NovelToon NovelToon
Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Maira, seorang istri yang harus membagi penghasilan nya untuk istri dari kakak ipar nya yang sudah meninggal dunia.

Sang suami dan mertua hanya memanfaatkan uang nya, demi kepentingan mereka semua.

Tidak hanya itu, Suami nya, Azam malah menjalin hubungan dengan kakak ipar nya dengan alasan mau membantu janda kakak nya tersebut.

Mereka semua kelimpungan saat Maira memutuskan untuk tidak mau membantu lagi, dan menyerahkan semua nya pada Azam, suami nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

"Mama, Mama,,, uang ku Ma!" Tiba - tiba terdengar teriakan Nia di pagi buta.

Mama Wina yang masih tidur di kamar nya terkejut mendengar teriakan menantu pertama nya, dia langsung berlari ke kamar Nia.

"Ada apa Nia? Kenapa kau teriak - teriak di pagi buta seperti ini?" Tanya Mama Wina.

"Uang ku Ma, semua uang ku lenyap. Hiks, hiks!" Nia mengais histeris.

"Ada apa Nia? Katakan pada Mama!" Mama Wina masih belum mengerti apa yang terjadi.

Nia lalu memberikan ponsel nya pada Mama Wina, dia memperlihatkan obrolan di dalam grup arisan nya. Salah satu anggota arisan nya sudah melarikan diri setelah berhasil mendapatkan uang puluhan juta, dan orang itu adalah Winda.

Tidak hanya uang arisan, Winda juga membawa lari uang ratusan juta dari Nia dan yang lain nya. Uang yang mereka investasikan bersama.

"Tidak, ini tidak mungkin Ni. Winda tidak bisa melakukan semua ini pada kita!" Mama Wina ikut histeris.

"Ma, uang ku sudah lenyap Ma. Aku tidak punya apa - apa lagi, aku miskin Ma!" Nia berkata sambil menangis.

Mama Wina sendiri mengusap wajah nya dengan kasar, niat hati ingin mendapatkan uang dalam jumlah besar di setiap bulan nya, tanpa harus bekerja keras. Tapi sekarang ini semua nya sudah lenyap, mereka di tipu oleh Winda.

Tangisan Nia yang kencang, tentu saja terdengar hingga ke kamar nya Maira dan Azam. Azam langsung bergegas keluar dan menuju ke kamar nya Nia, dia penasaran dengan apa yang terjadi.

"Mama, Nia, ada apa? Suara tangisan kalian terdengar hingga ke dalam kamar ku!" Tanya Azam dengan penasaran.

"Kami di tipu Zam, semua uang dari hasil penjualan rumah di bawa lari oleh Winda!" Mama Wina menjelaskan pada putra nya.

"Kok bisa si Ma? Maka nya gak usah ikut investasi yang aneh - aneh, kan gini jadi nya!" Azam malah menyalahkan mereka berdua.

"Zam, Mama dan Nia cuma mau berusaha untuk mendapatkan uang. Semua ini terjadi karena kesalahan istri mu, jika saja dia memberikan uang bulanan buat kami seperti selama in. Maka Mama dan Nia tidak akan ikut investasi ini!" Bukan nya sadar, Mama Wina malah balik menyalahkan Maira.

Maira yang penasaran dengan apa yang terjadi, mengikuti langkah kaki Azam pergi ke kamar janda dari Almarhum kakak ipar nya tersebut. Maira geram sendiri, kenapa malah diri nya yang di salahkan. Padahal dia tidak tahu apa yang sebenar nya terjadi.

"Loh, kok Mama jadi nyalain aku? Emang aku yang minta Mama sama mbak Nia untuk join investasi itu, gak kan?. Jadi gak usah mengkambing hitamkan orang lain!" Jawab Maira dengan tegas.

"Jika kamu tetap memberikan kami uang seperti biasa nya, maka semua ini tidak akan terjadi. Nia tidak akan kehilangan rumah nya!" Semprot Mama Wina lagi.

"Cukup Ma, kalian semua bukan tanggung jawab ku. Aku bukan mesin Atm kalian yang harus selalu memberikan uang sesuai dengan keinginan kalian semua!" Tegas Maira lagi.

"Maira, jangan kurang ajar kamu sama Mama!" Bentak Azam tidak terima.

"Aku tidak kurang ajar mas, tapi Mama mu sendiri yang tidak punya etika!" Balas Maira dengan tak kalah geram.

"Azam, lihat lah istri mu. Dia berani berkata kasar pada Mama, buat apa istri seperti itu di ketahanan kan. Sebaik nya kamu ceraikan saja dia!" Mama Wina menghasut putra nya.

"Silahkan mas jika kau mau menuruti keinginan Mama mu, aku siap jika harus keluar dari rumah ini sekarang juga!" Ujar Maira sambil melipat tangan di dada nya.

Azam hanya terdiam, dia tidak bisa menuruti keinginan Mama Wina. Karena saat ini cicilan rumah ini di bayar oleh Maira, walaupun ruamh atas nama nya. Jika dia berpisah dari Maira, maka siapa yang mau membayar cicilan rumah ini. Gaji nya sendiri tidak cukup untuk kebutuhan mereka semua.

"Mai, tolong Mai berikan uang seperti dulu untuk Mama dan mbak Nia. Kasihan mbak Nia, di baru saja di tipu dan dia tidak punya uang sama sekali!" Azam membujuk Maira dengan cara menurunkan nada bicara nya.

"Maaf mas, aku juga tidak punya uang. Kan mas sendiri tidak pernah memberikan aku nafkah, jadi dari mana aku bisa dapet uang. Kamu tahu sendiri kan mas, aku ini hanyalah staf biasa, bukan seperti mu yang seorang manager itu!" Maira berkata dengan nada yang di buat sesedih mungkin.

Azam menghela nafas panjang, dia sendiri tidak punya uang. Semua uang gaji nya sudah di berikan pada mereka semua, yang tersisa hanyalah uang untuk beli bensin dan juga uang makan siang nya.

Nia masih menangis, meratapi uang nya yang sudah raib dan tidak akan pernah bisa kembali lagi. Mama Wina masih terus menenangkan menantu kesayangan nya.

"Mas, apakah kau tidak ke kantor hari ini?" Maira bertanya pada Azam.

"I,, iya dek!" Jawab Azam gugup.

Maira langsung kembali lagi ke kamar nya, begitupun dengan Azam yang ikut mengekor di belakang nya.

Azam masih memikir kan Nia, dia berharap Maira masih mau memberikan uang bulanan pada Nia.

"Dek, kasihan mbak Nia, dia sudah tidak punya rumah lagi!" Azam berkata pada Maira.

"Heemmmm!" Maira tidak menjawab, hanya berdehem saja.

"Dek, tolong lah bantuin mbak Nia. Kasihan dia!" Bujuk Azam dengan suara lembut.

"Mas, semua ini terjadi karena kesalahan nya sendiri, bukan aku yang meminta nya!" Jawab Maira lagi.

"Iya mas tahu dek, tapi kan mbak Nia punya Ayu yang menjadi tanggungan nya, jadi mas mohon kamu bantuin mbak Nia!" Kembali Azam membujuk Maira.

"Mas, bukan kah semua uang gaji mu sudah kamu berikan pada mereka? Jadi kurasa mustahil jika mbak Nia tidak punya uang!" Maira berkata pada suami nya.

"Dek, kebutuhan kita dan mbak Nia itu beda dek, dia butuh uang lebih besar buat biayain Ayu!" Kembali Azam memberikan alasan.

"Mas, aku akan bantu mbak Nia dan Ayu. Tapi tidak 100 persen ya. Urusan makan semua orang di rumah ini masih menjadi tanggung jawab ku, tapi hanya dengan menu sederhana. Terserah jika mau makan atau tidak perduli, tapi untuk uang bulanan Mama, Lara dan Mbak Nia, aku tidak bertanggung jawab lagi!" Jawab Maira dengan tegas.

Azam masih ingin menjawab, tapi Maira sudah berlalu dari hadapan nya. Maira sudah menuju ke meja makan, Maira segera sarapan karena dia harus pergi ke kantor. Dia tidak perduli dengan apa yang terjadi dengan Nia dan Mama Wina, biarlah semua inti menjadi urusan mereka sendiri dan Maira tidak mau ikut campur urusan mereka.

1
Anonim
Lanjut up thor banyakan dikit dong seru soalnya
Siti Zaid
Author lanjut...makin menarik nih👍👍👍
Anonim
BUNUH.. BUNUH SEMUANYA MAIRA ... KAU HARUS MEMBUNUH MEREKA
Siti Nurani
cerita nya bagus ,alur nya bikin gemesss dan penasaran
Visitor3656
seru
Siti Zaid
Rasanya tak sabar nak lihat semua keluarga Azam hancur setelah maira nekad utk tinggal kan Azam nanti😠
Anonim
HALAL BUNUH MERTUA KAYAK GITU HALAL DARAH NYA MUTILASI BUNUH
Siti Zaid
Terima kasih sudah update..👍👍👍
Sri Widiyarti
lanjut kak penasaran semangat kak...
Hary Nengsih
lanjut
Eboknya Dina
ceritanya menginspirasi bagi istri yg py nasib sama dg Maira
Sri Widiyarti
ditunggu kelanjutannya..
Mayang Tomat
dasar manusia" tamak dan tak tau diri😡
Anonim
Lanjut up thor
Siti Zaid
Terima kasih sudah update terus...lanjut ceritanya sampai tamat ya..👍👍👍
Siti Zaid
Author lanjut dan beri mereka pembalasan yg setimpal utk rasa sakit hati nya maira...😠
Thewie
buat aja Thor siazam tuh cepat ceraikan maira.. muak aku lihat omaknya sama iparnya itu. rasanya Indak kuputokkan kepalanyo
Hary Nengsih
maira dh lah kluar dr rumah
Anonim
MANA ADEGAN BUNUH BUNUH NYA? ADEGAN PEMBANTAIAN NYA MANA??? SEPERTI AINZ MEMBANTAI 70000 KSATRIA KERAJAAN RE-ESTIZE
Siti Zaid
Author lanjut..senangnya bila hati melihat maira yg tetap dengan pendiriannya utk tidak membantu suami dan keluarganya..👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!