NovelToon NovelToon
Behind The Lies

Behind The Lies

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pengganti / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:71.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mandanisa 0112

Ashilla Wijaya kembali ke Indonesia untuk meneruskan perusahaan kakeknya. Dia banyak mendengar cerita tentang Aruna, perempuan yang sangat mirip dengan dirinya sampai setiap orang yang melihatnya akan memanggilnya dengan nama itu.

Perlahan rahasia tentang Aruna mulai terungkap.
Siapakah sebenarnya wanita yang bernama Aruna itu? Kenapa Iyash begitu terobsesi padanya?

Cerita ini dibuat untuk semua orang yang belum bisa ikhlas dengan masa lalunya dan belum benar-benar hidup untuk masa depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mandanisa 0112, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu dari Masa Lalu

Di dalam mobil Asa tak hentinya memeluk Ashilla.

“Bunda ngerti kalau kamu ingin membahagiakan Asa, tapi nggak harus berbohong dan pura-pura sehat, pura-pura kuat atau pura-pura bahagia. Asa juga akan mengerti karena dia jauh lebih butuh kamu yang sehat, yang kuat dan benar-benar tersenyum tulus,” omel Miranti.

“Sssttt, sudah, Mir,” kata Ganjar.

Miranti mendengkus.

“Asa masih kecil, Bund,” kata Ashilla lesu.

“Justru karena dia masih kecil, ajarkan dia empati. Kalian itu akan hidup berdua, kamu hanya punya Asa dan Asa hanya punya kamu.”

Ashilla tersenyum sembari merangkul Asa. “Kami punya Bunda, kami punya Opa dan juga Kak Edgar. Bahkan kami juga punya Pak Yayan yang sudah setia pada keluarga ini selama puluhan tahun. Iya, ‘kan, Pak?”

“Iya, Non,” kata Yayan lembut. Tentu saja Yayan sudah sangat menyayangi keluarga ini.

Miranti menghela napas, dia kemudian merangkul Asa dan Ashilla bersamaan. “Kamu dan Asa adalah pelengkap kami.”

Ashilla mengangguk.

Sesampainya di rumah Asa kembali mandi, sementara Ashilla hanya mencuci tangan dan kaki, kemudian tidur. Seusia Asa sudah pintar merawat diri, selain mandi dia juga berpakaian sendiri, kemudian setelah itu dia memilih menonton televisi.

“Ashilla mana?” tanya Ganjar.

“Tidur,” jawab Miranti yang sedang duduk di sebelah Asa menemaninya menikmati siaran televisi.

Tak ada yang tahu kalau Ashilla tengah banyak pikiran lantaran baru saja memutuskan Angkasa, dalam hati kecil dia tak ingin ini terjadi, namun, dia merasa kalau Angkasa akan lebih baik jika bersama wanita lain, bukan wanita seperti dirinya yang tidak memiliki status yang jelas.

“Papa mau bicara sama kamu,” kata Ganjar pada Miranti.

Miranti lekas menoleh pada Asa. “Wait here, if you need anything, ask Bi sumi, okay?”

“Hm,” sahut Asa.

Miranti pun lekas bangkit dan pergi mengikuti Ganjar ke halaman belakang rumah dan mereka duduk di atas kursi depan kolam ikan.

“Bi Sumi bilang tadi ada Dewi ke sini.”

“Dewi? Mantan istri Gusman?” tanya Miranti.

“Iya.”

“Mau apa? Dia tahu, ‘kan Gusman sudah meninggal?”

“Papa rasa dia mau mencari anaknya.”

“Apa? Anak yang selama ini dia buang, dia terlantarkan?” Miranti berdecak. “Ck … wanita macam apa yang tega membuang anaknya demi harta.”

“Sshhh. Jaga bicara kamu, nanti ada yang dengar,” kata Ganjar pelan.

Miranti menghela napas. “Papa nggak usah banyak pikiran. Istirahat yang cukup. Pikiran seperti itu hanya akan membuat kesehatan Papa semakin menurun.”

“Iya.”

Tiba-tiba terdengar suara bell.

“Jangan-jangan dia, Pa.” Miranti lekas pergi ke ruang tamu dan meninggalkan Ganjar di halaman belakang. Dia membuka pintu dan mematung menatap seorang wanita yang berdiri di depannya.

“Masih ingat saya?” tanya sesosok wanita tersebut.

“Mau apa kamu ke sini?”

Dewi tersenyum. “Saya datang ke sini dengan niat baik.”

“Sebaik apapun niat kamu, kami tidak menerima tamu,” kata Miranti tegas.

“Pak Ganjar ada?” tanya Dewi.

“Ada, tapi saya rasa dia tidak akan mau bertemu kamu.”

“Mana kamu tahu, kalau belum menyampaikan pesan saya?”

Miranti menghela napas.

Ganjar berjalan pelan ke ruang tamu dan dia berdiri di belakang Miranti.

“Selamat sore, Pak,” sapa Dewi percaya diri. Bukan harta yang membuatnya penuh percaya diri seperti sekarang, melainkan pengalaman.

Miranti menoleh ke belakang. “Pa ….” Dan dia lekas bergeser.

“Masuk,” ajak Ganjar.

Dewi tersenyum. Tak pernah dia diperlakukan seperti ini sebelumnya . Rasanya dulu Ganjar mengharamkannya menginjakan kaki di rumah itu.

 “Tidak apa-apa di sini saja, saya takut tidak bisa keluar lagi setelah masuk.”

Miranti mendelik.

“Saya datang ke sini untuk meminta maaf atas semua yang terjadi di masa lalu, saya tidak mau mati membawa amarah dan kebencian, lebih baik diselesaikan di dunia daripada harus mengakhirinya di alam baka,” tutur Dewi panjang lebar. “Bapak, sehat?”

Ganjar hanya mengangguk.

Dewi kecewa bahkan untuk menatapnya saja Ganjar enggan. “Sekarang saya sudah suci, Pak, saya setara dengan keluarga Bapak. Apa Bapak tidak merasa saya seterhormat itu? Saya harap Bapak tidak lagi menganggap saya lebih najis dari anjing.”

“Langsung saja sampaikan apa yang ingin kamu katakan,” pinta Miranti.

Kali ini Ganjar menatap wajah wanita itu. Dia membasahi kerongkongan. “Gusman sudah meninggal bersama anak kamu dalam kecelakaan,” bohong Ganjar.

Jantung Dewi mencelus. “Saya harap itu hanya kebohongan seperti yang sering Bapak lakukan.”

Kening Miranti mengernyit. “Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu.”

“Saya harus bilang apa, kamu juga tahu sendiri, Mir.”

“Saya turut prihatin karena kamu terlambat untuk menyampaikan maaf kamu pada mereka,” kata Ganjar lagi.

“Gusman sudah tenang, dia membawa lukanya sampai ke kubur, kamu harus mempersiapkan diri karena hari pembalasan itu benar-benar nyata,” kata Miranti.

Dewi mengangguk mendengar ceramah Miranti. “Kalian juga seharusnya mempersiapkan itu karena mungkin kalian lupa kalau aku pernah tersakiti oleh ucapan dan tindakan kalian. Harusnya kalian sadar diri kenapa Gusman memilih pergi dan tidak kembali pada kalian.”

“Seharusnya kamu juga tidak menyia-nyiakan cinta Gusman,” kata Miranti lagi.

“Mau bagaimana lagi, adikmu tidak bisa bekerja, dia tidak bisa membuktikan cintanya. Aku tidak bisa bertahan dengan pria seperti itu.”

“Jadi, kamu kesini untuk mengungkit kesalahan Gusman dan memamerkan keberhasilan kamu sebagai perebut suami orang dan kamu merasa bangga karena bisa mengalahkan istri pertama dari suami kamu sekarang, apalagi kamu berhasil menguasai hartanya.”

“PLAK!” Satu tamparan mendarat di pipi Miranti. “Nggak seharusnya kamu menghinaku seperti itu,” kata Dewi penuh emosi. “Aku datang ke sini dengan niat baik.”

“Niat baik macam apa?” teriak Miranti.

“Cukup!” Ganjar memukulkan tongkat kayunya ke lantai. “Mana niat baik kamu?”

“Saya datang ke sini memang dengan niat baik, kenapa Miranti malah mengorek luka itu lagi?”

“Kamu sendiri yang memulai dengan menjelekkan Mas ku.”

Ashilla terbangun mendengar keributan di depan rumah tepat di sebelah kamarnya. Dia lekas bangkit dan pergi meninggalkan ranjang, lalu berjalan ke ruang tamu.

Seketika Dewi tercenung menatap Ashilla. “Luka itu membekas seumur hidup dan saya datang ke sini untuk memohon agar kalian mempertemukan saya dengan Aruna.”

“Ini ada apa?” tanya Ashilla. Ganjar dan Miranti lekas menoleh kepadanya.

“Sayang, kamu udah baikan?” tanya Miranti seraya mendekat.

“Udah mendingan sih, Bund. Ini ada apa?”

Miranti ingin mengatakan kalau ini bukan urusannya, namun dia merasa takut membuat Ashilla semakin penasaran. Sementara Dewi terus menatap Ashilla.

“Ini urusan Opa. Lebih baik kita masuk ke dalam, kasihan Asa nungguin kamu.”

“Hm.” Ashilla berbalik dan mengambil langkah.

“Aruna,” panggil Dewi.

Ashilla lekas menoleh dan termangu menatap wanita itu.

“Aruna, ini Mama, Nak,” kata Dewi sambil menangis.

Ashilla mengernyitkan dahi. Tentu saja dia merasa asing, meski dia sering mendengar orang lain menyebut nama itu, namun baru kali ini ada wanita yang mengaku sebagai ibunya Aruna.

1
Gal Gara
Author berhasil membuat simpati di bagian awal. Nice
SicantikKinyisKinyis
Semangat Kak, jangan lupa mampir juga di karya aku yang berjudul Takdir Cinta Twins D
Mandanisa 0112: Hai, Kak. Semangat juga buat Kakak.
total 1 replies
Mandanisa 0112
rajin banget dipraktekin 😅😅
muryani chayank
yaa ALLAH ini smpe tak praktekin lho kak...... dcoba siku kanan-kiri ternyata emang gk bisaa 🤔🤔🤔

#emang the best pokokna... semangat trus kakak.... 🌷🌹🌺⚘🌻🌼🌸💐⚘⚘⚘⚘
Mandanisa 0112
tenang kak. pelan-pelan. nanti ketemu benang merahnya
Tua Jemima
bingung baca alur ceritanya
Gres Appeach
semakin rumit, tapi semakin menarik🤩🤩🤩
Mandanisa 0112
Hai👋 baca dan beri dukungan juga untuk novel terbaruku, judulnya "Bias Rasa". Di sini Iyash adalah tokoh utamanya, Kira-kira dia akan dipasangkan dengan siapa ya? Yuk cari tau jawabannya... makasih🥰
Mandanisa 0112: iya kak. haha
total 2 replies
Gres Appeach
Kasian Aruna..
memang semua panik, tpi setidaknya bisa ngikutin dulu moodnya aruna, kasian
Gres Appeach
part yg mengandung banyak bawang😭😭
ibu adalah seorang ibu😭😭
Gres Appeach: iya, kadang kita gak tahu perjuangan yg tak nampak
total 2 replies
Gres Appeach
cinta gak harus memiliki kalau itu mmg menyakitkan, hanya perlu kata "ikhlas"
hmm
Mandanisa 0112: makasih kk udah nangkep pesannya 🥰
total 4 replies
Kumi
ini ceritanya yaa kk othor, pantesan.. masuk akal🤔🫡
kereen!!
Mandanisa 0112: iya hihi
total 1 replies
Kumi
ohh gitu.. makanya iyash tetap berkeras kalo Aruna mmg msh hidup
Kumi
haaaaa...aku ikut sedih dgn kalian brdua😢😢
Kumi
Nuna ini ada2 aja🤭☺️
Kumi
hehe Asa lucu, imut☺️☺️
Kumi
hayo lohh kalian berdua ini, di bikin klear dulu lahh
Kumi
siapa pula ini..🤪
Kumi
setelah sekian purnama..inilah yg di tunggu2😲🤗😍🤩
Kumi
woaahhh.... finally🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!