NovelToon NovelToon
Aku Bukan Actor Genius

Aku Bukan Actor Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rohid Firmansyah

Apa anda serius?...... AKU BENAR BENAR HANYA INGIN MENJADI PENULIS NOVEL, Mengapa sistem ini Memaksaku untuk Menjadi Aktor ?........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohid Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

aku orang jahat!

entah apa yang terjadi padaku nanti , entah itu hal baik atau buruk karena memilih ini , tapi apapun itu aku percaya ada orang orang yng kupercayai di sampingku dan aku tidak takut akan apa yang terjadi nantinya, hahh hidup di negri orang memang sulit.

Tapi yang lebih sulit jika hidup sendiri dan tidak berusaha beradaptasi dengan Lingkungan yang ada.

ini negara bebas , tapi terlalu bebas, maksudku ayolah aku baru saja keluar dari pintu itu, sekarang aku melihat beberapa wanita telanjang di sore hari , oh sial mereka melihat kearah ku.

james yang tengah merenung matanya di nodai oleh wanita wanita itu.

"bukankah ini james yang viral itu" ucap seorang wanita mendekati james dengan bikini saja , entah apa yang terjadi tapi ini pemandangan Biasa di negara seperti amerika.

"woah nona nona ada event apa ini " tanya james, sembari berusaha menahan temannya yang berusaha bangun.

para wanita itu cukup dekat dengan james,bahkan melakukan foto berpelukan dengannya hingga membuat 'adik kecilnya' memberontak.

'ayolah kawan tahan'

"oh kami tidak akan kemana mana, cuaca hari ini cukup panas jadi yeah"

"ok nona nona aku pergi dulu".

setelah wanita itu pergi, james akhirnya bisa tenang karena bersamaan dengan itu ' adik' nya kembali tenang .

dia 1 blok berjalan setelah dari cafe.

persimpangan jalan

'apa aku pengecut tidak berkata pada nya'

untuk kemudian...

Lily berlari sekuat tenaga, mengejar sosok James yang semakin menjauh. Air matanya bercampur dengan keringat yang membasahi wajahnya. Ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang heran melihatnya berlari tergesa-gesa di tengah keramaian kota. Yang ada di pikirannya hanyalah James. Ia harus menghentikan James, ia harus bicara dengannya.

"James! Tunggu!" teriak Lily dengan suara parau.

James, yang sedang berjalan dengan langkah cepat, terhenti saat mendengar teriakan Lily. Ia menoleh ke belakang dan melihat Lily berlari ke arahnya dengan wajah penuh emosi. James menghela napas, ia tahu ia tidak bisa lari dari Lily.

Lily akhirnya sampai di hadapan James, napasnya tersengal-sengal. Tanpa berkata apa-apa, ia langsung menampar pipi James dengan keras. Tamparan itu bergema di tengah persimpangan jalan yang ramai, membuat beberapa pengendara dan pejalan kaki berhenti dan menatap mereka dengan penasaran.

"Kenapa?!" teriak Lily dengan suara bergetar. "Kenapa kau pergi begitu saja tanpa memberitahuku?!"

James menyentuh pipinya yang terasa panas. Ia menatap Lily dengan tatapan sendu.

"Maaf, Lily," kata James dengan suara rendah. "Aku selalu pengecut ketika berbicara hal serius dengan wanita."

"Kau pikir dengan pergi begitu saja aku tidak akan sedih?!" bentak Lily. "Kau tahu betapa pentingnya kau bagiku?!"

Air mata Lily mengalir deras. Ia tidak bisa menahan emosinya lagi. Ia meluapkan semua isi hatinya pada James, tentang bagaimana ia merasa nyaman dan aman di dekat James, tentang bagaimana James selalu ada untuknya, mendengarkan keluh kesahnya, dan memberinya semangat.

'asataga betapa jahatnya aku membuat wanita ini menangis, arthur pasti akan membunuhku , apa yang harus kulakukan'

"Kau peduli padaku lebih dari orang tuaku sendiri, James," isak Lily. "Kau satu-satunya orang yang benar-benar mengerti aku."

James terdiam, ia mendengarkan setiap kata yang diucapkan Lily dengan seksama. Ia bisa merasakan betapa tulusnya perasaan Lily. Ia tahu ia telah menyakiti Lily dengan kepergiannya yang tiba-tiba. 'sial ini serius, dia benar benar suka padaku, aku benar benar bajingan aku baru sadar ada wanita yang menyukaiku dan selalu mengobrol dan bercanda denganku dan aku tidak tahu itu' james sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi, karena selama ini dia selalu menganggapnya teman.

'arghh apa yang harus aku-'

[katakan dasar pengecut !] sistem muncul di wajah james , dia mempermainkan nya. 'bajingan ini'

"Lily," kata James dengan suara lembut. "aku bahkan tidak tahu itu, mengapa kau tidak memberitahuku"

[wow kau idiot ] sistem

Lily menatap James dengan mata berkaca-kaca. "kau bodoh" , meninju dada james dengan lembut. "itu memalukan" sembari wajahnya yang memerah

James menghela napas. "astaga kau menjatuhkan air matamu lagi, ayo kembali ke cafe ok ,kita bicara dan menjelaskan alasanku keluar", james memegang tangan Lily

tentu dia tidak menolaknya.

James dan Lily kembali ke kafe, berjalan dalam keheningan yang dipenuhi perasaan campur aduk. James menahan napas, sementara Lily sesekali mengusap air matanya yang belum sepenuhnya kering. Mereka memasuki kafe, dan Richard, pemilik kafe, melihat mereka dari balik meja bar.

“James, Lily, kalian bisa pakai ruang pekerja di belakang. Aku bakal kasih kalian privasi,” ujar Richard dengan senyum pengertian.

James mengangguk sebagai tanda terima kasih, lalu menggandeng tangan Lily menuju ruang belakang. Ketika mereka sampai di ruangan yang tenang, James menarik kursi untuk Lily, dan mereka pun duduk berhadapan. James merasa ada keheningan yang begitu berat, namun ia tahu bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk bicara dari hati ke hati.

Lily menatap James, matanya masih sedikit merah, tapi ada keberanian dalam pandangannya. “Jadi, apa yang sebenarnya terjadi, James? Kenapa kau pergi tanpa bilang apa-apa?”

melihat wajahnya, james tidak bisa menahan tawanya. "ptffff lihat wajahmu kau seperti beruang" james melihat wata lily yang merah dan pipinya basah.

"rghh kau ini " lily .

"ok ok, dengarkan aku lily, pegang tanganku ku, aku pergi karena keinginanku, itu bukan karena richard orang orang di cafe atau senior kita, ini semua pertimbanganku, aku tidak ingin menjadi orang yang berfikir bisa melakukan segalahal ," melihat dengan serius pada Lily yang menatapnya dengan seksama.

memegang tangannya. "Tapi , kau adalah wanita pertama yang duduk denganku disaat berada dibawah sekali, aku berterima kasih untuk itu, namun semua perasaan itu aku tidak merasakannya di diriku, " ucap james yang membuat Lily seketika syok.

James bahkan memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Lily yang penuh emosi. Tapi tak lama, ia mengulurkan tangan dan memegang wajahnya dengan lembut, memaksanya untuk menatap langsung ke arahnya. “Lihat aku, Lily. Lihat aku,” ucapnya dengan nada serius namun lembut.

Lily hanya bisa menatap James dengan mata berkaca-kaca, menunggu apa yang akan dikatakannya. James menarik napas dalam-dalam, lalu melanjutkan, “Kau boleh menganggapku bajingan, sebut aku apa pun yang kau mau, aku tidak masalah. Tapi aku tidak ingin berpura-pura memiliki perasaan yang sebenarnya tidak ada. Itu bukan aku.”

Lily menelan ludah, suaranya bergetar saat ia berbicara, “K-Kau jahat, James.”

Namun, James hanya menatapnya tanpa mundur. Setelah sekian lama memendam perasaannya, Lily terlihat berbeda dari biasanya—penampilan tomboynya terlihat lebih lembut, bahkan memancarkan pesona yang lebih manis dan memikat dibandingkan wanita lain di kafe. Tapi James tetap teguh pada pendiriannya, meski dengan hati-hati memilih kata-katanya.

“Ya, aku jahat,” lanjut James dengan tatapan yang serius. “Aku seorang pendatang yang bahkan belum bayar pajak di sini, pernah dipenjara sekali, dikeluarkan dari kampus, pernah menjadi gelandangan, dan bahkan mencuri untuk bertahan hidup. Aku bukan orang baik, Lily. Tapi aku menganggapmu sebagai partner yang benar-benar aku hargai. Itu adalah satu-satunya hal jujur yang bisa kuucapkan hari ini. Dan untuk itu, Lily… bisakah kita tetap menjadi sahabat?”

Mendengar kata-kata James, Lily terdiam. Sejenak ia hanya menatap James, merasa sakit namun akhirnya memahami kenyataan yang mungkin selama ini dihindarinya. Semua perasaannya terhadap James terasa runtuh seketika, bagai mimpi yang perlahan memudar. Dalam benaknya, ia menyadari bahwa perasaannya mungkin hanya khayalan, keinginan untuk memiliki seseorang yang bisa mengerti dan menemani di saat ia merasa sendiri.

Dia menarik napas panjang, menenangkan dirinya dari kepedihan yang tiba-tiba menusuk hatinya. "Baiklah," kata Lily dengan suara pelan, matanya mulai berembun kembali. "Lakukanlah apa pun yang kau mau, James. Aku sempat berpikir kau seorang playboy—maksudku, semua orang bisa melihatnya. Tapi ternyata… kau mencintai satu orang saja. Dan siapa pun nanti orang itu, aku yakin dia akan menjadi wanita paling beruntung di dunia.”

James hanya bisa menatap Lily dengan penuh penyesalan. Ia tahu kata-kata ini pasti menyakitinya, tapi ia lebih memilih kejujuran daripada memberi harapan palsu.

“Aku tahu, jujur memang menyakitkan,” balasnya dengan nada rendah.

Lily menangguk pelan, menerima kenyataan yang harus ia hadapi. Dengan sedikit tawa yang masih menyiratkan kesedihan, ia mencoba melupakan rasa sakitnya. Tiba-tiba, James berteriak bahagia, memeluknya erat dalam pelukan hangat, dan mencium pipinya penuh semangat.

Lily tersentak, wajahnya memerah, terkejut oleh tindakan spontan James. “Oke, oke!” protesnya dengan malu, tapi ada senyum yang akhirnya muncul di bibirnya. Meski menyakitkan, momen ini memberi Lily rasa hangat yang tak akan terlupakan.

James menatapnya, matanya berbinar. “Kalau kau butuh aku, aku akan selalu ada, Lily,” ucapnya tulus.

Lily menunduk, berusaha menyembunyikan senyum malunya. “Tapi kalau suatu hari kau menyerah, James, aku akan tetap di sini. Aku akan selalu terbuka untukmu,” katanya sambil memberikan kedipan mata menggoda, mencoba mengembalikan suasana ke dalam canda.

James tertawa kecil, tetapi di dalam hatinya, ia berjanji tidak akan membiarkan persahabatan ini berakhir dengan mudah. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi satu hal yang pasti: ia tidak ingin kehilangan seorang sahabat seperti Lily.

' apa yang ku lakukan pada wanita Tomboi yang dulu '

1
ADYER 07
oy thorr up ngakkkk?
Hari Sptra
authornya kemana dah nih di tinggal bae
Kiki Ginanjar
lanjut dong ini bagus
Kiki Ginanjar
kenapa gak di lanjut padahal seru loh
Fadli
up dong
Kiki Ginanjar
kenapa gak up lagi/Grin/
Baday ys
bague
Baday ys
mantab...up up
ADYER 07
walau penjabaran nya bertele² tapi alurnya lumayan bagus.
Hr⁰ⁿ
yang bener *arghhh bikin orng khawatir saja*
Hr⁰ⁿ
maaf Thor kritik dikit,
saya baru baca dan kosa katanya masih agak berantakan,ayo Thor smngt untuk memperbaiki tulisannya
Go Anang
Luar biasa
Farah Umaiha
thor gak up??🤔
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
Farah Umaiha
bentar lagi hp Arthur mati itu(meledak) 🤣🤭
Farah Umaiha
bagus
Farah Umaiha
bangus banget😀👍👍👍
Was pray
kok james gak tahu nominal uang dlm kontrak kerjanya? emang gitu ya dlm dunia perfilman ya thor? aktor gak tahu apa2 isi kontrak kerjanya?
Smeliy: dia sahabat James mereka sudah seperti saudara, Dan Arthur akan jadi orang paling berpengaruh pada cerita
total 4 replies
Farah Umaiha
ceritanya seru banget thor🤣😂😂😭😭💪💪
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!