top. dari kecil jiwa mafianya sdh membara....
Bungkusdong Dotcom
kan udah tradiai thor.... nanti lanjut sampe asisten si kembar
Bungkusdong Dotcom
michael sama xiaoyu udah gak ada ya?
Bungkusdong Dotcom
bisa2nya lupa
Bungkusdong Dotcom
untung masih ada buat para buaya
Bungkusdong Dotcom
eh ternyata clarina emang udh deket sama matt dr kecil
Bungkusdong Dotcom
kuncimya adalah KALAU.BISA BEBAS 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
bukannya udh jadi istrinya. cuma blm ada surat aja
Bungkusdong Dotcom
dgn semua peliharaan keluarga 🤣
Bungkusdong Dotcom
forgive but not forget
Bungkusdong Dotcom
apakah nanti ada percakapan.para buaya tua /Grin/
Bungkusdong Dotcom
padahal si george sempat kerjasama mau jahatin ivy
Bungkusdong Dotcom
hayooo clara atau megan yg jahat?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!