NovelToon NovelToon
Enough

Enough

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Karir / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:122.7k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Enough berkisah tentang kisah asmara seorang wanita bernama Dia Tarisma Jingga dengan seorang lelaki yang belum lama dikenalnya, Btara Langit Xabiru

Keduanya saling mencintai dan kemudian memutuskan membangun kehidupan keluarga kecil yang harmonis dan bahagia.

Namun sayangnya semua itu hanya menjadi angan saja, hal ini terjadi lantaran trauma masa lalu dan sikap Tara yang abusive, yang pada akhirnya menjadi prahara dalam rumah tangga mereka.

Akankah Tari dan Tara mampu mempertahankan rumah tangga mereka? Kisah selengkapanya hanya ada di novel Enough.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

"Maafkan aku Tari, aku tidak sengaja. Aku benar-benar minta maaf, dan berjanji tak akan mengulanginya."

Tari hanya ingin Tara menjauh darinya, ia mendorong Tara dengan sekuat tenaganya, hingga Tara terjengkang ke belakangan, tangannya menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Naas tangan kanan Tara mengenai pecahan gelas, perlahan Tara mengakat tangannya yang berlumuran darah.

Tara beranjak menuju tempat pencucian piring dan menaruh tangannya di bawah air keran yang mengucur. Tari berdiri tepat di saat Tara mencabut serpihan gelas kaca itu dari tangannya.

Tari penuh kemarahan atas perbuatan Tara yang mendorongnya hingga terjatuh, tapi ia sangat mencemaskan Tara. Ia bergegas mengambil handuk dan menjejalkannya di tangan Tara agar darah berhenti mengalir.

Dengan tangan gemetar Tari membantu menghentikan pendarahan pada tangan Tara, namun Tara menarik tangannya menjauh dari Tari. "Tidak usah memperdulikan tanganku. Kamu baik-baik saja?" Tara menatap bolak balik ke mata kanan dan kiri Tari dengan panik, ia memeriksa apakah ada luka sobek di wajah Tari.

Tara merangkul leher Tari, dengan putus asa ia memeluk Tari. "Aku bentul-betul minta maaf, aku sangat menyesal." ia membenamkan wajahnya ke rambut Tari. "Aku mohon jangan membenciku. Aku mohon, Tari."

Tari hanya terdiam tak menjawab ucapan Tara.

"Aku benar-benar minta maaf," ucapnya kembali. Tari mundur sedikit, ia melihat mata Tara yang nampak merah, dan Tari tak pernah melihat Tara sesedih itu.

"Aku panik, aku tak bermaksud mendorongmu. Satu-satunya yang ku pikirkan hanyalah meeting besok lusa, dan filenya hilang.. Aku benar-benar minta maaf Tari." Tara memeluk Tari dengan sepenuh hati, ia mencengkram Tari seolah tak ingin lepas.

'Tara tidak seperti ayah, ia tidak mungkin seperti itu,' batin Tari.

Tara melingkarkan lengannya di pinggang Tari, kemudian membopong tubuh Tari. Ia melangkah dengan hati-hati, melewati pecahan gelas yang berserakan. Sepanjang jalan menuju kamar, Tara menciumi Tari. Bahkan ketika ia merebahkkan tubuh Tari di atas tempat tidur, Tara masih menciumi Tari. "Maafin aku, Tari." Tara mengecup mata Tari yang membentur lemari. "Aku benar-benar menyesal."

Tari sama sekali tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya, hatinya begitu sakit namun tubuhnya mendabakan permintaan maaf Tara lewat sentuhan lembut yang Tara berikan. Tari ingin sekali bereaksi (marah) seperti dulu yang selalu ingin ia lihat pada bunda saat ayahnya menyakiti bunda, tapi jauh di lubuk hati, Tari ingin percaya bahwa tadi adalah kecelakaan dan Tara tidaklah sama dengan ayahnya.

"Maaf aku ingin ke kamar mandi." ucap Tari, Tara mengecup kening Tari kemudian ia melangkah turun dari tempat tidur mempersilahkan Tari untuk ke kamar mandi.

Di dalam kamar mandi ia melihat banyak darah Tara di pakaiannya, ia mengganti pakaiannya dan menyambar kotak P3K.

Saat Tari keluar dari kamar mandi, Tara berjalan masuk ke kamar, rupanya ia baru saja dari dapur mengambil sekantong kecil es batu. "Untuk matamu," ucap Tara.

"Untuk tanganmu," ucap Tari, ia memperlihatkan kotak P3K yang dibawanya.

Keduanya tersenyum, kemudian mereka duduk di atas tempat tidur. Selama Tari mengobati luka Tara, Tara mengompres mata Tari dengan es batu.

Dengan telaten Tari membalut luka Tara, ia bernafas lega karena ternyata lukanya tak separah yang ada di pikirannya. "Tara sebenarnya aku bisa mengembalikan file yang sudah terhapus meski file tersebut tidak ada di recycle bin, dan aku sering melakukannya."

Tara menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur, ia kelihatan nyaris menangis. "Aku memang bodoh, aku kalut hingga tak terpikir ke arah sana," ucapnya. "Seandainya aku bisa memutar waktu...."

"Kita tidak bisa mengulang waktu," Tari memotong ucapan Tara. "Aku tahu kamu menyesalinya, lebih baik kita tidak usah membahas ini lagi." pinta Tari sembari menyimpul perban di tangan Tara, ia menatap mata Tara dalam-dalam. "Tapi Tara, kalau ini terulang lagi, aku akan pergi meninggalkanmu."

Tara menatap penuh sesal. "Ini tak akan pernah terulang lagi. Aku bersumpah padamu, aku tak sama seperti...."

Tari menggeleng. "Aku tahu kamu berbeda dengan ayahku," ucap Tari. "Hanya saja, jangan buat aku ragu padamu."

Tara membelai lembut wajah Tari. "Kau bagian terpenting dalam hidupku. Aku ingin kau bahagia bersamaku, bukan tersakiti." Tara mengecup kening Tari. "Pegangi es ini selama sepuluh hingga lima belas menit." ucapnya.

Tari mengambil alih kantong es batu tersebut. "Kamu mau kemana?"

"Aku mau membereskan pecahan gelas, agar kau aman saat kedapur." Tara beranjak pergi meninggalkan Tari di kamar.

Selain merapihkan pecahan gelas, Tara juga membuang sampanye, ia tak ingin lagi ada kekacauan yang di sebabkan oleh alkohol.

Dua puluh menit kemudian Tara kembali ke kamar Tari dengan membawakan segelas teh hangat. "Minumlah!"

"Terima kkasih." Tari menerimanya, dan ia meneguknya beberapa tegukan, kemudian menaruhnya di meja di samping tempat tidurnya.

Tara menyibakan selimut, ia menyelimuti tubuhnya dan tubuh Tari. Ia memandangi Tari sembari membelai lembut wajahnya. "Aku mencintaimu, Tari."

Kata-kata itu begitu hangat merasuk di hati Tari. "Aku juga mencintaimu, Tara." ucap Tari.

Tara mengecup kening Tari dan membawanya kedalam pelukan hangatnya.

1
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
yeyyy... Akhirnya🥰🥰🥰
RithaMartinE
Ranu 😭😭😭
Anonim
tadinya kutebak ranu adalah tara....
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
luar biasa karyamu,, sehat dan sukses selalu..
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
hanya 1 kata untuk mu thor 𝙆𝙀𝙍𝙀𝙉!!!
👏👏👏👍
LALA LISA
betul Thor..perlu untuk diketahui hal2 itu ada di dunia nyata,,nambah wawasan juga/Rose//Heart/
ayu sukoco
next kisah Ranu, tari dan anak2nya ada gk Thor?
Kenn: ka bisa minta tolong spill ending novel k.u.n ga? tambahan nya 1 lembar aja, sayang banget kalo beli soalnya gaada bajakan nya 😭
total 2 replies
Aizivaishe Zaky
ter d best...makasih ya thor udh buat cerita ini...sukses selalu y..
Khairul Azam
Tari bertahan saja nanti dampaknya jg ke anak km seperti km benci ayahmu
Khairul Azam
aduh dududu mbak tariii Baru kenal udah mau aja diraba"
Safini Azizah
sampai akhir baru komen.. bagus banget cerita nya kak
banyak pesan moral yg didapat dari cerita ini.. asli keren kak.. bisa buat baper akut n nangis Bombay.. untuk kak Irma sukses terus sehat dan selalu di tunggu karya selanjutnya..
Irma: Terima kasih telah membaca sampai akhir
total 1 replies
Mas Bagong
Bagus. pemilihan tema dan alur jelas
banyak pesan dan ilmu yang terkandung
Lek"A"
whohoho asli keren banget 👍👍👍👍
Lek"A": mungkin saking banyaknya penulis ,pihak NT jadi bingung,yg sabar dan tetap semangat untuk berkarya💪👍, mungkin lain waktu tiba" di promosiin, rejeki kita tidak ada yg tau, cuma bisa mendo'akan dan memberi semangat 😉😘
total 2 replies
Lek"A"
Semoga semakin banyak pembacanya,
Semangat Kak author,
Terima kasih untuk cerita yg luar biasa ini,
💪👍
Irma: Terima kasih sudah membaca dan memberikan bintang 5nya😊
total 1 replies
Vthree Keisha
Cerita yang Amazing,lain dari yang lain..Sangat recommended,mengulik kisah yang sesungguhnya banyak terjadi dilingkungan sekitar kita.Tentang kdrt& pelecehan terhadap perempuan,banyak hal positif yang bisa diambil dari cerita ini.Good job buat penulisnya,sukses slalu👍❤️
Irma: Terima kasih sudah membaca, tulisan recehku🙏
total 1 replies
Lek"A"
wow ada sultan gabut🤭🤭,
adisty aulia
ide ceritanya kereeen🌺🌺🌺🌺
Irma: Terima kasih telah membaca karyaku yang ga pernah di lirik sama NT ini 😁🙏
total 1 replies
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
aku baru baca 2 karyamu ka
ㅤㅤ
hmmm sweet Tara tapi saat marah kamu bagai monster😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!