Revanni terjebak dalam situasi yang sangat rumit baginya dimana tiba tiba ia tertangkap bersama dengan seorang pria beristri. Naasnya lagi, saat istrinya melihat ia langsung tak sadarkan diri dan meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit. Berita pun tersebar hingga ke pelosok negeri karena rupanya pria tua itu adalah seorang ceo sebuah perusahaan ternama di kota ini.
Melihat kejadian ini, sang anak tidak terima. Ia ingin membalas dendam atas kematian ibunya dengan menikahi Revanni dan menyiksanya setelah pernikahan. Akankah Reval sadar jika bukan Revanni yang menjadi simpanan ayahnya? Ataukah Revanni akan terus berkorban demi karier pelaku yang sesungguhnya?
Dukung kisahnya di 'Bukan wanita simpanan'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
API CEMBURU
" Mas Rayhan, aku merindukanmu." Ucap Vanni memeluk Rayhan.
" Aku juga merindukanmu." Sahut Rayhan.
" Bagaimana bisa kamu ada di sini?" Vanni mendongak menatap wajah Rayhan tanpa melepas pelukannya.
" Aku di pindah tugaskan di mall ini." Entah suatu kebetulan atau memang takdir Tuhan, akhirnya mereka di dekatkan kembali.
" Benarkah?"
" Iya." Sahut Rayhan.
" Aaaaaa aku senang banget akhirnya kita bisa bersama sama lagi." Ujar Vanni heboh.
Bagai tersiram air panas yang baru saja mendidih, hati Reval benar benar terbakar api cemburu. Ia tidak rela Vanni dekat pria lainnya, entah itu saudara ataupun tidak ada hubungan persaudaraan sama sekali. Baginya, Vanni hanya miliknya. Tidak ada orang lain yang bisa memilikinya maupun sekedar menyentuhnya. Tak kuat menahan emosi, Reval beranjak dari kursinya lalu mendekati mereka berdua yang masih berpelukan seolah sedang meluapkan kerinduan masing masing. Hingga...
Bugh...
Reval menarik paksa Rayhan lalu menghadiahkan satu bogeman mentah tepat di pipi Rayhan bagian kanan hingga membuat Rayhan jatuh tersungkur.
Brak...
Karena kehilangan keseimbangan, tubuh Reval menabrak meja, seketika itu Vanni langsung berteriak histeris.
" Mas Rayhan!!!!" Vanni menghampiri Rayhan hendak membantunya bangun, namun Reval mencegahnya. Ia mencekal tangan Vanni lalu menarik Vanni keluar restoran. Langkah Vanni terseok seok mengimbangi langkah Reval. Sampai di depan pintu,
" Lepaskan aku!!!" Teriak Vanni menghentak tangan Reval dengan kasar hingga genggaman Reval pun terlepas. Vanni segera berlari menghampiri Rayhan kembali.
" Mas Rayhan." Vanni membantu Rayhan berdiri. Ia mendudukkan Rayhan di kursi yang ada lalu menyeret kursi untuk dirinya sendiri. Ia duduk tepat di depan Rayhan.
Vanni menatap Rayhan, ia menyentuh pipi Rayhan yang memerah akibat ulah Reval.
" Apa ini sakit?" Rayhan menggelengkan kepala. Reval yang sudah terbakar cemburu kembali menghampiri Vanni dengan emosi yang siap meledak di dadanya.
" Vanni ayo pulang!" Lagi lagi Reval mencengkeram tangan Vanni namun Vanni langsung menepisnya. Ia berdiri di hadapan Reval lalu menatap Reval dengan tajam. Tiba tiba...
Plak...
Satu tamparan keras mendarat sempurna di pipi Reval mengundang perhatian semua pengunjung di sana. Mereka serasa sedang menyaksikan adegan live seorang istri kepergok selingkuh oleh suaminya. Tapi kenapa ini justru istrinya yang terlihat jauh lebih galak di bandingkan suaminya.
" Siapa yang memberimu hak untuk memukul mas Rayhan hah?" Teriak Vanni sambil menunjuk wajah Reval. Emosinya benar benar di ujung kepala, ia tidak terima ada yang menyakiti Rayhan. Baik itu orang lain maupun mantan suaminya sendiri.
" Vanni aku..." Reval tidak bisa berkutik. Memang benar ucapan Vanni, tidak ada yang memberi hak padanya. Dia bukan siapa siapa lagi bagi Vanni. Hanya sekedar mantan suami saja.
" Apa? Memangnya siapa kau beraninya memukul saudaraku? Kau bukan siapa siapa di sini Reval. Jadi jaga batasanmu! Jangan pernah campuri urusanku! Kalau tidak, kau akan tahu apa yang bisa aku lakukan kepadamu untuk membela mas Rayhan. Karena bagiku, mas Rayhan adalah segalanya. Camkan itu!" Vanni menarik tangan Rayhan meninggalkan Reval yang mematung di sana.
Hati Reval mencelos melihat apa yang telah di lakukan Vanni kepadanya, ia bahkan sampai mengelus dadanya sendiri yang terasa begitu sesak.
" Beginikah sakit yang dulu Vanni rasakan saat aku lebih membela Vlori daripada dirinya. Ternyata rasanya sangat sakit sekali. Andai dulu aku bisa menyadarinya pasti semua ini tidak akan terjadi. Maafkan aku Vanni!" Gumam Reval sedih, terbesit rasa penyesalan di dalam hatinya.
Vanni membawa Rayhan ke rumah, sampai di rumah bu Meli begitu senang melihat sang keponakan yang sudah lama tidak ia temui.
" Ya Tuhan.. Rayhan. Kau sudah sebesar ini." Bu Meli memeluk Rayhan begitu pun sebaliknya.
" Apa kabar bibi?" Tanya Rayhan sopan.
" Alhamdulillah baik, sayang." Sahut bu Meli melepas pelukannya. Ia menatap wajah Rayhan, ia mengerutkan keningnya begitu melihat memar di ujung bibir Rayhan.
" Apa yang terjadi padamu Ray? Kenapa bibirmu memar seperti ini?" Bu Meli mengelus luka di bibir Rayhan.
" Shh... Tidak apa apa bibi. Tadi aku menabrak pintu kamar mandi di mall." Dusta Rayhan.
Bu Meli tidak mempermasalahkan hal itu, ia mengajak Rayhan duduk di sofa ruang keluarga. Sedangkan Vanni pergi ke dapur mengambil balok es untuk mengompres pipi Rayhan yang mulai terlihat membengkak. Setelah mendapatkan apa yang ia perlukan, Vanni segera kembali menghampiri Rayhan. Ia duduk di samping Rayhan lalu menempelkan bongkahan es batu di balut kain ke pipi Rayhan.
" Pasti sakit banget ya mas." Rayhan menatap Vanni. Jantungnya berdebar melihat Vanni sedekat ini. Rupanya ia masih menyimpan rapat rapat perasaannya.
" Shhh... " Desis Rayhan menahan sakit saat tanpa sengaja Vanni menekannya dengan sedikit keras.
" Maaf maaf!" Ucap Vanni.
Di saat Vanni, Rayhan dan bu Meli sedang mengobrol, tiba tiba suara bel terdengar begitu nyaring. Bu Meli segera membuka pintunya. Rupanya Reval datang kemari, ia sengaja ke sini untuk mengawasi pria yang saat ini bersama dengan mantan istrinya.
" Reval, mari masuk!" Ucap bu Meli.
Keduanya masuk ke dalam bergabung dengan Vanni dan Rayhan. Vanni memutar bola matanya malas begitu melihat keberadaan Reval.
" Ibu, kita sedang kedatangan mas Rayhan. Tidak seharusnya ibu menerima orang asing untuk bergabung bersama kita." Ucapan Vanni begitu menohok hati Reval. Ia tidak menyangka segitu bencinya Vanni kepadanya.
" Vanni.... " Tekan bu Meli.
" Reval juga keluarga kita. Dia... "
" Hanya mantan suami, bukan saudara ataupun kerabat." Sahut Vanni memotong ucapan ibunya.
" Ayo mas kita ke kamar saja!" Mata Reval membola begitu mendengar ucapan Vanni.
Vanni menarik tangan rayhan menuju kamarnya, sedangkan Reval hanya bisa menatapnya sambil mengepalkan erat tangannya. Melihat hal itu, bu Meli jadi merasa serba salah. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana terhadap mantan menantu dan keponakannya.
" Ibu, apa itu pria yang ibu maksud?" Tanya Reval di balas anggukkan kepala oleh bu Meli.
" Apa dia mau tinggal di sini?" Lagi lagi bu Meli hanya membalas dengan anggukkan kepala saja.
" Bagaimana ibu bisa membiarkan dia tinggal di sini? Dia... "
" Dia keponakan ibu." Sahut bu Meli.
" Jangan lupakan jika pria yang kau maksud itu masih saudara Vanni. Dan ya... Benar kata Vanni, tidak seharusnya ibu membiarkanmu terus kemari. Maaf ibu capek, ibu mau istirahat." Entah apa yang sedang di pikirkan oleh bu Meli, ia pergi meninggalkan Reval yang masih dalam keterkejutannya. Bagaimana tidak? Orang yang selama ini lembut kepadanya kini bisa berbicara kasar.
" Aku tidak akan membiarkan ini terjadi, kau tetap akan menjadi milikku Vanni." Dengan kesal Reval segera meninggalkan rumah itu. Rumah yang hanya akan membuat darahnya mendidih.
" Maafkan ibu Val, ibu tidak tahu harus bagaimana."
TBC....
gimana perasaan kamu setelah melihat Reval kecelakaan ?
sedih kan?? menyesal kan?? itulah buah dari keegoisan mu,
tapi apalah itu,semoga Reval selamat,walaupun mungkin nanti akan ada drama lupa ingatan,
itu jadi kesempatan Vanny untuk berjuang , mengembalikan ingatan Reval, memperbaiki & menunjukkan ke Reval kalau Vanny sangat mencintai Reval
jangan salahkan Reval yg salah faham karna itu juga karna ke PLIN plan an kamu Vanny, , ya udah cepet kejar semoga belum terlalu jauh , ungkapkan rasa yg selama ini kamu rasakan terhadap Reval , selamat berjuang Vanny,
nanti aja endingnya.....