NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Gema di Benua Timur dan Evolusi Pedang Kehampaan

​Sementara Lin Tian terisolasi di dalam serpihan Alam Atas yang terlupakan, dunia di luar sana tidak berdiam diri.

​Benua Timur sedang berada di ambang kiamat. Kematian beruntun para petinggi dan hancurnya cabang-cabang kekuatan besar telah memicu reaksi berantai yang mengguncang pilar-pilar kekuasaan di seluruh benua.

​Di sebuah pegunungan berapi hitam di ujung paling selatan Benua Timur, tersembunyi jauh dari mata matahari, berdirilah Istana Darah Abadi—markas besar Aliran Darah Hitam.

​Di dalam aula utama yang diterangi oleh api hijau, seorang pria tua dengan rambut seputih salju dan mata sepenuhnya hitam tanpa pupil duduk di atas takhta tulang tengkorak. Ia adalah Patriark Darah Hitam, seorang monster yang telah hidup selama enam ratus tahun dan kultivasinya telah mencapai puncak absolut tahap Jiwa Nascent Akhir.

​PRANG!

​Sebuah cawan giok hancur berkeping-keping di tangannya. Di lantai aula, belasan Utusan Darah berlutut gemetar, keringat dingin membasahi dahi mereka.

​"Kau bilang padaku... cabang kita di Kota Naga Jatuh, yang dipimpin oleh Xue Kuangren, dihancurkan rata dengan tanah oleh satu orang?!" Suara Patriark itu pelan, namun mengandung tekanan yang membuat organ dalam para utusannya berdarah. "Dan rencana invasi kita dari perbatasan utara harus tertunda karena hilangnya sumber daya lelang itu?!"

​"A-Ampuni kami, Patriark!" jerit salah satu utusan sambil bersujud. "Menurut mata-mata kami yang selamat, pelakunya adalah seorang buronan dari Sekte Awan Ungu bernama Lin Tian! Usianya belum genap dua puluh tahun, tetapi ia membunuh Xue Kuangren dengan satu tebasan pedang berat!"

​"Lin Tian..." Patriark Darah Hitam menyipitkan matanya. Hawa dingin menyapu ruangan.

​Di sebelah takhta, seorang pria paruh baya berjubah ungu melangkah maju. Ia adalah tetua pengkhianat dari Sekte Awan Ungu, Tetua Lu, yang lengannya pernah dipatahkan oleh Lin Tian. Ia telah membelot sepenuhnya ke aliran sesat ini demi membalas dendam.

​"Patriark," ucap Tetua Lu dengan mata penuh kebencian. "Bocah itu bukan manusia biasa. Dia memiliki tubuh fisik yang melanggar hukum alam dan menguasai teknik teleportasi spasial. Jika kita membiarkannya hidup, dia akan menjadi ancaman yang lebih besar daripada kelima Master Sekte Besar gabungan."

​Patriark Darah Hitam terdiam sejenak, lalu tawa serak meluncur dari tenggorokannya.

​"Menarik. Tubuh fisik yang melanggar hukum alam? Itu adalah wadah (vessel) yang sempurna untukku saat aku mencoba menembus tahap Transformasi Dewa nanti." Patriark itu berdiri, merentangkan kedua tangannya.

​"Kirimkan Perintah Perang Darah! Berhenti bersembunyi. Aliran Darah Hitam akan mendeklarasikan perang terbuka terhadap Lima Sekte Besar Benua Timur mulai hari ini! Dan keluarkan perintah buruan khusus: Siapa pun yang bisa membawakan tubuh Lin Tian kepadaku dalam keadaan hidup, aku akan menjadikannya Raja Benua Timur!"

​Pada hari itu, awan peperangan yang sesungguhnya menutupi langit Benua Timur. Pasukan iblis mulai bergerak, sekte-sekte besar membunyikan lonceng darurat, dan nama "Lin Tian" kini berada di pusat badai, menjadi incaran seluruh kekuatan puncak di dunia fana.

​Serpihan Alam Atas - Paviliun Pedang Bintang Jatuh

​Sementara benua di bawahnya terbakar oleh ambisi dan peperangan, Lin Tian tidak peduli. Ia berdiri di dalam keheningan Paviliun Pedang, matanya terpaku pada Embrio Pedang surgawi yang melayang di atas pilar kristal.

​Benda sebesar lengan bayi itu berwujud seperti cairan perak kental yang memancarkan cahaya bintang. Niat Pedang yang terkandung di dalamnya begitu purba dan murni, jauh melampaui segala pedang spiritual yang ada di dunia fana.

​"Meskipun ini hanya bahan mentah, ketajamannya mampu membelah ruang," gumam Lin Tian.

​Ia menarik Logam Hitam Tanpa Nama dari punggungnya. Pedang tumpul seberat lima puluh ribu kati itu berdengung hebat di tangannya, memancarkan rasa lapar seperti Binatang Iblis yang mencium bau darah segar.

​"Kau ingin memakannya? Baiklah, mari kita lihat apakah kau bisa menelan bintang."

​Lin Tian melemparkan Logam Hitam Tanpa Nama ke udara, lalu menggunakan Qi Kehampaan-nya untuk menahannya agar melayang tepat di atas Embrio Pedang.

​Tubuh Penelan Kehampaan: Api Pemurnian Kosmis!

​Bukannya menggunakan api elemen biasa, Lin Tian memanggil api hitam keunguan langsung dari Inti Kehampaannya. Api yang membakar tanpa panas ini menyelimuti kedua logam tersebut.

​ZRAAAASH!

​Embrio Pedang surgawi itu memberontak. Cairan perak bintang itu meledak, menembakkan ribuan jarum cahaya yang mencoba menembus Logam Hitam Tanpa Nama. Namun, logam hitam purba itu benar-benar lubang hitam bagi segala jenis energi. Jarum-jarum bintang itu ditelan mentah-mentah, dan bilah pedang hitam itu mulai meleleh, menyatu dengan cairan perak surgawi tersebut.

​Proses asimilasi ini memicu anomali mengerikan. Serpihan Alam Atas itu bergetar hebat. Langit cermin yang retak di atas paviliun memancarkan kilat merah.

​Dua hari dua malam Lin Tian mempertahankan api kehampaannya, memeras seluruh energinya hingga wajahnya pucat pasi.

​Tepat di akhir hari kedua, sebuah dentingan yang sangat merdu namun mematikan bergema. Suara itu seolah memotong gendang telinga dunia itu sendiri.

​Api hitam padam.

​Di udara, melayang sebilah pedang baru.

​Bentuknya tidak lagi berupa lempengan besi kasar yang tumpul. Pedang raksasa itu kini sedikit lebih ramping, namun panjangnya tetap mencapai punggung orang dewasa. Bilahnya berwarna hitam legam seperti malam tanpa akhir, tetapi di sepanjang sisi tajamnya, terdapat garis keperakan yang mengalirkan cahaya bintang dan kilatan Guntur Kepunahan.

​Massanya kini bukan lagi lima puluh ribu kati, melainkan menyatu dengan ruang itu sendiri—beratnya bisa diubah dari seringan bulu hingga seberat gunung, tergantung kehendak Lin Tian.

​Lin Tian mengulurkan tangannya. Pedang itu melesat dan menempel ke telapak tangannya bagaikan memiliki nyawa.

​Begitu ia menggenggamnya, sebuah pikiran kuno terlintas di benaknya, memberikan nama baru untuk senjata pamungkas ini.

​"Bilah Kehampaan Pemakan Bintang (Star-Devouring Void Blade)," bisik Lin Tian. Ia mengayunkan pedang itu ke udara kosong dengan pelan.

​Sreeek...

​Udara di depannya langsung terbelah, meninggalkan celah dimensi berwarna hitam selebar satu meter yang bertahan selama beberapa detik sebelum hukum alam menutupnya kembali.

​Hanya dengan ayunan biasa tanpa Qi, pedang ini mampu merobek ruang!

​"Sempurna. Sekarang, waktunya menyeimbangkan kultivasiku dengan senjataku."

​Lin Tian duduk bersila. Ia mengeluarkan Batu Roh Surgawi berwarna biru jernih yang ia rampas dari dada boneka mekanik sebelumnya. Benda ini menyimpan energi murni tingkat Alam Atas.

​Tanpa ragu, Lin Tian menelan kristal itu.

​BOOOOOOOOM!

​Jika tiga Inti Emas Puncak sebelumnya terasa seperti badai, Batu Roh Surgawi ini terasa seperti tsunami lautan kosmis. Energi biru yang luar biasa padat dan dingin meledak di dalam meridiannya. Inti Kehampaan di Dantian Lin Tian berputar gila-gilaan, lubang hitam di perutnya melebar, melahap seluruh energi itu dengan kelaparan absolut.

​Batas kultivasinya langsung hancur.

​Dari Inti Emas Menengah, Qi-nya meroket tanpa hambatan. Tulang-tulangnya bersinar dengan cahaya bintang, dan darah esensi kaisar di nadinya mendidih, menyatu sempurna dengan esensi surgawi tersebut.

​WUNGGGGG!

​Dalam hitungan jam, Lin Tian menerobos ke tahap Inti Emas Akhir!

​Namun, itu belum berhenti. Energi surgawi itu terlalu melimpah. Dantiannya terus berkembang, memadat, dan memperluas kapasitas Lautan Qi-nya hingga menyentuh dinding penghalang menuju tahap legendaris—tahap Inti Emas Puncak (Penyempurnaan Besar).

​KRAAAK!

​Di saat Lin Tian menembus Inti Emas Puncak, kepadatan energinya begitu masif hingga resonansinya bocor keluar dari paviliun, keluar dari pulau melayang, dan menembak langsung ke langit Serpihan Alam Atas yang retak.

​Benua Timur - Ngarai Pemutus Jiwa

​Di dunia fana, Ngarai Pemutus Jiwa selama ini diselimuti oleh kabut hijau yang tak tertembus. Namun malam itu, sebuah fenomena yang akan tercatat dalam sejarah ribuan tahun Benua Timur terjadi.

​BZZZZZZZZTTT!

​Sebuah pilar cahaya raksasa—kombinasi warna hitam pekat, perak bintang, dan kilat emas—tiba-tiba meletus dari dasar Ngarai Pemutus Jiwa!

​Pilar cahaya itu merobek lautan kabut beracun, menembus lapisan awan di langit, dan membumbung tinggi hingga ke angkasa luar. Cahayanya begitu terang dan tekanannya begitu dahsyat sehingga seluruh penjuru Benua Timur—dari ibu kota kekaisaran fana hingga ke puncak-puncak sekte tersembunyi—bisa melihatnya dengan jelas.

​Di Puncak Utama Sekte Awan Ungu, Master Sekte yang sedang bermeditasi seketika membuka matanya. Ia melesat keluar dari paviliunnya, melayang di udara sambil menatap pilar cahaya di cakrawala dengan tubuh gemetar.

​"Aura itu... Niat pedang yang melampaui dunia fana dan Qi murni dari Alam Atas! Dewa di surga, itu bukan sekadar Alam Rahasia biasa. Itu adalah Puing Dunia Surgawi yang telah terbuka!" gumam Master Sekte Awan Ungu, matanya dipenuhi keserakahan mutlak.

​Di ujung lain benua, di Istana Darah Abadi, Patriark Darah Hitam berdiri dari takhta tengkoraknya. Ia tertawa gila hingga batuk darah.

​"Hahahaha! Surga benar-benar memihakku! Warisan dewa telah turun ke dunia fana! Hentikan semua invasi ke kota-kota kecil! Kerahkan seluruh Tetua Inti Emas dan Jiwa Nascent! Kita menuju Ngarai Pemutus Jiwa malam ini juga!" perintah sang Patriark, suaranya menggelegar ke seluruh penjuru markas bawah tanahnya.

​Malam itu, Benua Timur mendidih.

​Lima Sekte Besar (termasuk Sekte Awan Ungu), Kekaisaran Bela Diri, dan Aliran Sesat Darah Hitam mengesampingkan perang wilayah mereka. Ribuan kapal spiritual raksasa, kereta terbang yang ditarik naga bumi, dan kultivator-kultivator tingkat puncak yang telah mengasingkan diri ratusan tahun, semuanya terbang membela langit malam menuju satu titik koordinat yang sama: Ngarai Pemutus Jiwa.

​Mereka semua berniat memperebutkan warisan surgawi yang mereka yakini baru saja turun dari langit.

​Tidak ada yang menyadari, bahwa pilar cahaya surgawi itu bukanlah tanda terbukanya pintu harta karun, melainkan efek samping dari terobosan kultivasi seorang buronan muda berusia sembilan belas tahun.

1
Sang M
stop cerita. dancokkk
Sang M
tahi dancokkkkk
budiman
satu mawar 🌹
Raju
isi otak si mc... seperti penjahat beneran....🤣🤣🤣
Raju
habislah para pencari budak...
Raju
lin tian... adalah hantu yg sebenar benarnya...
Raju
badai akan segra tiba !!
Raju
kuat kuat kuaaaat....
perjlalnan aang mc tuk menuju kuat
Raju
waduh... bakal jadi bubur ni si mc kena petir dewa...🤣🤣
Raju
koid dah tuan muda arogan ..
Raju
master sekte kultivasinyabaja yg tinggi. tpi serakah. sama kea tetua lu... g tau benar dan salah.
sama sama sinting...!!
Raju
luar biasa...
inti emas awal melawan inti emas ahir....
Raju
dari bumi awal meroket ke inti emas pertama....
mantaaaab
Raju
joooooozzzz
Raju
kurang habis lin tian..
Raju
horeeeee.... naik tingkat lgi....
Raju
dua jenius beradu nasib....
Raju
perampok yg drampok..,
Raju
bente lgi lu cangkong jadi almarhum ..
Raju
bakal jadi murid inti no one ni...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!