NovelToon NovelToon
One Sweet Day With You

One Sweet Day With You

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:138.9k
Nilai: 5
Nama Author: NonAden119

Andai Hugo mencintainya, Ana akan memilih untuk tetap bertahan dan tinggal di rumah besar itu bersamanya. Tapi Hugo tak mencintainya, pria itu membencinya karena menganggap Ana telah menipunya hingga terpaksa harus menikahinya.

Ana memilih pergi setelah menandatangani surat gugatan cerai dari Hugo. Dengan sisa uang yang di milikinya, Ana memulai kehidupan barunya di kota lain seorang diri.

Tiga tahun berlalu, kabar mengejutkan datang dari salah satu kerabat Hugo yang tanpa sengaja bertemu dengannya. Ana dihadapkan pada satu pilihan sulit, hingga pada akhirnya Ana memutuskan datang menghadiri pemakaman mantan papa mertuanya.

Pertemuannya kembali dengan Hugo memberinya kesadaran baru, bahwa jarak dan waktu tak mampu mengikis rasa cintanya pada pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NonAden119, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Makhluk Tuhan paling seksieh

Tengah malam Hugo terjaga dari tidurnya saat mendengar suara gemuruh menggelegar dari kejauhan, ia mengerjap lalu membuka mata dan terdiam sesaat. Matanya memicing menatap jam di dinding, lalu beralih menatap tirai korden kamarnya yang terbuka.

Bledar!

Hugo terkesiap dan segera memalingkan wajahnya, sambil menggumamkan sesuatu. Ia bergegas turun dari atas tempat tidur, berjalan menuju kaca jendela kamarnya dan menarik cepat tirai korden hingga menutup rapat. Sempat dilihatnya cahaya kilat keperakan yang bergerak cepat seperti membelah langit lalu jatuh mengenai tanah hingga menimbulkan suara dentuman keras sekali.

Di luar sana angin bertiup kencang, meliukkan batang-batang pepohonan besar di sekitar rumah, suara gesekan daun terdengar jelas. Tak lama kemudian hujan turun deras, gemuruh kembali terdengar bahkan lebih keras dari sebelumnya. Seketika kaca-kaca rumah mengembun terkena percikan air hujan yang disertai angin kencang.

Khawatir akan terjadi badai, Hugo bersiap turun ke lantai bawah untuk memeriksa keadaan di sana. Seperti yang terjadi sebelumnya, saat cuaca buruk dengan hujan disertai angin kencang seperti saat ini kerap terjadi pemadaman listrik dan banyak pohon tumbang hingga menghalangi jalan.

Ana masih tertidur pulas, Hugo langsung menarik selimut dan menutupinya hingga batas dada. Diciumnya lembut kening Ana sambil berbisik pelan sebelum melangkah keluar kamar. Semua penghuni rumah tertidur lelap. Syukurlah tak terjadi apa-apa, Hugo memeriksa sampai bagian belakang rumah dan hanya menemui banyak daun yang jatuh di sepanjang lantai rumah.

Hujan masih turun deras, tapi suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Hugo bergegas naik ke kamarnya lagi setelah menutup semua pintu kembali. Ia tersenyum lebar melihat Ana masih terlelap dan sama sekali tak terusik sedikit pun dengan suara- suara keras di luar sana. Hugo naik ke atas ranjang dan berbaring miring menghadap Ana yang tertidur dengan menangkup kedua tangan dan menaruhnya di bawah dagunya.

“Sayang,” bisik Hugo lirih sambil jemari tangannya bergerak menelusuri garis wajah Ana dan turun hingga bagian bawah bibirnya.

Mata Hugo mendadak sayu begitu melihat dada Ana yang bergerak naik-turun seiring embusan napasnya yang teratur. Rambut hitam panjangnya terurai jatuh di bantal, terbentang seperti sebuah kipas yang terbuka.

Hugo tersenyum melihatnya, perlahan dikecupnya sayang kening wanita yang telah menjadi istrinya itu. Mengikuti dorongan hatinya, Hugo menundukkan wajahnya dan dengan gerakan pelan ia kecup bibir kemerahan Ana yang sedikit terbuka itu. Dan Hugo tak mampu menghentikannya, ia kecup lagi dan lagi hingga Ana bergerak dalam tidurnya. Bahunya mengerut, kepalanya menyuruk masuk dan menempel rapat di dada Hugo sementara tangannya beralih memeluk pinggang suaminya itu.

Senyum Hugo semakin melebar, ia pun balas memeluk Ana dan membenamkan wajahnya di keharuman rambut Ana yang terasa menyegarkan. Hugo sangat menyukai aromanya dan suka berlama-lama menciumnya.

“Hmm, hujan ya, babe?” Ana bertanya dengan mata terpejam dan tangan masih melingkar di atas perut Hugo.

“Hmm,” jawab Hugo sambil terus mengendus rambut Ana, sementara sebelah tangannya yang bebas terulur menyentuh cuping telinga Ana dan mengusapnya pelan.

“Tidur,” kata Ana lagi dengan suara parau dan masih tetap memejamkan matanya.

“Gak bisa tidur lagi,” sahut Hugo dengan suara serak. Tubuhnya bergerak gelisah saat sesuatu dalam dirinya menegang dan Ana bisa merasakan ada yang mengeras di dekat perutnya.

“Babe!” mata Ana seketika terbuka merasakan hawa panas embusan napas Hugo di wajahnya. Jika tadi jemari tangannya yang bergerak, sekarang ganti bibir Hugo yang bergerak perlahan menyusuri sisi wajah Ana dan berhenti di ceruk lehernya yang terbuka.

“Hujan, sayang. Cuacanya dingin, mau yang anget-anget lagi.” Sahut Hugo ambigu.

Tubuh Ana masih terasa lelah akibat aktivitas mereka sebelumnya, tapi ia tak kuasa menolak saat bibir Hugo kembali beraksi dan membungkam protesnya. Hugo melakukannya dengan perlahan tanpa terburu-buru, menuntun Ana untuk ikut andil dalam kebersamaan mereka hingga saat semua berakhir Ana merasakan kebahagiaan melingkupi hatinya. Ia merasa dihargai dan dicintai, hingga perasaan cintanya pada Hugo semakin kuat.

Hingga keesokan harinya Ana terbangun lebih dulu dan Hugo masih terlelap. Pelan-pelan Ana menarik tubuh, melepaskan diri dari dekapan tangan suaminya itu dan beranjak bangun dari tempat tidur mereka. Untuk sesaat lamanya dipandanginya wajah tampan itu. Dua kancing atas kemeja pria itu terbuka, menampakkan dadanya yang bidang. Rambut poninya jatuh mengenai dahinya, dan sekitar dagu juga di atas bibirnya mulai banyak ditumbuhi rambut halus.

Hujan di luar sudah reda, menyisakan gerimis kecil dan dedaunan yang jatuh di sekitar rumah. Ana menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri sebelum turun dan menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami.

“Selamat pagi, Ana.” Sapa ibu Astrid yang tengah sibuk membantu menyiapkan sarapan pagi untuk para penghuni rumah dengan dibantu bik Ani, sementara Kila tak terlihat ada bersama mereka.

“Selamat pagi juga, Bu.” Jawab Ana dengan wajah semringah, senyum tak lepas dari bibirnya. Ia berjalan mengitari meja dan berdiri di dekat ibu Astrid, lalu mengambil gelas kosong dan mengisinya dengan air putih. Sekali teguk, gelas berisi air itu bersisa setengahnya saja.

“Semalam Ibu tidur nyenyak sekali dan tidak tahu kalau hujan turun deras,” kata ibu Astrid sambil mengoles roti dengan selai coklat kacang.

“Iya, Aku juga keenakan tidur. Tahu-tahu bangun sudah pagi aja.” Ana mesem, ia pun sama. Ia bahkan tertidur lagi begitu selesai melakukan aktivitas malam hari bersama sang suami. Cuaca dingin dan hujan di luar sana sangat mendukung suasana, tanpa sadar wajah Ana merona dan itu terlihat jelas oleh mata sang lawan bicara.

“Cuaca sangat mendukung untuk pasangan pengantin baru kita ini.” Kila tahu-tahu muncul di belakang Ana dan dengan gaya cuek ia mendekati Ana dan berbisik pelan di telinganya dengan ekspresi wajah dipenuhi rasa ingin tahu. “Apa dia berhasil membuatmu menjerit semalaman?”

Ana bergidik, ia dorong bahu Kila agar menjauh darinya. Alih-alih pergi, Kila malah merapat dan semakin getol menggoda Ana dengan pertanyaan yang membuat wajah Ana memerah.

“Apa dia tipe lelaki yang kalem, santai, atau terburu-buru dan bergerak sat set dan selesai dengan cepat?”

“Kamu nanya apa, sih? Aku gak mau jawab!” Ana mendengkus sebal.

“Kau cerita padaku saat pertama kali dia menyentuhmu dulu, apa sekarang Kau tak ingin menceritakannya padaku? Ayolah, jangan buat Aku penasaran?” desak Kila penasaran.

“Sin ting, pertanyaan macam apa itu? Masa iya Aku harus cerita soal begituan sama Kamu?”

“Why not, kita sudah sama-sama dewasa?” Kila mengedikkan bahunya dengan memasang wajah polos.

“Gila lo, ya. Apaan, sih?” wajah Ana semakin memerah, ia mengusap cuping telinganya dan beringsut menjauh dari Kila. Tapi sahabatnya itu masih penasaran dan berjalan mendekati Ana yang berlindung di dekat ibu Astrid.

“Dih, yang sudah pengalaman tapi masih malu-malu meong.” Goda Kila membuat dua orang di dekat mereka yang sedari tadi memperhatikan tingkah keduanya hanya bisa mengulum senyum sembari mencuri pandang ke arah Ana yang terlihat mendelikkan matanya pada Kila yang justru terkekeh melihatnya.

“Makanya buruan nikah, biar tahu rasanya. Betah banget jomlo,” sahut Ana sambil meleletkan lidahnya.

Bukan Kila namanya kalau ia berhenti menggoda sampai di situ saja, ia pun bersenandung sambil menggoyangkan badannya mengikuti gerakan penyanyi aslinya dan berjoget di depan Ana.

Otakmu seksieh itu terbukti dari caramu memikirkan aku, matamu seksieh itu terbukti dari caramu menatap aku.

Haruskah seperti ada di dalam penjara cintamu.

Bibirmu seksieh itu terbukti dari caramu cium pipiku, bibirmu seksieh itu terbukti dari caramu sebut namaku.

Kamulah makhluk Tuhan yang tercipta yang paling seksieh, cuma kamu yang bisa membuatku terus menjerit aow aow aow ah ah ...

Kamulah makhluk Tuhan yang paling seksieh paling seksieh seksieh sekali ...

Kila asyik bernyanyi dan tidak menyadari kalau Hugo sudah muncul dan berdiri di balik pintu memperhatikan tingkahnya sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala. Saat Hugo berjalan melewatinya dan langsung memeluk Ana dari belakang sambil mencium pipinya, membuat Kila menjerit kaget.

“Hei, makhluk seksieh itu ternyata ada di sini bersama kita!” serunya lantang dan langsung menutup matanya begitu melihat Hugo kembali mencium pipi Ana dan membelitkan kedua tangannya di perut Ana yang membalasnya dengan menangkupkan tangannya di atas tangan Hugo.

▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎

1
Jetva
ini yg aq suka..ga perlu beranak pianak hingga ratusan episode..pe dek tp padat n sesuai tema..
Jetva
Ana kereeeen....biarkan dia tersiksa...udh dapat perawan tp marah krn merasa ditipu...ditipu juga tp balasanx lu dpt brg ori bukn bekasan...
Jetva
Hugo udh jatuh tp enggan mengakui klo dia terluk akibat jatuh☺☺☺..gengsi dipertahankan...entar ditinggal lagi bru kerasa...
Jetva
setelah tau cerita yg sebenarx..apakah Hugo masih membenci..??????
Bunga Cinta
Bagus bgt Karya mengandung kasih, sayang dan Cinta🌹❤️❤️❤️
Bunga Cinta
Terima kasih autor💕💕💕💕💕💕♥️
karya ini mengandung rasa cinta dan kasih 🌹
Lenni Namora
Luar biasa
a57w
ceritanya bagus, tidak bertele-tele
Mba Wie
Luar biasa
Kadek Bella
smangat,, bagus ceritanya nggak bertele-tele,, trima kasih
Bunda
ikutan mampir Thor🙏🏻
Yulia
Luar biasa
reza indrayana
Mampir nich Thor ..., kisah yg menarik...👍🏻👍💙💙💛💙💙🫰🏻🫰🏻😘😘😘
Kinara (Hiatus)
saran Thor : menurut sy agak aneh dg kata "hampir lupa". Karena itu merupakan syarat utama & Ana adl org terdekat Ibu pemilik cafe tsb. Seharusnya justru itu menjadi pembahasan utama di awal. Kan sdh merasa aneh dl, knp syaratnya Ana harus jd ART di tmp pemberi dana. Jd seharusnya itu dibahas di awal saat membicarakan dg Ana. Maaf ya Thor 🙏
Kim Ye Jin
semangat say 😚
Seo Ye Ji
Top dah, good luck say 😙👍👍👍
@yo jung shi💖
menyalah akakku ❣❣❣❣
MrsJuna
❣❣❣❣❣
Juna murat
Terbaik untukmu say 🥰🤗💝😚💖
captain Ri 👨‍✈️
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!