NovelToon NovelToon
Kesepakatan Di Atas Buku Nikah

Kesepakatan Di Atas Buku Nikah

Status: tamat
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / Wanita Karir / CEO / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:961.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: shakila kanza

Kisah masa lalu Ayahnya juga Bundanya terlalu membekas hingga Intan tak bisa percaya pada Cinta dan kesetiaan.
Baginya Kesetiaan adalah hal yang langka yang sudah hilang di muka bumi.
Keputusannya untuk menikah hanya untuk menyelamatkan perusahaan dan menghibur orang tuanya saja.
Jodohpun sama-sama mempertemukan dirinya dengan orang yang sama-sama tak mempercayai Cinta.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Akan kah Dia mempercayai Cinta dan Kesetiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3 Kantung

Di Rumah Bunda Mutia.

Masih di Ruang Kerja Ayah Arsya, Intan masih menunduk di depan Ayah Arsya. Intan meremas jemarinya dengan keringat dingin yang mengucur di sekujur tangan dan tubuhnya. Akhirnya semua yang dia simpan rapat dari keluarganya terbongkar juga.

"Kemana laki-laki itu?? " Ayah Arsya bertanya kepada Intan yang masih menundukkan kepalanya.

"Kak... ??? " Ayah Arsya menanyakan sekali lagi.

"Ehm... " Intan bingung saat mau menjawabnya.

"Apakah Dia pergi dengan wanita lain??? " Kata Ayah Arsya membuat dada Intan berdetak lebih keras.

"Sebelum terlambat lebih baik kalian berpisah... " Kata Ayah Arsya lagi.

"Yah... aku akui Intan salah karena mengambil langkah itu... Intan minta maaf, Intan mohon Ayah jangan pernah bercerita pada Bunda... " Kata Intan masih menunduk.

Ayah Arsya menarik nafas dalam, lalu mendengar Intan bercerita dari awal hingga Akhir. Ayah Arsya diam dan memahami apa saja konsekuensinya jika Intan bercerai.

"Baik lah... Lalu bagaimana perlakuan dia padamu?? baik tidak??? " Tanya Ayah Arsya.

"Dia baik, tidak pernah main tangan... kami sama-sama sibuk berkarir... " Kata Intan namun tidak bercerita jika dirinya pagi ini sudah bertengkar dengan Reihan.

Setelah sepakat untuk merahasiakan, Ayah Arsya juga berazam dalam hati untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk putri sambungnya itu.

Intan pun keluar dan bergabung dengan adik-adiknya, cukup untuk mengobati rasa sedih dan sepi yang melanda dirinya. Intan bermain dengan Dede Zayn hingga adik bungsunya itu tidur dalam gendongannya.

Di tas milik Intan, dering panggilan dari Reihan pada Ponsel Intan berbunyi, sudah terlihat puluhan kali, namun Intan tak mau menerima panggilan itu, jari Intan bahkan memblokir nomor suaminya itu dengan kesal.

"Zea sama Zia... pulang ke rumah kakak apa di rumah Bunda?? " Tanya Intan.

"Kita di sini dulu kak... mau nemenin Bunda dulu... " Jawab Zea.

"Iya kak... lagi pula ini masih liburan... " Sahut Zia juga.

"Baiklah... kakak titip Bunda ya... " Intan berpesan lalu setelah siang intan merasa butuh waktu untuk sendirian.

Intan berpamitan pada semua orang, dirinya berbohong jika ada urusan mendadak dengan klien. Intan masuk ke kamar dan mengecup Bunda Mutia yang masih nyenyak tidur.

Saat keluar berpapasan dengan Ayah Arsya, Intan pamit lalu di jawab anggukan dan tepukan di bahu Intan.

"Hati-hati... Jika kamu sudah tidak sanggup bilang ke Ayah!!! " Kata Ayah Arsya yang di jawab senyum tipis Intan.

Intan pun pergi dari rumah Bunda dan memasuki mobilnya membelah jalan raya, ponsel sengaja dia matikan agar tak ada seorangpun yang mengganggunya.

Saat sedang menyetir tiba-tiba Intan merasa sedikit pusing hingga dirinya menepikan mobilnya, Intan memejamkan matanya dan terasa aliran air dari hidungnya.

Intan pikir itu hanya air ingus karena perasaan sedih yang membuat dirinya ingin menangis namun saat membuka matanya rupanya itu bukan air, melainkan darah segar yang keluar dari hidungnya.

Intan meraih tisu namun sudah hampir setengah kotak tisu darah itu tak berhenti-henti juga. Akhirnya Intan pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.

Selama perjalanan Intan menyetir dengan tangan satu karena tangan satunya dia gunakan untuk menutup darah yang mengalir di hidungnya.

Tak butuh waktu lama kini Intan sudah tiba di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan oleh dokter. Intan tengah di tangani dokter agar darah itu lekas berhenti mengalir.

"Apa yang terjadi dok??? " Tanya Intan.

"Ibu hamil rentan mengalami mimisan... Kondisi ini terjadi karena pembuluh darah di hidung cenderung melebar akibat tekanan darah yang meningkat sebanyak 50% lebih besar dibanding saat tidak hamil.... " Jelas dokter yang membuat Intan langsung menutup mulutnya tidak percaya.

"Aaah Hamil... bagaimana bisa... aku sudah meminum pil kb itu rutin... " Batin Intan tak percaya.

" Mungkin anda sedang sering mengeluarkan lendir sehingga memicu mimisan... Karena saat hamil pembuluh darah di hidung memiliki lapisan yang tipis sehingga mudah untuk robek.... Selain itu, perubahan hormon juga bisa membuat hidung mampet sehingga menambah risiko mimisan..." Kata Dokter lagi menjelaskan.

Intan tertegun ini mungkin Efek dirinya menangis terlalu banyak sampai ingusnya banyak hari ini, sehingga seperti kata dokter, mimisan itu terjadi sebanyak ini.

"Maaf Dok... jadi saya hamil??? " Intan masih tidak percaya.

"Iya betul Buk... Namun agar lebih jelas Bu intan sebaiknya menuju ke pemeriksaan kandungan... " Kata Dokter lagi.

Intan pun akhirnya menganggukkan kepalanya, lalu berjalan sambil melamun, masih seperti mimpi baginya. Intan sudah berusaha meminum pil KB karena tak ingin hamil terlebih dahulu sebelum perasaan yang dia miliki untuk Reihan terlihat jelas.

Intan juga masih merasa jika hamil anaknya akan terlantar dalam tahun ini, karena perusahaan cabang yang dia bangun atas nama Kean dan Zea baru butuh-butuhnya dirinya.

Bahkan saat ini dirinya juga baru membuka sebuah Yayasan sekolah islam yang baru akan launching tahun ini dan akan dia atas namakan Zia nantinya.

Intan tak mau ambil resiko jika semua perusahaan atas nama dirinya maka nanti saat dirinya tiba-tiba bercerai dengan Reihan lalu semua aset dan perusahaan atas namanya akan menjadi milik Reihan.

Dan perusahaan Bundanya yang dia rintis akan menjadi milik Reihan, Intan Tak mau membuat adik-adiknya menderita, dia ingin keluarganya nyaman dan mapan hingga akhir.

Intan memegang kepalanya yang semakin pusing, lalu dia masuk ke ruang Dokter kandungan. Di Sana Intan melaui serangkaian pemeriksaan lalu dirinya di minta berbaring dan melakukan USG.

"Waah... luar Biasa... Anda akan memiliki banyak buah hati.... " Kata Dokter sambil tersenyum.

"Coba lihat... di rahim anda ada 3 kantung sebesar kacang hijau... masih sangat dini... jadi anda jangan terlalu lelah dan stress ya Bun... " Kata Dokter wanita itu lalu menutup perut rata Intan.

Intan meneteskan Air matanya, harus bahagia apa justru bersedih untuk saat ini, namun saat mengingat perjuangan Bundanya saat berjuang membesarkan dirinya dan ke empat adiknya Intan pun tersenyum.

"Baik Dok terimakasih... " Intan lalu menerima banyak resep vitamin dan obat dari dokter itu.

Intan melangkah ke administrasi lalu menaruh resep itu di bagian Obat, Intan kemudian Ingin mengantri namun ada hal yang mengejutkan Intan lagi saat tiba-tiba tangannya di tarik seseorang, ternyata Reihan yang masih menunggu Allea di rawat di rumah sakit.

"Apa yang kamu lakukan di sini??? "

"Kamu membuntuti ku??? "

"Kamu ingin melihat bagaimana aku dan Syantika??? "

"Kamu tidak percaya sama aku iya??? "

Reihan bertanya bertubi-tubi dengan suara rendah, bahkan dengan gigi yang ia rapatkan karena menahan amarahnya, penuh dengan kecurigaan-kecurigaan pada Intan yang tiba-tiba muncul di rumah sakit.

"Owh... Atau kamu mau beli obat Kb lagi??? iya??? ternyata diam-diam tanpa seijin aku kamu udah mengonsumsi itu... pantas kamu tak segera hamil..." Ucap Reihan lagi sambil mencengkeram tangan Intan hingga merah.

Intan membisu dengan wajah pucat pasi, jujur dirinya sedikit takut saat Reihan bisa tau jika dirinya meminum pil KB, namun bagaimana Reihan bisa tahu pikir Intan.

"Aku bisa jelaskan... " Intan berusaha mengatur detak jantungnya.

"Apa??? jelaskan jika selama sebulan ini mengonsumsi pil KB, karena tidak percaya pada Aku??? Dari awal aku menikahi kamu untuk hamil dan kamu setuju tapi apa??? " Reihan berkata sambil terus menahan suaranya agar tidak berteriak.

Sementara Intan menahan pusing di kepalanya juga badannya yang terasa lemas juga berkeringat dingin. Intan berusaha melepas cengkeraman di tangannya yang semakin sakit, namun pandangannya mendadak memutih dan hilang.

Brukkkk

"Intan...!!!

***

Masih senin menuju selasa... Yang masih ada Vote mau dong...

Kasih hadiah dong buat kekuatan Intan agar lebih kuat dan tangguh lagi... 🥺

1
Misbah Elmunir
Aach..
Jadi mewek kann😩
sam sung
bnyk bawang thor...kisah intan nya bu mutia..👍👍
@Al**
/Good/
Ibnu Rizqi
tenang mba Intan,nanti mamas Rehan tak santet online biar bucin ,tau rasa ...🤣🤣
Ibnu Rizqi
mz Raihan ku beri tahu ya,untuk m luluhkan hati ayang Intan ,pakai aja lagu tadi , Muhasabah Cinta milik author ,auto klepek klepek..hi...hi...hi
Ibnu Rizqi
aq juga bingung Reihan ,itu lagu apa 😄😄😄😍🤭
Ning Suswati
sok sok an mencari surga dari ridho suami, iya kalau statusnya jelas, masa mau mati aja ribet, mati y mati aja, zia juga bego sampai menaruhkanharga diri, apa ayah arsya gk tau y kehidupan zia
Ning Suswati
masih lah mau lanjut baca, tpi kalau si bang rey masih bisa di bego2i maaf kanlah daku undur diri
Ning Suswati
masa sih reihan gkkapok2.meladeni jalang gila ,sdh tau kalau jiatnya untuk.mengacaukan masih aja peduli, reihan nya yg gila kali ya
Ning Suswati
apa iyaya masa koma abis operasi melahirkan sampe koma ber thn2,
Ning Suswati
ahhkkkk gk lucu thor, masa intan harus meninggal, jadi males bacanya
Ning Suswati
apaan sih gomong nya intan ngelindur, jgn sampai anak ditinggal mati, sapa juga yg mau ngurusnya, aq gk suka deh thor
Ning Suswati
laki2 emang gk pernah mikir pakai perasaan sedangkan wanita menggunakan perasaan langka sekali kalau laki2 itu bisa mau mengerti dan memahami perasaan isteri, yg ada egonya
Ning Suswati
nasehatnya semuanya benar, tapi kan sdh terjadi berulang kali, diingatkan agar tdk lagi berhubungan dg yg namanya syantika, terus dan terus malah meragukan kata2 isteri sendiri, gk takut apa dg papa mertua yg selalu mematai
Ning Suswati
syukurin, bagus deh, aq suka dg tindakan intan walaupun salah pergi tanpa izin suami, apa harus izin dg laki2 yg tdk pernah mau memikirkan perasaan isteri sendiri bahkan lebih percaya dg yg jelas2 ingin menghancurkan rumah tangganya.
Ning Suswati
itulah laki2 sok perhatian dan jadi pahlawan bagi jalang, tdk pernah memikirkan perasaan seorang isteri
Ning Suswati
buat apa sih mengurusi urusan orang lain, apalagi anak jalang yg ingin menghancurkan rumah tangganya, ceritanya kaya dunia cuma selebar daun kelor
Ning Suswati
laki2 emang gk pake perasaan tapi tanpa mau memperbaiki diri dan sensi terhadap lingkungan apalagi dg isteri, kadang2 terabaikan demi jalang yg benar2 gk punya hati
Ning Suswati
bagus deh, rasain kamu reihan, gk usah jadi pahlawan kesiangan dg mengurus yg bukan urusan, aq suka kestiaan ayah arsya, tuh contoh buat reihan
Ning Suswati
aq suka, dramanya gk ber tele2, semua baik2 saja, kasian cabay nya kalau selalu ada konflik, apalagi masalah hati karena ada wanita lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!