NovelToon NovelToon
Ooh Diana "Gadis Hujanku"

Ooh Diana "Gadis Hujanku"

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:17M
Nilai: 5
Nama Author: ALSIB

"Mengapa Istri orang ini begitu menggodaku, suaranya, tawanya, senyumnya, bodynya.. Astaga, kenapa otakku kotor begini? "~ Mario Abraham

"Jangan pernah mempertanyakan arti bahagia kepadaku, aku hanya mengenal pengorbanan dan kata luka, mungkin ini memang takdirku.. ini bukan kisah bahagia.. ini kisah sedihku.. dan juga pengabdianku.. jangan berharap ada senyuman, kisahku hanya airmata.. Ya aku Diana.. sepenggal kisah yang penuh airmata, entah kapan aku akan bahagia.. dan aku tidak mencarinya, aku tidak berharap banyak pada kehidupan ini.. Kedurhakaan kami menyisakan penderitaan yang berkepanjangan. ~ Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bos Gila

Emily : "Ada apa menelponku sepagi ini.. Mau curhat lagi?"

Mario : "Em, bagaimana kalau kau yang mengurus salon Mama, rasanya aku ingin menyerah rumit sekali mengurusnya, belum urusan rumah, Lukas tidak becus mencari asisten rumah tangga, baju putihku kelunturan semua"

Emily : "Rekrut karyawan lagi saja dan rekrut satu pegawai buat ngurus rumah"

Mario : "Atau aku rekrut keduanya.. Mantab.. thanks Em.. muach.. bye

Emily : "Heii...."

tut tut tut tut... Telpon pun terputus.

Mario bergegas keruang Diana, namun nihil Diana tidak ada di ruangannya, saat melihat jam tangannya, Mario sadar bahwa sekarang jam makan siang. Sayup - sayup terdengar suara merdu yang sangat dia kenal dari arah pantry, Mario pun mendekat ke arah pantry.

"Ehm kalau aku, kunyitnya aku bakar dulu jadi rasanya lebih enak, coba deh" kata Diana kepada salah satu office girl. Mario pun mengetuk dan membuka pintu pantry.

"Wati, bisa minta tolong belikan nasi padang di depan?" tanya Mario dan Wati buru - buru mendekat.

"Rendang, paru, peyek udang, belikan yang lainnya yang belum makan" kata Mario lagi. Wati pun mengangguk dan keluar dari pantry.

"Eeh Diana.. tumben makan dipantry" tanya Mario masih diambang pintu.

"Aku lupa bawa minum, tumben makan siang dikantor" tanya Diana kembali.

"Aahh aku lelah Di" kata Mario memasuki pantry mengambil air minum dan duduk di seberang Diana.

"Kenapa emang" tanya Diana lagi sambil membuka kotak bekalnya yang dibawa dari rumah.

"Tahu sendiri kan, kerjaan tidak pernah berhenti belum urusan rumah.. rumah udah kaya kapal pecah" kata Mario memperhatikan Diana membuka satu persatu kotak bekalnya.

"Di, kamu masak apa, kayanya enak" tanya Mario melihat tiga kotak bekal yang berisi nasi, lauk pauk, sayur beserta sambalnya.

"Cuma opor telor dan tahu, sama tumis kacang panjang, tahu tempe goreng dan sambal" jawab Diana.

"Apa aku boleh mencobanya, Di?" pinta Mario.

"Apa kau yakin? Kau ingin mencoba makananku? Mario, apa tidak salah? Ini masakan biasa, apa ka-" kata Diana seakan tidak percaya seorang Mario mau mencoba makanannya, kata - katanya terhenti ketika Mario merampas sendok Diana dan mulai mencicipi masakan Diana satu persatu.

"Hmm.. enak sekali" gumam Mario.

Dengan lahap Mario memakan sesuap demi sesuap dan tanpa sadar makanan yang di icipinya masuk semua ke lambungnya. Tanpa sisa!

"Ehm.. Mario.. sepertinya kau sangat kelaparan ya" kata Diana dengan canggung.

"Astaga Diana.. kenapa aku lupa kalau itu makan siangmu.. Diana.. ini ehm.. ini enak sekali, ini seperti masakan mamaku.. bahkan lebih enak.. yah Di.. maafkan aku" kata Mario meletakkan sendoknya.

"Ck.. Memang dasar kau lapar saja" kata Diana meraih kotak tisu dan diletakkan dekat Mario agar mudah dijangkaunya.

"Di.. Maafkan aku.. aku bersumpah.. masakanmu enak sekali Diana,.. Apa tidak apa- apa aku memakannya" kata Mario mengambil beberapa lembar tisu dan menyeka mulutnya.

"Iya.. Iya.. tidak apa apa.. asal jangan tiap hari yaa, aku bisa tambah kurus kering" Diana mengerucutkan bibirnya sambil membereskan bekas makanannya, tidak lama Wati datang membawa beberapa bungkus nasi padang dan meletakkan milik Mario di piring lalu menyerahkan pada Mario, Wati pun meletakkan beberapa bungkus nasi di piring pesanan yang lainnya dan membawanya keluar dari pantry.

"Naahh.. Diana.. sebagai gantinya, bagaimana kalau kau memakan nasi padangku" kata Mario menyerahkan sebungkus besar nasi padang dihadapannya.

"Tidak usah tidak apa- apa Mario, aku biasa makan sehari sekali, bahkan tidak makan.. aku bisa makan nanti di rumah" kata Diana menyodorkan kembali piring dengan sebungkus nasi padang, Mario trenyuh mendengarnya.

"Baiklah aku akan membuangnya" kata Mario mengambil nasi bungkus itu dari piring, namun tangan Diana menahannya.

"Ck kau ini.. apa yang kau lakukan.. dosa membuang- buang makanan" Diana menggeser piring dengan sebungkus nasi padang ke hadapannya, lalu membukanya.

"Astaga Mario.. ini banyak sekali.. Bagaimana aku menghabiskannya? Ini porsi mu? Lauknya serba dua, astaga" Diana menutup mulutnya yang terbuka dengan sendok yang terkait di ibu jarinya, melihat porsi makanan itu.

"Ambil saja sebagian nanti sisanya bisa aku makan, perutku masih muat Di" kata Mario tersenyum kuda dengan mengerlingkan matanya. Diana pun mengambil piring bersih di rak yang tidak jauh dari situ dan dibawanya kembali ke meja makan.

"Makanmu banyak sekali Mario, ini pertama kalinya aku makan dengan 3 lauk enak yang berbeda, mengerikan sekali" Diana memisahkan makanannya lalu menyerahkan sebagian kepada Mario dan sendoknya.

"Makanku banyak baru beberapa bulan belakangan ini, selama dua tahun ini selera makanku kacau, aku jarang makan, aku sibuk dengan duniaku sendiri" kata Mario melanjutkan makannya.

Karena malas mengambil sendok lagi, Diana memakai sendoknya sendiri bekas Mario merampas sendok dan makanan hasil masakannya sendiri. Mata Mario mengekor sendok bekas dia makan memasuki mulut Diana sesuap demi sesuap, Mario tersenyum tipis dan membiarkannya.

"Diana, kau setiap hari memasak?" tanya Mario

"Hmm iyaa.. aku jarang sekali membeli makanan dari luar, kecuali temanku Erika yang sering berkunjung yang membawa makanan saat kerumahku" kata Diana makan dengan lahap.

"Suamimu sangat beruntung dia pasti menyukai masakanmu, aku akan betah di rumah juga kalau masakanmu seenak itu" Diana terdiam mengatur debaran saat Mario mengatakan hal itu.

"Ehm maksudku.. kalau istriku nantinya pintar memasak seperti dirimu" kata Mario meralat ucapannya tanpa melihat tatapan Diana yang menusuk jantungnya.

"Mas Gilang tidak pernah memuji masakanku seperti dirimu, maksudku bilang enak tapi tidak seperti dirimu, kau seperti tidak pernah makan dari bayi saja" kata Diana membuat Mario tergelak.

"Aku mengatakan yang sejujurnya, bahkan masakanmu jauh lebih enak dari masakan ibuku dan orang yang pernah ku cintai" kata Mario.

"Pernah kau cintai? Dan sekarang tidak?" tanya Diana dengan mengernyitkan alisnya.

"Sekarang tidak.. dia telah lama meninggalkanku" jawab Mario datar.

"Dan yang kemarin yang menolongku dan pergi bersamamu? Apa kau tidak mencintainya?" tanya Diana kemudian.

"Hahahah yang kemarin? Sudah pasti aku menyayanginya karena dia-.."

"Astaga Mario kau ada disini, kemana ponselmu? Papamu menghubungiku, kau susah ditelpon katanya" kata Lukas bersungut- sungut memasuki pantry dan memotong pembicaraannya.

"Lukas kau sudah makan?" tanya Diana.

"Belum Diana, aku sibuk mencari si Gila ini" Mario menajamkan matanya kearah Lukas dengan menyebut dirinya si Gila karena itu bahasa Diana.

"Maksudku Bos Gila" Lukas meralat kata - katanya sambil menggarukkan kepalanya.

"Dan jangan perhatian kepadanya Diana, anak bodoh ini cepat sekali besar kepala" kata Mario terkekeh.

"Apa kau tidak takut tertular virus gilanya Diana? Ooh Tuhan kau duduk satu meja dengannya aku harap kau tidak tertular" kata Lukas tidak mau kalah.

"Aku hanya duduk tanpa bersentuhan, tenanglah aku tidak terkontaminasi dengan virusnya" Diana meletakkan sendoknya dan meminum segelas air.

"Kau memakai sendok bekasku apa kau tidak sadar, Di" Mario tergelak, Diana mengamati sendoknya sendiri dan melotot kearah Mario.

"Kenapa kau baru mengatakannya setelah aku selesai makan? Kau tidak mengidap suatu penyakit kan?" tanya Diana dengan mengerucutkan bibirnya.

"Hahaha hanya virus gila Di" Lukas dan Mario tergelak.

"Aku akan membereskan ini, lama- lama aku bisa ketularan gila seperti kalian" Diana bangkit berdiri dan membereskan bekal makanannya dan mencucinya, Mario pun berpamitan melanjutkan pekerjaannya, namun langkahnya terhenti.

"Di, kalau boleh aku besok ingin makan lagi masakan enakmu, apa saja yang kau masak aku akan memakannya" kata Mario diambang pintu dan Diana mengangguk dengan tersenyum manis.

Dasar bos gila.. Kau bisa kecanduan dengan masakanku. batin Diana dengan senyuman di wajahnya

Dasar istri orang.. kenapa kau menggemaskan sekali.. Kenapa istri orang yang satu ini begitu menggoda.. biasa nya tidak begini.. Aargh Bodoh.. MARIO.

-

Bila kamu menyukai Novel ini, Jangan Lupa Dukungan Vote, Like, Komen, Koin, Poin dan Rate bintangku yaa Reader Tersayang.

Biar aku semangat nulis lagu disela - sela waktu jadwal kuliahku yang padat.

Terima kasih Reader tersayang 😘😘🥰🥰💕💐

-

1
Roslina Sihombing
meledak si pyhiton
Roslina Sihombing
salah satu nya aku ,di sakiti si abaikan gak dianggap, datang hanya untuk sekedar berhubungan saja ,tapi aku tetap bertahan, bukan karena cinta
melainkan karena sumpah ,janji dan tanggung jawab ,
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa?
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Farida end, dunia aman damai.
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
apa kabar gilsam?
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Farida, sempatkah kau bertobat sebelum mati?
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
wah... 🫣
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kehangatan itu tak akan berubah walau ada kelicikan.
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Diana itu, mau cerita aja mikir dulu. bagus gak pemilihan katanya. ibu bijaksana. 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Jupiter hatinya terlalu lembut, hingga melupakan logika
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
racun farida masuk, tepat sasaran. 😱😱😢😢
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
pasti ada alasannya, Jupiter..
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
akhirnya Mario tau
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ternyata itu benar Farida. ada rencana licik apalagi nanti?
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
gilang pelukis. & nenek2 kantin itu? mungkinkah Farida? 🤔🧐
Jessica
aku pas hamil sdh tertekan dngn lingkungan kluarga mertua,aku pendatang d serang dari segala penjuru,pun suami gk respek sm keadaan ku,aku tahan smp melahirkan tp malah semakin parah,tepat bayi ku umur 2bln masih bayi merah aku nekat pulang k asalku singkat cerita aku daftar k pt proses Taiwan,anakku d adopsi sodara ku,2minggu aku d Taiwan suami tlp ijin mo nikah t jwb nikah saja.habis potong an aku ganti nomor dn putus hubungan dngn suami.
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semua kembali bertemu nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!