Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1: Nona Muda yang Bikin Pusing Kepala
...Malam di Bogota selalu memiliki caranya sendiri untuk tampil memikat, terutama bagi kaum atas Kolombia yang menganggap uang bisa membeli segalanya, termasuk hukum....
...Di bawah cahaya lampu neon fuchsia dan biru safir yang membelah kegelapan El Paraíso, kelab malam paling elite dan eksklusif di jantung kota, dentum musik elektronik bertempo cepat seolah menggetarkan dinding-dinding kaca tebal....
...Wangi parfum mahal, asap cerutu, dan aroma alkohol premium menguar di udara, menciptakan suasana yang memabukkan bagi siapa saja yang melangkah masuk....
...Namun, di antara ratusan manusia yang bergoyang mengikuti ketukan bas, perhatian malam itu seolah berfokus ke satu titik, sofa melingkar di area VIP lounge lantai dua....
...Di sana, duduk seorang gadis dengan tawa paling renyah....
...Gadis itu adalah Larissa Moretti....
...Gadis cantik berusia 24 tahun. Larissa secara visual, tampak seperti boneka porselen karena garis keturunan ayahnya yang berdarah Italia murni....
...Kulitnya seputih susu, kontras dengan rambut cokelat gelapnya yang bergelombang jatuh melompati bahu....
...Sepasang mata berbentuk almond dengan iris berwarna hazel yang jernih selalu berbinar ceria....
...Sayangnya, siapa pun yang mengenal keluarga Moretti tahu betul satu rahasia umum, di balik fisik bak malaikat itu, bersemayam jiwa seorang gadis bar-bar yang hobinya memicu masalah dan membuat sakit kepala orang-orang di sekitarnya....
..."Ayo, Bianca! Jangan jadi pengecut! Kalau kamu kalah taruhan ini, kamu harus menari di atas meja bar utama lantai bawah!" Larissa berseru setengah berteriak, menembus bising musik....
...Tangan kanannya yang lentik mengocok sebuah gelas sloki berisi cairan bening....
..."Larissa, demi Tuhan, volume suaramu! Kita bisa mendengar keriuhan dari lantai bawah tanpa perlu kamu tambah!" Bianca, sahabat dekat Larissa yang penakut, meringis sambil menatap ngeri ke arah lantai bawah kelab di mana para sosialita papan atas sedang bercengkerama....
..."Ah, kamu membosankan!" Larissa mencibir, lalu menenggak sisa minuman di slokinya dalam satu kali tegukan, membiarkan rasa hangat alkohol membakar tenggorokannya....
...Dia terbahak melihat ekspresi wajah Bianca yang seolah-olah baru saja melihat kiamat kecil....
...Larissa adalah makhluk yang ceria, penuh energi, dan menganggap bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan duduk manis melipat kaki seperti yang selalu diajarkan ibunya, Helena....
...Di sudut luar area VIP mereka, seorang pria bertubuh tambun dengan setelan jas hitam yang tampak kesempitan berdiri tegak....
...Dia adalah Rodriguez, pengawal pribadi Larissa yang sudah bekerja selama hampir dua tahun....
...Wajah Rodriguez pucat pasi, matanya bergerak gelisah ke kanan dan ke kiri....
...Tugasnya bukan sekadar menjaga Larissa dari penjahat, melainkan menjaga dunia dari kegilaan Larissa....
...Setiap kali Larissa tersenyum terlalu lebar seperti sekarang, Rodriguez tahu, itu adalah sinyal darurat bahwa bencana akan segera datang....
...Dan benar saja....
...Bencana itu berwujud seorang pria berambut klimis dengan jam tangan Rolex emas yang sengaja dipamerkan....
...Pria itu adalah Mateo Vega, putra sulung dari salah satu pengusaha properti paling korup di Kolombia yang terkenal sering menyuap pejabat demi memuluskan proyek-proyek kotornya....
...Mateo berjalan dengan langkah limbung, setengah mabuk, ditemani oleh tiga orang anteknya yang berwajah beringas....
...Sejak tadi, mata Mateo sudah terpaku pada kulit seputih susu Larissa yang terekspos di bawah lampu kelab....
...Tanpa permisi, Mateo langsung mengenyakkan tubuhnya di sofa VIP tepat di sebelah Larissa, memotong jarak hingga lengan mereka bersentuhan....
..."Hei, cantik," bisik Mateo dengan napas yang berbau alkohol murahan, meski botol di mejanya adalah minuman mahal....
..."Aku memperhatikanmu sejak tadi. Sendirian saja di kelab sebesar ini? Bagaimana kalau ikut ke ruang privatku di atas? Aku punya sesuatu yang jauh lebih 'menarik' daripada musik bising ini." Tangan Mateo yang lancang mulai terangkat, berniat menyentuh dagu Larissa....
...Bianca langsung membeku, wajahnya memucat....
...Dia tahu siapa Mateo, dan dia tahu betapa berbahayanya pria itu....
...Namun, Larissa? Gadis bermata hazel itu sama sekali tidak gemetar....
...Dia justru memiringkan kepalanya, menatap Mateo dengan senyuman ceria yang sangat manis dan terlalu manis, hingga menyimpan bahaya lain....
...Larissa menurunkan tangan Mateo dengan sentuhan ringan, seolah-olah sedang menyapa teman lama....
..."Oh, ya? Ruang privat?" Larissa bertanya dengan nada suara yang dibuat seolah dia tertarik....
..."Menarik sekali. Tapi sebelum itu, apa kamu tahu aturan main di mejaku?"...
...Mateo, yang merasa di atas angin dan berpikir pesonanya berhasil, terkekeh sombong....
..."Aturan apa? Sebutkan saja, Nona Manis. Aku bisa membeli seluruh kelab ini jika itu maumu."...
..."Aturannya sederhana," Larissa tersenyum lebar, meraih sebuah botol premium Tequila yang masih penuh dari atas meja....
..."Setiap pria yang berbicara denganku dengan nada sok jagoan, harus dibersihkan wajahnya terlebih dahulu. Biar terlihat... segar."...
...Sebelum Mateo sempat mencerna arti kalimat itu, gerakan Larissa terjadi secepat kilat....
...Dengan kekuatan yang tidak terduga dari tubuh seramping itu, Larissa membuka tutup botol, mengangkatnya tinggi-tinggi, dan langsung menyiramkan cairan tequila berkadar alkohol tinggi itu tepat ke wajah Mateo....
...Tidak tanggung-tanggung, Larissa menyiramnya tepat di bagian mata yang terbuka....
..."AAGHHH! MATAKU! SIALAN! MATAKU TERBAKAR!" Mateo menjerit histeris....
...Dia langsung terjungkal dari sofa, berguling di lantai kelab sambil memegangi wajahnya yang memerah dan perih luar biasa akibat sengatan alkohol murni....
..."Larissa!!" Bianca menjerit, spontan berdiri dan menutup mulutnya karena syok....
...Antek-antek Mateo melongo selama dua detik sebelum kesadaran mereka kembali....
..."Kurang ajar! Tangkap jalang itu!" teriak salah satu dari mereka sambil merangsek maju....
...Melihat ancaman nyata, Rodriguez, sang pengawal tambun, akhirnya menunjukkan fungsi kerjanya....
...Dia melompat menghadang antek-antek Mateo....
..."Jangan sentuh Nona Moretti!" seru Rodriguez....
...Pertarungan fisik pun pecah di area VIP lantai dua. Rodriguez yang bertubuh besar mencoba melayangkan jotosan, namun karena kalah jumlah dan kurangnya keahlian bela diri tingkat tinggi, dia langsung dikeroyok oleh tiga antek Mateo yang membawa botol kaca kosong....
...PRANG!...
...Sebuah botol vodka mendarat telak di tengkuk Rodriguez....
...Pengawal malang itu langsung mengerang pendek, matanya berputar ke atas, dan tubuh tambunnya ambruk ke lantai kelab, pingsan seketika dengan posisi yang sangat tidak aesthetic....
...Melihat pengawalnya tumbang, Larissa bukannya panik atau menangis ketakutan....
...Dia justru bertepuk tangan sekali dengan mata hazel yang berbinar-binar gembira....
..."Wah, Rodriguez, kamu lemah sekali! Baru dipukul botol saja sudah tidur!" serunya tanpa dosa....
...Namun, situasi dengan cepat memburuk....
...Jeritan Mateo dan keributan di area VIP menarik perhatian seluruh pengunjung kelab....
...Beberapa teman Mateo dari meja lain yang melihat bos mereka diserang langsung ikut berlari naik ke lantai dua....
...Di sisi lain, para pengunjung kelab yang panik mulai saling dorong untuk menyelamatkan diri, sementara pihak keamanan kelab yang bertubuh kekar mencoba menerobos masuk namun malah memicu perkelahian massal dengan geng Mateo....
...Suasana El Paraíso berubah total dalam hitungan menit....
...Dari tempat hiburan berkelas menjadi arena tawuran massal....
...Meja-meja kayu mahal digulingkan, kursi-kursi besi beterbangan di udara, dan pecahan kaca dari ratusan botol minuman berserakan di mana-mana, berkilauan di bawah lampu neon yang masih terus berkedip tak peduli....
...Di tengah-tengah semua kegilaan itu, Larissa Moretti masih berdiri di atas sofa VIP agar bisa melihat pemandangan tawuran dengan lebih jelas....
...Sambil memegangi sisa botol tequila di tangannya, dia tertawa terpingkal-pingkal melihat seorang pria berjas rapi tidak sengaja terjungkal ke dalam tong sampah raksasa di sudut ruangan....
...Dia benar-benar terjebak di tengah kekacauan besar. Di lantai bawah, puluhan orang saling hantam....
...Di belakangnya, Bianca sudah menangis histeris sambil memeluk tiang beton, sementara Rodriguez terlentang tak berdaya di dekat kakinya....
...Larissa menyeka air mata akibat terlalu banyak tertawa dari sudut mata hazelnya yang indah, menatap kerumunan orang yang mulai bergerak anarkis ke arah mejanya dengan ekspresi ceria yang luar biasa menantang....
...Dia tidak tahu, bahwa setelah malam ini, ayahnya akan mengirimkan seorang 'monster' sejati untuk menjinakkan sifat bar-barnya....