Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 : Flame Seekers Society
Bulan purnama di tengah malam semakin memancarkan cahayanya yang benderang. Di bawah temaram malam, bayang-bayang dari para pemburu Shen Yifan terus bergerak gesit. Sementara itu, Shen Yifan dan Nangong Yue tampak mengendap-ngendap di antara gelapnya sela-sela bangunan yang tidak tersorot oleh sinar rembulan.
"Nangong Yue...? Hmnp!"
Secara mengejutkan, Nangong Yue tiba-tiba lenyap dari pandangan. Begitu pula dengan Shen Yifan; detik berikutnya mulut pemuda itu langsung disergap dengan kuat oleh seseorang dari arah belakang, lalu diseret paksa menjauh menuju ke tempat lain.
Di sudut distrik yang berbeda, orang-orang suruhan Gu Lie masih terus bergerak menyisir jalanan demi mencari keberadaan target mereka.
"Sial, mereka mendadak menghilang!" hardik sang pemimpin perburuan sembari menendang sebuah batu di dekat kakinya hingga hancur.
"Bos, mereka benar-benar tidak ada di area sekitar sini. Bahkan hawa keberadaan dan aura spiritual mereka mendadak lenyap tanpa bekas!" sahut salah satu anggotanya setelah memeriksa keadaan.
"Tcih, memburu orang pada malam hari di wilayah asing memang selalu merepotkan," sahut pemimpin itu sembari mendecak kesal.
"Lalu bagaimana langkah kita selanjutnya, Bos?"
Pemimpin pemburu itu merautkan wajahnya dengan gusar. "Kita lanjutkan pencarian besok pagi. Sepertinya para penjaga kota ini sudah mulai menyadari kehadiran kita yang mencurigakan. Semuanya, bubar!"
"Siap!"
Sontak seluruh pemburu Shen Yifan langsung melesat dan menghilang di balik bayang-bayang kegelapan kota.
......................
Di dalam sebuah ruangan yang tersembunyi, Shen Yifan dan Nangong Yue akhirnya dilepaskan oleh sosok yang membawa mereka. Begitu membalikkan badan, mereka langsung mengenali wajah orang yang sangat familiar tersebut.
"Kakak!"
Benar saja, sosok yang menyelamatkan mereka tidak lain adalah Nangong Bingxue. Wanita itu tampak bersandar santai di dekat tembok dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya.
"Jian Chen?! Kenapa kamu juga bisa ada di sini?" Shen Yifan ikut terkejut setengah mati saat menyadari keberadaan pria di sebelah Nangong Bingxue. Ternyata orang dengan pakaian lusuh yang ia temui siang tadi di gerbang kota adalah sosok yang baru saja membungkam mulutnya.
"Haha, kita bertemu lagi, Yi Fan!" Jian Chen tertawa lepas. Namun, penampilannya saat ini sama sekali tidak terlihat lusuh seperti pengemis lagi. Jian Chen kini telah mengenakan sebuah jubah ungu megah, warna yang sama persis dengan jubah yang dikenakan oleh Nangong Bingxue.
"Eh? Yi Fan, kamu sudah mengenalnya?" sahut Nangong Yue menatap herat ke arah mereka berdua.
"Iya, baru mengenalnya beberapa waktu yang lalu," jawab Shen Yifan.
"Haha, salam, Adik Seperguruan Yue. Aku sempat mengenalnya saat dia berbaik hati membantuku melewati pemeriksaan gerbang kota siang tadi," sahut Jian Chen sembari sedikit menundukkan kepala memberi hormat.
"Adik seperguruan?!" seru Shen Yifan dengan mata terbelalak terkejut.
"Benar. Nona Yue dan Nona Bingxue adalah adik seperguruanku di dalam sekte. Kami semua berasal dari sekte yang sama!" jawab Jian Chen ramah.
Shen Yifan mengamati penampilan mereka bertiga secara bergantian. Setelah mencerna informasi itu, ia akhirnya mengangguk paham. (Pantas saja, warna dan corak pakaian jubah mereka berdua sama persis,) bisik Shen Yifan di dalam hati.
"Oh iya, ada hal yang jauh lebih penting. Kakak, kenapa kamu masih berada di dalam kota ini? Bukankah seharusnya kamu sudah berangkat?" Nangong Yue segera mengalihkan pandangannya, menatap lekat ke arah Nangong Bingxue yang masih bersandar santai.
"Tadinya aku memang mau langsung pergi bersama Kakak Senior Jian Chen. Tapi begitu kami berada di dekat gerbang luar, aku tidak sengaja melihat pergerakan orang-orang mencurigakan yang sedang mengintaimu," jawab Nangong Bingxue serius.
"Dan tebakan kami benar. Mereka adalah bagian dari pergerakan organisasi Flame Seekers," Jian Chen menimpali, melanjutkan penjelasan.
Mendengar nama organisasi tersebut disebut, Nangong Yue seketika menundukkan kepalanya dalam-dalam. Sepasang tangannya mengepal begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih, memancarkan raut wajah yang dipenuhi oleh kilat dendam masa lalu.
"Flame Seekers? Organisasi macam apa itu?" Shen Yifan mengerutkan kening, merasa asing dengan nama tersebut.
"Sesuai dengan nama yang mereka sandang... Mereka adalah organisasi para pencari api spiritual," sahut Nangong Bingxue. Ia melangkah mendekati Nangong Yue, lalu mengusap-usap rambut adiknya dengan lembut untuk menenangkannya.
"Merekalah organisasi hitam yang memburu Yue mati-matian pada waktu itu," lanjut Nangong Bingxue dengan nada dingin.
"Hmmm, Nangong Yue memang sempat menceritakan sedikit hal itu padaku sebelumnya," bisik Shen Yifan pelan. "Tapi... kalau target lama mereka adalah Nangong Yue, kenapa sekarang mereka juga bergerak memburuku?" lanjutnya bingung.
"Kemungkinan besarnya adalah orang-orang dari wilayah asalmu yang memburumu demi mendapatkan apimu, saat ini telah menjalin kerja sama dan menjual informasi kepada organisasi tersebut," jawab Nangong Bingxue analitis.
"Sialan! Si Gu Lie itu benar-benar berniat memperbesar masalahku sampai ke tingkat ini!" bisik Shen Yifan dengan geram, ikut mengepalkan tangan kirinya.
"Mungkin bagi pihak mereka, situasi ini seperti sekali menebar jala, seribu ekor ikan bisa langsung tertangkap sekaligus," lanjut Nangong Bingxue.
"Apa maksudmu, Kak?" Nangong Yue mendongak, menatap bingung ke arah kakaknya.
"Ya, maksudnya sederhana saja. Mereka sekarang mengincar Yi Fan sekaligus mengincarmu di dalam satu waktu dan satu kota yang sama!" sela Jian Chen memperjelas.
Seketika itu juga Shen Yifan dan Nangong Yue tersentak kaget. Bedanya, Shen Yifan mendadak diselimuti perasaan bersalah yang teramat besar karena merasa telah melibatkan Nangong Yue ke dalam pusaran masalah pribadinya dengan Gu Lie.
"Entah dari mana mereka bisa mengendus informasi seakurat ini, tapi aku sangat menaruh curiga pada para penjaga gerbang. Atau setidaknya, para petinggi berwenang di kota ini telah menerima uang suap yang sangat besar dari mereka," lanjut Jian Chen dengan nada getir.
"Hal menjijikkan seperti itu sudah biasa terjadi. Sungguh tidak akan pernah ada rasa puas di dalam hati orang-orang serakah itu," sahut Nangong Bingxue datar.
"Kalau situasinya sudah seberbahaya ini, lalu sekarang kita harus pergi ke mana?" sela Shen Yifan, mencoba mencari jalan keluar.
"Kita tidak akan pergi ke mana-mana, Yi Fan!" Secara tidak terduga, Nangong Yue langsung menyahut dengan tegas.
"Apa maksudmu, Yue?" tanya Shen Yifan, benar-benar dibuat bingung oleh keputusan gadis itu.
"Bagi situasi kita berdua saat ini, memaksakan diri keluar dari gerbang Kota Istana Langit tanpa adanya bantuan pasukan pengawal dari keluargaku, itu sama saja dengan mengantarkan nyawa kita sendiri secara sukarela ke tangan mereka," jawab Nangong Yue rasional.
"Kenapa kita tidak meminta bantuan dan memberitahu pihak keluargamu saja melalui perantara mereka berdua?" Shen Yifan mengusulkan sembari menunjuk ke arah Nangong Bingxue dan Jian Chen.
"Rencana itu memang bisa dilakukan. Tapi jika mereka berdua bergerak sekarang, mereka akan langsung ikut terlibat dan menjadi target utama. Mungkin dalam beberapa hari ke depan, organisasi itu juga akan mulai mengincar nyawa mereka berdua karena dianggap mengganggu perburuan," Nangong Yue tersenyum kecut.
Mendengar penuturan itu, Shen Yifan langsung menundukkan kepalanya dengan perasaan malu. Baru sekarang ia menyadari betapa egois pemikirannya tadi; ia hanya fokus memikirkan keselamatan dirinya sendiri akibat rasa panik yang teramat sangat, tanpa sempat mempertimbangkan risiko fatal yang harus ditanggung oleh Nangong Bingxue dan Jian Chen.
"Kedua, kita tidak bisa mengirimkan pesan atau memberitahu pihak keluargaku dalam waktu singkat. Jarak tempuh dari Kota Istana Langit ini menuju ke kediaman utama Keluarga Nangong teramat sangat jauh. Dibutuhkan waktu beberapa minggu perjalanan darat bagi utusan biasa untuk bisa sampai ke sana," lanjut Nangong Yue menjelaskan kendala utamanya.
"Hah..." Jian Chen menghela napas panjang. "Satu-satunya hal yang bisa kita andalkan untuk bertahan hidup di dalam kota ini sekarang adalah teknik penyamaran."
"Penyamaran?" ulang Nangong Yue memastikan.
"Benar. Dan aku juga tahu alasan lain kenapa Nona Yue tidak akan bertindak gegabah dengan melaporkan masalah ini ataupun keluar dari kota. Nona Yue, Anda sampai saat ini belum berhasil mendapatkan seorang Alkemis Tingkat Menengah untuk rencana Anda, bukan?" sahut Jian Chen dengan senyum penuh arti.
Nangong Bingxue tampak mengangguk setuju mendengarnya, sementara Nangong Yue hanya bisa terdiam membisu, tidak mampu menyangkal kebenaran ucapan sang kakak senior.
Jian Chen kemudian melangkah perlahan mendekati posisi Shen Yifan.
"Jadi, Yi Fan... selama masa persembunyian ini, tolong ajarkanlah segala hal tentang dasar-dasar alkemis kepada Nona Yue!" lanjut Jian Chen sembari tersenyum hangat dan menepuk pundak Shen Yifan dengan pelan.
Shen Yifan seketika tersentak kaget. Ia langsung menurunkan pandangannya, menatap kosong ke arah telapak tangannya sendiri. Mengingat fakta bahwa dirinya sendiri pun baru beberapa kali berhasil memurnikan pil obat secara otodidak, kini seseorang justru memintanya untuk bertindak sebagai seorang guru bagi putri dari sebuah keluarga kultivator raksasa. Beban psikologis yang mendadak runtuh di pundaknya saat ini terasa jauh lebih berat dan menekan, bahkan jika dibandingkan dengan saat ia harus berhadapan langsung dengan para pemburu di atas atap tadi.
"Kalau begitu, aku akan keluar terlebih dahulu untuk memastikan situasi di sekitar area luar bangunan ini tetap aman!" lanjut Jian Chen sembari membalikkan tubuhnya dan melangkah mantap menuju ke arah pintu keluar.