NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: En zz

Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.

Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.

Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.

Salah satunya adalah kakek Shen yifan.

Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Flame Seekers Society

Bulan purnama di tengah malam semakin bercahaya, bayang-bayangan dari pemburu Shen yifan terus bergerak. Sementara Shen yifan dan Nangong yue mengendap-ngendap diantara gelapnya bangunan yang tidak tersorot oleh cahaya bulan.

"Nangong yue?... Hmnp!"

Tiba-tiba Nangong yue hilang, begitupun Shen yifan setelah mulutnya di sekap oleh seseorang, dan membawanya ke tempat lain.

Orang-orang suruhan Gu lie terus mencari keberadaan Shen yifan.

"Sial, mereka menghilang!" hardik pemimpin pemburuan menendang batu.

"Bos, mereka tidak ada di kota ini, bahkan aura mereka mendadak menghilang!" sahut salah satu anggotanya.

"Tcih, memburu orang pada malam hari memang merepotkan." sahut pemimpin itu mendecak.

"Bagaimana ini. Bos?"

Pemimpin pemburu itu merautkan wajahnya."Kita cari lagi besok, sepertinya para penjaga kota ini telah menyadari kehadiran kita. Semuanya bubar!"

"Siap!"

Sontak seluruh pemburu Shen yifan menghilang di dalam bayang-bayang kota.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Shen Yifan dan Nangong Yue dibawa ke sebuah ruangan oleh seseorang yang sangat familiar bagi mereka.

"Kakak!" Benar saja, yang menyelamatkan mereka adalah Nangong Bingxue kakak Yue, Bingxue tampak bersandar santai di dekat tembok dengan kedua tangan terlipat di dada.

"Jian chen, kenapa kamu juga ada disini?" Shen yifan juga kaget, ternyata orang lusuh waktu siang hari di gerbang itu, menyelamatkannya.

"Haha, kita bertemu lagi Yi fan!" Jian chen tertawa, namun keadaannya tidak lusuh seperti pengemis. Jian chen sekarang memakai jubah ungu, seperti yang di pakai Bingxue.

"Eh? Yi fan kamu mengenalnya?" sahut Nangong yue.

"Iya, mengenalnya beberapa waktu!" jawab Shen yifan.

"Haha, salam adik seperguruan. Aku mengenalnya saat dia membantuku melewati gerbang!" sahut Jian chen menunduk memberi hormat.

"Adik seperguruan?" seru Shen yifan terkejut.

"Iya, nona Yue dan nona Bingxue adalah adik seperguruanku di dalam sekte, kami satu sekte!" jawab Jian chen.

Shen yifan mengamati mereka bertiga, akhirnya Shen yifan menganguk."Pantas, warna pakaian mereka sama!" bisik Shen yifan.

"Oh iya, yang lebih penting. Kakak kenapa kamu masih ada di kota ini?" Nangong yue mengalihkan pandangannya ke Bingxue yang santai bersandar.

"Iya, tadinya aku mau pergi bersama kakak senior Jian chen, tapi setelah dekat gerbang, aku melihat orang-orang mencurigakan itu!" jawab Bingxue.

"Dan benar saja, mereka dari organisasi Flame seekers." Jian chen melanjutkan penjelasannya.

Mendengar hal itu, Nangong yue menundukan kepala, mengepalkan kedua tangannya. "Orang-orang itu lagi." Raut wajah yang penuh dendam.

"Flame seekers? Organisasi apa itu?" Shen yifan bingung.

"Seperti namanya. Para pencari api!" sahut Bingxue, dia melangkah kehadapan Nangong yue, dan langsung mengusap-usap rambutnya.

"Mereka adalah organisasi yang memburu Yue saat itu!" lanjut bingxue.

"Hmmm, Nangong yue pernah bercerita." Bisik Shen yifan."Tapi kenapa mereka memburuku juga?" lanjut Shen yifan.

"Kemungkinan besar, orang-orang yang memburumu saat itu. Sekarang bekerja sama dengan organisasi tersebut!" jawab Bingxue.

"Sialan, si Gu lie malah memperbesar masalahku!" bisik Shen yifan, mengepalkan tangannya.

"Mungkin mereka berpikir, sekali menebar jala, seribu ikan tertangkap!" lanjut Bingxue.

"Apa maksudnya kak?" Nangong yue mendongkak kearah kakaknya.

"Ya maksudnya, mereka mengincar Yi fan dan juga mengincarmu di satu kota!" sela Jian chen.

Shen yifan dan Nangong yue terkejut, bedanya Shen yifan merasa bersalah, karena melibatkan Nangong yue.

"Entah informasi dari mana, tapi aku curiga sama para penjaga gerbang itu, atau setidaknya atasan-atasan kota ini telah di suap!" Lanjut jian chen.

"Hal itu sudah bisa terjadi. Sungguh tidak ada rasa puas di hati mereka!" sahut Bingxue.

"Terus kita harus kemana?" sela Shen yifan.

"Kita tidak akan kemana-mana Yi fan!" tiba-tiba Nangong yue menjawab.

"Apa maksudmu Yue?" tanya Shen yifan bingung.

"Bagi kita berdua, keluar dari kota ini tanpa bantuan keluargaku, hanya akan mengantarkan nyawa kita sendiri!" jawab Nangong yue.

"Kenapa tidak memberitahu mereka saja? Maksudnya lewat mereka berdua!" Shen yifan sambil menunjuk Bingxue dan jian chen.

"Memang betul, tapi mereka berdua sekarang terlibat karena kita, mungkin beberapa hari lagi, organisasi itu juga akan mengincar mereka berdua!" Nangong yue tersenyum kecut.

Pemikiran Shen yifan sangat keterlaluan, dia tidak memikirkan Jian chen dan Bingxue, mungkin Shen yifan sangat panik.

"Kedua kita tidak bisa memberitahu keluargaku, karena jarak tempuh dari kota istana langit ini ke kediaman utamaku sangat jauh, mungkin beberapa minggu, baru sampai!" lanjut Nangong yue.

Shen Yifan menundukkan kepala. Baru sekarang ia sadar, tadi ia hanya memikirkan keselamatannya sendiri tanpa mempertimbangkan risiko yang harus ditanggung Bingxue dan Jian Chen.

"Hah!" Jian chen menghela napas."Yang kita andalkan sekarang adalah penyamaran!"

"Penyamaran?" Nangong yue.

"Iya, aku juga tahu alasan lainnya nona yue tidak akan bertindak gegabah melaporkan masalah ini ke keluarga anda dan keluar dari kota ini. Nona yue, anda belum mendapatkan seorang alkemis tingkat menengah kan?" sahut Jian chen, Bingxue menganguk setuju dan Nangong yue terdiam.

Jian chen berjalan kearah Shen yifan.

"Jadi Yi fan, tolong ajarkan semua tentang alkemis kepada nona Yue!" lanjut Jian chen tersenyum sambil menepuk bahu Shen yifan.

Shen Yifan kaget dan langsung memandang telapak tangannya sendiri. Bahkan dirinya baru beberapa waktu membuat pil. Kini seseorang justru memintanya menjadi guru bagi putri keluarga besar. Beban itu terasa jauh lebih berat daripada menghadapi para pemburu.

"Kalau begitu, aku akan keluar dulu, untuk memastikan keadaannya!" lanjut jian chen berjalan kedepan pintu.

1
obeng min
josss👍👍👍👍👍
Andi Akhasay: Liat ceritaku kak
total 1 replies
obeng min
lanjut👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!