Seorang Pria yang tinggal di desa mempunyai cita cita menjadi orang kaya. di sisi lain, Ma'un memiliki kemampuan yaitu melihat hal gaib, pengobatan serta ucapan yang setiap di katakannya akan terjadi. namun dirinya sendiri tidak percaya kalau ucapannya bisa jadi kenyataan. sifat yang kocak dan juga apa adanya menjadi ciri khas Ma'un.
selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 17
" kalau enggak, gini aje Neng. nanti kite keluar jalan jalan aje ye pas aye udah pulang dari ngelamar kerja, gimane ? " ucap Ma'un
Layla berpikir dengan usulan dari Ma'un. setelah berpikir, dia menyetujui usulan dari Ma'un.
" ya udah kalau begitu, tapi kamu jangan lupa janji kamu itu. awas kalau bohong ! " kata Layla
Ma'un menghela nafas lega, akhirnya Layla tidak jadi ikut dengannya untuk cari kerjaan. Ma'un lalu pamit untuk pergi.
" Layla, kamu gak boleh seperti itu ! masa mau ikut Ma'un terus " ucap Warno
" kenapa gak boleh pak ? lagian Ma'un-nya juga gak apa apa kok. bapak aja yang ngelarang Layla gitu " kata Layla yang membantah ucapan bapaknya
" terserah kamu aja lah, sekarang kamu kan udah sembuh, jadi apa rencana kamu kedepannya ? " ucap Warno yang pasrah dengan anaknya, dia juga menanyakan tentang Layla
" hmm, Layla belum tau pak. nanti aja Layla pikirin lagi " kata Layla
Ma'un berjalan menuju tempat tempat yang membutuhkan pekerja. dia sampai di sebuah mall.
dia menuju tempat pos keamanan untuk menanyakan apa ada lowongan di buka atau tidak.
" Assalamualaikum, permisi pak aye mau nanya. ape ada lowongan di buka gak di sini ? " tanya Ma'un
" Walaikumsalam, lowongan ? sebentar gua tanya dulu ya sama bagian penerimaan " kata penjaga di sana
Ma'un duduk sambil menunggu informasi dari penjaga tersebut. tak lama kemudian penjaga tadi datang menghampiri Ma'un.
" nama lu siapa ? kebetulan ada lowongan bagian cleaning service di mall ini. kalau mau, biar gua antar lu ke bagian rekrutmen " kata penjaga
" Alhamdulillah, mau pak ! ohh iye, nama aye Ma'un ! " ucap Ma'un senang
" unik juga nama lu, nama gua Jay ! gak usah panggil pak, emang udah bapak bapak apa gua " kata Jay
" iye bang Jay " ucap Ma'un tersenyum
Jay mengantar Ma'un ke bagian rekrutmen, setelah sampai sana. Jay menyuruh Ma'un masuk ke ruangan yang dia tunjukan.
Ma'un memasuki ruangan tersebut dan di dalam ruangan ada perempuan yang duduk. dia bernama Sinta yang sebagai rekrutmen.
Sinta yang melihat kedatangan Ma'un kaget dengan sosok Ma'un yang ganteng dan juga gagah.
" silahkan duduk, jadi kamu ya yang mau jadi cleaning service di mall ini ? " tanya Sinta
" iye bu, nama aye Ma'un. aye yang mau jadi cleaning service " kata Ma'un
" jangan panggil ibu, ketua'an kalau di panggil begitu ! panggil Mbak aja. kamu yakin mau jadi cleaning service, sayang banget loh " ucap Sinta
" haa, sayang ? maksudnye ape Mbak ? " tanya Ma'un bingung
" iya sayang lah, wajah kamu itu ganteng tapi kok mau jadi cleaning service " ucap Sinta
" kerjaan ape aje kagak masalah Mbak ! yang penting kan halal kerjaannye " kata Ma'un tersenyum
Sinta yang mendengar ucapan Ma'un tersenyum senang dengan karakter Ma'un yang apa adanya. dia lalu meminta berkas Ma'un dan meminta Ma'un agar bisa datang besoknya untuk memulai pekerjaannya.
Ma'un yang di terima kerja sangat senang, setelah itu dia pergi dari ruangan Sinta. Sinta yang melihat kepergian Ma'un juga tersenyum.
Jay yang melihat Ma'un sudah keluar, memanggilnya untuk duduk di pos tempatnya. dia ingin menanyakan tentang Ma'un tadi.
" Ma'un gimana, di terima gak tadi ? " tanya Jay
" Alhamdulillah di terime bang ! besok aye udah mulai kerja di sini " kata Ma'un
" selamat ya Ma'un, elu harus rajin kerjanya ! biar gak kena pecat ! karna yang kelola mall ini anak dari yang punya mall, terus orangnya judes banget " jelas Jay
" siap bang, aye bakal rajin kerja di sini " kata Ma'un
setelah mengobrol banyak dengan Jay, Ma'un pamit pulang. karna dia ingin menyiapkan dirinya besok untuk kerja.
pada saat di jalan, dia melihat orang yang berkerumun. karna penasaran, Ma'un datang ingin melihat juga.
ternyata ada seorang bapak bapak yang tengah pingsan di jalan. mereka yang berkerumun tidak berani mendekati atau menyentuh bapak tersebut.
" bang, ada apaan ye. kok rame bener di sini ? " tanya Ma'un ke salah seorang yang ada di situ
" gak tau juga gua bang, ada bapak bapak yang pingsan tadi " kata orang itu
" lah orang pingsan kok malah di kerubungi kayak gini, udah kayak laler aje ! napa gak di tolongin bang ? " ucap Ma'un heran
" gimana mau tolongin, lagian kan takut juga bang. mana tau tuh bapak bapak pingsan karna penyakit menular. ogah bang gua mah ! " kata orang tersebut
Ma'un heran dengan pola pikir orang kota yang beda sama di desa. dia kemudian mendekati bapak bapak tersebut dan ingin menolongnya.
" heran gua liat nih orang, masa di biarin aje orang pingsan begini. kalo pingsan begini mah gampang nyadarinnye " gumam Ma'un yang sudah berjongkok di depan bapak tersebut
" bang, tadi gua liat bapak itu sebelum pingsan pegangin dadanya. mungkin kena serangan jantung " ucap salah satu orang yang ada di dekat Ma'un.
" ohh serangan jantung, kalo gitu serang balik aje lagi " kata Ma'un
orang orang yang mendengar ucapan Ma'un yang seperti itu, ada yang kesal dan ada juga yang menahan tawanya.
Ma'un membalikan badan bapak itu untuk melakukan RJP. dia menekan dada bapak tersebut untuk mencoba menekannya.
" untung gua inget pas liat pelatihan di sekolah dulu kalo masalah beginian " gumam Ma'un
Ma'un menekan dada bapak tersebut dengan teratur. tidak lama kemudian bapak itu tersadar dari pingsannya.
orang orang yang berkerumun tadi bersorak gembira dengan tindakan Ma'un yang sudah menyelamatkan bapak yang pingsan tadi.
" ya elah, kayak nonton bola aje pake bersorak begituan. aneh bener nih orang orang " kata Ma'un
bapak yang tersadar itu melihat Ma'un yang sudah menyelamatkannya. dia berterima kasih karena sudah di tolong.
" makasih ya atas bantuan kamu tadi. nama kamu siapa ya ? " tanya bapak tersebut
" sama sama pak, nama aye Ma'un ! kalo gitu bapak hati hati, udah tau jantungan kok pake berkeliaran segala. tapi sekarang aman pak, gak bakal dah tuh bapak di serang lagi sama jantung bapak " kata Ma'un
" saya juga jalan jalan karna bosen di rumah terus Ma'un. nama saya Tono, sekali lagi terima kasih ya . ohh iya maksudnya gak di serang lagi apa ya ? " ucap Tono yang bingung dengan ucapan Ma'un yang terakhir
" kalo gitu aye pamit dulu ye Pak Tono. laen kali hati hati ! " kata Ma'un pergi tanpa menjelaskan maksud perkataannya tadi
orang orang yang berkerumun juga sudah bubar. Tono cuma diam dan masih bingung dengan ucapan Ma'un tadi. dia juga ingin pergi ke rumah sakit untuk cek up. karena ingin memeriksa lagi setelah pingsan tadi.
dia menelepon supirnya agar menjemput dirinya. tak lama kemudian mobil jemputannya tiba. dari dalam mobil keluar istri dan anak perempuannya yang sudah cemas tadi.
" sayang, kamu kemana aja ? kenapa keluar gak bilang bilang sih ! kami cemas, karna papi punya penyakit jantung " ucap istrinya
" papi, gak kenapa kenapa kan ? " tanya anaknya yang bernama Yasmin
" papi tadi sempat pingsan waktu kena serangan jantung. tapi ada seorang pemuda yang menolong papi, dan akhirnya papi sadar " jelas Tono
mendengar penjelasan Tono, mereka segera membawanya ke rumah sakit untuk di periksa. setelah sampai di rumah sakit mereka menuju ke bagian jantung.
di sana sudah di tunggu oleh dokter yang khusus menangani masalah Tono. dokter itu memeriksa hasil pengecekan jantung Tono.
namun dia malah kaget, karena dari hasil pengecekannya. ternyata jantung Tono sudah sembuh dan normal kembali.
" dokter, apa ada masalah dengan jantung suami saya ? kenapa dokter kaget begitu ? " tanya istri Tono
" Pak Tono, sebelumnya apa bapak pernah minum obat atau berobat lagi selain dengan saya ? " tanya dokter
" enggak dok, saya kan berobat dan konsultasi sama dokter aja. gak pernah pergi ketempat lain. emang ada apa dok ? " kata Tono heran
" hasil pengecekan ini menyatakan kalau jantung bapak sudah sembuh dan normal kembali. makanya saya heran dan menanyakan ini ke bapak Tono " ungkap dokter tersebut
mereka sontak kaget kalau pernyataan dokter tersebut menyatakan kalau Tono sudah sembuh. sedangkan Tono langsung teringat dengan ucapan Ma'un tadi.
" jangan jangan yang di bilang Ma'un benar ! ternyata dia sudah menyembuhkan aku dengan keajaibannya " kata Tono
" siapa Ma'un pi ? kenapa papi bilang begitu ? " tanya Yasmin
" tadi yang menolong papi namanya Ma'un. terus dia bilang sama papi kalau jantung papi gak di serang lagi " jelas Tono
dokter, istri dan anaknya kaget dengan penjelasan Tono tadi. antara yakin dan tidak yakin, tapi terjadi dengan buktinya.
" saya rasa bapak beruntung bertemu dengan sosok orang itu. jadi bapak bisa sembuh di tangannya " ucap dokter
" benar dok, saya sekarang akan mencari Ma'un itu ! saya benar benar sangat berterima kasih dengannya " kata Tono yang senang dan semangat
istri dan anaknya juga menyetujui dengan ucapan Tono. mereka segera pergi dari rumah sakit dan menyuruh anggotanya untuk mencari orang yang bernama Ma'un dengan ciri ciri yang di sebutkan Tono.
ternyata Tono ini adalah seorang pengusaha yang kaya raya dengan banyak perusahaan. jadi untuk mencari seseorang dia hanya tinggal menelpon saja.
Ma'un yang sudah pulang tidak tahu kalau dirinya kini di cari oleh orang suruhannya Pak Tono. pada saat di dalam kamar, dia mengabarkan tentang dirinya ke Cempli dan Ari.
" Cempli, Ari ! elu pada tau kagak. gua udah di terima kerja ! " kata Ma'un semangat
" wah, hebat bener lu Kang, cepet amat lu dapet kerjanya. salut gua, terus kerja dimana dan jadi apa lu ? " ucap Cempli yang juga senang
" selamat ya bang, udah dapet kerja " timpal Ari
" iye dong, Ma'un gitu loh ! gua keterima kerja di mall, terus gua jadi cleaning service ! " ucap Ma'un semangat
Cempli dan Ari yang mendengar tentang kerjaan Ma'un jadi terpelongo. mereka yang tadinya senang malah cemberut.
" ehh, nape lu pada cemberut gitu ? kayak ikan mujair aje lu pada " kata Ma'un yang heran lihat Cempli dan Ari
" ahh, elu Kang ! gua kira elu kerja di kantoran ! taunya cuma jadi cleaning service, rugi gua seneng tadi " ucap Cempli
Ari juga menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Cempli.
" lah, emang salah kalo gua kerja begituan ? ini nih kalo otak lu gak ada bersyukurnye, nyepelekan sebuah pekerjaan ! pantesan elu jadi hantu penasaran gak tau mau kemana arahnye ! dasar bangor lu ! " kata Ma'un kesal
Ma'un lalu berdiri untuk keluar dari kamarnya. karena udah tidak respek lagi sama Cempli yang ngomong begitu tadi.
" lah, jadi ngambek tuh anak ! lagian cuma kerja gitu aja, senengnya kayak dapat jabatan menejer aja " gumam Cempli
kyknya lucu dan seru.. 🤭🤭🤭