NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Umpan Tersembunyi di Balik Hadiah

     Debu jalanan berterbangan pelan saat iring-iringan kuda tunggangan Kerajaan Tai Yue akhirnya berhenti tepat di depan gerbang utama raksasa Istana Kerajaan Feng Ling. Di barisan paling depan, duduk sosok pemuda yang paling utama. Dialah Pangeran Gao San.

    Ia mengenakan jubah hitam pekat yang disulam benang emas dengan corak harimau, lambang khas Kerajaan Tai Yue. Wajahnya tampan dan tenang, namun menyimpan badai yang tersembunyi di balik tatapan matanya: badai yang tak pernah reda selama belasan tahun silam.

Gao San mendongak ke atas, menatap tembok tinggi yang menjulang kokoh, dengan menara-menara sudut yang tampak gagah di kejauhan. Padahal kedua kerajaan sudah resmi berdamai sejak Kaisar Jin Feng naik takhta menggantikan Kaisar terdahulu.

Tangan nya mengepal perlahan di atas pelana kuda.

"Akhirnya aku sampai di sini," batin nya. "Kerajaan yang dahulu, pernah menjadi musuh terbesar Kerajaan Tai Yue."

     Wajahnya tetap tenang, senyum tipis terukir di bibir, senyum yang biasa dipakai untuk menipu mata dunia. Namun di balik topeng itu, tangannya terkepal erat di balik lengan jubah.

     Darahnya mendidih hebat. "Pemandangan ini persis sama seperti bayangan yang menghantuiku setiap malam selama belasan tahun silam."

    Matanya perlahan memburam, seolah waktu berputar kembali ke masa lalu. Ia melihat dirinya yang masih kecil, berdiri di samping sosok pria tua yang gagah perkasa, dialah kakeknya yang sangat ia cintai. Di hadapan mereka terbentang medan perang yang dipenuhi asap, teriakan mencekam, dan genangan darah. Di kejauhan, panji Kerajaan Feng Ling berkibar dengan angkuh.

"Kita berjuang demi lima wilayah itu," ujar kakekku dengan suara mantap. "Aku tidak akan membiarkan Kaisar Jin Feng merampas tanah leluhur kita."

     Lalu aku melihatnya. Pedang Kaisar Jin Feng berkilat dingin di bawah cahaya matahari. Satu ayunan tegas, menebas dada kakekku. Tubuh gagah itu pun ambruk perlahan ke tanah. Zirah pelindung yang terbuat dari kulit hewan buas milik kakekku kini berlumuran darah segar.

Itulah hari di mana hatiku ikut mati, digantikan oleh api dendam yang takkan pernah padam selamanya.

Bayangan kelam itu perlahan lenyap. Pangeran Gao San kembali tersadar, kini berdiri tepat di depan gerbang raksasa Kerajaan Feng Ling.

"Kaisar Jin Feng... kau membunuh kakekku! Kau merampas tanah leluhur kami! Maka sekarang, aku akan mengambil semuanya kembali, dan membalaskan kematian kakekku!" batinnya bergejolak, dilalap api kebencian yang membara.

    Satu nama pertama yang terlintas di benakku adalah Putri Ling Xie. Ia menjadi salah satu hal pertama yang akan ku perhatikan di sini. Aku pernah mendengar kabar yang tersiar ke seantero negeri, sang Putri asli yang hilang bertahun-tahun telah kembali. Kabar mengatakan kecantikannya tiada duanya, sifatnya lembut dan mempesona, persis seperti bunga teratai putih yang baru mekar sempurna.

Tangan kanannya meremas kotak perhiasan kecil berbalut kain sutra merah tua. Di dalamnya tersimpan kalung pusaka milik Ratu Pertama Kerajaan Tai Yue, sebuah kalung bertatahkan mutiara bulan es yang berkilau lembut. Ini bukan hadiah resmi dari Kerajaan Tai Yue, melainkan pemberian pribadi dari Pangeran Gao San sendiri.

"Tolong serahkan hadiah ini langsung ke tangan Yang Mulia Putri Ling Xie," ujar Pangeran Gao San kepada pelayan yang berdiri di hadapannya. "Katakan, ini tanda kekaguman pribadiku. Aku sangat ingin berkenalan dengan beliau."

"Baik, Yang Mulia Pangeran," sahut pelayan itu sambil membungkuk hormat.

Pelayan itu pun menerima kotak hadiah dan berlalu pergi. Gao San sendiri berjalan perlahan menyusuri taman istana. Belum sempat ia berbalik arah, matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah paviliun di sudut taman. Napasnya seketika tertahan.

Di sana berdiri seorang wanita cantik ditemani pelayan setianya. Itu dia, Ling Xie, sang Putri asli Kerajaan Feng Ling. Benar saja, kabar yang tersiar tak berlebihan sedikit pun. Wajahnya seputih kelopak bunga teratai, bersih dan bercahaya, matanya jernih menenangkan hati siapa pun yang memandangnya. Senyumnya begitu manis, penuh kelembutan yang tiada tara.

   Di detik itu, satu keinginan liar meledak di benaknya, Ingin rasanya merebut putri cantik itu saat ini juga, lalu menyimpannya rapat-rapat, hanya untuk dirinya seorang saja.

     Namun yang membuatnya terkejut, di samping Putri Ling Xie telah berdiri seorang pemuda tampan. Dialah Pangeran Zhong Yang dari Kerajaan Shen Long kerajaan yang di masa lalu ikut mendukung Feng Ling dalam peperangan itu, membantu merebut kelima wilayah kekuasaan tersebut.

Tangan pemuda itu menepuk bahu Ling Xie dengan lembut, dan mereka saling menatap dengan tatapan yang begitu dalam. Di mata Gao San, seolah ada ikatan cinta yang kuat menyatukan hati mereka berdua.

Gao San mengepalkan tangannya dengan sangat erat, hingga kuku-kukunya menancap ke daging telapak tangannya sendiri. Api cemburu meledak seketika di dadanya, membakar sisa kesabaran yang ia miliki.

Sebenarnya, di antara Ling Xie dan Pangeran Zhong Yang memang terjalin cinta sejati yang tulus. Mereka pernah berbagi kehangatan, bahkan pernah menyatukan bibir dalam ciuman yang penuh perasaan.

   Namun Ling Xie sadar betul bahwa Li Mei Feng juga menyimpan cinta yang mendalam pada Pangeran Zhong Yang. Demi mencegah kebencian Li Mei Feng meledak dan membawa malapetaka, Ling Xie memohon agar hubungan mereka cukup berhenti di sini, hanya sebatas persaudaraan kakak dan adik.

Meskipun begitu, Pangeran Zhong Yang tak pernah sekalipun berniat menyerah. Ia tetap berharap suatu hari nanti bisa mendapatkan hati Ling Xie sepenuhnya.

Sayangnya, kebenaran rumit ini sama sekali tak diketahui oleh Pangeran Gao San. Dari kejauhan, ia hanya melihat kedekatan yang tampak begitu hangat dan milik orang lain.

"Mereka begitu akrab... Zhong Yang berhasil membuat Ling Xie terus tertawa dan tersenyum lebar. Sepertinya dia pun tertarik pada sang Putri. Aku takkan pernah membiarkan hal itu terjadi! Ling Xie adalah milikku, dan takkan ada yang boleh memilikinya selain aku!" gumamnya dalam hati, penuh keputusasaan yang berubah menjadi tekad mematikan.

Sementara itu, pelayan yang tadi disuruh pun menghampiri Ling Xie, lalu menyodorkan kotak berbalut sutra merah tua itu.

"Yang Mulia, ini ada hadiah khusus dari Pangeran Gao San dari Kerajaan Tai Yue," ujar pelayan itu dengan sopan.

Ling Xie tampak ragu menyambutnya. Ia menoleh sejenak menatap Pangeran Zhong Yang, seolah mencari pendapat.

Namun Pangeran Zhong Yang justru tersenyum lembut dan mengangguk, memberi isyarat agar ia menerimanya. Ia ingin Ling Xie menghargai niat baik orang lain, sekalipun itu dari seseorang yang baru pertama kali datang. Namun rasa tidak nyaman di hati Ling Xie tak bisa ia abaikan. Benar saja, tiba-tiba waktu di sekelilingnya seolah berhenti berputar sejenak. Sebuah layar cahaya biru samar muncul tiba-tiba di udara kosong di hadapannya, didampingi oleh sosok pemandu sistem berbentuk robot ubur-ubur yang berkilau lembut berwarna merah jambu.

[SISTEM KEMBALI]

[PERINGATAN KERAS!!! HADIAH ITU ADALAH UMPAN BAHAYA DARI PANGERAN GAO SAN. BELIAU BERNIAT MENGGUNAKANNYA UNTUK MENGHANCURKAN KERAJAAN FENG LING SEKARANG JUGA!!!]

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!