Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Shen Yunan dan Tian Guoyang bahkan sudah sampai di dekat jembatan, dari rombongan yang lain, yang berada paling belakang adalah Shen Yuxiao dan Gu Yuning.
Mereka sengaja berada di barisan paling belakang karena memang ingin berada di jarak paling jauh. Jadi, ketika Shen Yunan disengat lebah, dan terpaksa menjatuhkan dirinya ke dalam air untuk menghindari para lebah itu. Mereka berdua tak perlu menolong, karena alasannya, mereka berada di jarak yang paling jauh dari yang lain.
Semuanya sudah diperhitungkan sebenarnya oleh Gu Yuning yang memang memiliki ide untuk jebakan itu pada Shen Yunan. Sayangnya, mungkin semuanya juga tidak akan berjalan seperti apa yang diharapkan oleh kedua wanita yang punya rencana licik itu.
Shen Yunan menoleh ke arah belakang, seharusnya ibunya dan Shen Yuxiao sudah ada di bawah pohon besar yang ada sarang lebahnya itu.
"Nona Shen, mau aku petikkan setangkai bunga plum itu?" tanya Tian Guoyang.
Di jaman ini, jika ada seorang gadis yang sudi atau mengiyakan jika ada pemuda yang memetik setangkai bunga untuknya. Artinya gadis itu tidak menolak sang pemuda. Sebaliknya, jika gadis itu mengatakan tidak usah, atau jangan. Maka itu adalah ungkapan, jika sang gadis tidak mengharapkan hubungan yang lebih dekat lagi dengan sang pemuda. Sang pemuda tidak perlu mengejarnya lagi karena sang gadis menolaknya, begitu.
Shen Yunan yang tentu saja paham akan isyarat dari bangsawan Tian Guoyang, segera tersenyum. Dilihat dari bagaimana Gu Yuning memberi reaksi tadi, tentu saja dia menganggap niat Tian Guoyang mendekati Shen Yunan adalah hal bagus. Shen Yunan bisa memanfaatkan itu, untuk lebih di pandang oleh ibunya. Setidaknya menjadi pertimbangan, lain kali kalau ingin berbuat tidak baik pada Shen Yunan.
"Jika tidak merepotkan tuan Tian..."
"Agkkkk! tolong!"
Shen Yunan baru saja mengiyakan apa yang ditanyakan oleh bangsawan Tian Guoyang. Tapi terdengar suara teriakan Shen Yuxiao dari barisan belakang para nona bangsawan.
"Agkhh, awas ada lebah!"
"Nona, hati-hati!"
"Nona kemari!"
"Agkkkk, menjauh dariku!"
Para nona bangsawan berlarian menjauh dari Shen Yuxiao. Para pelayan mereka juga segera menarik para nonanya menjauh dari tempat itu. Sementara Shen Yuxiao tengah berusaha untuk berlari menjauh dari para lebah, sayangnya kemanapun dia berlari, lebah-lebah itu terus saja mengikutinya.
Gu Yuning sudah berteriak histeris, meminta para pelayan agar segera mengusir lebah-lebah itu.
"Kenapa diam saja? ambil apapun, usir serangga itu dari anakku! cepat usir mereka!" teriak Gu Yuning.
Namun wanita patuh baya itu juga tidak mau ambil resiko mendekati Shen Yuxiao hingga dia nanti bisa saja tersengat juga. Jadi sambil berteriak, sebenarnya Gu Yuning juga berlarian menghindar dari Shen Yuxiao di bantu oleh pelayannya.
"Nyonya, jangan terlalu dekat!" kata pelayan Gu Yuning.
"Agkkkk, pergi! kenapa kalian menggigitt ku. Agkkhh, sakit! ibu tolong!"
Shen Yunan yang melihat itu tentu saja langsung berlari ke arah Shen Yuxiao.
"Kakak, kakak bagaimana ini bisa terjadi? kakak, masuk ke air...!"
"Iya nona Shen, masuk ke air. Lebah takut air!"
Bangsawan Tian Guoyang yang mengikuti Shen Yunan juga segera berseru begitu. Menyetujui apa yang dikatakan oleh Shen Yunan.
Shen Yuxiao yang memang panik, karena memang tidak ada yang berani mendekatinya, akhirnya mendengarkan apa yang dikatakan Shen Yunan dan Tian Guoyang.
Byurr
"Agkkhh!"
"Yuxiao!" pekik Gu Yuning yang terkejut, karena Shen Yuxiao benar-benar melompat ke kolam.
"Agkkhhh, ibu tolong aku! tolong aku!" teriak Shen Yuxiao.
Kolam itu cukup dalam, dia dalam keadaan panik. Dan dia memang tidak bisa berenang.
Gu Yuning yang melihat Shen Yuxiao nyaris tenggelam juga bertambah panik.
"Tolong, kalian semua kenapa diam saja! tolong anakku!"
Para pelayan wanita mundur, karena di jaman ini memang tidak ada pelayan wanita yang bisa berenang.
"Yunan, tolong Yuxiao!" Kata Gu Yuning menarik tangan Yunan.
"Ibu, tapi aku juga tidak bisa berenang!"
"Pelayan tuan Tian saja, tolong tuan Tian, minta pelayan mu turun!" kata Gu Yuning.
Pelayan pria tentu saja bisa berenang. Bangsawan Tian Guoyang nyaris mengangkat tangan memberikan perintah pada pelayan pribadinya. Tapi Shen Yunan langsung melarang ibunya.
"Ibu, kakak belum menikah. Kalau pelayan itu turun dan membantunya, reputasi kakak bisa tercemar. Bagaimana kakak akan menikahi putra mahkota?" kata Shen Yunan mempengaruhi ibunya.
Mata Gu Yuning melebar. Benar juga apa yang baru saja di katakan Gu Yuning.
"Lalu bagaimana? Yuxiao ku..."
Shen Yunan tersenyum tipis. Hingga tidak ada yang menyadarinya. Di dekat jembatan dia melihat ada Halah panjang, yang bisanya di gunakan para pelayan untuk membersihkan daun dari kolam.
"Ibu, aku punya ide!" kata Shen Yunan yang segera berlari ke arah galah itu.
Bangsawan Tian Guoyang tersenyum melihat Shen Yunan, dia merasa gadis itu selain cantik, turut bahasanya halus, berbakat main Guqin, juga sangat cerdas. Dalam situasi seperti ini, Shen Yunan bisa memikirkan cara yang sangat efektif untuk membantu Shen Yuxiao tanpa merusak reputasinya.
Shen Yunan mengarahkan galah panjang itu ke arah Shen Yuxiao.
"Kakak, tangkap ini!" teriak Shen Yunan.
Gu Yuning juga ikut berteriak.
"Yuxiao, ambil ujung galah itu nak. Cepat!"
Di mata semua orang, Shen Yunan berusaha untuk menyelamatkan Shen Yuxiao. Padahal dalam upayanya menolong Shen Yuxiao. Shen Yunan berkali-kali memukulkan ujung galah ke atas kepala Shen Yuxiao.
Duk
Duk
Shen Yunan ingin tertawa, tapi dia berusaha menahannya.
"Kakak, cepat tangkap galah ini! ini berat!" kata Shen Yunan.
Duk
Duk
Berkali-kali, dengan alasan galah itu berat, dan tidak bisa mengepaskan dengan arah tangan Shen Yuxiao. Shen Yunan menggunakan kesempatan itu untuk memukul atas kepala Shen Yuxiao.
'Rasakan itu! benjol-benjol lah kepalamu!' pekik Shen Yunan dalam hati.
Gu Yuning lama-lama merasa ada yang tidak beres. Shen Yuxiao sudah melambaikan tangan. Tapi tidak bisa meraih galah itu.
"Pelayan, bantu nona keempat!" perintah Gu Yuning.
'Wah, tidak seru lagi!' batin Shen Yunan yang melepaskan galah itu.
Bangsawan Tian Guoyang kembali mendekati Shen Yunan.
"Kamu berkeringat, sebentar...!" Tian Guoyang mengambil sebuah sapu tangan dari balik lengan hanfu-nya dan menyeka keringat Shen Yunan.
Dari tempat yang cukup jauh, seseorang yang katanya mau pergi malah kembali lagi begitu mendengar kalau Shen Yunan bisa main Guqin. Sayangnya dia datang di saat yang kurang tepat. Pemandangan di depan matanya, membuatnya mendengus kesal.
'Dasar wanita genit, apa dia memang suka tebar pesona pada semua pria! percuma aku kembali lagi! dasar wanita tidak berprinsip!' gerutunya kesal dan langsung pergi lagi.
***
Bersambung...
Gengsi aja di gedein.. Menggemaskan..🤣🤣🤣