NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Ajudan. ( Red & Black )

Kisah Cinta Dua Ajudan. ( Red & Black )

Status: tamat
Genre:Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:233.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: chibichibi@

Ketika kedua ajudan alias kaki tangan dari seorang pengusaha yang merupakan mantan mafia ini di paksa nikah oleh majikan mereka.

Dimana sebelumnya mereka berdua Red dan Black bisa diibaratkan bagaikan kucing dan tikus yang selalu saja berdebat bahkan bertarung kecil setiap bertemu.

"Aku tidak suka tempat tidur berantakan juga handuk yang di letakkan sembarangan!" Red.

"Ah, Red. Ku rasa bulan tak lagi indah saat aku memilikimu." Black.

"Jangan merayuku, Black! Singkirkan handuk basah itu!" Red.

Hal menarik apa yang akan menghiasi rumah tangga dua ajudan yang sama-sama hebat ini?

Akankah ada hal besar yang akan menguji kemampuan mereka dalam melindungi keluarga De Xarberg?


Spin of dari novel Kebangkitan Istri Yang Dikhianati.

Buruan intipin mereka!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab #33. Red & Black.

"Ah, benarkah ini sakit? Sewaktu kau hendak melakukannya padaku apakah kau berpikir tentang rasa sakitnya? Ketika kau bermaksud menghancurkan wajah orang lain apa kamu memikirkan perasaannya?" Red menjeda ucapannya, sambil memainkan pisau tersebut di area wajah Paulina yang lainnya.

"Saat ini kan, aku hanya sedang memberitahumu saja. Agar lain kali, kau tau caranya. Eh, sepertinya tidak boleh ada lain kali. Orang sepertimu tidak boleh diberi kesempatan kedua," Red menjauhkan benda tajam itu dari wajah Paulina, bersamaan dengan senyum sinis yang tercetak di wajahnya.

Red melepaskan kuncian pada tubuh wanita tersebut hingga Paulina merosot ke atas tanah. sontak seluruh sendinya seakan tak memiliki daya dan tenaga.

Red berjongkok seraya mengeluarkan tangannya untuk meraih rahang Paulina. Ajudan wanita yang maskulin atau selalu bergaya mirip pria ini mencengkram kedua pipi basah itu hingga bibir Paulina terlihat maju ke depan.

"Sekarang katakan, siapa wanita lemah itu saat ini? Setelah ini apalagi yang akan kau rencanakan padaku biar ku realisasikan pada dirimu saja," ucap Red kemudian dengan aura mengancam, hingga membuat seluruh tubuh Paulina bergetar karena gemetar ketakutan.

"Tidak! Sebaiknya kau lepaskan aku atau--"

"Atau apa!" bentak Red dengan cengkeramannya yang bertahan di rahang Paulina. Wanita di hadapannya ini sudah kalah tetapi masih saja sombong dan berani mengancamnya.

"Kau itu sudah berani untuk menghancurkan wajahku yang cantik ini. Sekarang ayahku dan orang-orangnya tidak akan melepaskanmu!" pekik Paulina begitu yakin dan percaya diri. Hanya demi menakuti lawannya saja. Padahal, tak ada siapapun yang mengetahui apa yang sedang ia hadapi.

Mati pun takkan ada yang tau. Akan tetapi seorang Paulina pantang memohon sekalipun demi keselamatan dirinya.

"Ck, anak orang kaya sepertimu pasti dapat mengembalikan kecantikan di wajahnya seperti semula." Red menghempas wajah Paulina dengan kasar hingga wanita itu terjerembab ke samping.

Wanita berpakaian seksi itu meraba sebelah pipinya. Sekujur tubuhnya gemetar hebat pada saat ia melihat darah di atas telapak tangannya.

"Kau ...telah benar-benar telah melukai wajahku hingga hancur! Aku pasti tidak bisa menggoda pria-pria yang tampan lagi. Kau keterlaluan!" teriak Paulina.

Seketika rasa takut yang tadi dirasakannya hilang begitu saja. Ia pun mengambil batu besar yang berada di samping tubuhnya, kemudian hendak melemparkannya ke wajah Red.

Dengan tenang Red menangkis lemparan batu tersebut dengan memukul pergelangan tangan Paulina lumayan keras. Sehingga batu itu terlempar melewati samping kepala Red.

Paulina seketika memekik lalu meraung kesakitan, karena kemungkinan besar lengannya itu patah.

"Akhh! Sakit!" pekiknya sembari berguling-guling di atas tanah.

"Itulah akibatnya. Kan sudah kulepaskan tapi kau masih saja berniat untuk menyerangku!" Red melangkah mendekat lalu menarik rambut pirang Paulina hingga kepala itu wanita itu terangkat dan mendongak kearahnya.

"Kau bukan tandinganku, wanita payah. Aku bisa saja membunuhmu saat ini juga jika aku mau. Hanya saja--" Red melepaskan kepala itu dan dia tidak jadi meneruskan kata-katanya.

Red tidak mau bertindak lebih jauh lagi terhadap wanita di hadapannya ini karena teringat sumpah dan janjinya untuk tidak membunuh lawan yang lemah. Akan tetapi, Paulina ini terus saja memancing emosinya.

"Tolong jangan sakiti aku lagi, hiks!" Paulina memohon seraya menangis dengan kencang. Sekarang bukan hanya pipinya yang perih tetapi juga lengannya begitu linu dan sangat sakit. Ia percaya saat ini jika wanita yang tengah ia hadapi bukanlah orang biasa seperti perkiraannya selama ini.

Entah wanita macam apa yang telah di nikahi oleh Zo. Begitulah pikir Paulina. Dimana dirinya juga tak tau pria seperti apa Lorenzo sekarang ini. Bahkan pria itu tak mau lagi menggunakan nama aslinya.

"Siapa sih, wanita itu sebenarnya? Kenapa tenaganya begitu besar macam pria? Padahal jika dilihat dari wajahnya, wanita itu hanya seperti gadis tomboi biasa yang tidak bisa apa-apa. Apalagi saat ia mengenakan gaun maka seketika aura feminimnya keluar. Membuat tampilannya menjadi manis macam gadis lugu saja," batin Paulina yang bingung sekaligus heran.

"Aku akan meninggalkanmu di sini. Sepertinya tempat ini juga jauh dari pemukiman. Berusahalah untuk tetap hidup." Red menepuk pipi Paulina hingga wanita itu kembali meringis dan ia pun langsung menaikkan satu sudut bibirnya keatas.

Red seketika mengubah wajah peri-nya menjadi devil. Setelah mengatakan kalimat perpisahan maka Red pun bangkit hendak menghampiri kendaraan yang membawanya ke pinggiran hutan ini.

" Tolong jangan tinggalkan aku! Bawa aku keluar dari tempat ini dan aku tidak akan melupakan kebaikanmu. Kumohon!" Paulina beringsut perlahan hendak menghampiri Red.

Paulina mengulurkan tangannya hingga dapat menangkap salah satu pergelangan kaki Red. Tindakan dari Paulina yang sungguh tidak dapat di duga ini ternyata mampu membuat Red hampir kehilangan keseimbangan tubuhnya.

"Oh sial!"

Seett!

Red langsung menapakkan kedua telapak tangannya di atas tanah untuk menopang tubuhnya lalu melakukan roll ke depan dengan cepat.

Red dapat kembali berdiri dengan gerakan refleknya untuk menolak jatuh tak elit ke atas tanah. Lalu tiba-tiba terdapat lengan yang melingkar di pinggang ramping Red.

Hal itu nyatanya membuat kedua mata Paulina melotot dengan mulut terbuka lebar.

"Kenapa dia bisa tidak jatuh dan malah membuat gerakan yang keren," batin Paulina dengan segala keheranannya.

"Black!" panggil Red kaget. Menatap kedalam mata Black karena wajahnya saat ini berada sangat dekat sekali dengan lelaki yang telah merubah statusnya dari musuh bebuyutan menjadi istri.

"Black langsung menarik raga istrinya itu untuk dapat memeluknya. Ia melepaskan segala sesak di dadanya karena khawatir pada Red yang menurut kabar para pelayan tiba-tiba tak ada di pusat perbelanjaan. Bahkan, ponselnya juga tak bisa di hubungi.

Red yang merasa tersentuh dan senang akan kehadiran suaminya tentu saja tak menolak perlakuan yang di berikan oleh Black saat ini.

Bahkan dengan sengaja Red menyambut pelukan suaminya dengan sangat mesra.

"Ah sayang, kau ternyata menemukanku," kata Red yang mana ucapannya itu memancing kesadaran Paulina bahwa saat ini di hadapan matanya terdapat sepasang sejoli yang sangat ia benci.

"Tentu saja aku akan menemukanmu Red, sayang. Apa yang terjadi sebenarnya dan

kenapa kau pergi begitu saja tanpa mengabarkan apapun padaku?" cecar Black tanpa jeda.

"Oh sayang. Semua itu karena yang ku hadapi hanya cecunguk kecil yang sok tau. Aku hanya ingin puas-puas bermain dengannya seorang diri. Lagipula, gaya berpakaiannya sangat tidak pantas untuk kau lihat," kilah Red yang mana membuat Black penasaran dan ingin menghampiri Paulina.

Akan tetapi, Red keburu mencekal lengannya.

"Untuk apa kau melihatnya! Apa kau lupa akan perkataanku!" hardik Red, yang geram karena Black masih peduli dengan keadaan wanita yang sudah ia buat tak berdaya itu.

"Ingin memastikan apakah penderitaannya sudah cukup atau perlu ku tambah lagi sayang."

Cup!

Dengan cepat Black menyambar bibir Red yang tersenyum sinis padanya barusan.

"Hentikan kemesraan kalian, pasangan sialan !"

...Bersambung...

1
Mirrabella
thor blue sama arnet gimana. ceritanya
ada juga gak, trus baby twins dan grey
ada juga gak ceritanya kenapa cepet x
tamatnya kak thor gak puass bacanya
😔
Sativa Kyu
👍👍
Lucia
Fans black di masa lalu nihh.. Godaan pra nikah ada ajahhh.
Janagn minum sembarang orang kasih black. Nyawamu ada yg mengincarr
Lucia
Paman gk punya ahklah jg istrinya. Serakah harta emg ya gk ada tobatnya. Kudu di basmi nihh
Lucia
Knp sih paman & tante ini ganggu ketenangan black. Blum cukup kalian serakah Harta!!! Black gk butuh itu👊
Lucia
Disela menegangkan, bisa"nya mereka kissing🤭
Lucia
Cara enak ya gerakan olga di bad room😁
Lucia
Siapa lagi nihh. Ada pria & wanita bahas black. 🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
TAMAT yah
Bundanya Pandu Pharamadina
Blue ngga bisa romantis ❤🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
nyimak Black Red ❤
Diyan Syafitri
bagus cerita ny
Arin
/Heart/
Olis Kholisoh
gak berasa sudah habis lagi cerita nya,,padahal seru banget
Dyah Oktina
aku bener2 mencintaimu black.... kata red #
Dyah Oktina
iya part ini copypaste dari cerita ninis & pa suami yg mau d jebak juga.. 🤭
Dyah Oktina
ish dasar ular kadut...dah berkhianat masih aja ngak terima d tolak.. ngak ngerasain sakit hati apa.. 😠😠😡
Dyah Oktina
ya ampun sang istri malah lebih kejam dari sang suami.. 😠
Kasiyati
Luar biasa
Sunarmi Narmi
Thor kenapa karyamu cepet tamat....padahal dri cara nulismu,alur ceritamu...mengena di hati pembaca..
Mak Aul: ya gimana ya kak, bingung jelasinnya juga🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!