NovelToon NovelToon
All I Want Is You

All I Want Is You

Status: tamat
Genre:CEO Amnesia / Angst / Lari Saat Hamil / Single Mom / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:764.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yoyota

Dara Lazora yang saat itu masih berusia 18 tahun, harus menerima kenyataan pahit mengetahui dirinya hamil. Ia pun meminta pertanggungjawaban dari Cakka Haztoro, kekasihnya.

Hanya saja, ibu dari Cakka tidak merestui hubungan mereka dan tidak mengakui bayi yang ada di kandungan Dara sebagai cucunya. Ia juga menghina Dara sebagai wanita murahan. Hingga Dara memutuskan untuk pergi dari kehidupan Cakka dan membesarkan anaknya tanpa sang kekasih.

Tujuh tahun kemudian, keduanya bertemu kembali, dan anehnya Cakka tidak mengenali Dara sama sekali. Akan tetapi Cakka sudah tertarik pada Dara di perjumpaan pertama mereka. Semenjak itu, Cakka terus berusaha untuk menarik perhatian Dara.

Akankah Cakka berhasil membuat Dara mencintainya? Lalu kenapa Cakka tidak mengingat Dara sama sekali? Ada kejadian apa setelah Dara pergi meninggalkan Cakka?

Yang penasaran sama ceritanya. Cekidot!

Follow ig : @yoyotaa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoyota, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Gavin Patah Hati

Waktu pulang kerja pun tiba, Cakka keluar dari ruangannya ke basemen kantornya. Disana, ia bertemu pandang dengan Gavin. Hanya saja Gavin mengacuhkannya.

Cakka menghela napas kasar lalu memasuki mobilnya. Memukul stir kemudi mobilnya sambil mencurahkan isi hatinya disana.

"Bukan inginku seperti ini. Tapi kenapa semuanya berjalan jadi semakin jauh denganku? Apa langkah yang aku ambil salah?"

*

*

Gavin tiba di rumah Dara. Ia datang hanya untuk memastikan semuanya.

"Masuk dulu, Vin," tawar Dara.

"Tidak, gue ingin bicara di luar saja. Lo ada waktu kan?" tanya Gavin.

"Baiklah, ayo kita ke depan sana," ajak Dara.

Kini Dara dan Gavin sudah berada di dekat pohon besar yang ada di sekitar rumah Dara. Mereka duduk selonjoran disana.

"Ada apa? Sepertinya ada hal penting yang ingin kamu bicarakan padaku sampai-sampai tidak ingin bicara di dalam rumah saja," tanya Dara.

"Dar ... " Bukannya menjawab pertanyaan Dara, Gavin malah memanggil Dara.

"Apa benar kalau papanya Revan adalah Cakka?" tanya Gavin langsung ada intinya.

Dara terdiam membisu. Ia tidak tahu bahwa Gavin akan mengetahuinya juga.

"Kalau lo diam, itu berarti benar," ucap Gavin menambahkan.

Dan lagi-lagi Dara terdiam.

Gavin berdiri sambil tersenyum kecut.

"Haah!"

Gavin mengambil napas untuk mengumpulkan keberaniannya. Dimana saat ini hatinya begitu sakit setelah tahu kebenaran yang terjadi. Kebenaran dimana Dara dan Cakka memiliki kisah di masa lalu mereka. Ia merasa jadi pihak yang dibohongi selama ini yang tidak tahu akan apapun. Apalagi mengingat sahabatnya itu yang pura-pura tidak tahu tentang Dara, wanita di masa lalunya.

"Apa lo akan kembali pada Cakka?" tanya Gavin.

"Jika aku memang berniat kembali, sudah sejak aku bertemu dengannya aku akan memperjuangkan semuanya. Namun, sepertinya itu tidaklah mudah," jawab Dara dengan nada pasrah.

"Kenapa selama ini lo tidak pernah cerita tentang papanya Revan? Bahkan di saat Cakka hadir kembali pun, lo hanya diam dan pura-pura tidak mengenalnya. Sebenarnya kehidupan macam apa yang lo inginkan Dara?"

Dara tersenyum miris mendengar ucapan Gavin.

"Hamil di luar nikah saja sudah menjadi tantangan berat dalam hidupku. Aku tidak ingin membagi bebanku pada orang lain. Aku mengingatnya, tapi dia yang melupakanku tanpa sengaja. Aku hanya ingin hidup tenang dan damai bersama Revan dan Sasa. Itu susah cukup bagiku."

"Dasar br*ngsek! Gue nggak nyangka ternyata Cakka sepengecut itu dengan meninggalkan lo yang hamil begitu saja!" umpat Gavin dengan sedikit keras.

"Cakka tidak sepenuhnya bersalah! Jangan menyalahkannya begitu," bantah Dara.

"Dar? Apa lo nggak salah bicara? Dia jelas-jelas salah! Sudah meninggalkan lo dalam keadaan hamil dan membiarkan lo membesarkan Revan tanpa kehadirannya! Lo masih bisa membela Cakka? Apa lo masih mencintainya Dar?"

"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya Vin. Aku tidak ingin kamu ikut campur dalam urusanku. Lebih baik kamu pulang dan istirahat saja," ucap Dara yang sudah tidak ingin membahas masalahnya lagi.

Dara berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Gavin begitu saja. Baru juga beberapa langkah, Gavin mengutarakan perasaannya.

"Dar, apa lo nggak pernah sadar dengan apa yang gue lakuin selama ini? Gue cinta sama lo! Gue ingin lo jadi milik gue! Gue ingin menjaga dan melindungi lo dan Revan!"

Langkah Dara terhenti ketika mendengar pernyataan cinta dari Gavin. Orang yang selalu ia anggap teman baiknya. Dara menoleh.

"Jangan mencintaiku! Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dariku."

"Tapi yang terbaik untuk gue itu lo, Dar," jawab Gavin.

"Nggak Vin. Orang itu bukan aku. Lebih baik hapus rasa itu dalam dirimu."

"Apa itu artinya aku ditolak, Dar?" tanya Gavin dengan suara penuh kepedihan.

Dara terdiam. Lalu membalikan badannya dan berjalan menuju ke rumahnya.

Gavin menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak. Ia benar-benar tidak menyangka rasa sakit ini menyeruak penuh ke seluruh rongga dalam tubuhnya.

"Ternyata begini rasanya patah hati. Cinta tak terbalaskan."

Dengan langkah lemas, Gavin memasuki mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

*

*

Setibanya di dalam rumah, Dara langsung menutup pintunya rapat-rapat. Tak terasa cairan bening itu menetes dari matanya.

"Maaf, maafkan aku, Vin. Aku tidak mungkin bisa membalas rasa cintamu itu. Cintaku dari dulu hingga sekarang masih utuh untuk Cakka."

Sasa yang keluar dari kamarnya melihat Dara yang menangis di depan pintu dengan posisi duduk memeluk lututnya.

"Apa lagi yang terjadi sekarang, Dar? Setelah kepulanganmu dari Jakarta. Kenapa kamu jadi sering menangis?" ucap Sasa dengan lirih.

Sasa berjalan mendekati Dara dan memeluk wanita itu.

"Menangislah sampai puas. Hingga tangisan itu sudah tak bersisa lagi. Tumpahkan saja semuanya Dar. Ada aku disini."

Ucapan Sasa membuat Dara menangis meraung-raung. Ia benar-benar sudah tak bisa lagi menyembunyikan tangisnya itu. Rasanya hari-harinya terlalu berat saat ini.

"Kalau sudah tenang nanti. Kamu bisa ceritakan semuanya. Aku siap mendengarkan. Tapi kalau kamu belum mau cerita pun, aku tidak memaksa. Itu semua memang hak kamu untuk tidak bercerita."

Dara masih terus menangis. Hingga lima belas menit kemudian, tangisnya mulai mereda. Matanya sudah memerah dan sayu. Ia melepaskan pelukan di lututnya dan memeluk Sasa.

"Gavin menyatakan cinta padaku tapi aku menyakiti Gavin, Sa. Aku menyakitinya yang sudah baik padaku selama ini," ucap Dara.

"Lalu?" tanya Sasa lagi.

"Dia sudah tahu jika Cakka adalah papanya Revan. Dia marah dan kecewa padaku. Aku bahkan masih membela Cakka dan ini semua memang bukan sepenuhnya salah Cakka."

"Apa kamu tidak menceritakan semua yang terjadi padamu dan Cakka di masa lalu? Tentang mamanya Cakka juga?"

Dara melepaskan pelukannya kemudian menggeleng.

"Tidak, rasanya itu bukanlah sesuatu yang harus aku ceritakan padanya. Itu semua masalahku. Aku tidak ingin Gavin, terus-terusan membantuku."

"Lalu, apa lagi? Sepertinya kamu menangis bukan hanya tentang Gavin saja," tebak Sasa.

"Cakka, ingatannya sudah kembali. Dia ingat semuanya dan hari ini dia memperlihatkan hasil tes DNA nya dengan Revan padaku. Lalu mengajakku untuk kembali bersamanya. Tapi ... tapi .. aku menolaknya," ucap Dara dengan menahan rasa sakit di hatinya.

Sasa memberikan pelukan lagi pada Dara. Ia tahu Dara sangat sangat menderita selama ini. Meski senyum dan tawanya selalu terlihat, akan tetapi Dara selalu kesepian di beberapa waktu.

"Aku tahu semua ini berat untukmu, Dar. Terkadang di situasi sekarang, cinta saja tidak akan cukup untuk membuat dua orang bersatu. Tapi, jika kamu mengambil langkah berani, dan tidak memilih untuk kabur dan menghindar lagi, bisa saja akhirnya tidak akan sama seperti dulu. Aku hanya ingin mengutarakan saranku saja. Kamu tidak usah terlalu memikirkan ucapanku. Yang penting kamu bahagia. Itu sudah cukup."

*

*

Ramaikan kolom komentarnya teman-teman. Jangan lupa untuk like, vote dan beri dukungannya.

Love you all ❣️

1
Surati
bagus
Tira Aneri
suuukaaa
NaNa
Luar biasa
Ran Aulia
sebenarnya gak berat konfliknya tp tetep mewek hehehe
makasih ya author 👍👍👍👍😍😍😍
cindy aprilia
Luar biasa
Lina aja
lanjut thor
Lina aja
y kasian banget Chaka....moga ibu dan dara cepet sembuh kmbali...dan mereka bisa hidup rukun
Lina aja
y itu lah resiko yg harus kamu tanggung karena sudah salah jalan
Lina aja
orang yg di suruh mamah Chaka itu y
Lina aja
gmna ini c nenek bukan nya mikir yg bener malah pengen misahin anak n ibunya uhk
Asiyah
Luar biasa
rindu rindu
2 orang dirumah kosong, setan jd yg ke 3. awal mulai penderitaan yg panjang.
Lina aja
akhirnya mereka bertemu....cinta kasih ayah n anak yg mempertemukan mereka
Lina aja
lucu juga y Chaka...
Lina aja
mudah"ingatan Chaka cepet kmbali n bisa bersatu m dara
Lina aja
lanjut n semangat
Muhammad Yusuf
Yes Mak lampir udah meninggal
Muhammad Yusuf
mati aja anjg tu sekalian
Vera Anzani
main nyosor aja si Babang tampan,,hadeuh🤦
Lina aja
knpa Chaka bisa amnesia y thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!