NovelToon NovelToon
Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Dicampakkan Suami, Aku Jadi Pengusaha Sukses

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Orang Disabilitas
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Kania mengira pernikahannya dengan Firman adalah takdir bahagia. Selama dua tahun, Firman menjadi suami sempurna sekaligus pahlawan yang menyelamatkan ekonomi keluarganya.

Meski hidup dengan disabilitas pada kaki kirinya akibat sebuah kecelakaan, Kania tak pernah menyerah menjalani hidup. Ia percaya, selama Firman tetap berada di sisinya, semua kekurangan itu bukanlah penghalang untuk meraih kebahagiaan.

Namun, saat perusahaan Firman bangkrut, badai besar menghantam rumah tangga mereka.

Pria yang pernah berjanji akan terus menggenggam tangannya mendadak berubah dingin. Lalu, seorang wanita dari masa lalu Firman datang menawarkan suntikan dana untuk menyelamatkan perusahaan dengan satu syarat, Firman harus membuang Kania dari hidupnya.

Demi mengembalikan kejayaan dan mempertahankan ambisinya, Firman tak ragu mengkhianati janji suci pernikahan mereka.

Terluka hebat, Kania memutuskan pergi meraih kebahagiaannnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6 Penjelasan Yang Sia-Sia

Ruang keluarga itu mendadak terasa hampa dan sedingin es. Firman berlutut di hadapan Kania yang duduk gemetar di tepi sofa.

"Sayang, kalau memang kamu khilaf, mengaku saja," ucap Firman pelan.

Kania menatap suaminya. Matanya memerah, dipenuhi lapisan bening yang siap tumpah kapan saja. Hatinya seperti ditikam mendengar permintaan itu.

"Mas, aku nggak nyuri apa pun," balas Kania, suaranya bergetar parau menahan sesak yang meremukkan dada.

"Kita sudah menikah cukup lama. Harusnya Mas bisa menilai aku."

Firman mengusap wajahnya kasar. Pria itu terlihat sangat bimbang. Di satu sisi, ia mengenal Kania sebagai istri yang lurus. Selama setahun pernikahan mereka, Kania tak pernah sekalipun menuntut dibelikan barang mewah.

Namun di sisi lain, cincin berlian peninggalan keluarga itu baru saja ditemukan tersembunyi di saku dalam tas milik Kania. Buktinya ada di depan mata.

"Jangan keras kepala, Sayang," ucap Firman dengan nada yang masih berusaha ia tekan agar terdengar lembut.

"Kalau kamu minta maaf sekarang pada Mama, masalah ini selesai. Tolong, jangan perumit keadaan."

Air mata Kania akhirnya jatuh membasahi pipinya yang pucat.

"Aku benar-benar nggak nyuri, Mas!" isaknya pecah, menatap Firman dengan sorot memohon yang menyayat hati. "Tolong, percaya sama aku."

Mendengar itu, Tuti langsung mendecak sinis dari arah ruang makan. Wanita paruh baya itu melangkah maju, melipat kedua lengannya di dada.

"Masih juga mengelak. Lihat sendiri, Firman. Buktinya ada. Masih mau dibela perempuan ini?!" umpat Tuti tajam. Ia mengangkat kotak merah ke hadapan Firman.

"Tapi aku nggak pernah memasukkan cincin itu ke tasku, Ma!" seru Kania membela diri, menatap mertuanya dengan nanar.

"Lalu siapa? Hantu?!" bentak Tuti, matanya melotot tajam menunjuk Kania.

Kania menggeleng berkali-kali. Tangisnya semakin deras. "Aku nggak tahu, Ma, Sumpah demi Allah, aku nggak tahu."

"Halah! Dasar pembohong!"

Firman menarik napas panjang, raut wajahnya diwarnai kelelahan yang amat sangat.

"Sayang, mama nggak mungkin memfitnahmu."

Kalimat pendek dari bibir suaminya itu sukses membuat seluruh tubuh Kania membeku seketika. Matanya perlahan turun, menatap wajah pria yang seharusnya menjadi tameng pelindungnya. Dadanya terasa nyeri, seolah oksigen di ruangan itu dikuras habis.

"Jadi, Mas lebih percaya mama?" lirih Kania getir.

"Bukan begitu, Kania."

"Lalu apa, Mas?!" teriak Kania tertahan.

Firman terdiam. Lidahnya kelu tak mampu menjawab.

"Selama ini aku selalu diam saat mama menghina aku, Mas. Setiap hari aku dibilang perempuan cacat, mandul... miskin... beban yang cuma numpang hidup... aku diam, Mas! Aku telan semuanya."

Hening.

Firman menunduk kaku.

"Waktu uang belanja dari Mas diam-diam diambil mama, aku juga diam! Aku nggak mau Mas bertengkar sama mama. Aku mengalah!" lanjut Kania dengan napas tersengal.

Suara Kania perlahan melemah, nyaris hilang tertiup angin.

"Tapi sekarang, saat harga diriku diinjak-injak, Mas bahkan nggak percaya sama aku. Suamiku sendiri menuduhku pencuri."

Tuti mendengus tak suka. "Jangan memutarbalikkan keadaan! Jangan cari alasan!"

"Mama diam dulu," tegur Firman frustrasi.

"Tidak! Mama harus bicara!" Tuti kembali menunjuk wajah Kania tanpa ampun. "Perempuan seperti ini kalau dibiarkan akan semakin berani, Firman! Kalau hari ini dia berani mencuri cincin berlian, besok bisa saja dia mengambil paksa uang perusahaanmu!"

Kania spontan menggeleng, meremas ujung bajunya kuat-kuat.

"Jangan fitnah aku, Ma!"

"Fitnah?!" Tuti tertawa mengejek, tawa yang terdengar bagai racun di telinga Kania. "Cincinnya ada di tasmu! Kenyataan apa lagi yang mau kamu bantah?!"

Kania memejamkan mata. Kepalanya pening luar biasa. Ia tak tahu bagaimana benda itu bisa ada di sana. Namun, melihat seringai tipis di sudut bibir ibu mertuanya, sebuah pemikiran melintas tajam di benaknya.

"Pasti ada yang sengaja menjebakku?" gumam Kania lirih.

Tuti langsung melotot marah. "Berani sekali kamu menuduh Mama, Kania!"

"Aku nggak menyebut nama siapa pun."

"Tapi maksudmu jelas!"

Firman kembali mendekat, mencengkeram bahu istrinya. "Sayang, sudahlah. Mengaku saja."

Dua kata sederhana itu menembus pertahanan Kania layaknya ribuan jarum yang menghujam jantung.

"Mas...."

"Aku janji, setelah kamu minta maaf pada Mama, masalah ini benar-benar selesai," bujuk Firman lagi.

Kania menggeleng kuat. "Kalau aku minta maaf, berarti aku mengakui sesuatu yang nggak pernah aku lakukan, Mas."

"Tapi buktinya ada di tasmu, Kania!"

"Bukti bisa dimanipulasi!" balas Kania putus asa.

"Kania!!!" seru Firman.

Untuk pertama kalinya sejak mereka menikah, Firman meninggikan suara, membentak istrinya dengan kasar.

Tubuh Kania tersentak mundur. Bentakan itu adalah titik akhir dari pertahanannya.

"Aku capek, Mas," tangis Kania pecah. "Aku capek terus-terusan dianggap salah. Kenapa nggak ada satu orang pun yang mau percaya sama aku di rumah ini?"

Tuti menyahut dengan nada sedingin es, "Karena kamu memang bersalah."

Kania menoleh ke arah ibu mertuanya. Tatapan wanita paruh baya itu dipenuhi kepuasan dan kemenangan. Tak ada sedikit pun rasa iba. Saat itulah Kania sadar, apa pun yang ia katakan tak akan berguna. Ia telah dijebak di dalam permainan yang tak bisa ia menangkan.

Namun, yang paling mengoyak jiwanya bukanlah jebakan kotor itu, melainkan kenyataan bahwa sang suami memilih berdiri di sisi orang lain dan membiarkannya hancur sendirian.

Dengan jari yang bergetar hebat, Kania perlahan melepaskan cincin pernikahan dari jari manisnya. Ia menggenggam logam dingin itu kuat-kuat.

"Aku nggak akan pernah minta maaf untuk kesalahan yang nggak pernah aku lakukan," desis Kania tegas, meletakkan cincin itu di atas meja.

Firman mengembuskan napas panjang. Wajahnya dipenuhi gurat kekecewaan yang kental.

"Kalau kamu masih keras kepala, mulai hari ini aku ingin kamu introspeksi diri!"

Kalimat dingin itu meruntuhkan dunia Kania tanpa sisa. Kaki wanita itu melemas seketika. Ia luruh, terduduk tak berdaya di atas lantai yang sedingin hatinya saat ini. Tangisnya pecah memilukan memenuhi ruangan, meratapi nasibnya.

Sementara Tuti hanya memandang dari atas dengan senyum tipis. Di dalam hatinya, ia bersorak karena telah memenangkan pertarungan.

"Lihat, Firman lebih percaya Mama kan?" lirih Tuti dengan sinis sebelum keluar kamar.

Dan tanpa disadari oleh Firman, hari itu bukan hanya kepercayaan Kania yang mati, melainkan juga fondasi rumah tangga yang dulu mereka bangun dengan Penuh cinta.

"Maafkan aku, Kania," batin Firman getir. Ia berdiri mematung di balkon, menatap kosong kegelapan malam.

Hatinya berkecamuk dalam penyesalan yang membisu. Malam ini, Firman telah menetapkan pilihan, ia lebih mempercayai sang ibu daripada istrinya.

1
Nice1808
bagus abi biar mawar gk sok lagi🤣🤣merebut suaminya kania dan skrg kania bersama kakaknya mawar🤣😂
Nice1808
hahhaha Firman distir oleh mawar mampuskan gara2 uang milyaran buat perusahaannya
Heni Setiyaningsih
/Rose/
Heni Setiyaningsih
dasar suami pecundang
Heni Setiyaningsih
semoga pita suara nya rusak bisr gak bisa teriak lg 🤣🤣🤣🤣
MamDeyh
Lanjuuut
Nice1808
biarkn firman dgn mawar kania, km dgn abngkya si boss abimanyu🤣🤭🤭
tinie
semangaat Kania
kamu pasti bisa bangkit kembali😭😭
MamDeyh
Lanjuuut lagi kak
Ma Em
Semoga Kania jadi sukses setelah diterima kerja , firman kamu pasti akan menyesal karena sdh membuang Kania istri yg baik dan berbakti meskipun selalu dihina dan direndahkan sama Bu Tuti sang mertua .
Nice1808
org tua sinting si tuti, ntar klo kania jd kaya kau ngemis2 krna mawar adiknya abimanyu bossnya kania🤭🤣
tinie
orang tua gila
kamu gak tau KLO mawar ingin menjadikan firman sebagai budak catur
yg harus kerja rodi
siap siap lembur stiap hari dan istri barumu akan menghabiskan uang perusahaan
dan Bu Tuti akan kehilangan jatah bulananmu
ahay
MamDeyh
Lagi kak...

Nah betul nih si 🌹 berduri adiknya si kulkas. Eng ing eng...
Dew666
Syukurlah langsung talak 3, kok aku malah hepi ya wkwk
Dede Maesaroh
amit"😡
Deasy Suryandari
dan ternyata firman yg mandul
Dew666
Kania nikah sama abi, bojone kania nikah sama mawar seru
tinie
🤣🤣 sabar Kania
sebenarnya itu bukan dosa
hanya ujian😁
tinie
pantesan mawar banyak duit
ternyata dia dari anak pengusaha
tinie
aiih jadi mawar itu adiknya Abi
ish ish kelakuannya berbanding terbalik sama kakaknya

huh dasar pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!