NovelToon NovelToon
Dangerous Obsession : Undercover Love

Dangerous Obsession : Undercover Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hais Tauahh

Elara Sterling, seorang agen lapangan CIA yang tangguh dan perfeksionis, mengemban misi paling berbahaya dalam kariernya: mendekati dan menghancurkan Dante Moretti, pewaris tunggal kekaisaran mafia Moretti yang kejam dan sulit diprediksi.

Rencana Elara sederhana menyusup, mengumpulkan bukti silsilah keluarga yang ilegal, lalu menghancurkan organisasi Dante dari dalam. Namun, saat Elara terjerat dalam situasi hidup dan mati di tengah udara, di mana pengkhianatan muncul dari rekan terdekat Dante sendiri, garis batas antara musuh dan sekutu mulai kabur.

Dante Moretti bukanlah monster tanpa hati seperti yang digambarkan oleh laporan agensinya. Ia adalah seorang pria yang jiwanya telah dipaksa mati oleh kekejaman ayahnya sendiri, Franco Moretti. Di balik ancaman senjata dan rahasia kelam masa lalu yang menghantui mereka, Elara menemukan bahwa dirinya bukan hanya sekadar mengamati target, melainkan terjebak dalam obsesi yang membakar.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hais Tauahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 | HOLD YOU ALL NIGHT ?

Jantung Elara berdegup kencang, sebuah ritme asing yang tak pernah ia rasakan dalam misi-misi sebelumnya. Ia mencoba melepaskan cengkeraman Dante, namun saat ia berbalik, ia menemukan pria itu telah memejamkan mata dengan napas yang teratur.

Elara tertegun. Dia tertidur Rasa kesal yang aneh menyelinap ke hatinya. Ia tahu seharusnya ia bersyukur karena Dante tidak melakukan apa-apa, tapi sebagai seorang wanita, ia merasa terhina.

" Apa aku sebegitu tidak menariknya sampai pria ini memilih tidur daripada menatapku? pikirnya sinis, sebelum ia menyadari betapa konyolnya pikiran itu.

Namun, di balik kelopak mata yang terpejam, Dante tidak benar-benar terlelap. Indra penciumannya menangkap aroma melati yang menguar dari rambut Elara sebuah aroma yang jauh lebih memabukkan daripada alkohol mahal yang pernah ia minum. Ia sengaja menahan diri, menikmati setiap detak napas Elara yang perlahan menjadi berat, tanda gadis itu akhirnya jatuh ke alam mimpi.

Ketika Dante yakin Elara benar-benar terlelap, ia membuka matanya perlahan. Ia menatap wajah cantik itu dalam cahaya lampu kota Tokyo yang temaram, memetakan setiap garis di wajah yang menyimpan sejuta rahasia tersebut. Ia tidak ingin menghancurkan kedamaian ini.

Ting ---- tong

Bunyi bel pintu yang mendesak memecah keheningan. Dante menyambar pakaiannya dengan gerakan secepat kilat, memastikan Elara tidak terbangun, lalu melangkah ke pintu dengan tatapan predator.

Begitu pintu terbuka, Melisa berdiri di sana, matanya berkilat dengan kegilaan yang tak tersamarkan.

"Di mana wanita itu?" desis Melisa, suaranya serak karena amarah. "Aku tahu kau menyembunyikannya di sini, Dante!"

Dante menatapnya dengan pandangan dingin yang kosong. "Pulanglah, Melisa. Sebelum aku kehilangan kesabaranku."

Melisa tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar sangat tidak waras. "Kau pikir kau bisa membuangku begitu saja setelah apa yang ayahku berikan untuk bisnis keluargamu? Kau dan aku terikat dalam neraka ini, Dante. Dan jalang itu " Melisa menoleh ke dalam kamar, matanya tertuju pada siluet Elara yang masih terlelap di atas ranjang, " Dia baru saja menggali kuburannya sendiri."

Melisa merogoh sesuatu dari balik tas kecilnya sebuah pisau lipat perak yang berkilat di bawah lampu koridor. "Aku tidak akan membunuhnya sekarang. Tidak secepat itu."

Dante mencengkeram pergelangan tangan Melisa, memutar tubuh wanita itu hingga pisau tersebut terjatuh ke lantai dengan bunyi dentingan yang nyaring. "Jika kau berani menyentuh sehelai rambutnya, Melisa, aku tidak akan peduli dengan kontrak bisnis ayahmu. Aku akan memastikan namamu dihapus dari sejarah."

Melisa terengah-engah, menatap Dante dengan campuran antara benci dan obsesi yang mengerikan. "Kau akan menyesal, Dante Moretti. Karena saat kau mulai mencintai sesuatu, di situlah kelemahan terbesarmu muncul. Dan aku akan menjadi orang pertama yang menghancurkan kelemahanmu itu."

Melisa berbalik dan menghilang ke dalam koridor, meninggalkan ancaman yang menggantung berat di udara. Dante menutup pintu dan menguncinya dengan tiga lapis keamanan. Ia kembali ke tempat tidur, namun kini ia tidak berniat untuk tidur. Ia duduk di pinggiran kasur, menatap Elara dengan tatapan yang penuh dengan kekhawatiran yang jarang ia tunjukkan.

Ia tahu, Melisa tidak menggertak. Elara kini bukan lagi sekadar rekan atau alat; ia telah menjadi target utama dalam perang yang jauh lebih berdarah dari yang Elara bayangkan. Dan Dante sadar satu-satunya cara untuk menyelamatkan Elara adalah dengan memastikan gadis itu tetap berada dalam jangkauannya, di mana pun ia berada.

Dante kembali ke tempat tidur dengan langkah berat, bau alkohol dan sisa kemarahan masih melekat padanya. Ia menatap Elara yang tampak damai dalam tidurnya, kontras dengan kekacauan yang baru saja terjadi di koridor. Tiba-tiba, Elara menggeliat, alisnya bertaut.

"Tidak jangan jangan ambil itu," rintih Elara dalam tidurnya. Suaranya pecah, penuh ketakutan yang mendalam. Ia mulai gemetar, keringat dingin membasahi Pelipisnya.

Dante yang semula ingin menjauh, tak kuasa menahan diri. Ia segera merangkak mendekat, menarik tubuh Elara ke dalam pelukannya. Ia tidak memeluknya dengan nafsu, melainkan dengan posesif yang menenangkan, seperti seorang pelindung yang sedang menjaga satu-satunya harta berharga di dunia yang hancur. Dante membisikkan kata-kata dalam bahasa Italia yang lembut, mencoba menenangkan badai di pikiran Elara.

Elara perlahan terdiam, napasnya mulaiteratur. Ia bergumam pelan, tanpa membuka mata, "Dante kau di sini?"

Dante membeku. "Ya, aku di sini. Tidurlah."

Elara dalam kondisi setengah sadar, membalikkan tubuh dan merangsek masuk ke dalam dekapan Dante, kepalanya bersandar tepat di dada pria itu. Ia melingkarkan lengannya, seolah Dante adalah satu-satunya benda padat yang bisa ia genggam di tengah mimpi buruknya.

Dante menatap langit-langit kamar dengan tatapan nanar. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena sisa adrenalin, tapi karena kesadaran yang menghantamnya. Selama bertahun-tahun, ia telah membangun tembok tinggi di sekeliling hatinya, sebuah benteng yang tidak bisa ditembus oleh siapa pun. Namun, hanya dalam beberapa hari, Elara wanita yang seharusnya menjadi musuhnya telah meruntuhkan Pertahanannya tanpa perlawanan.

"Kau benar-benar tidak tahu apa yang telah kau lakukan padaku, Letnan," bisik Dante dengan suara serak.

Dante tahu, di luar sana Melisa sedang menyiapkan api untuk membakar mereka. Ayahnya sedang menghitung hari untuk menggulingkannya. Namun di ruangan ini, Dante merasa kalah oleh hal yang paling sederhana: kehadiran seorang wanita yang seharusnya dia hancurkan.

Ia mencium puncak kepala Elara, merasakan helai rambut gadis itu menggelitik dagunya. Untuk pertama kalinya, Dante tidak merasakan dorongan untuk mengendalikan atau mendominasi. Ia hanya ingin waktu berhenti. Ia ingin tetap di sini, dalam keheningan yang menyesakkan, menjaga Elara dari dunia luar yang kejam, meskipun ia tahu bahwa dialah alasan utama mengapa dunia luar itu ingin membunuh Elara.

Dante memejamkan mata, membiarkan dirinya tenggelam dalam kepasrahan. Dia tidak akan tidur. Dia akan terjaga sepanjang malam, menatap pintu kamar dengan senjata di bawah bantalnya, siap menghadapi siapapun yang berani mengusik kedamaian Elara.

" Kau telah menjeratku, Elara " pikirnya dalam kegelapan. Dan aku tidak lagi ingin melepaskan diri.

●●●●

1
Anonim
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍
ada saja
ciee cemburu😍😍😍
ada saja
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
hmmm 😍😍😍
Anonim
next😍😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
pokoknya😍😍😍
Anonim
lanjut deh
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
makin gemes😍😍😍
Tiara
next😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍p0ki🤭
Tiara
lanjut😍😍😍
Anonim
lanjut
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!