NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata Makan Tuan di Kamar 304

Di ruang kerja lantai atas Hotel Kartika Plaza, suasana terasa begitu mencekam.

Suara alunan musik lembut dari ballroom di bawah sama sekali tidak mampu meredam amarah Benny Megantara yang meledak.

Dengan napas memburu, Benny sebagai kepala keluarga, menghantamkan tongkat berkepala naga peraknya ke permukaan meja kaca hingga menimbulkan suara benturan yang keras.

"Bodoh! Ceroboh! Kau benar-benar anak tidak berguna, Daniel!" amuk Benny, wajah tuanya merah padam oleh murka yang tak tertahankan.

Runtuh sudah kepribadiannya yang selalu terlihat bijaksana dan berwibawa itu.

Daniel berdiri menunduk dengan tubuh gemetar, sementara Bianca di sampingnya, terus mencoba menenangkan suaminya.

"Mas Benny, tenangkan dirimu dulu. Ingat kesehatanmu..."

"Bagaimana aku bisa tenang, Bianca?!" potong Benny dengan bentakan yang menggelegar.

"Kemarin, saat laporan awal dari perbatasan datang, aku sengaja mencopot jabatan direktur operasionalmu untuk sementara waktu. Tujuanku adalah mengulur waktu! Menghapus jejak transaksi bank gelapmu sebelum tim audit kementerian mengendus! Tapi apa yang terjadi malam ini? Pamanmu membawa dokumen Kejaksaan Militer yang sudah sah! Buktinya justru bertambah banyak dan matang! Kau memotong lehermu sendiri, Daniel!"

Daniel mengepalkan tangannya, ketakutan yang mendalam kini berubah menjadi keputusasaan yang terasa seperti racun.

"Ini semua karena Erica, Papa! Perempuan jalang itu yang menghasut Paman Eshar untuk menghancurkanku! Aku tidak akan membiarkan mereka menang begitu saja."

Bianca yang melihat kepanikan putranya mendadak memcoba mencari jalan keluar, otak manipulatifnya berputar cepat mencari celah kotor.

Dia melangkah mendekati Daniel dan berbisik dengan nada licik,

"Daniel, jika kariermu dihancurkan lewat hukum militer oleh Eshar, maka kita harus menghancurkan martabat mereka secara publik malam ini juga. Buat skandal yang tidak akan bisa dibersihkan oleh nama besar Jenderal sekalipun."

Daniel menoleh, kilat jahat mulai merayapi matanya saat dia menangkap maksud ibunya.

Sebuah rencana busuk seketika tersusun di kepala mereka untuk menjebak Erica di salah satu kamar hotel yang telah disewa klan Megantara.

Sementara itu, di lantai bawah, suasana gala bisnis masih berlangsung meriah. Erica sedang berdiri di dekat meja hidangan, menikmati camilan kecil dengan tenang, sementara Eshar sedang berbicara di sudut ruangan yang jauh bersama beberapa perwira tinggi angkatan darat untuk memastikan koordinasi besok pagi berjalan lancar.

Seorang pelayan hotel tiba-tiba mendekati Erica dengan nampan berisi segelas jus jeruk.

"Permisi, Nyonya Eshar. Ada pesan penting dari Jenderal Eshar. Beliau meminta Anda menemui beliau di Kamar 304 di lantai tiga untuk urusan dokumen tentang Fiorenza Fashion."

Erica menerima gelas itu, tapi matanya yang jernih menangkap kegugupan dari gerak-gerik pelayan tersebut. Insting tajamnya seketika mencium bau jebakan.

Eshar meminta menemuinya di kamar hotel lewat pelayan biasa? Tanpa melalui Axelo? Mustahil, pikir Erica dalam hati.

Sebelum Erica sempat merespons pelayan tersebut, sebuah pekikan nyaring dan ceroboh terdengar dari arah pintu masuk ballroom.

"Aduh! Maaf, maaf! Saya tidak sengaja!"

Hilya, Sahabat baiknya yang terkenal ceroboh dan selalu panik, baru saja tiba di pesta tersebut bersama Shofia, mereka datang berpapasan di depan.

Karena berjalan terlalu terburu-buru sambil membetulkan gaun malamnya yang kepanjangan, Hilya tersandung karpet dan menabrak punggung pelayan yang sedang membawa pesan untuk Erica tadi.

Prang!

Byur!

Nampan si pelayan jatuh berhamburan.

Jus jeruk yang dibawa pelayan itu tumpah ruah, mengotori gaun malam mewah milik Shofia yang baru saja melangkah masuk dengan senyum angkuhnya.

"Apa-apaan kamu ini?! Lihat gaun sutraku jadi kotor semua!" jerit Shofia, wajahnya dipenuhi dengan amarah, mengabaikan pandangan mata para tamu di sekitarnya.

"Maaf, Shofia! Aku benar-benar tidak sengaja, tadi tumit sepatuku tersangkut," jelas Hilya panik, sibuk mengelap gaun Shofia dengan sapu tangan hariannya dengan gerakan yang malah membuat noda semakin melebar.

Pelayan hotel yang ketakutan karena rencana jebakannya terganggu segera membungkuk.

"Mohon maaf, Nyonya. Jika Anda berkenan, kami menyediakan fasilitas kamar ganti darurat untuk membersihkan pakaian di Lantai Tiga, Kamar 304. Ini kuncinya."

Mendengar nomor kamar 304 disebut secara kebetulan, Erica yang berdiri tidak jauh dari sana langsung menyunggingkan senyuman siasat yang paling manis.

Umpan yang awalnya disiapkan untuk dirinya, kini justru menemukan sasaran baru yang jauh lebih tepat.

"Ya ampun, Shofia," sapa Erica ramah, melangkah mendekat dengan anggun, yang kontras dengan kekacauan mereka.

"Lebih baik kamu segera naik ke Kamar ganti sebelum nodanya mengering dan merusak kain sutramu. Biarkan Hilya yang menemanimu ke atas."

Shofia mendengus ketus, melirik Erica dengan pandangan menghina. Tanpa menaruh curiga sedikit pun bahwa kamar tersebut adalah jebakan yang disiapkan oleh mertua dan suami gelapnya sendiri untuk Erica, Shofia segera menyambar kunci dari tangan pelayan dan berjalan cepat menuju lift bersama Hilya yang masih terus meminta maaf dengan ceroboh.

Erica menatap kepergian mereka dengan senyum kemenangan.

Nikmatilah hadiah malam ini, Shofia, bisik Erica dalam hati.

Dua puluh menit berlalu.

Bianca Megantara melangkah kembali ke dalam ballroom dengan senyum bahagia yang tertahan.

Dia telah menerima kode dari anak buahnya yang berjaga di lantai tiga bahwa "target" telah memasuki Kamar 304 dan pintu telah dikunci dari luar, dengan Daniel yang sudah bersiap di dalam setelah meneguk sedikit minuman keras untuk memperkuat akting skandal mereka.

Bianca tidak membuang waktu. Wanita sosialita itu segera mendekati mikrofon di panggung utama, memotong alunan musik jazz.

Wajah manipulatifnya mendadak dipenuhi gurat panik yang dibuat-buat.

"Para tamu yang terhormat, mohon maaf atas gangguannya," ujar Bianca setelah musik terhenti.

"Saya baru saja mendapat laporan yang sangat memprihatinkan tentang adanya tindakan asusila yang merusak kehormatan klan Megantara di salah satu kamar atas. Saya meminta Jenderal Eshar dan para kolega sekalian untuk ikut menjadi saksi, agar tidak ada fitnah di antara kita!" pintanya dengan suara lantang yang menggema di seluruh ballroom.

Benny Megantara yang baru saja turun dari ruang atas mengernyitkan dahi dalam-dalam.

Di sudut ruangan, Eshar yang menyadari kehadiran Erica di sampingnya langsung bertukar pandang.

Mereka berdua bersama puluhan pengusaha papan atas dan wartawan internal yang dibawa Bianca, segera bergerak naik ke lantai tiga.

Rombongan besar itu berhenti di depan pintu Kamar 304. Bianca menatap pintu itu dengan pandangan penuh kemenangan yang beracun, tak melihat Erica yang berada di samping Eshar.

"Buka pintunya!" perintah Bianca lantang pada petugas hotel.

Cklek.

Pintu terbuka lebar, dan lampu kilat dari kamera wartawan sewaan Bianca langsung menyambar masuk tanpa henti.

Bianca berteriak dengan nada memfitnah yang sengaja dikeraskan,

"Lihatlah kelakuan menantu baru yang..." kalimat Bianca seketika tersangkut di tenggorokannya.

Kamar yang semula diharapkan berisi Erica yang meronta dalam jebakan Daniel, kini menampilkan pemandangan yang sama sekali berbeda dengan ekspetasinya.

Di atas ranjang yang berantakan, Daniel Megantara tampak setengah bertelanjang dada dengan wajah merah karena pengaruh alkohol. Dan di bawah dekapannya, Shofia berteriak histeris karena kaget, dia langsung menutupi tubuhnya yang hanya terbalut gaun malam yang robek di bagian bahu dengan selimut.

Di sudut ruangan, Hilya berdiri dengan wajah polos, menggaruk kepalanya yang tidak gatal dilengkapi dengan ekspresi bingung.

"Lho... Shofia? Daniel? Kok kalian malah begini? Tadi kan niatnya cuma mau membersihkan gaun?"

Jepret! Jepret!

Suara jepretan kamera wartawan terus berbunyi, mengabadikan skandal menjijikkan antara keponakan Jenderal dan istri gelapnya di depan seluruh kolega bisnis klan Megantara.

Wajah Benny Megantara seketika berubah menjadi legam menahan aib yang luar biasa besar. Sementara Bianca, kakinya menjadi lemas, tubuhnya hampir ambruk ke lantai jika tidak berpegangan pada dinding koridor.

Rencana fitnah yang dia susun rapi kini berbalik menghancurkan martabat anak kandungnya sendiri dalam satu malam.

Erica Fiorenza maju satu langkah, menatap kekacauan di dalam kamar dengan senyuman kemenangannya yang memukau. Dia menoleh pada Bianca yang sedang gemetar.

"Ternyata ini 'tindakan asusila' yang Kakak Ipar maksud?" tanya Erica lembut, suaranya terdengar begitu nyaring di tengah heningnya koridor yang sedang shock.

"Sungguh sebuah tontonan keluarga yang sangat berkelas untuk sebuah gala bisnis." katanya lagi.

Eshar melingkarkan tangan tegapnya di pinggang Erica, menandai kemenangan berikutnya untuk mereka.

Dengan satu gerakan, singa perbatasan itu membalikkan tubuh istrinya, membawa Erica melangkah pergi meninggalkan koridor yang kini dipenuhi oleh remehan dan hinaan dari publik.

1
Siti Sarfiah
bisa " terjadi perang batin🤣🤣
Siti Sarfiah
wah, dh positif, nyonya Megantara, semangat👍💪
Siti Sarfiah
siap" saja nanti erica jadi tantenya kuda nil😄😄
Muft Smoker
satu pengkhianat udh di Brantas ,,
semoga msalaah yg ad bisa selesai satu persatu termasuk kematian viona
Muft Smoker: yx kak ,, dan jgn lupa di amin kan 😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
apakah ini takdir apa jodoh?
Siti Sarfiah
wahh seru sekali semangat erica 💪 mudahan berhasil , lanjuuuttt
Siti Sarfiah
saya baru masuk baca ceritanya , kasian ceritanya di tikung dan di hianati, semangat dan lanjut lagi bacanya👍💪
Muft Smoker
pengkhianat sudah beranak Pinak eshar ,, tp melihat ketangguhan kalian ,, pasti bisa membabat habis para pengkhianat itu ,, 😁😁😁😁
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
baca surat auto nyanyi surat cintaku yang pertama, eh....../Facepalm/
Muft Smoker
waah ad yg main2 dg singa perbatasan ,,
sperti ny mereka terlalu meremehkan sang jendral dan istrinya ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
berasa jd reporter dadakan yx kak ,,
😂😂😂😂
Muft Smoker: 👍👍👍👍👍👍😁😁😁😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
pak jendral cemburu juga ya😄
Muft Smoker
si hilya dan axelo di satukan ,, pasangan yg cocok buat bikin huru hara ,, 😂😂😂 ,,



lanjut kak ,,
Muft Smoker: nah betul kak ,, makin pusing deh si eshar ma erica 🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
kalo liat cara viona menyembunyikan sesuatu yg penting ,, berarti viona di masa lalu bukan org biasa yx ,,
Muft Smoker: maksud ny bukan hanya seorang pendiri megantara ,, tp punya sisi yg lain gtu kak ,, soalny keliatan cerdas , hati2 tp punya cara melindungi hal2 penting dg cara gx terduga ,,
total 3 replies
Muft Smoker
msh byk Teka teki dcerita ini ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Elisabeth Ratna Susanti
sang jenderal memang selalu awur2an auranya 🥰
Muft Smoker
si Benny mau main kucing2an krn tkut ketahuan ,, tp di balas permainan p*nas dua singa perbatasan ,,
syok gx tuh mata2ny ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker: nah bnr kak ,, panas dingin gx tuh 😂😂😂
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!