NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

​Kipas angin tua berputar pelan di langit-langit apartemen studio milik Cia, menciptakan suara dengung konstan yang menemani keheningan malam. Di atas ranjangnya yang kecil, Cia duduk bersandar pada dinding sembari memeluk lutut. Beberapa lembar brosur lowongan kerja dan layar ponselnya yang menampilkan situs pencarian kerja digital berserakan di depannya.

​Setelah keputusan nekatnya menyerahkan surat pengunduran diri kemarin, Cia kini harus berhadapan dengan konsekuensi nyata: dia menganggur.

​“Gue nggak boleh gegabah,” batin Cia sembari mengetuk-ngetuk dagunya dengan pena. Jari lentiknya menggulir layar ponsel, menimbang-nimbang langkah berikutnya. “Pekerjaan apa yang bisa bikin gue tetap punya akses ke kalangan atas, tapi nggak bikin Dixon curiga kalau gue sengaja mendekat? Menjadi sekretaris di perusahaan rival? Atau masuk ke dunia hiburan seperti Amora agar bisa menghancurkannya di panggung yang sama?”

​Setiap opsi memiliki risiko besar. Jika ia salah melangkah lagi, Dixon yang cerdas itu pasti akan langsung mencium bau konspirasi. Di tengah otaknya yang berputar keras, perut Cia tiba-tiba berbunyi dengan nyaring. Ia mengembuskan napas panjang, baru menyadari bahwa sejak siang tadi ia belum memasukkan makanan apa pun ke dalam perutnya.

​Cia memutuskan untuk turun ke bawah, berjalan kaki menuju sebuah minimarket waralaba yang berjarak sekitar dua ratus meter dari gedung apartemennya. Suasana malam itu sudah cukup larut, sekitar pukul sebelas malam, membuat jalanan pemukiman di sekitar tempat tinggalnya mulai sepi.

​Di dalam minimarket yang terang benderang, Cia mencoba melupakan sejenak beban pikirannya. Ia mengambil beberapa bungkus mi instan, roti sobek, dan sebotol susu kotak. Setelah membayar di kasir, Cia melangkah keluar, menenteng kantong plastik putihnya menuju jalan pulang.

​Namun, baru beberapa meter melewati pintu kaca minimarket, bulu kuduk Cia mendadak berdiri.

​Dari pantulan kaca toko obat yang sudah tutup di sampingnya, Cia menangkap siluet dua orang pria berbadan gempal yang sedang berdiri di dekat tiang listrik. Mereka mengenakan jaket hoodie gelap dengan topi yang ditarik rendah, menyembunyikan wajah mereka. Begitu Cia berjalan melewatinya, kedua pria itu langsung bergerak, melangkah kompak di belakangnya dengan jarak yang konstan.

​Jantung Cia mulai berdegup tidak keruan. Perasaan waswas dan tidak nyaman seketika menyergap dadanya. “Siapa mereka? Apa mereka berniat merampokku?” pikir Cia panik.

​Jalur menuju apartemennya mengharuskan Cia melewati sebuah jalan pintas berupa lorong yang cukup panjang. Lorong itu terkenal sepi jika malam hari, diperparah dengan beberapa lampu jalanan yang mati, menyisakan keremangan yang mencekam dan bayang-bayang pohon tua yang meliuk-liuk dihembus angin malam.

​Cia mempercepat ritme langkah kakinya. Bunyi ketukan sandal selopnya terdengar semakin memburu di atas trotoar yang sepi.

​Tap, tap, tap.

​Di belakangnya, suara derap langkah sepatu yang berat dari kedua pria asing itu ikut berakselerasi. Mereka tidak lagi menyembunyikan niat mereka. Suara tawa pelan yang terdengar cabul dan merendahkan mulai terdengar dari arah belakang, memecah kesunyian malam.

​"Hei, Neng... buru-buru amat? Sendirian aja malam-malam begini," seru salah satu pria dengan nada menggoda yang menjijikkan.

​Napas Cia tercekat di tenggorokan. Rasa takut yang teramat sangat trauma masa lalu saat dikepung oleh geng Amora di SMA mendadak terpicu kembali. Tubuhnya bergetar, namun logikanya berteriak bahwa ia tidak boleh menyerah di tempat seperti ini.

​Cia mulai berlari kecil, memeluk kantong plastiknya erat-erat. Mendengar Cia yang mulai panik, kedua pria itu langsung ikut berlari mengejarnya. Jarak di antara mereka terkikis dengan sangat cepat. Suara derap langkah kaki yang memburu di jalanan gelap itu terdengar bagai langkah malaikat maut yang siap merenggut keselamatan Cia.

​"Jangan lari dong, Cantik! Kita main-main sebentar!" teriak pria satunya lagi, menjulurkan tangannya yang kasar ke depan, mencoba meraih ujung rambut Cia yang bergerak melambai ditiup angin.

​"Lepas! Lepasin gue!" jerit Cia histeris.

​Tangan kasar salah satu pria itu berhasil mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat, menarik tubuh Cia hingga kantong plastik belanjaannya terlepas dan isinya berhamburan ke aspal yang dingin. Cia berontak sekuat tenaga, mencoba memukulkan tas kecilnya ke wajah pria itu.

​"Tolong! Siapa pun, tolong!" Teriakannya menggema di lorong yang sunyi, namun nihil. Rumah-rumah di sekitar koridor gelap itu tertutup rapat, tak ada satu pun pintu yang terbuka untuk menolongnya.

​Melihat mangsanya terus berontak, pria yang mencengkeramnya justru tertawa puas. Menolak untuk menyerah pada takdir, Cia menarik napas dalam dan langsung menancapkan gigi-giginya, menggigit punggung tangan pria itu sekencang mungkin hingga rasa anyir darah tercecap di lidahnya.

​"Argh! Bangsat! Gadis sialan!" umpat pria itu kesakitan, refleks melepaskan cengkeramannya.

​Begitu tangannya terbebas, Cia langsung berbalik dan berlari sekuat tenaga yang tersisa. Napasnya memburu, paru-parunya terasa membakar, dan air mata ketakutan mulai mengaburkan pandangannya. Namun, rasa sakit di pinggangnya akibat malam panas bersama Dixon belum sepenuhnya pulih. Langkah kakinya goyah.

​Sret... Buk!

​Ujung sandalnya tersandung retakan aspal. Cia tersungkur keras, lutut dan telapak tangannya menghantam jalanan hingga lecet dan berdarah. Belum sempat ia bangkit, kedua pria itu sudah menyusulnya dengan wajah yang merah padam akibat amarah.

​Plak!

​Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Cia, membuat kepalanya terhentak ke samping. Telinganya berdengung hebat, dan pandangannya mendadak berputar pusing. Cia terkapar lemas di atas tanah, memegangi pipinya yang terasa panas dan berdenyut.

​"Berani-beraninya lo menggigit gue, hah?!" bentak pria itu, langsung mengungkung tubuh Cia yang tak berdaya. Tangan kotor pria itu mulai bergerak turun, berniat menyentuh leher dan merobek paksa pakaian Cia.

​Cia memejamkan matanya rapat-rapat, air matanya mengalir deras menyusuri pipinya yang terluka. Di dalam hati, ia meratapi nasibnya yang begitu malang. “Tuhan... kenapa hidupku harus sehancur ini? Amora... andai aku nggak terobsesi membalas dendam padamu, aku nggak akan sesial ini...” batinnya pasrah, menanti kehancuran yang ada di depan mata.

​Sreeeeetttt!

​Brak!

​Suara derit ban mobil yang bergesekan kasar dengan aspal memecah kesunyian malam. Sorot lampu high beam yang luar biasa terang dari sebuah mobil mewah mendadak menembus kegelapan lorong, menyilaukan mata kedua berandalan tersebut. Sebuah mobil Rolls-Royce Phantom hitam pekat berhenti secara mendadak hanya berjarak dua meter dari tempat Cia tergeletak.

​Pintu kemudi dan pintu penumpang belakang terbuka bersamaan secara kasar. Sebelum kedua pria pemeras itu sempat melarikan diri, dua orang pengawal bertubuh raksasa berpakaian hitam sudah menerjang mereka, memiting dan menghantam mereka ke aspal dalam hitungan detik.

​Di tengah kekacauan itu, sesosok pria melangkah keluar dari dalam mobil.

​Dixon Luca Alessandro.

​Pria berusia 39 tahun itu berdiri tegak di bawah temaram lampu jalanan. Setelan jas mahalnya tampak sedikit berantakan, menunjukkan bahwa ia mungkin baru saja pulang dari pertemuan bisnis larut malam. Wajah tampannya kini tertutup oleh ekspresi yang luar biasa dingin, dan sepasang mata elangnya berkilat memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.

​Dixon melangkah lebar, mengabaikan dua penjahat yang sedang dihajar oleh pengawalnya. Pandangannya hanya terkunci pada sosok gadis kecil yang terkapar lemas di aspal dengan pipi yang memerah dan lutut yang berdarah. Melihat kondisi Cia yang mengenaskan, dada sang miliarder mendadak bergemuruh hebat oleh rasa murka yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

1
Syafiq
kok AQ seng Wedi,atek JK suwe update 😍
merry
aduhh gmnn nyelamatin dri kmu cia,, blm apa ap kmu dh di tmpar di tonjok jugaa,, pyn trik licik gk cia klo ada kluar kn buat ngibulin para penjhtt ituuu
Erna Wati
smga cia bisa slmat . dn Dixon mnyadari ksalahan nya mngejar maaf cia sampe dpt
sunaryati jarum
Dengan diculiknya Amara oleh Serena dan Amora malah semakin cepat terbongkarnya kebusukan dan keburukan kalian, bahkan skandal mengobral tubuh demi kontrak Serena dan aborsi Amora segera terbongkar
merry
di culik tu kmu cia,, bgs sii klo pyn pemikiran bgtu bongkar kebusukan Amora dan mma nya dan mntn Dixon bisa jdi arts krn y bgtu lhh liat gmn Dixon liat sinyal besar didlm keluarga ya🤔🤔🤔tp skrg cia selmt gk ya sm para penculikan itu
merry
ngatain cia jalang pdhl cia gk jual diri atau pergaulan bebas dan hamil smpai abrosi semuanya itu ada di diri kmu amora
Anita Rahayu
Buat 2 medusa kejebak rencananya sendiri sampai hk dapat harta gono gini😤😤😤😤😤😤😤😤🙏🙏🙏🙏🙏✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊
sunaryati jarum
CIA tidak bodoh lho dan penakut seperti dulu, apapun yang kalian rencanakan dan ucapkan diketahui olenya,kau tidak tahu Amora di kamarmu telah di pasang perekaman tersembunyi.🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Mantaaap
merry
bnr lg kt cia klo emng sibuk berati salh sndri lepas in lki sekaya sempurna kyk Dixon org mah di jaga in malah di lepas🤭🤭🤭ternyata ank dan emk sm ya gk sabar kpn cia bongkar kelakuan mrk tuu
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: Serena emang bodoh sih harusnya sebagai istri pengusaha kaya raya tinggal menikmati hidup bukannya ngangkang demi popularitas yang sifatnya semu senjata makan tuan tuhh tiap kata-kata nya kembali padanya dikira Cia cwek yg gampang direndahkan justru dia sendiri yg ketakutan rahasianya bakal terbongkar🤣🤣
total 1 replies
merry
gk mau pergi juga kmu cia tp gpp juga sii msk hrs kalah sm mntn ya🤭🤭🤭cm klo kmu pyn niat kbur pas Dixon dgn cinta gmn ya reaksi y Dixon 🤔🤔🤔🤔 lbh frustasi ap ngamuk ubek ubek dunia buat cariin kmu 🤔🤔🤔
Sapna Anah
untungnya ada cctv
Erna Wati
pergi yg jauh aja. dulu smga kmu hamil pas pergi smpe Dixon mnyadari kslahan nya dn minta maaf 🙏
chiara azmi fauziah
wkwkwk🤣🤣🤣🤣
merry
pergi cia jgn dstu lkimu gk menghargai kmu sbgai istri ya,, pdhl bisa mntn tdr dihotel kn pagi dtg gk hrs inap drmh klian,, tp viral kn tu kelakuannya Amora nnti viral pasti khdpt Dixon dan mntn pasti di korek sm netizen😆😆😆😆tar kebongkar dech kebusukannya ap ajj
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
kesempatan Cia adu domba mereka kalo perlu keluarin kartu As Amora juga skandal Ibunya itu gak mungkin dia murni sebagai model pasti ada embel-embel nya kelakuan Amora menurun dari Ibunya hemm jadi ragu jangan2 dia bukan anak kandung Dixon🤣🤣
merry
pergi cia,, bls Dendam gk harus kmu yg trun tangan x,, lkimu mata y msh buta gmpng di tipu sm ank dan mntn istri ya,,, klo gk pergi yg ada kmu jdi korban kejhtnn mrk cia bukti y Amora brni telan racun trs lkimu maafkan,, bsk bsk kmu ditabrak atau di dorong dr tangga nnti blg gk sngja trs lkimu maafin trs ajj bgtuu lm lm kmu yg ke alam baka cia,,, bgs pergi seblm pergi bngkr Amora pnh aborsi lwt media bngkr ya jgn ddpn lkimu gk bkln percaya 🙏🙏🙏🙏🙏
merry
kudu kbur cia,, percm kyk y ush mu gk berhasil
sryharty
cia wanita bodoh kata saya,,ngapain bertahan di situ
toh Dixon ga menghargai kamu
mending kamu pergi
balas dendam bisa lewat apa aja
jarak jauh pun bisa
kamu punya bukti2 aborsi Amora
kamu bisa kirim bukti itu ke Dixon,
ngapain harus merendahkan diri sendiri
kalo Dixon cinta sama kamu pasti akan cari kamu
merry
di luar dugaan ternyt Amora selain jht ternyta pergaulan y bebas menfaatkn ksh syg daddy ya,, gmn Dixon tau kbnrann y trs cia pergi dr hdp ya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!