NovelToon NovelToon
KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

"Dilahirkan dengan Tulang Roh yang Layu, Lin Chen dianggap sebagai aib terbesar bagi Kekaisaran Shenghuang. Setelah dijebak oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh ayahnya sang Kaisar, ia diasingkan ke Sekte Pedang Taixuan—sebuah sekte kuno yang hampir punah—dan hanya diberi pekerjaan sebagai murid tukang sapu.

Dunia mengira hidupnya telah hancur. Namun, mereka tidak tahu bahwa di hari pertamanya memegang sapu, sebuah Sistem Absensi Jejak Kuno bangkit di dalam jiwanya!

【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Gerbang Batas Taixuan. Hadiah: Tubuh Pedang Kekacauan Primitif!】
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Makam Pedang Leluhur. Hadiah: Mata Dewa Kekacauan!】

Aturannya ketat: Hanya bisa check-in satu bulan sekali! Namun, setiap tempat yang pernah disinggahi para dewa kuno akan memberinya hadiah tingkat mitologi.

Ketika sekte-sekte besar mencoba menghancurkan tempatnya menumpang, dan Kekaisaran Shenghuang datang untuk menindasnya lagi, pangeran yang dianggap sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Malam itu, setelah pertarungan sengit melawan kelompok mata-mata Kekaisaran Timur di lembah tersembunyi, Lin Chen kembali ke kediaman sementaranya dengan penampilan asli. Begitu menutup pintu, ia langsung duduk bersila di atas ranjang kayu yang keras. Ia memejamkan mata sejenak untuk menenangkan pikiran dan menstabilkan sirkulasi Qi di dalam tubuhnya. Meridian jiwanya masih sedikit bergetar hebat; menggunakan Teknik Klon Bayangan Tingkat Legendaris untuk pertama kalinya dalam pertempuran nyata ternyata menguras kontrol mental yang cukup besar, meninggalkan riak energi yang harus segera ia jinakkan sebelum fajar tiba.

Pagi harinya, sinar matahari baru saja menyentuh sudut atap genteng istana yang dingin ketika Lin Chen membuka mata. Udara di dalam kamar terasa sejuk, namun pikirannya sudah sepenuhnya jernih. Setelah merenungkan kejadian semalam, ia menyadari satu hal krusial: ia tidak bisa terus-menerus bergantung pada hadiah sistem semata. Langkahnya harus mandiri. Untuk menaikkan kultivasi secara stabil, mandiri, dan memperkuat fondasi Tubuh Hegemoni Hongmeng-nya, ia harus mulai meramu pil tingkat tinggi sendiri.

Namun, pergi keluar dari istana dalam kondisi diawasi ketat adalah tindakan bunuh diri taktis. Setelah memastikan melalui Mata Dewa Kekacauan bahwa fluktuasi pengawasan mata-mata istana di luar sedang berada pada titik terendah, Lin Chen segera mengambil risiko. Ia membentuk segel tangan tersembunyi dan mengaktifkan teknik bayangannya.

Swoosh!

Sebuah siluet bayangan murni muncul secara instan di atas ranjang, perlahan memadat dan berubah wujud menjadi sosok yang identik dengannya. Klon tersebut duduk bersila dengan postur meditasi yang sempurna, bahkan ritme napasnya diatur sedemikian rupa agar memancarkan fluktuasi tubuh fana yang lemah. Lin Chen tahu taruhannya sangat tinggi; jika ada pangeran lain atau pejabat istana yang melakukan sidak mendadak dan menyentuh klon ini dengan paksa, penyamarannya akan runtuh. Namun, ini adalah risiko yang harus diambil.

Di saat yang sama, tubuh asli Lin Chen melebur dengan bayangan sejenak, bertransformasi menjadi sosok pria paruh baya misterius berpenampilan immortal. Postur tubuhnya sengaja dibuat lebih tinggi, wajahnya berubah menjadi pria berjanggut tipis dengan guratan wibawa, didukung oleh jubah abu-abu panjang yang longgar. Dengan penyamaran kultivator pengembara tingkat tinggi ini, ia menyelinap keluar melalui celah jendela belakang dan melesat cepat menuju wilayah ibu kota yang mulai ramai.

Siang harinya, ibu kota Kekaisaran Shenghuang telah dipenuhi oleh hiruk-pikuk yang padat. Pedagang membuka kios sihir, kultivator pengembara dari berbagai sekte berlalu lalang, dan aroma obat-obatan jalanan menguar tajam di udara. Lin Chen berjalan dengan langkah santai di antara keramaian distrik barat. Aura immortal yang sengaja ia tebar secara tipis membuat para pejalan kaki secara naluriah merasa segan dan memberi jalan, tidak berani mendekat dalam radius tiga langkah.

Tujuannya adalah kawasan Pasar Gelap tersembunyi yang berada di gang-gang sempit distrik tersebut. Di sebuah kios besar yang terisolasi dan menjual bahan-bahan spiritual langka, Lin Chen mendekat. Pemilik kios, seorang pria tua berjanggut putih dengan mata licik, meliriknya sekilas. Merasakan tekanan Qi yang samar namun sangat padat dari wujud pria paruh baya ini, sang pemilik kios langsung mengubah sikapnya menjadi sangat hormat.

“Ada yang bisa saya bantu, Tuan Pengembara?” tanya pria tua itu dengan suara berbisik.

Lin Chen menyebutkan daftar bahan spiritual tingkat tinggi dengan suara rendah dan berat: “Akar Spirit Lotus berumur seribu tahun, Inti Api Emas, Daun Bulan Dingin, dan sepotong Tulang Naga Kuno.”

Pemilik kios terkesiap, dahinya berkerut dalam. “Beberapa dari bahan itu adalah komoditas terlarang yang sangat jarang ditemukan, Tuan. Harganya pun jelas tidak akan murah.”

Tepat saat Lin Chen merogoh kantong spasialnya untuk mengeluarkan kristal spirit berkualitas tinggi, sebuah bayangan besar tiba-tiba memotong jalannya. Seorang kultivator bertubuh kekar dengan kapak di punggung sengaja menabrak bahu Lin Chen dengan kasar. Di belakangnya, dua orang anak buah dengan wajah bengis mengikutinya sembari menyeringai.

“Heh, orang baru ya?” kultivator kasar itu mendengus sombong, menatap jubah abu-abu Lin Chen dengan pandangan meremehkan. “Di pasar gelap distrik barat ini, ada aturan tak tertulis. Siapa pun orang asing yang ingin memborong bahan langka, harus membayar ‘pajak jalan’ dulu kepada kelompok kami jika ingin keluar dari sini dengan kaki utuh.”

Lin Chen tidak membuang kata. Di balik janggut palsunya, sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis yang sedingin es. Tanpa menggerakkan tangan, ia melepaskan sekelumit kecil tekanan spiritual murni dari ranah Nascent Soul Tingkat 3 miliknya, yang telah dimurnikan oleh energi primordial.

BOOM!

Sebuah tekanan tak kasat mata yang terkompresi dengan sangat padat langsung menghantam batin ketiga preman tersebut. Udara di sekitar kios mendadak terasa membeku. Kultivator kasar yang tadinya sombong seketika terkesiap, wajahnya berubah pucat pasi seputih kertas dalam hitungan detik. Lututnya gemetar hebat, dan keringat dingin bercucuran deras dari dahinya seolah-olah baru saja melihat dewa kematian berdiri di depannya.

“Maaf… maafkan kelancangan mataku yang buta ini, Tuan Senior!” ratap pemimpin preman itu dengan suara bergetar sebelum langsung berbalik dan lari tunggang langgang bersama anak buahnya.

Transaksi pun selesai tanpa hambatan lebih lanjut. Setelah mendapatkan seluruh bahan obat yang dibutuhkan, Lin Chen menyimpan semuanya ke dalam cincin penyimpanan tersembunyi dan segera melangkah pergi, berniat kembali ke istana karena batinnya mendadak merasakan firasat yang kurang nyaman.

Sore harinya, saat matahari mulai condong ke barat dan memancarkan cahaya jingga keunguan yang temaram, Lin Chen berbelok ke sebuah gang batu yang sempit dan sepi untuk memotong jalur kembali menuju tembok kompleks istana. Namun, langkah kakinya mendadak terhenti total.

Suasana di gang kecil itu seketika berubah menjadi sunyi senyap yang mencekam.

Di ujung gang, tampak seorang wanita bergaun sutra biru lembut berjalan dengan sangat anggun, ditemani oleh dua orang pelayan wanita berzirah ringkas di sisi kiri dan kanannya. Wajah wanita itu tertutup oleh selembar kain tipis, namun hal yang paling mencolok dan mengejutkan adalah selembar kain penutup mata berwarna putih bersih yang diikat rapi ke belakang kepalanya.

Wanita itu tiba-tiba menghentikan langkah kakinya tepat di tengah gang. Kepala indahnya sedikit miring ke samping.

Momen kritis pun tercipta. Lin Chen menahan napasnya secara internal. Melalui pancaran Mata Dewa Kekacauan yang ia aktifkan secara pasif, ia mendapati sebuah gelombang persepsi spiritual tingkat tinggi yang sangat aneh, tajam, dan tidak masuk akal sedang menyapu udara dari arah wanita tersebut. Gelombang persepsi itu laksana ribuan jarum tak kasat mata yang langsung mengunci dan mencoba menguliti wujud penyamaran immortal-nya!

‘Sial, persepsi spiritual yang sangat mengerikan... Apakah dia Putri Xiao Qinglan dari Kekaisaran Timur?! Mengapa dia sudah berada di ibu kota secara rahasia?’ batin Lin Chen bergejolak. Taruhannya mendadak melonjak ke titik tertinggi. Persepsi spiritual Xiao Qinglan ternyata jauh lebih pekat dari rumor; gelombang itu mulai meraba riak Qi primordial di balik lapisan penyamaran bayangannya. Jika dibiarkan selama tiga detik lagi, ilusi wujud pria paruh bayanya akan terkoyak di mata sang putri!

Dua pelayan wanita di samping Xiao Qinglan langsung mencabut sebagian senjata mereka, merasakan ketegangan yang mendadak memuncak dari tubuh majikan mereka.

Wanita berpenutup mata itu perlahan memutar tubuhnya, menghadap tepat ke arah posisi Lin Chen berdiri. Suaranya terdengar sangat lembut, seanggun petikan kecapi kuno, namun membawa tekanan wibawa yang luar biasa besar saat ia membuka suara:

“Ada seseorang di depanku... Aura fisik Anda memancarkan wujud seorang kultivator pengembara tua, namun... mengapa fluktuasi jiwa di kedalaman meridian Anda terasa begitu muda dan memiliki riak kabut kekacauan yang sangat asing? Siapa Anda sebenarnya?”

Tensi di gang sempit itu berada di ambang ledakan. Penyamaran Lin Chen berada di ujung tanduk. Dalam hitungan sepersekian detik, Lin Chen harus memutar otak dengan kecepatan penuh. Jika ia menyerang, identitasnya sebagai pangeran di istana akan terancam. Jika ia diam, struktur energinya akan terbongkar sepenuhnya oleh indra spiritual unik milik sang putri.

Mengambil keputusan ekstrem, Lin Chen secara diam-diam membalikkan aliran energi Tubuh Pedang Kekacauan di dalam dirinya. Ia sengaja mengorbankan sebagian kecil Qi-nya untuk meledakkan riak energi pedang yang rusak dan hancur di permukaan kulitnya, sekaligus memalsukan usia jiwanya dengan menyuntikkan sisa energi dari patung pendiri kekaisaran yang ia dapatkan semalam.

Hummm—

Sebuah getaran energi pedang yang terasa kuno, lapuk, dan penuh dengan aura kematian mendadak keluar membalas sapuan indra spiritual Xiao Qinglan. Tindakan manipulasi instan ini berhasil menciptakan ilusi optik spiritual: membuat Lin Chen terkesan seperti seorang kultivator tua bangkotan yang jiwanya telah rusak dan membusuk akibat gagal menerobos ranah, sebuah trik ekstrem yang menyembunyikan identitas aslinya dengan sempurna di detik terakhir.

Xiao Qinglan tampak sedikit terkejut, tubuhnya mundur setengah langkah saat indra spiritualnya mendadak menerima feedback energi pedang yang rusak tersebut. Ia mengernyitkan kening di balik penutup matanya, merasa bahwa persepsi spiritualnya baru saja melakukan kesalahan analisis akibat keunikan penyakit kultivasi pria di depannya.

Lin Chen tidak memberikan kesempatan bagi sang putri untuk menguji dirinya lebih jauh. Dengan suara yang sengaja dibuat parau, berat, dan batuk kecil yang disamarkan, ia mengeluarkan suara dingin:

“Jalanan umum di ibu kota tidak dikuasai oleh satu faksi. Menggunakan indra spiritual untuk menguliti orang asing di tempat umum... Kekaisaran Timur ternyata tidak memiliki tata krama yang baik.”

Setelah melontarkan kalimat penuh peringatan tersebut dengan nada berwibawa, Lin Chen langsung berbalik dan melangkah pergi dengan kecepatan luar biasa, menghilang di balik tikungan gang sebelum pelayan Xiao Qinglan sempat bereaksi.

Di ujung gang, Xiao Qinglan tetap berdiri diam dalam keheningan yang panjang, mencoba merasakan sisa udara dingin yang ditinggalkan oleh pria misterius itu dengan ekspresi wajah yang penuh teka-teki.

Sementara itu, Lin Chen terus melesat dalam kegelapan sore yang mulai turun, memacu detak jantungnya yang sempat berdegup kencang. Ia tahu, pertemuan tak terduga ini telah membuktikan bahwa Putri Buta yang akan menjadi calon istrinya adalah sosok yang jauh lebih berbahaya dan misterius dari semua dugaan yang ada di atas kertas.

1
Ilham Yono
terbaik
Hadi Hadi
semangat😍💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
Ilham Yono
beuh /Determined/
Zahira Valen
Alkemia
Ilham Yono
hihihi/Facepalm/
Ilham Yono
coool🆒
Ilham Yono
kereeen thor/Angry/
Ilham Yono
terbaik Thor...bantai bantai gambatheeeee
Ilham Yono
mulai curiga kayaknya sih sudah tau pangeran 9 bukan kaleng kaleng
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
beuh berat berat ini guys
Ilham Yono
misteri/Shy/
Ilham Yono
hihi mau maen maen ma kita /Facepalm/
Ilham Yono
beuh kaga nyadr
Hadi Hadi
bantai💪
Ihya Ilmi
Terus ditunggu lanjutannya thor
Ihya Ilmi
Kata-katanya mantap poooollll
Ilham Yono
hihihi /Facepalm/
zerotwo
Tanpa ampun MC nya 👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!