NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zahira Aulia Utami menikah dengan Galang Putra Hadian. Mereke sudah menikah selama delapan tahun dan di karuniai seorang putri cantik bernama Cantika Alya Putri Hadian, berusia enam tahun. Namun putri mereka memiliki hal yang berbeda dengan putri orang lain pada umumnya. Dia memiliki sesuatu yang spesial.

Rumah tangga mereka sebeanrnya baik-baik saja. Hanya memang satu tahun terakhir Aulia dan Galang sering bertengkar. Dan inti dari masalahnya adalah Cantika, Galang merasa malu memiliki anak yang dia pikir ga-gu. Dan itu semua karena Aulia. Dia menyalahkan Aulia sehingga membuatnya malu saat membawa mereka dalam pertemuan keluarga atau saat acara di kantor.

Semenjak itu, hubungan mereka terasa hambar, Galang seing pulang telat ke rumah.

pertengkaran terus berlanjut, apalagi keluarga Galang juga ikut campur hingga akhirnya Aulia dan Cantika melihat Galang bersama dengan seorang wanita bergandengan mesra. Hati Aulia rasanya semakin membeku. Tak ada lagi alasan untuk bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aulia 29

"Pemilik utama Pranata Utama memang sempat tinggal di luar negeri selama dua tahun..," lanjut sang pengacara senior dengan senyum penuh arti.

"Namun, setelahnya beliau kembali ke tanah air dan aktif memantau jalannya perusahaan secara langsung, meskipun tidak selalu tampil di depan publik. Beliau adalah sosok yang sangat memegang teguh prinsip integritas dan moralitas keluarga. Bagi beliau, seorang karyawan yang berani mengkhianati keluarganya sendiri dan menelantarkan darah dagingnya, tidak akan pernah bisa dipercaya untuk memegang amanah besar di perusahaannya."

Pak Yuda memajukan posisi duduknya, menatap Aulia dengan serius.

"Jika Ibu berkenan, saya bisa mengatur pertemuan privat dengan beliau dua hari lagi, sebelum gugatan cerai masuk ke pengadilan agama. Membawa bukti-bukti yang sangat matang ini langsung ke hadapan pemilik perusahaan tidak hanya akan mengamankan posisi Ibu dalam persidangan, tetapi juga memberikan efek jera yang setimpal bagi suami Ibu yang selama ini merasa di atas angin."

Aulia terdiam sejenak, mencerna informasi baru yang tak terduga ini. Kebohongan suaminya selama ini yang selalu beralasan bahwa pimpinan tertinggi mereka berada jauh di luar negeri demi menutupi berbagai hal kini runtuh satu per satu.

Ghani yang duduk di samping Aulia ikut mengangguk, memberikan dukungan moral.

"Ini kesempatan yang sangat baik. Suamimu selalu membanggakan posisinya di perusahaan itu dan menggunakannya untuk menindasmu secara finansial. Sudah saatnya dia tahu bahwa tindakannya memiliki konsekuensi yang nyata."

Mendengar itu, Aulia menarik napas dalam-dalam. Sorot matanya kini tidak lagi memancarkan keraguan, melainkan keyakinan yang bulat.

"Baik, Pak Yuda," jawab Aulia dengan suara mantap.

"Tolong jadwalkan pertemuan itu. Saya siap menghadapi apa pun demi masa depan putri saya."

"Baiklah. Saya akan jadwalkan pertemuan kalian!" Jawab Pak Yudha.

"Pak Yudha, apa tidak terlalu lama memasukkan gugatan minggu depan? Apa prosesnya tidak bisa di percepat?" Tanya Ghani.

"Bisa! Akan saya usahakan maksimal tiga hari kedepan panggilan sidang pertama akan di terima oleh Galang, Pak Ghani!"

"Terima kasih Pak Yudha, anda memang selalu bisa di andalkan!" Jawab Ghani yang mendapatkan anggukan dari Pak Yudha. Kemudian pengacara itu pamit untuk segera memproses berkas yang di berikan oleh Aulia. Kini tinggal Aulia dan Ghani yang masih duduk di sana.

Aulia menyandarkan punggungnya ke sofa. Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, beban berat yang menyumbat dadanya seolah terangkat. Skema yang tersusun rapi di kepalanya mulai berjalan sesuai rencana.

"Terima kasih banyak, Ghani," ucap Aulia tulus, menatap sahabat lamanya itu dengan mata yang berkaca-kaca namun penuh keteguhan.

"Kalau bukan karena bantuanmu dan rekomendasi Pak Yudha, aku mungkin masih terjebak dalam kebingungan."

Ghani tersenyum hangat, menggelengkan kepalanya pelan.

"Jangan berterima kasih kepadaku, Aulia. Kamu yang luar biasa. Keberanianmu hari ini, ketegasanmu mengamankan berkas-berkas itu... itu semua karena kekuatanmu sendiri demi Cantika. Aku hanya membukakan jalan yang memang sudah seharusnya kamu lalui." Ghani melirik jam tangannya, lalu kembali menatap Aulia.

"Dua hari lagi pertemuan dengan pemilik Pranata Utama. Kamu harus mempersiapkan mental, karena setelah pertemuan itu dan surat gugatan sampai ke tangan Galang, pertempuran yang sesungguhnya baru akan dimulai. Galang dan keluarganya pasti tidak akan tinggal diam."

"Aku tahu," jawab Aulia, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang dingin.

Keluarganya pasti akan mengamuk begitu tahu Galang terusir dan terancam kehilangan posisinya. Tapi mereka lupa, selama ini aku diam bukan karena takut, melainkan karena sedang mengumpulkan bukti untuk menghancurkan kesombongan mereka sekaligus."

Atmosfir di dalam ruangan itu mendadak berubah menjadi penuh tekad. Aulia tidak lagi tampak seperti istri yang tertindas, dia telah kembali menjadi wanita taktis yang siap merebut kembali kebahagiaan dan hak putrinya yang sempat dirampas. Sedari tadi ponselnya terus bergetar, Galang, Bu Ratna dan Rika terus menghubunginya. Aulia tersenyum kecut.

"Lihatlah, sekarang mereka tak sabaran sekali dari tadi menghubungiku. Mereka pasti sudah ada di depan rumah!" ujar Aulia. Ghani hanya melirik Aulia, menunggu keputusan wanita di sebelahnya. Aulia mengeser tombil hijau saat kembali panggilan dari Galang masuk.

"Ada apa lagi, Galang!" jawab Aulia.

"Dimana kamu istri durhaka? Kenapa dengan cepat kamu mengganti kunci rumah? Pulang sekarang juga dan temui kami di rumah! Jangan kekanak-kanakan!" terdengar suara Bu Ratna melengking di sebrang sana.

Aulia membiarkan ponselnya diaktifkan loudspeaker agar Ghani bisa ikut mendengarkan. Tanpa gentar sedikitpun, Aulia membalas dengan nada suara yang tenang, dingin, dan tidak memberikan celah bagi mertuanya untuk mendominasi.

"Bu Ratna, saya tidak sedang kekanak-kanakan. Saya sedang melindungi apa yang menjadi hak saya dan hak anak saya," jawab Aulia tegas.

Suara Bu Ratna di seberang sana terdengar semakin melengking, diselingi umpatan kasar dari Galang yang terdengar di latar belakang. "Hak apa yang kamu bicarakan?! Kamu itu istri, tugasmu melayani suami! Berani-beraninya kamu mengusir Galang dan mengganti kunci rumah. Kamu pikir kamu siapa, hah? Cepat buka pintunya sekarang, atau kami akan mendobraknya!"

Aulia menatap Ghani yang hanya memberikan kode dengan anggukan kepala, mengisyaratkan agar Aulia tetap tenang dan tidak terpancing emosi.

"Silakan saja kalau mau mendobrak, Bu," balas Aulia dengan nada datar.

"Saya sudah memasang CCTV di seluruh sudut rumah yang tersambung langsung ke server keamanan. Jika ada perusakan properti, saya tidak akan segan-segan melaporkan tindakan kriminal ini ke kantor polisi terdekat. Dan untuk Galang, tolong dengarkan baik-baik: jangan mencari saya di rumah, karena saya tidak ada di sana. Jangan juga mengganggu aktivitas Cantika di sekolahnya."

"Kamu benar-benar sudah gila, Aulia!" teriak Galang, yang akhirnya berhasil merebut ponsel dari ibunya.

"Kamu pikir bisa hidup tanpa uangku? Kamu pikir rumah itu sepenuhnya milikmu? Kamu cuma istri yang numpang hidup, dan sekarang kamu berani mengancam kami?"

Aulia tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat meremehkan di telinga Galang.

"Numpang hidup? Mas, delapan tahun yang lalu, siapa yang melunasi DP rumah itu? Siapa yang membayar cicilan tiap bulannya dari hasil kerja keras saya? Kamu lupa atau pura-pura amnesia karena terlalu sibuk dengan Belinda?"

Hening. Suara di seberang telepon mendadak senyap. Tembakan tepat sasaran itu jelas membuat Galang tersedak oleh kata-katanya sendiri.

"Apa... apa maksudmu bicara begitu?" suara Galang kini terdengar gemetar, berusaha menutupi kepanikan yang mulai menyeruak.

"Cepat pulang kita selesaikan semua ini!"

"Baiklah. Kita memang harus menyelesaikannya. Dan bawa juga gundikmu itu agar orang tuamu tahu!"

Klik

Aulia menutup panggilan.

"Apa mau saya antarkan?"

"Saya bisa sendiri, Pak Ghani..."

"Baiklah, hati-hati. Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk minta tolong pada saya atau tetangga dan keamanan di rumah. Cantika biar saya yang jemput dan bawa main ke rumah dulu. Jangan sampai dia melihat pertengkaran orang tuanya!"

"Terima kasih Pak Ghani. Saya titip Cantika dulu!"

1
Sari Supriyanti
up...up...uuuuupppppp.....semangat ....semngaaaaattttt...💪💪💪😍😍😍😍
ryuka
baguusss aulia... kamu kereenn.. kereeenn bangwt malaaaahh.. cantika ga butuh keluarga bapak nya sama zekali toxic banget 🔥🔥🔥🔥
Ambu Rinddiany Thea
galon mana galooon 🤣
Mundri Astuti
libas sekalian Aulia ...jangan kasih muka tu si Galang banci....tampol sekalian keluarga benalunya
Ambu Rinddiany Thea
kmh lamn posisi s aulia aya d anak2 cewe manehna ratna .. mikir ath sagenah na we .. lila lila d sleding gera tah
Heni Setiyaningsih
gimana Galang?? panik kaaannn,,,, panik dong ,masa gak panik🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yam_zhie: jangan keras-keras kak kasihan 🙈
total 1 replies
nely_48
keberuntungan berpihak pd mu aulia,,, sok kumpul semua para benalu n pelakor vs istri sah yg terzholimi , jd tontonan tetangga n ada yg mem viralkan, tamat s galang family s pelakor
Yam_zhie: haha bener teh 🙈
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lanjut makin seruuuiu 💪
Yam_zhie: maksih kak 🤗
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha seru ini 🤣🤣😂😂 mampus kamu Galang, gimana Bu Ratna, pelacur murahan kesayangan Galang sudah muncul tuh 🤣🤣😂😂
Yam_zhie: pening Bu Ratna 🙈
total 1 replies
ryuka
terlambat kamu galang.. aulia zudah ga akan mundur.. makan itu semua kelakuan bodoh mu itu 🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍
Mundri Astuti
ohoooo tenang Galang, pelan" otw tuh yg kamu takutin di otak kamu, ga ngotak si jadi org...klo dah dtg tu karma ga kaleng" ntar
Yam_zhie: betul. apalagi yang dia dzalimi juga anaknya sendiri 😭😭
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 pak ghani niih yg punya perusahaan tempat si galang kerja ,🤭🤭🤭🤭🤭
nely_48
d kerutug kan sm keluarga toxic
Ilham
aku penasaran pertemuan pertama Aulia sama yang punya perusahan
Ilham
lanjut
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah genahna d kumahakeun nya eta indung na s galang plus anak2na .. 🤔🤔
gemar baca
syuka sama ceritanya,keren Mengen banget
arniya
makin seru and gereget.....
Thewie
Pakah pak Ghani ci i o yg menyamar🤭
Muft Smoker: kyakny dy bos ny galang ,,, amsyoong deeh si galang 😂😂😂😂
total 2 replies
ryuka
jangan2 yang punya itu Pak ghani, perusahaan tempat kerja nya si galang ubur2.. duhhh jadi penasaran thoorrr 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!