NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:505.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Feng melongo, tidak percaya dengan keberanian tabib agung di hadapannya, seumur hidup selain Kaisar tidak pernah ada yang berani kurang ajar padanya, para menteri juga menghormatinya. Tapi tidak dengan tabib agung di hadapan.

"Kau mau jubah ku juga?! " suara Feng sangat tidak bersahabat.

"Ya! Dan bawakan satu keranjang bakpao lagi untuk dibawa pulang!" oceh Li Zie kembali galak, "Cepat! Sebelum aku berubah pikiran dan membiarkan energi 'resonansi' perutku meledakkan tempat ini!"

Li Zie benar-benar tidak ada habisnya. Sambil menunggu perak dan jubahnya, ia kembali duduk di lantai, melanjutkan makannya seolah paviliun itu adalah miliknya sendiri.

 Sang Pangeran dan kedua pengawalnya hanya bisa saling pandang, menyadari bahwa Tabib Agung ini adalah orang paling aneh sekaligus paling berani yang pernah mereka temui.

Feng hanya bisa berdiri kaku seperti patung saat Li Zie dengan santainya merampas jubah bulu rubah mahalnya. Feng menatap Yan seolah bertanya, “Kau yakin kakek eh, gadis cemong ini benar-benar tabib sakti?” namun Yan hanya membalas dengan tatapan pasrah.

Li Zie menyendawa kecil suara kepuasan yang sangat tidak feminin. Ia mengelap tangannya yang berminyak ke kain saku yang dibawa Ji Yu, lalu menatap sisa-sisa tulang ayam di nampan dengan tatapan kemenangan.

"Ah... sekarang barulah jiwaku kembali ke raga," gumam Li Zie.

Tiba-tiba, ia menyadari Feng dan Pangeran sedang menatap wajahnya yang tanpa janggut dengan penuh selidik. Li Zie langsung teringat perannya. Dengan gerakan kilat yang membuat Feng hampir menghunus pedangnya karena kaget, Li Zie menyambar janggut dan kumis kuda palsunya yang tergeletak.

 Li Zie menempelkannya kembali dengan bantuan sedikit sisa lem gaib dari ruang dimensinya. Dalam hitungan detik, sosok gadis rakus tadi menghilang, berganti menjadi kakek tua yang punggungnya sedikit membungkuk dan tatapannya sedalam sumur tua.

Li Zie berdeham berat, suaranya kembali serak dan berwibawa.

"Ehem! Anak muda yang baru datang ini..." Li Zie menunjuk Feng dengan tongkat kayunya.

"Aura pedangmu terlalu tajam. Tapi hatimu terlalu kaku, itu tidak baik untuk kesehatan ginjalmu. Jangan terlalu sering melotot, atau matamu akan copot sebelum kau menikah." ujar tabib Agung memperingati dengan penuh wibawa.

Feng melongo, dan berkata, "Apa?! Kau-"

"Diam!" potong Li Zie dengan nada kakek-kakek galak. Dan kembali berkata dengan begitu berwibawa, "Waktuku sangat berharga. Emas sudah aku terima, jubah rubah ini akan aku jadikan jimat pelindung, dan perak tambahannya... masukkan ke dalam kantung Ji Yu."

Li Zie berdiri tegak, memakai jubah bulu rubah milik Feng di atas Hanfu hitamnya yang kebesaran. Penampilannya sekarang benar-benar absurd kakek-kakek cemong berbaju pengawal, memakai jubah mewah yang terlalu panjang hingga menyapu lantai, tapi entah kenapa auranya terasa sangat menekan dan kuat.

Li Zie mendekat ke ranjang sang Pangeran satu kali lagi. Mata Dewanya berkilat tajam di balik kumis palsunya yang sedikit miring.

"Pangeran," suara Li Zie merendah, memberi kesan rahasia. "Jangan percayai bau teh yang terlalu harum, dan jangan percayai orang yang terlalu banyak bersujud di depanmu. Musuhmu tidak berada di luar hutan bambu ini, tapi dia mungkin sedang menyiapkan teh untukmu besok pagi."

Pangeran itu menatap Li Zie dengan serius, senyum gelinya hilang berganti rasa hormat, lalu berkata, "Nasihat Anda akan saya ingat, Tabib Agung."

"Bagus. Ji Yu, angkut semua harta itu! Kita pergi sebelum matahari tahu kalau aku baru saja merampok pengawal!" perintah Li Zie.

Dengan gerakan qinggong yang elegan, Li Zie melesat keluar jendela paviliun disusul Ji Yu yang keberatan beban emas dan perak.

Feng hanya bisa menggerutu sambil memegangi bahunya yang kedinginan tanpa jubah, dan berkata, "Yan, dia benar-benar tabib atau perampok profesional?"

Pangeran itu masih patuh berbaring di ranjangnya, menghirup aroma obat yang ditinggalkan tabib agung dan berkata, "Dia adalah orang yang akan membuat hidupku jauh lebih menarik, Feng. Cari tahu siapa dia... Tapi jangan sampai dia tahu kau mencarinya."

...****************...

Malam semakin larut saat Li Zie dan Ji Yu melesat di atas atap perumahan warga menuju arah kediaman Menteri Li.

Li Zie merasa sangat lincah karena perutnya penuh, ditambah jubah bulu rubah milik Feng yang membuatnya merasa seperti bos besar.

Suasana gang menuju pinggiran kota itu sangat sepi, hanya ada suara langkah kaki Li Zie dan Ji Yu yang terburu-buru. Tiba-tiba, insting Li Zie yang tajam, warisan dari kitab arus langit, merasakan getaran udara yang tidak beres.

Li Zie mengaktifkan mata dewa dan dapat melihat segerombolan orang yang pasti akan menyerangnya, ia dapat melihat sosok di balik persembunyian itu menjadi sekumpulan daging merah.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!