Brisena Cyrille Kinsley atau kerap dipanggil Sena adalah artis pemula yang mendapat banyak hujatan di sosial media dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Setelah mengalami kematian dia akhirnya melihat bahwa keberuntungan dirinya telah di curi oleh adik angkat nya. Ia sangat menyesal memilih untuk bunuh diri
"Apakah anda ingin berenkarnasi dan melupakan kenangan kehidupan sebelumnya atau anda ingin mengulang kehidupan anda sebelumnya dengan melaksanakan misi sistem?" Sebuah suara yang mengaku sebagai sistem kehidupan bertanya kepada Sena
Sena akhirnya memilih untuk mengulang kehidupan sebelumnya dan melakukan misi berkeliling antar dunia untuk menolong dirinya yang juga di curi keberuntungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nefaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Saat ini Ray sedang berdiri di atas gedung lantai 50 dan melihat suasana malam di sebuah kota.
"Tuan, apakah anda akan kembali saat ulang tahun nona Sena?"
"Iya. Tapi tidak usah memberitahunya, aku akan membuat kejutan untuknya. Ohya apakah kau berhasil mendapatkan cincin yang ku minta?"
"Maaf tuan. Cincin itu sekarang di miliki oleh ratu kerajaan tetangga"
"Hubungi perdana menteri kerajaan itu. Dan katakan jika aku ingin membeli cincin itu dan katakan juga kita akan bekerja sama dengan mereka jika menjual cincin itu padaku"
"Baik tuan akan ku sampaikan. Ohya aku ingin menyampaikan jika nona Sena sudah menyebarkan bukti kecurangan Aurel dan Aurel yang ketahuan juga sepertinya akan di berikan hukuman"
"Pastikan hukuman Aurel adalah di keluarkan dari sekolah. Ia sudah terlalu sering menganggu Sena" asisten itu mengangguk menjawab perintah tuannya.
"Apakah tuan tidak akan mengaku jika hacker yang di sewa nona Sena adalah anda?"
"Tidak usah. Aku hanya mengambil pekerjaan itu karena sedang senggang. Sekarang kau kembali aku ingin istirahat"
"Baik tuan" Asisten Ray pergi meninggalkan bos nya. Ia menghela napas. Sudah berapa bulan sejak bos nya menghubungi nona Sena, ia yang paling tahu jika bos nya sangat menyukai nona Sena. Bahkan saat secara kebetulan nona Sena menyewa hacker dari organisasi mereka, bos yang sangat sibuk itu bahkan mengambil pekerjaan yang di minta Sena. Entah karena apa bos nya sampai sekarang tidak menghubungi nona Sena lagi tetapi secara rutin menyuruhnya untuk melaporkan kabar tentang nona Sena.
"Huh aku benar-benar tidak bisa mengerti jalan pikiran tuan" asisten itu kembali ke kamarnya dan segera beristirahat.
...****************...
Di sisi lain Sena saat ini sedang duduk di ruang keluarga bersama ayah, kakak dan Lisya. Sedangkan ibunya sedang membuat cemilan untuk mereka. Hari ini adalah hari libur jadi saat ini mereka semua sedang berada di rumah.
"Ibu apakah ada yang bisa ku bantu?" Sena berjalan menuju dapur dan melihat ibunya yang sedang sibuk bersama para pelayan
"Tidak ada. Sudah ibu bilang hari ini khusus ibu saja yang akan memasak. Jadi kau kembali saja keruang keluarga dan bermain bersama ayahmu, kakakmu dan Lisya" Helen melihat ke arah putri nya. Sungguh putri nya ini sangat manis dan baik
"Baiklah ibu. Hati-hati agar dirimu tidak terluka"
"Baiklah putriku" Sena akhirnya kembali ke ruang keluarga. Disana ia melihat Lisya yang berdebat dengan kakaknya
"Ayah ada apa? Mengapa Lisya dan kakak seperti itu?"
"Lisya menang saat bermain game dan kakakmu yang kalah tidak terima dan meminta pertandingan ulang. Tapi karena Lisya tidak mau bermain lagi akhirnya mereka seperti itu" Sena hanya menghela napas. Sudah bukan sekali atau dua kali Lisya dan kakaknya seperti itu. Segala macam hal akan mereka perdebatkan karena perbedaan pendapat, tetapi jika hal itu terkait tentang Sena mereka tiba-tiba akan menjadi akur.
"Sena, kakakmu mengangguku lagi!" Lisya berlari ke arah Sena dan bersembunyi di belakang Sena
"Jangan bohong! Kapan aku mengganggu mu? Aku hanya ingin bertanding ulang. Aku tak terima kalah, tadi aku belum serius saat bermain"
"Mau kau serius atau tidak, intinya aku sudah mengalahkanmu. Terima saja nasibmu kak" Lisya mengejek Brian. Jujur saja ia juga sedikit terkejut saat ia berhasil mengalahkan Brian. Karena itu adalah keberuntungan tentu saja Lisya tidak ingin bertanding ulang karena jika bertanding ulang sudah dipastikan ia akan kalah
"Kakak sudahlah itu hanya permainan dan Lisya kau juga berhenti mengejek kakak" mendengar perkataan Sena membuat keduanya akhirnya diam. Memang hanya Sena yang bisa menghentikan tingkah kedua orang ini.
Saat sedang asik berbincang bersama, seorang pelayan menghampiri mereka bertiga
"Tuan, ibu tuan dan nona Aurel sedang ada di luar. Mereka mengatakan ingin bertemu dengan tuan"
"Suruh mereka ke ruang tamu. Aku akan kesana sebentar lagi"
"Baik tuan" pelayan itu akhirnya pergi. Dan suasana yang tadinya harmonis menjadi sunyi
"Ada apa?" Helen yang datang membawa kue melihat ekspresi mereka yang terlihat aneh
"Ibuku dan Aurel datang. Ayo kita semua keluar" Helen mendengar perkataan suaminya dan berjalan bersama ke ruang tamu. Ia sebenarnya malas untuk bertemu dengan Aurel. Jika itu hanya ibu mertua nya ia akan dengan senang hati menyambutnya.
Sena, Lisya dan Brian juga ikut ke ruang tamu. Jujur saja mereka juga malas untuk bertemu dengan Aurel dan neneknya itu. Beberapa kali saat kumpul keluarga neneknya suka membandingkan Aurel dan Sena dan itu membuat Brian sedikit tidak menyukai neneknya.
"Sena, jika nenek mengatakan sesuatu yang menganggumu ingatlah untuk mengabaikannya. Otak nenek sedang bermasalah sekarang ini"
"Tenang saja kak aku juga tidak pernah menganggap serius perkataan nenek" setelah mendengar itu Brian memegang tangan Sena dan berjalan sambil bergandengan. Saat tiba di depan pintu ruang tamu ayah Sena mengetuk pintu. Disana terlihat nenek Sena yang sedang duduk bersama Aurel. Mereka terlihat asyik bercerita bersama
"Ibu apa kabar" Ayah Sena memulai pembicaraan terlebih dulu.
"Oh kalian sudah disini" nenek itu melihat mereka semua dan tatapannya berhenti di Lisya
"Apakah gadis ini masih tinggal disini?" mendapatkan tatapan nenek itu membuat Lisya sedikit tegang
"Benar. Aku sudah berjanji kepada keluarga Eldrich untuk menjaga Lisya. Dia juga teman bermain Sena jadi tentu saja ia masih tinggal disini"
"Kau memasukkan orang asing kerumahmu tetapi kau tidak memperbolehkan Aurel tinggal disini. Bagaimanapun kalian sudah merawat Aurel sejak bayi. Seharusnya kalian tahu bagaimana sifat Aurel"
"Bu, aku sudah mengatakan terserah jika kau ingin merawat gadis itu tapi ingatlah aku tidak pernah menganggapnya bagian dari keluarga Kinsley sejak aku mengusirnya dari rumah. Dan Lisya bukan orang asing dia akan menjadi bagian keluarga Kinsley tentu saja statusnya sangat berbeda dengan gadis yang bersama mu itu" suara ayah Sena terdengar tenang tapi disaat bersamaan juga terasa dingin. Ini membuat Aurel menahan amarahnya. Orang yang dulu menatapnya dengan penuh cinta akhirnya seperti ini sejak Sena kembali.
"Apa maksudmu. Aurel juga keluarga kita. Karena kamu bersikap seperti itu Sena juga akhirnya menindas Aurel. Awalnya kukira ia hanya gadis baik tapi akhirnya ia mulai memperlihatkan sifat aslinya!" Nenek itu menatap sinis ke arah Lisya dan Sena. Sena hanya memperhatikan dan tidak menjawab perkataan neneknya
"Bu! Apa maksud perkataanmu! Sena gadis yang sangat baik. Bukankah Aurel yang selalu menganggu Sena? Jangan kira aku tak tahu jika Aurel dan teman-temannya sering menganggu Sena di sekolah" Helen yang dari tadi diam akhirnya bersuara. Ia tidak ingin putrinya yang baik di hina seperti itu
"Baik? Jika ia baik mengapa ia membiarkan Aurel dikeluarkan dari sekolah!? Aku tidak mau tahu, kau harus membuat sekolah itu tetap menerima Aurel. Hanya sekolah itu yang cocok untuk Aurel!" mendengar itu Sena sedikit terkejut. Ternyata Aurel benar-benar di keluarkan dari sekolah.