SEASON 2 JIN PERUSAK RUMAH TANGGA DAN JIN BAJANG.
Rahi dan Daaris mulai bisa menerima satu sama lain dan berkomitmen untuk tidak bercerai meski batas waktu pernikahan mereka telah berakhir.
Apakah mereka bisa mempertahankan biduk rumah tangga mereka jika jin perusak rumah tangga mulai masuk merecoki mereka, ditambah lagi dengan keberadaan jin bajang didalam rahim Rahi, apakah mereka bisa menang melawan mereka atau justru Rahi dan Daaris yang akan dikalahkan dengan mudah oleh musuh-musuh manusia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahi Gila???
Flashback End
Kini Rahi sedang menangis di dalam kamarnya setelah tadi ia berhasil membuat heboh semua orang yang hadir dan menyaksikan acara akad nikah mereka dengan jatuhnya Rahi yang terduduk lemas di atas lantai panggung karena tubuhnya tiba-tiba melemah karena tidak sanggup lagi dalam menahan rasa sakit dan rasa kehilangannya saat mengetahui kabar bahwa Daniel telah pergi dan posisi Daniel saat ini di gantikan oleh Daaris.
Di dalam kamar itu hanya ada Rahi seorang, sebab kedua orang tua Rahi meminta kepada semua orang agar membiarkan Rahi sendirian saja ketika ia sedang menangis supaya Rahi bisa leluasa saat menumpahkan air matanya tanpa malu kepada siapapun, dan menyarankan kepada Daaris jika ingin menghiburnya (Rahi) harus menunggu Rahi tenang terlebih dahulu, mungkin bagi orang lain hal ini sangat aneh karena kebanyakan orang lebih suka di hibur dan di temani ketika mereka sedang menangis tetapi kalau Rahi berbeda, jika ia di hibur atau di temani saat ia sedang menangis akan membuatnya berusaha menahan air matanya dan akan membuat perasaan sedihnya tidak bisa ia keluarkan secara leluasa lalu pada akhirnya tubuh Rahi yang akan menggantikannya (sakit) karena tidak kuat lagi dalam menahan rasa sakit/sedih di dalam hatinya (tekanan batin).
Untuk malam ini, Daaris tidur bersama dengan para saudaranya sedangkan anggota keluarga besar Tjandra Aila yang lain selepas acara langsung pergi menuju Hotel tempat dimana mereka akan menginap malam ini yang jaraknya sekitar 1 jam ½ dari kampung ini dan hanya keluarga inti Tjandra Aila saja yang menginap di Rumahnya Pak Ahmad.
Semua orang sudah terlelap tidur dan kini hari sudah berganti akan tetapi masih dalam waktu dini hari atau lebih tepat pukul 02:04 , Wama terbangun dari tidurnya karena ingin buang air kecil, Wama mulai bangun dari tidurnya lalu mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi di rumah itu yang rute perjalanannya melewati kamarnya Rahi.
Saat Wama sedang berjalan melewati kamarnya Rahi, ia mendengar suara tawa perempuan di sekitar area itu, karena merasa penasaran, Wama mulai menajamkan pendengarannya untuk mencari sumber asalnya suara tawa itu dan ternyata suara itu berasal dari dalam kamarnya Rahi, Wama yang merasa khawatir dengan keadaan Rahi memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya dan membangunkan Daaris.
"Bang, Bang, bangun Bang"
"Bang Daaris, hey bangun Bang"
"mm"
"Bang Daaris, bangun eh, cepetan bangun!"
"apaan sih?"ucap Daaris
"Bangun dulu Bang!"
"iya, iya"ucap Daaris sambil menggerakan anggota tubuhnya untuk bangun dari tempat tidurnya.
Setelah mengucek-ngucek kedua matanya, Daaris bertanya lagi pada Wama "ada apa sih Wam?, kok tiba-tiba bangunin Abang di tengah malam kaya gini?"
"ini udah dini hari Bang bukan tengah malem lagi"
"iya deh terserah aja, sekarang kasih tau Abang alasannya apa kamu bangunin Abang sepagi ini?"
"itu loh Bang, Rahi sikapnya aneh, masa dia lagi ketawa-ketawa sendiri di dalam kamarnya padahalkan beberapa jam yang lalu dia lagi nangisin kepergian Bang Daniel masa sekarang dia tiba-tiba ketawa-ketawa sendiri, kan aneh, coba cek dulu deh bang ke kamarnya, takutnya terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan" ucap Wama
"iya" jawab Daaris sambil mengangguk
Daaris dan Wama mulai berjalan ke arah kamarnya Rahi.
"tuh kan Bang, loe denger sendiri kan (suara tawa)" ucap Wama kepada Daaris saat mereka sedang berada di depan pintu kamarnya Rahi.
"iya, ternyata omongan lu bener Wam"
"ya udah, kalo gitu cepetan masuk Bang, periksa keadaannya Rahi" perintah Wama
"Abang takut Wam" ucap Daaris
"takut apaan Bang?"
"takut kalau ternyata yang lagi ketawa di dalam kamar Rahi bukan Rahi"
"kalau bukan Rahi,terus menurut Abang itu siapa yang lagi ketawa?" tanya Wama
"mungkin aja itu hantu"
"tck, tenang aja Bang, gue yakin itu bukan hantu kok, cepet masuk"
"gue takut"
"tck, udah sana masuk" ucap Wama sambil menggerakan kenop pintu kamar Rahi dan mendorong masuk tubuh Daaris ke dalam kamar itu, setelah Daaris masuk ke dalam kamar itu Wama melanjutkan perjalanannya menuju ke kamar mandi.
Daaris kini sudah berada di dalam kamar Rahi dan tercengang saat kedua netranya menangkap sosok Rahi yang ternyata memang sedang tertawa-tawa meski yang Daaris lihat hanya bagian belakang tubuh Rahi yang kini sedang tiduran menyamping membelakangi pintu masuk kamarnya.
"jangan-jangan dia sudah gila saat ini" gumam Daaris
Rahi yang sedang tertawa-tawa masih tidak menyadari kehadiran Daaris di dalam kamarnya.
Lama-lama Daaris merasa penasaran saat mendengar ucapan Rahi di sela tawanya yang sepertinya sedang mengomentari sesuatu, lalu ia mulai berjalan mendekat ke arah ranjangnya Rahi.
"ih lucu banget sih"
"gemes-gemes-gemes"
"so jahat padahal mah aslinya baik"
"kalo inget jaman dulu jadi pengen ketawa xixixixixi"
"hahahaha"
x seperti ilham yg ku kenali 😒,, suka guna kekurangan utk raih impati org spt aku 😔.. wlu Bkn dgn Wang ringgit tetapi mencuba agar x jatuh, motivasi utk bangun..
rupa nya selama ni, ku buang masa pd org yg x hargai aku.. ku x minta cinta,cuma ku x suka di tipu
Orang ingin ramai untuk hilangkan rasa takut, dia malah usir demi mo jalankan misi berduaan dgn Rahi
bertahan kah