NovelToon NovelToon
PENDEKAR NAGA SAKTI

PENDEKAR NAGA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:38
Nilai: 5
Nama Author: Adih Supriadi

Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 24

PANGERAN JASINGA 2

Pendekar Halilintar meminta maaf ke Pendekar Naga Hijau dan Guru Naga Langit atas perbuatan Pangeran Jasinga.

"Saya meminta maaf atas perbuatan keponakan saya yang tidak sopan dan agresif. Dia masih muda dan belum dewasa secara berpikir, sehingga seringkali bertindak tanpa memikirkan akibatnya," ucap Pendekar Halilintar dengan nada yang sopan.

Guru Naga Langit memaklumi dan memaafkan.

Dari banyak pengalaman Guru Naga Langit sudah sering berjumpa dengan anak muda yang terkadang berpikiran pendek yang mengutamakan emosi.

"Tidak apa-apa, Pendekar Halilintar. Kami memahami bahwa anak muda seringkali memiliki ego yang tinggi dan belum berpengalaman dalam mengendalikan emosi mereka," ucap Guru Naga Langit dengan senyum.

Pendekar Halilintar kemudian berpaling ke Pangeran Jasinga.

"Mari kita pulang, keponakan. Tidak perlu lagi kamu berada di sini dan menyebabkan masalah," ucap Pendekar Halilintar dengan nada yang tegas.

Pangeran Jasinga tidak berani membantah pamannya, dia hanya menundukkan kepala dan mengikuti Pendekar Halilintar keluar dari perguruan.

"Baik, Paman," ucap Pangeran Jasinga dengan nada yang rendah.

Pendekar Naga Hijau dan Guru Naga Langit memperhatikan Pangeran Jasinga dan Pendekar Halilintar pergi, mereka berdua saling menukar pandang dan mengangguk.

"Semoga keponakanmu bisa belajar dari pengalaman ini," ucap Guru Naga Langit.

***

Setelah Pendekar Halilintar dan Pangeran Jasinga pergi, Oval dan Apis ngobrol santai bersama Guru Naga Langit.

"Guru, apa yang terjadi dengan Pendekar Halilintar dan Pangeran Jasinga?" tanya Oval dengan rasa ingin tahu.

Guru Naga Langit tersenyum dan mulai bercerita.

"Aku pernah bertarung habis-habisan melawan Pendekar Halilintar ketika Kerajaan Kencana dan Kerajaan Jasinga berperang di perbatasan," ucap Guru Naga Langit dengan nada yang santai.

"Apa yang terjadi, Guru?" tanya Apis dengan rasa penasaran.

"Aku berhasil mengalahkan Pendekar Halilintar, tapi aku tidak menghabisinya," ucap Guru Naga Langit dengan senyum.

"Dia susah payah tak mampu bergerak, tergeletak di tanah. Aku bisa saja menghabisinya, tapi aku memilih untuk tidak melakukannya."

Oval dan Apis saling menukar pandang, mereka berdua penasaran dengan alasan Guru Naga Langit.

"Mengapa Guru tidak menghabisi Pendekar Halilintar?" tanya Oval dengan rasa ingin tahu.

Guru Naga Langit tersenyum dan menjawab. "Aku melihat ada sesuatu yang berbeda dari Pendekar Halilintar, sesuatu yang membuatku merasa bahwa dia tidak pantas untuk dibunuh. Mungkin itu karena dia memiliki jiwa yang kuat dan tidak mudah menyerah."

"ketika itu insting Guru mengatakan tidak dan jangan, sehingga Guru mengurungkan niat untuk menyelesaikan Pendekar Halilintar."

"Guru juga melarang prajurit kerajaan Kencana yang hendak menghabisi Pendekar Halilintar."

"itu adalah Perang terakhir, beberapa hari kemudian Kerajaan Jasinga mengumumkan perdamaian dan tidak akan melakukan penyerangan kembali ke wilayah Kerajaan Jasinga." ucap Guru Naga Langit.

***

Akhirnya Pendekar Halilintar berhasil memaksa Pangeran Jasinga untuk tidak melanjutkan pertarungan dan Pangeran Jasinga pulang bersama Pendekar Halilintar menuju Kerajaan Jasinga.

Untuk beberapa saat, Pangeran Jasinga tidak berani bertanya apa pun karena masih melihat raut wajah kesal Pendekar Halilintar.

Setelah 2 jam perjalanan berkuda, akhirnya Pangeran Jasinga berani untuk bersuara.

"Paman, tadi saya sedang tanggung dan sedang di tengah pertarungan, mengapa paman menghentikan pertarungan itu?" tanya Pangeran Jasinga dengan nada penasaran.

Pendekar Halilintar tidak langsung menjawab, tapi malah memandang ke depan dengan mata yang tajam.

Pangeran Jasinga menunggu jawaban dengan sabar, tidak ingin membuat Pendekar Halilintar semakin kesal.

Setelah beberapa saat, Pendekar Halilintar akhirnya menjawab, "Aku tidak ingin kamu terluka, Nak. Pertarungan itu tidak seimbang, dan aku tidak ingin kamu menjadi korban."

Pangeran Jasinga memandang Pendekar Halilintar dengan rasa terharu, merasa bahwa Pendekar Halilintar benar-benar peduli dengan keselamatannya.

"Kamu seharusnya berpikir panjang... Tak ada pangeran pewaris tahta kerajaan yang maju paling depan dalam pertempuran karena untuk menjaga kesetabilan kerajaan," ucap Pendekar Halilintar dengan nada yang tegas.

"Jarang terjadi juga seorang raja maju paling depan dalam peperangan," tambahnya.

"Kamu pikirkan bagaimana jika kamu mati di pertarungan tersebut... Apa yang terjadi?" tanya Pendekar Halilintar dengan mata yang tajam.

"Yang terjadi adalah peperangan dua kerajaan, Kerajaan Jasinga dan Kerajaan Kencana. Kau lah penyebabnya," ucap Pendekar Halilintar menjelaskan dengan nada yang serius.

Pangeran Jasinga menundukkan kepala, merasa bersalah atas tindakannya.

"Oh iya, maafkan saya, Paman. Pikiran saya tak sampai ke situ karena saya hanya berpikir untuk balas dendam saja," ucap Pangeran Jasinga dengan nada yang menyesal.

Pendekar Halilintar memandang Pangeran Jasinga dengan mata yang penuh perhatian.

"Balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah, Nak. Kadang-kadang, kita harus berpikir lebih jauh dan mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan kita," ucap Pendekar Halilintar dengan bijak.

Pangeran Jasinga mengangguk, merasa bahwa Pendekar Halilintar benar.

"Kau tahu, kakek tua di perguruan Naga Langit itu, dia adalah Pendekar Naga Langit yang bahkan rakyat dan para pendekar di wilayah Kerajaan Jasinga mengetahui hal itu karena kesaktian beliau," ucap Pendekar Halilintar dengan nada yang penuh hormat.

"Pendekar Naga Langit juga punya andil besar dalam memenangkan perang bagi kemenangan Kerajaan Kencana ketika perang dengan Kerajaan Jasinga," ucap Pendekar Halilintar melanjutkan.

"Bahkan saya pun pernah bertarung di perang terakhir dan Pendekar Naga Langit berhasil mengalahkan saya, namun kebijakan beliau memutuskan untuk membiarkan saya tetap hidup," ucap Pendekar Halilintar dengan nada yang teringat.

Pangeran Jasinga sedikit terkejut dengan kisah Pendekar Naga Langit dan terkejut ternyata pamannya pernah bertarung dengan Pendekar Naga Langit dan pamannya kalah.

"Wah, Paman... saya tidak tahu bahwa Paman pernah bertarung dengan Pendekar Naga Langit," ucap Pangeran Jasinga dengan mata yang lebar.

Pendekar Halilintar tersenyum, "Ya, Nak. Pendekar Naga Langit memang seorang yang luar biasa. Saya masih ingat saat itu, beliau mengalahkan saya dengan mudah, tapi beliau memilih untuk tidak membunuh saya. Saya sangat menghormati beliau," ucap Pendekar Halilintar dengan nada yang penuh kekaguman.

Pangeran Jasinga mengangguk, merasa bahwa Pendekar Naga Langit memang seorang yang sangat sakti dan bijak.

"Kebodohan terbesar yang pernah ku lihat yaitu kamu datang sendirian untuk menantang murid dari Pendekar Naga Langit. Dimana terbukti pukulan Halilintar mu itu di makan mentah-mentah oleh Pendekar Naga Hijau. Di situ harus nya kamu berpikir tentang keselamatan dirimu," ucap Pendekar Halilintar terhadap Pangeran Jasinga dengan nada yang keras.

Perjalanan Pendekar Halilintar dan Pangeran Jasinga berada di dekat hutan yang harus dilewati.

Pendekar Halilintar meminta untuk memacu kecepatan lari kuda.

"Ayo, Nak! Kita harus segera melewati hutan ini!" seru Pendekar Halilintar.

Dan Pendekar Halilintar memimpin di depan, dengan kuda yang berlari dengan kecepatan tinggi.

Pangeran Jasinga mengikuti di belakangnya, berusaha untuk menjaga jarak yang aman.

Mereka berdua memasuki hutan dengan lari kuda berkecepatan tinggi, suara gemuruh kuda dan daun-daun yang berguguran memenuhi udara.

Pendekar Halilintar memimpin jalannya dengan percaya diri, menavigasi melalui jalur hutan yang sempit dan berliku-liku.

Pangeran Jasinga berusaha untuk mengikuti, tetapi dia merasa sedikit kesulitan untuk menjaga keseimbangan di atas kuda yang berlari dengan cepat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!